MANAGED BY:
RABU
22 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 02 Mei 2017 10:30
Bawa Pelajaran dari Kaltara untuk Diberikan ke Mahasiswa

Pisah Sambut Penggantian Jabatan Komandan Lanud Tarakan

PISAH SAMBUT: Masa kerja Komandan Lanud Tarakan, Kolonel Pnb Umar Fathurrohman telah berakhir dan dilanjutkan oleh Kolonel Pnb Didik Kristyanto (berbatik), Sabtu (29/4). AHMAD SYARIF/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Kolonel Pnb Umar Fathurrohman, telah mengabdi lebih dari satu tahun setengah di Pangkalan Udara (Lanud) Tarakan. Dia dikenal tegas serta aktif melaksanakan pengamanan udara di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara). Kemarin malam secara resmi dia menyerahkan tongkat estafetnya kepada Kolonel Pnb Didik Kristyanto untuk melanjutkan kepemimpinannya.

AHMAD SYARIF HIDAYAT, Tarakan

Malam itu suasana haru mewarnai pergantian jabatan Komandan Lanud (Danlanud) Kota Tarakan yang diselenggarakan di salah satu Hotel di bilangan Jalan Yos Sudarso, Tarakan pada Sabtu (29/4). Terlihat dekorasi ruangan serta panggung yang sederhana, serta dipadu pencahayaan yang apik membuat suasana terlihat mewah malam itu.

Tampak beberapa pejabat, kolega, teman dekat, serta anggota satuan TNI yang memenuhi ruangan dengan menggunakan dresscode batik khas berwarna biru serta, para perempuan yang mengenakan batik berwarna merah muda yang cantik.

Rangkaian acara dibuka dengan tarian, sebelum akhirnya Kolonel Pnb Umar Fathurrohman memberikan sepatah dua patah katanya di atas panggung. DI dalam sambutannya, Umar menegaskan bahwa dirinya sangat bangga pernah menjalankan tugas di Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya di Tarakan.

“Saya juga banyak belajar dan melihat banyak temuan-temuan baru menurut saya semenjak menjalankan tugas saya di Tarakan. Karena banyak pula permasalah yang lebih kompleks di dalamnya, seperti masalah narkoba. Salah satu contohnya adalah ketika saya melihat penjagaan wilayah perbatasan yang memang perlu ditingkatkan,” ujar Umar yang saat itu mengenakan baju batik berwarna ungu dipadukan dengan celana kain berwarna hitam.

Menurut Umar, Kaltara merupakan provinsi baru dan dirinya berterus terang bahwa selama bertugas, Lanud yang semula dari tipe C menjadi tipe B, harus terus didukung untuk terus meningkatkan pelaksanaan operasi udara.

“Saya berharap ada pesawat tempur yang stand by di sini (Tarakan .Red) nantinya. Karena selama ini kan kita mendukung pesawat dari makassar dan lainnya. Semoga kedepannya bisa cepat terealisasi. Dan itu sudah saya sampaikan kepada pengganti saya,” tegas Umar.

Nantinya, Umar akan bertugas di Bandung sebagai dosen di Sekolah Komando TNI yakni sekolah gabungan dan mengajar tentang operasi gabungan dengan mahasiswa yang berpangkat kolonel di sana.

Sementara itu, ketika bertemu dan diwawancara oleh media ini, Kolonel Pnb Didik Kristyanto menjelaskan, dirinya terakhir kali ke Tarakan pada tahun 2004 lalu.

“Dan kemudian saya kembali lagi pada tahun 2017. Ketika dari atas langit, saya melihat telah banyak perubahan yang terjadi di Tarakan. Dan benar ketika landing, saya sangat kaget bahwa banyak sekali perubahan yang terjadi di Tarakan,” tutur Didik.

Didik pertama kali ke Tarakan pada tahun 1996, dan waktu itu dirinya masih bertugas untuk mendorong logistik dari Jawa ke Tarakan untuk kemajuan perekonomian di daerah Tarakan.

“Dengan perkembangan zaman, di sini akhirnya sudah bisa mandiri. Saya juga sempat kaget sekali dengan perubahan Tarakan. Karena di sini dulunya benar-benar sepi sekali, kemudian juga belum begitu banyak warga masyarakat yang mungkin penduduknya masih sepertiga atau seperlima dari sekarang. Kalau istri saya memang asli Bunyu, dan dari dulu memang sering ke Tarakan. IsyaAllah saya akan kerasan di Tarakan, dan saya memang selalu berusaha untuk kerasan di mana saja,” ujar Didik sembari tertawa.

Didik juga bercerita, bahwa sebelumnya ia bertugas di Jogjakarta sebagai kepala departemen Angkatan Udara. Di sana, ia juga membawahi seluruh taruna tingkat dua, tiga, dan empat untuk segala latihan, seperti latihan survival, latihan terjun, penerbangan, terbang layang, pertahanan pangkalan.

“Itu ketika saya yang menjadi kepala departemen di sana,” jelas Didik.  

---------- SPLIT TEXT ----------

Mengenai target, Didik menjelaskan beberpa prioritas, yakni dalam waktu dekat, pihaknya akan membangun sarana, fasilitas, dan infrastruktur operasi penerbangan. Di wilayah perbatasanlah Panglima TNI maupun kepala staf angkatan udara akan memberikan pembangunan yang demikian besar untuk pangkalan-pangkalan di perbatasan.

“Karena kita tahu, wilayah kita di perbatasan memang harus diperbesar dan diperkuat. Bahkan idenya di postur di tahun 2030 nanti, TNI AU akan menempatkan pesawat tempur di Tarakan. Saya berharap nantinya dapat menuangkan apa yang saya punya dan saya bisa untuk masyarakat, khususnya di Tarakan, Dan mudah-mudahan kedepannya bakal lebih maju lagi. Baik tentang perekonomian, pendidikan, atau tentang apapun yang berhubungan dengan ranah kami sebagai TNI angkatan udara,” tutur Didik.

Didik sempat membahas masalah pengamanan di daerah perbatasan. Dirinya mengatakan bahwa yang dilakukan TNI AU adalah malakukan pantauan untuk pengamanan di wilayah udara.

“Ancaman di wilayah udaralah yang paling nyata dan membahayakan. Karena pesawat udara akan langsung masuk dan menyerang ke titik sasaran. Dan itu bayahanya. Nah sehingga kami terus mengawasi pergerakan yang ada di udara lewat radar pemantau,” jelas Didik. 

Didik menegaskan pula, bahwa dalam waktu dekat, di Tarakan akan dibangun Automatic Identification System untuk maritim. Jadi kapal terbang yang melanggar wilayah udara nantinya akan mengirim data ke Tarakan, kemudian ke pusat. “Sehingga akan langsung terpantau secara realtime, dan kemudian pesawat yang melanggar tersebut akan segera ditindak berdasarkan arahan pimpinan,” ujar Didik yang kala itu menggunakan baju batik bermotif berwarna cokelat dipadukan dengan celana hitam.(nri)

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

INNALILLAHI...!! Terbakar..!! Pasar Tertua di Tarakan Rata dengan Tanah

API membumbung tinggi di bangunan berlantai dua, tepat di pinggir…

Selasa, 21 Januari 2020 11:29

Pasar Pertama yang Mengkhususkan Pisang

Pasar Batu Tarakan, belakangan identik sebagai pusat oleh-oleh. Sebagian pedagang…

Senin, 20 Januari 2020 12:59

BREAKING NEWS! Ditinggal Penghuni, Rumah kosong Terbakar

TARAKAN - Kebakaran terjadi di RT 24 Kelurahan Sebengkok tepatnya…

Senin, 20 Januari 2020 11:02

Dapat Sehatnya, Raih Doorprize Menarik

TARAKAN – Akrab dan ceria. Begitulah suasana yang terlihat di…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:56

Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg, Perlu Dipikir Diantisipasinya

TARAKAN – Rencana pemerintah mencabut subsidi pada elpiji 3 kilogram…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:52

Semarak Tahun Baru Imlek Identik Warna Merah

SERBA MERAH: Pernak-pernik Tahun Baru Imlek terpampang di salah satu…

Jumat, 17 Januari 2020 11:10

Curah Hujan Tinggi, Waspada Banjir dan Longsor

TARAKAN – Hujan yang mengguyur Kota Tarakan sejak Kamis (16/20)…

Jumat, 17 Januari 2020 11:06

2020, Potensi Karhutla di Pulau Ini Masih Ada

TARAKAN – Masih adanya musim kemarau yang terjadi pada tahun…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Pajak di Tarakan Diklaim Masih Lebih Murah

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berkeinginan mengoptimalisasi seluruh pundi-pundi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers