MANAGED BY:
JUMAT
03 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 09 Mei 2017 10:22
Uji Berkala Kendaraan Harus Pelat KU
ILUSTRASI PELAT KENDARAAN/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Demi kemanan pengendara dan pengguna jalan. Maka, saat ini pemerintah tetap memberlakukan pegujian kendaraan bermotor atau biasa disebut uji kir. Yang merupakan bagian dari persyaratan laik jalan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tarakan, Hamid Amren mengatakan, kendaraan yang diuji merupakan kendaraa yang digunakan untuk mengangkut barang maupun orang. Terutama harus menjamin keselamatan penumpang dan pengendara lain.

“Misalnya ada truk angkut barang dan terjadi kecelakaan, nah itu harus laik jalan,” ungkap Hamid.

Persayaratan untuk laik jalan, itu salah satunya adalah wajib melakukan uji kir. Sekiranya harus melakukan uji berkala, karena enam bulan sekali akan dilakukan uji kelaikan kendaraan.

“Kalau kita sebut uji berkala, sementara uji kir hanya sekali saja dilakukan setelah itu dia tidak kir lagi,” tambahnya.

Terkadang supir yang menjalankan angkutan atau kendaraan komersil lainnya itu bukanlah pemilik kendaraan. Sehingga kewajiban bagi pelaku usaha untuk melakukan uji berkala, karena apabila terjadi kecelakaan pelaku usaha juga dilibatkan.

“Oleh karena itu kami minta kepada setiap masyarakat yang mengoperasikan angkutan untuk orang maupun barang, harus uji berkala terlebih dulu,” terangnya.

Uji berkala dapat dilakukan oleh pihak swasta kata Hamid, namun untuk Kota Tarakan kemungkinan sangat sulit dijangkau karena jumlah kendaraan yang terbilang sedikit.

“Tapi kalau kita kota kecil mungkin sulit karena itu sangat bergantung dengan jumlah kendaraan, dan biaya dari penguji swasta berbeda dengan pemerintah,” ujar Hamid.

Tambahnya lagi, tak hanya itu pihaknya akan melaksanakan wacana dari kementrian yang akan diberlakukan pembatasan umur kendaraan bagi angkutan orang maupun barang.

“Saya sudah koordinasikan ke Kasalantas Polres Tarakan, karena mereka yang berhak menilang pengendara di jalan, termasuk pihak Samsat Tarakan,” jelas Hamid

Ia juga memastikan, agar kendaraan yang melakukan uji berkala haruslah terlebih dulu menggunakan pelat Kalimantan Utara (KU), karena apabila bayar pajak di Tarakan maka dipastikan anggarannya dapat digunakan untuk memperbaiki jalan rusak yang ada di Tarakan.

“Jangan cari makan di Tarakan tapi bayar pajak di luar, jalan yang rusak di Tarakan tapi bayar pajak ditempat lain, ini kan tidak adil,” tegasnya.

Dari informasi yang Hamid teruma, dalam hitungan perjam saja sudah 8 orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan di Indonesia. Sementara, meninggal karena kecelakaan itu menduduki posisi ketiga  setelah penyakit jantung dan TBC. Tambahnya lagi, setiap orang mudik dalam setiap tahun, terdapat sekitar 400 hingga 500 orang meninggal karena kecelakaan di seluruh Indonesia.

“Saya mengatakan, orang mau pulang kampung tetapi malah ke akhirat,” ujarnya.

Makanya dari itu, ia mengimbau untuk mengikuti standar laik jalan dan tidak hanya untuk kendaraan darat saja, tetapi juga transportasi laut. Karena kecelakaan lalu lintas, pelakunya ditindak oleh penegak hukum.

“Karena kalau terjadi sesuatu, Anda akan berhadapan dengan hukum,” tutur Hamid.

Sementara itu, Kepala Unit pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor, Taufik Rahman mengatakan uji berkala di Tarakan rutin dilakukan sejak 2002 hingga sekarang, yang diadakan setiap enam bulan sekali wajib uji.

“Untuk angkot kebanyakan nggak lulus saat pengujian,” terang Taufik.

Dikatakan Taufik, item kendaraan yang diuji sekitar 20 item yang diperiksa, seperti terot, ban, lampu kendaraan, pelat nomor, rem kendaraan, dan masih banyak lagi.

“Jadi kalau bannya sudah halus berarti nggak lulus uji, harus perbaikan dulu,” katanya.

Untuk antisipasi adanya pungli uji berkala, pihaknya telah menyediakan daftar biaya pengujian. Berbeda halnya dengan Lain kota besar kebanyakan masyarakat melalui calo, sehingga tak jarang ditemukan kir ilegal.

“Jadi kita perlihatkan daftar biaya, mobil ini sekian, kendaraan ini sekian, jadi gk mungkin ada pungli,” tegasnya.

Dikatakannya biasanya kendaraannya yang tidak lulus uji berkala, maka pemilik melakukan perbaikan di bengkel. Memang rencananya ada pengujian swasta, tapi untuk di Tarakan belum ada pengujian dari swasta, mengingat keuntungan dari jumlah kendaraan yang luar biasa.

“Sedangkan untuk Tarakan hanya sekitar empat ribu kendaraan,” jelas Taufik.

Sambungnya lagi, pengujian kendaraan pribadi tidak diberlakukan karena tidak ada peraturannya. Tahun 2007 ada rencana dari pusat untuk dilakukan uji kir kendaraan pribadi, namun tidak terealisasi dengan alasan bila ada kerusakan pemilik kendaraan pribadi langsung memperbaiki dibengkel.

“Sedangkan yang kita periksa adalah angkutan umum,” pungkasnya. (*/one/nri)


BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers