MANAGED BY:
JUMAT
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 26 Agustus 2015 11:48
Sopir Angkot akan Diajak Kerja Sama
Program Baru : Dishub Tarakan mewacanakan pemuktahiran angkot dan mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi ke bus rapid transit berjumlah 36 unit yang segera beroprasi di Tarakan.

 

TARAKAN – Kekhawatiran para sopir angkot terhadap keberadaan 36 bus rapid transit (BRT) di Tarakan yang potensi menggerus pendapatan mereka tak luput disikapi Dinas Perhubungan Tarakan. 

Salah satu kebijakan bila beroperasinya 36 bus itu yakni melibatkan bekas sopir angkot untuk mengoperasikan seluruh bus hibah dari Kementerian Perhubungan tersebut. Bisa jadi sopir atau kondektur.

“Wacana sebelum BRT diterapkan di antaranya adalah penggunaan tenaga lokal yaitu sopir angkot dijadikan sebagai sopir, kondektur, maupun sopir candangan dalam BRT,” tutur Kepala Dinas Perhubungan Suparlan. Kata Suparlan, wacana ini bukan mematikan usaha sopir angkot, tapi memberikan peningkatan akan taraf hidup dengan pengahasilan tetap yaitu berupa gaji pokok setiap bulannya dengan standar Upah Minimum Kota (UMK) Tarakan dan ditambah dengan jaminan kesehatan dan lain sebagainya.

Sebelumnya, Dishub pernah beberapa kali mendiskusikan ini dengan pengurus SPTI (Serikat Pekerja Transportasi Indonesia) Tarakan berkaitan dengan wacana pengadaan BRT dan pemuktahiran angkot Tarakan.

Suparlan mengatakan, pada pertemuan terkahir dengan SPTI Tarakan dihadiri oleh salah satu perusahaan penyandang dana pada pengadaan taksi bandara untuk memberikan gambaran potret angkot masa depan.

“Bila supir angkot sebagian tidak bekerja pada BRT, maka bukan berarti mereka dibiarkan begitu saja, kendaraan mereka akan dimuktahirkan menjadi lebih nyaman dan aman,” harap Suparlan.

Suparlan menjelaskan, tidak mungkin supir angkot bisa bertahan dengan kendaraan yang ada sekarang karena cepat atau lambat tidak bisa beroperasi lagi suatu saat.

Permasalahan-permasalahan yang dihadapi supir angkot sebenarnya sudah dibahas mulai dari mahalnya perawatan angkot tua, penumpang yang mulai sepi dan pendapatan yang tidak menentu.

“Pemuktahiran angkot akan dibahas di tingkat pemerintah, mengenai bagaimana solusinya, apakah nantinya mobil yang masih layak jalan dihargai sebagai dana awal  untuk penyicilan mobil,” tukas Suparlan. (*/jnr/asm)

 


BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers