MANAGED BY:
SENIN
19 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 21 April 2017 11:07
Perempuan Itu Memiliki Kemampuan Memimpin
KARTINI : Perempuan Inspiratif di Kaltara. IST

PROKAL.CO, TARAKAN – Multi tasking biasanya perempuan diidentikan dengan kata itu. Karena, terbiasa menghandel seluruh pekerjaan dalam satu waktu. Karena itu juga banyak yang beranggapan, jika perempuan bisa diandalkan dalam memimpin satu organisasi perusahaan maupun pemerintahan.

Lantas apakah anggapan itu berbanding sama dari segi psikologis perempuan? Dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Rudi Cahyono, mengatakan jika berbicara tentang kepiawaian maka memang perempuan lebih mampu dalam melakukan tugas berbeda dalam sekaligus di mana perbedaan itu memang menonjol antara laki-laki dan perempuan.

“Perempuan lebih jago dalam melakukan beerapa pekerjaan sekaligus. Jika hal itu dihubungkan dengan kepemimpinan, maka perempuan lebih bisa mengerjakan banyak tugas,” tuturnya.

Menurut Rudi, kelebihan daripada perempuan adalah dapat mengerjakan beberapa hal sekaligus. Namun di sisi lain, kelebihan tersebut juga dapat menjadi kelemahan jika perempuan terlalu perduli dengan banyak hal.

“Jika sudah begitu, maka dia tidak bisa fokus terhadap hal yang dikerjakannya,” ujar Rudi.

Sementara itu Psikolog Tarakan, Fanny Sumajouw menjelaskan, bahwa pada intinya perempuan telah ditakdirkan terlahir sebagai sosok yang selalu menggunakan perasaan dan nalurinya dalam bertindak.

“Mereka lebih peka dari sisi hati. Jadi setiap apapun yang dilakukan atau dikerjakan oleh seorang perempuan, baik itu pekerjaan ringan di rumah tangga sampai kepada pekerjaan berat yang memiliki tanggungjawab besar. Sebagai perempuan yang berkarir semua akan dikerjakan dengan penuh kehati-hatian dan pakai perasaan,” ungkap Fanny.

Ketika perempuan melakukan sesuatu akan banyak menimbulkan berbagai pertimbangan. “Apakah menguntungkan, merugikan, membahagiakan orang lain, hingga apakah dia bisa menyakiti hati banyak orang,” jelasnya.

Dijelaskannya pula, cara seorang perempuan bekerja itu lebih kepada nurani dan perasaannya, sehingga membuat ia lebih berhati-hati dalam mengambil setiap keputusan. “Itu bisa saja mempengaruhi kinerjanya untuk mengarah kepada hal-hal yang lebih rapi, teliti, bahkan ingin sempurna. Artinya perempuan yang bekerja selalu ingin hasil kerjanya dikatakan bagus dan diacungi jempol,” tegas Fanny.

Meski begitu, lanjut Fanny, tetap terdapat pengecualian yang semuanya kembali kepada proses interaksi dan pengaruh masa lalu seorang perempuan. Jika seandainya ada seorang perempuan yang melakukan kesalahan dalam pekerjaannya, maka perlu diteliti kembali apa faktor penyebab terjadinya kesalahan tersebut.

“Karena nobody’s perfect, pada intinya semua perempuan terlahir dengan nurani dan kepekaan hati. Jadi setiap aktivitas atau pekerjaan yang ia lakukan akan dipengaruhi oleh perasaannya,” tuturnya.

Adapun yang dikerjakan seorang perempuan yang selalu dibahasakan dengan semua pekerjaan karena sentuhan perempuan. “Biasanya lebih rapi serta baik situasi dan kondisinya,” ujar Fanny.

Diakui Fanny, adapun kekurangan dari seorang perempuan yang bekerja, yakni karena selalu menggunakan hati.  Sehingga terkadang kerap kali baper alias terbawa perasaan. Karena semuanya diukur dengan hati. “Maka ketika tidak mampu melakukan pekerjaannya, maka cenderung makan hati, sakit hati, dan jadi malas hati, takut jika menghadapi pekerjaan yang sama untuk dilakukan, maka akan menimbulkan kegagalan lagi,” tutur Fanny.

Terkadang, lanjut Fanny, tidak sedikit yang menggunakan hati dan merasa tidak tega untuk memberikan sanksi atau hukuman jika ada rekan kerja atau orang yang dipimpinnnya melakukan kesalahan.

“Maka perempuan lebih banyak mentolelir kesalahan tersebut daripada menegakkan kebenaran. Sehingga perempuan seringkali memberikan maaf daripada menghakimi,” jelasnya.

Tak jarang pula kesalahan orang lain diabaikan demi menjaga perasaan atau hati orang tersebut, hal itulah yang merupakan salah satu sisi lemahnya seorang perempuan.

“Tidak lupa pula saya mengucapkan selamat hari Kartini untuk semua perempuan hebat di Indonesia,” pungkasnya.

---------- SPLIT TEXT ----------

PEREMPUAN DULU DAN SEKARANG

Peran perempuan di zaman modern saat ini sangat jauh berbeda dengan kondisinya yang dahulu hanya berada di dapur dan mengurus anak saja. Bahkan saat ini telah banyak perempuan-perempuan yang mendominasi berbagai pekerjaan penting yang semuanya tidak terlepas dari peran R.A kartini.

Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Hassan Basri menjelaskan, peran seorang perempuan di dalam pemerintahan merupakan salah satu peran yang sangat penting.

“Jika berbicara tentang peran perempuan di pemerintahan, berarti berbicara tentang pendidikan yang dienyam oleh seorang perempuan,” tuturnya.

Pendidikan perempuan harus didukung oleh orang tua untuk mendukung seorang perempuan. Jangan ada istilah mau pendidikan tinggi atau rendah, tapi akhirnya juga ke dapur.

“Itu merupakan anggapan yang salah, karena pendidikan itu nantinya juga dapat berguna bagi seorang perempuan untuk mendidik anaknya,” jelas Hassan.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Sri Hermawati menambahkan, perempuan saat ini harus mempunyai suatu gagasan, inovasi, kepedulian, perencanaan yang panjang ke depan.

“Saat ini kita juga dapat melihat banyak tokoh-tokoh perempuan yang lebih mendominasi kepemimpinan di pemerintahan, seperti Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dan yang lainnya,” jelas Sri.

Perempuan tidak boleh hanya duduk berpangku tangan, bergosip yang tidak karuan, tetapi harus lebih banyak berbuat yang menjadikan sinergi antara laki-laki dan perempuan.

“Perempuan juga harus membuang jauh sifat gengsi merekaDan itu jangan dianggap enteng, karena peran mereka sangatlah penting di dalam rumah tangga,” tuturnya.

Kaum perempuan harus mencontoh R.A Kartini yang pada awalnya dikungkung sebagai seorang perempuan, yang akhirnya mendobrak untuk lepas dari penjajahan dan diskriminasi terhadap kaum perempuan.

“Pada akhirnya ia kaum-kaum perempuan agar tidak terlena dan tidak merasa dirinya tidak mampu untuk menjadi perempuan yang tangguh di dalam menghadapi hidupnya,” pungkasnya.(*/asf/nri)

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 12:39

Bank Indonesia Inisiasi Transaksi via QR Code

ADA yang unik dalam festival kuliner di kegiatan pawai pembangunan…

Senin, 19 Agustus 2019 12:38

Janji Digelar sebagai Wisata Tahunan

TARAKAN – Akhirnya rindu masyarakat terobati dengan pawai pembangunan 2019…

Senin, 19 Agustus 2019 12:37

Terharu Pertama Kalinya Dapat Hadiah Jalan Sehat

TARAKAN – Jalan sehat BUMN Hadir untuk Negeri (BHUN) yang…

Senin, 19 Agustus 2019 12:36

Al Rhazali, Janji Penambahan Fasilitas Pendidikan

Meski sempat ditentang sang istri untuk maju menjadi calon anggota…

Senin, 19 Agustus 2019 11:49

Banyak Pengendara Jatuh, Berharap Jalan Diaspal

TARAKAN - Hingga saat ini warga RT 09 Jalan Gunung…

Senin, 19 Agustus 2019 11:15

Polisi Dalami Keterangan Rekan Korban

  TARAKAN - Nasib nahas dialami Arnol Kristian (15) siswa…

Senin, 19 Agustus 2019 11:09

Target 95 Persen Anak Tarakan di Imunisasi

TARAKAN - Target imunisasi sampai saat ini masih terkendala di…

Senin, 19 Agustus 2019 11:08

Dino Andrian, Nelayan dengan Suara Terbanyak

Bak durian runtuh, nasib Dino Andrian (33) yang pertama kali…

Senin, 19 Agustus 2019 10:37

SAYANG SEKALI..!! Aset Sejarah di Kota Ini Kurang Terawat

Situs-situs peninggalan bersejarah salah satu jendela dunia, untuk mengetahui kejadian…

Senin, 19 Agustus 2019 10:36

Soal Isu Politis, KPU Menepis

TARAKAN – Usulan penundaan pelantikan atas KH, salah satu anggota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*