MANAGED BY:
SELASA
21 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 17 Juni 2017 12:32
Sukhoi Siaga di Langit Kaltara, Pantau Jalur-Jalur Tikus saat Beroperasi
MENGEJAR SUKHOI: Tiga pesawat Sukhoi SU-27/30 landing di Lanud Tarakan. Tiga pesawat Sukhoi tersebut akan terlibat dalam acara launching MCC yang diikuti tiga negara sekaligus. Indonesia, Malaysia dan Filipina. Tampak salah satu petugas darat usai memandu pesawat Sukhoi dan berlari mengikuti Sukhoi menuju apron parkir pesawat, Jumat (16/6). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Pesawat tempur militer buatan Rusia sebanyak 3 unit, kemarin landing di Pangkalan Udara Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Rencananya ketiga pesawa Sukhoi SU-27/30 akan dilibatkan pada launching Maritime Command Center (MCC) pada Senin 19 Juni.

Kepala Pangkalan Udara Tarakan Kolonel Pnb Didik Kristyanto mengatakan, saat ini kedatangan 3 unit pesawat Sukhoi SU-27/30 dalam rangkaian 1 flight. Yang mana launching MCC tersebut melibatkan 3 negara yakni Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

“Nantinya akan ditambahkan juga dalam launching MMC tersebut 1 flight pesawat maritim,” tuturnya.

Hal tersebut sesuai dengan komitmen awal Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) yang akan mengelar rangkaian 1 flight Sukhoi di Pangkalan Udara Tarakan, dalam operasi yang akan dilaksanakan selama kegiatan pengamanan perairan Sulu, Filipina.

“Jenis pesawat Sukhoi tersebut dikomandani Letkol Pnb David Ali Hamzah selaku Komandan Skadron Udara 11 Wing 5 Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makassar,” ungkapnya.

Setelah launching pesawat tersbeut akan berada di Kaltara selama sebulan dalam rangka operasi pengamanan dan antisipasi terhadap ekses atau akibat terjadinya pergolakan di Filipina khususnya di wilayah Marawi Filipina.

“Pengamanan perairan untuk mengantisipasi kemungkinan gerakan ISIS yang masuk ke wilayah Tarakan,” ujarnya.

3 unit pesawat Sukhoi tersebut, merupakan jenis pesawat pemukul yang akan segera bergerak ketika ditemukan adanya ancaman-ancaman di wilayah perairan negara Indonesia khususnya wilayah Kaltara. Termasuk juga akan bergerak apabila diketahui terdapat ancaman-ancaman yang menggunakan wahana udara lainnya.

“Ini komitmen kami semenjak awal,” tuturnya.

Pihaknya tidak dapat melakukan pengamanan tanpa melibatkan unsur terkait lainnya. Unsur-unsur yang dilibatkan dalam upaya pengamanan perairan, udara, dan wilayah Indonesia serta bentuk antisipasinya berasal dari TNI AL dengan KRI yang ada serta dari TNI AU dengan rangkaian 1 flight Sukhoi  dan TNI AD.

“Ada juga pesawat udara dari TNI AL” tuturnya.

Pasukan yang dipersiapkan dari TNI AD yakni Batalyon Infanteri Raider 613/Raja Alam  serta satgas juga dipersiapkan. Sementara dari TNI AL yang juga telah datang dan telah merapat di Pangkalan Angkatan laut 13 Tarakan yaitu KRI Pulau Rupat, KRI Teluk Ratai dan KRI Soeharso.

“Sudah merapat semua ke Tarakan,” ujarnya.

Hingga saat ini pihaknya belum melihat dan menemukan adanya indikasi-indikasi kerawanan akibat pergerakan ISIS ke wilayah Indonesia. Namun pihaknya tetap waspada dan jeli dalam mengintai pintu masuk melalui udara terhadap semua jalur-jalur “tikus”, dengan melakukan pemantauan secara rutin menggunakan pesawat patroli maritim.

“Apabila ditemukan indikasinya, maka kami akan berkoordinasi dengan TNI AL dan TNI AD bahwa ada suatu kerawanan yang mengancam masuk ke Indonesia,” jelasnya.

Selanjutnya pihaknya akan melaporkan kepada pimpinan, dalam hal ini Pangkosek maupun Pangkoop untuk menggerakan pesawat penindak apabila kerawanan tersebut makin meluas atau tidak bisa diantispasi atau dihadapi. “Untuk itu pesawat-pesawat pemukul ini didekatkan ke Pangkalan operasi Tarakan,” pungkasnya. (*/jhn/nri)


BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

INNALILLAHI...!! Terbakar..!! Pasar Tertua di Tarakan Rata dengan Tanah

API membumbung tinggi di bangunan berlantai dua, tepat di pinggir…

Selasa, 21 Januari 2020 11:29

Pasar Pertama yang Mengkhususkan Pisang

Pasar Batu Tarakan, belakangan identik sebagai pusat oleh-oleh. Sebagian pedagang…

Senin, 20 Januari 2020 12:59

BREAKING NEWS! Ditinggal Penghuni, Rumah kosong Terbakar

TARAKAN - Kebakaran terjadi di RT 24 Kelurahan Sebengkok tepatnya…

Senin, 20 Januari 2020 11:02

Dapat Sehatnya, Raih Doorprize Menarik

TARAKAN – Akrab dan ceria. Begitulah suasana yang terlihat di…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:56

Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg, Perlu Dipikir Diantisipasinya

TARAKAN – Rencana pemerintah mencabut subsidi pada elpiji 3 kilogram…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:52

Semarak Tahun Baru Imlek Identik Warna Merah

SERBA MERAH: Pernak-pernik Tahun Baru Imlek terpampang di salah satu…

Jumat, 17 Januari 2020 11:10

Curah Hujan Tinggi, Waspada Banjir dan Longsor

TARAKAN – Hujan yang mengguyur Kota Tarakan sejak Kamis (16/20)…

Jumat, 17 Januari 2020 11:06

2020, Potensi Karhutla di Pulau Ini Masih Ada

TARAKAN – Masih adanya musim kemarau yang terjadi pada tahun…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Pajak di Tarakan Diklaim Masih Lebih Murah

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berkeinginan mengoptimalisasi seluruh pundi-pundi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers