MANAGED BY:
KAMIS
23 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 29 Mei 2017 10:40
OOHHH YESS..!! Begini Sensasi Naik BRT, Moda Transportasi Baru di Tarakan

Kursi Nyaman, Hawa Dingin Ber-AC, Tersedia Priority Seat

MASIH SEPI: Hari kedua pengoperasian BRT di Tarakan belum banyak mengangkut penumpang yang diprioritaskan pada daerah Tarakan Timur, Sabtu (28/5). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Dalam upaya menyediakan transportasi massal yang baik kepada masyarakat Tarakan, pemerintah kota menyediakan 10 unit Bus Rapid Transit (BRT) yang telah diresmikan penggunaannya oleh Wali Kota Tarakan Sofian Raga, Jumat (27/5) di Terminal Boom Panjang Tarakan. Radar Tarakan mencoba langsung seperti apa angkutan massal BRT itu. Berikut liputannya.

Johanny Silitonga, Tarakan

SABTU (27/5) kemarin, cuaca Kota Tarakan pada pukul 13.45 Wita terasa terik. Hawanya panas. Namun semangat para petugas BRT yang sudah siap beroperasi di Terminal Boom Panjang Tarakan, tidak surut. Mereka setia menunggu jika ada penumpang yang mau ikut, meskipun tampaknya masih sangat sepi.

Ada 7 unit bus yang terpakir di terminal. Radar Tarakan langsung menghampiri Hasan, salah satu kruBRT yang bertugas. Sambil menyapa, sayamenanyakan bagaimana kondisi hari pertama pengoperasian BRT. Ia menceritakan, sampai siang itu baru 3 penumpang yang merasakan kenyamanan BRT.

“Baru 3 orang penumpang yang tadi berangkat dari terminal Boom Panjang,” ujar Hasan. Saya kemudian berbincang-bincang dengan beberapa kru lainnya untuk menanyakan kesiapan mereka dalam pengoperasian BRT. Semua krusepakat mengatakan mereka siap dalam pengoperasian BRT.

Ketika ditanyakan mengapa hari pertama masyarakat terlihat kurang meminati BRT, Hasan mengatakan karena hari ini adalah hari Sabtu, semua instansi pemerintah libur. Begitu juga swasta, hampir seluruhnya tidak beraktivitas.

Selain itu, hari Sabtu kemarin adalah hari pertama umat Islam menjalankan ibadah puasa sehingga banyak masyarakat enggan dan tidak beraktivitas di luar rumah.

Tak lama kemudian, salah satu BRT trayek Terminal Boom Panjang – Pantai Amal Lama (PP) akan segera berangkat. Sayapun bergegas menuju BRT nomor 4 yang sedang berhenti tersebut.

Tampak seorang kondektur berada di pintu depan dan membukakan pintu untuk saya masuk melalui pintu depan bagian kiri tersebut. Ketikamasuk, kondisi di dalam BRT terlihat kosong. Belum ada satupun penumpang yang naik. Saya pun memilih duduk di bangku penumpang bagian depan.

Saya sangat menikmati kursi penumpang yang nyaman untuk diduduki. Selain itu suhu ruangan dalam bus terasa sangat dingin, bahkan tidak sepanas kondisi politik akhir-akhir ini. Ruangan di dalam BRT juga tercium wangi dan tampak ada pengharum ruangan yang digantung  di bagian depan BRT.

Jumlah kursi yang tersedia dalam BRT sebanyak 20 kursi, semuanya lengkap dengan safety belt. Selain itu ada juga 20 buah gagang gantung yang dapat digunakan penumpang untuk berpegangan apabila sedang berdiri di dalam BRT. 

Dari 20 kursi tersebut, terdapat 2 buah kursi khusus. Di dekat 2 kursi tersebut terdapat stiker bertuliskan   tempat duduk prioritas atau priority seat. Dua kursi tersebut disiapkan khusus untuk para lanjut usia, wanita hamil, penyandang disabilitas, dan ibu membawa anak. Dengan demikian, selain 4 kategori penumpang tersebut, tidak diperkenankan untuk menggunakan kursi prioritas.

Selain nyaman, alat transportasi ini juga nyaman karena di dalam BRT terdapat 2 buah alat pemadam kebakaran, 2 buah alat darurat pemecah kaca dan 1 buah tempat sampah kecil.

Di sisi kanan penumpang terdapat brosur panduan tanggap darurat BRT/emergency guide dan brosur panduan doa perjalanan. Selain itu terdapat stiker bertuliskan larangan duduk di lantai dan larangan berdiri di atas karpet di depan pintu masuk keluar penumpang. Serta di sisi kanan bagian belakang terdapat pintu yang bertuliskan emergency exit.

BELUM ADA PENUMPANG

Setelah BRT berhenti sejenak dan menunggu beberapa saat, ternyata tidak ada satupun penumpang yang menaiki BRT. Kemudian sang sopir mulai menjalankan BRT untuk segera bergerak meninggalkan Terminal Boom Panjang sekitar pukul 14.00 Wita menuju pemberhentian berikutnya, halte STB. Sang sopir membawa BRT dalam kecepatan normal, sekitar 40 km per jam dan Radar Tarakan merasakan kenyamanan menggunakan BRT.

Setiba di halte posyandu Imbaya/STB, sekitar 14.09 Wita, BRT berhenti, lalu kondektur membuka pintu penumpang. Setelah menunggu sekitar 1 menit, masih juga tidak ada penumpang yang ingin menaiki BRT. Kemudian BRT beranjak menuju pemberhentian berikutnya ke pemberhentian Lapangan Tenis Indoor.

BRT tidak dapat berhenti dengan baik karena terdapat dahan pohon yang menyulitkan sang sopir menepikan BRT. Sang sopir khawatir apabila terlalu menepikan BRT akan merusak bodinya.

Selama perjalanan, tidak sedikit masyarakat yang mengamati dengan pandangan mata yang lama menatap BRT. Memang pada hari pertama pengoperasian, BRT masih asing di mata masyarakat Kota Tarakan.

Tidak lama kemudian, BRT beranjak menuju masjid Baitul Izzah dan tiba sekitar pukul 14.17 Wita. Kemudian beranjak menuju halte Ulul Albab, SD 006, SMP 3, SMA 2, pertigaan Jalan Sei Kapuas, dan perempatan SD 013.

Dalam perjalanan, masih saja ada beberapa dahan pohon yang letaknya agak rendah dan sedikit mengenai bagian atas BRT. Kemudian BRT menaiki Gunung Amal.

Sang sopir mampu mengendalikan BRT dengan baik dan berhenti sejenak di STIE Bulungan, kemudian berlanjut ke Taman Anggrek, persimpangan Amal Lama-Amal Baru dan masuk ke Universitas Borneo Tarakan.

Setelah memasuki UBT sekitar pukul 14.35 Wita, BRT kemudian bergerak menuju SMP 10 Tarakan. Masih saja ada pepohonan yang tampak mengganggu perjalanan BRT. Setelah menunggu sejenak di SMP 10, BRT lalu bergerak lagi menuju pemberhentian terakhir di Jalan Padat Karya - Amal Lama dan tiba sekitar pukul 14.50 wita.

Dari catatan Radar Tarakan, perjalanan BRT trayek Terminal Boom Panjang tujuan Amal Lama memakan waktu sekitar 50 menit untuk sekali perjalanan.

Ketika tiba di pemberhentian terakhir, Radar Tarakan pun turun dan menanyakan beberapa warga sekitar. Zainudin mengungkapkan dirinya sangat bersyukur dengan adanya BRT. Dirinya beranggapan dengan adanya BRT akan memudahkan masyarakat dalam beraktivitas. Raju (35) warga lainnya yang sehari-harinya berprofesi sebagai nelayan menambahkan, dengan adanya  BRT dapat mempermudah warga melakukan aktivitas khususnya di Amal Lama.

Sebab sejak tidak beroperasinya kendaraan umum sejak beberapa tahun lalu membuat masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi terpaksa menggunakan jasa ojek.

“Kalau kami berangkat menuju pasar Tenguyun dengan jasa ojek kami harus mengeluarkan uang Rp 25 ribu. Dengan adanya BRT kami patut bersyukur,” tuturnya.

Kepala Perusda Tarakan, Hasyim yang kami temui di Terminal Boom Panjang mengatakan dirinya sangat optimis dengan adanya BRT dapat melayani kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi masal ini. Untuk besaran tarif maupun trayek, diakuinya mengikuti surat keputusan Wali Kota Tarakan.

Penentuan tarif harganya bervariasi sesuai jarak tempuh (ring). Untuk ring 1 tarifnya Rp 4.000, ring 2 Rp 8.000, dan ring 3 Rp 12.000. Untuk diketahui, jarak terjauh atau ring 3 adalah dari Terminal Boom Panjang dan berhenti di Amal Lama.

“Operasionalnya mulai pukul 06.00 Wita dan sementara diprioritaskan melayani masyarakat Tarakan bagian Timur,” pungkasnya.(ddq)


BACA JUGA

Kamis, 23 Januari 2020 15:36

Korban Kebakaran Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

Bantuan dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:59

Lantamal XIII Harus Tingkatkan Kesiapsiagaan

ASISTEN Operasi (Asops) Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muda…

Kamis, 23 Januari 2020 13:58

Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

BANTUAN dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:54

Tabung dan Kompor Gas Dibawa Puslabfor

TIBA di Tarakan kemarin (22/1), dua personel Pusat Laboratorium Forensik…

Rabu, 22 Januari 2020 13:55

Kisah Lansia yang Rumahnya Selamat dari Kebakaran

Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Batu menyisakan luka dan duka…

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

INNALILLAHI...!! Terbakar..!! Pasar Tertua di Tarakan Rata dengan Tanah

API membumbung tinggi di bangunan berlantai dua, tepat di pinggir…

Selasa, 21 Januari 2020 11:29

Pasar Pertama yang Mengkhususkan Pisang

Pasar Batu Tarakan, belakangan identik sebagai pusat oleh-oleh. Sebagian pedagang…

Senin, 20 Januari 2020 12:59

BREAKING NEWS! Ditinggal Penghuni, Rumah kosong Terbakar

TARAKAN - Kebakaran terjadi di RT 24 Kelurahan Sebengkok tepatnya…

Senin, 20 Januari 2020 11:02

Dapat Sehatnya, Raih Doorprize Menarik

TARAKAN – Akrab dan ceria. Begitulah suasana yang terlihat di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers