MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 17 April 2017 11:12
Yang Percaya, Pasti Beroleh Keselamatan dan Hidup Kekal
PAWAI OBOR: Perayaan Paskah yang dirayakan suka cita oleh seluruh umat Kristiani sebagai simbol pembebasan dari dosa. LISA/RADARTARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Umat Kristen di seluruh dunia kemarin merayakan Paskah, sebagai hari raya kemenangan bagi umat manusia. Gembala Sidang Gereja Pantekosta Seluruh Indonesia (GPSI) El-Shaddai III Kota Tarakan, Pdt. Joni Riza MA mengatakan perayaan Paskah bagi umat Kristen merupakan sebuah simbol pembebasan umat manusia dari dosa, hukuman dan maut. “Karena manusia berdosa itu harus dihukum. Manusia yang berdosa itu dijajah oleh dosa dan perbuatan jahat. Tapi dengan peristiwa Paskah, akan memberikan jaminan kepastian kepada semua orang percaya untuk dilepaskan dari hukuman dan perbudakan dosa,” jelasnya.

Melalui perayaan Paskah, umat Kristen percaya bahwa peristiwa paskah akan mengubahkan hidup yang dulunya diperbudak oleh dosa menjadi hidup baru yang sudah dipulihkan hingga menjadi hidup yang lebih suci dan kudus.

“Paskah merupakan kebangkitan sekaligus pembebasan (dari dosa, Red) dan kemenangan terhadap maut dan hukuman,” terangnya.

Sesuai dengan tema Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Paskah di tahun 2017 ini yakni “Kebangkitannya Memulihkan Kehidupan” yang diambil dari Filipi 3:10-11 menjelaskan bahwa Yesus bangkit untuk memulihkan keadaan manusia yang berdosa serta mengembalikan umat manusia kepada fitrahnya.

“Fitrahnya manusia itu adalah hidup kudus, benar dan berkenan kepada Tuhan,” ucapnya.

Melalui perayaan Paskah kali ini, Joni berharap agar seluruh umat Kristen dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan serta lebih setia dalam persekutuan dengan Tuhan, taat dalam melakukan perintah Tuhan, dan menjauhi segala larangan-Nya.

Pada perayaan Paskah, biasanya umat Kristen melakukan ibadah pada subuh dini hari, yang biasanya dimulai pukul 04.00 atau 05.00 wita. Ibadah diwaktu tersebut sengaja dilakukan, karena kebangkitan Yesus Kristus dikatakan sangat pagi sekali.

“Bukan siang, atau sore. Tapi pagi sekali,” tuturnya.

Pelaksanaan ibadah paskah pada waktu dini hari bertujuan agar seluruh umat Kristen dapat menghayati kebangkitan Yesus Kristus.

Joni mengajak seluruh umat Kristen yang dipanggil menjadi duta kasih Allah kiranya dapat menyebarkan kasih dan damai sejahtera di lingkungan dimana umat Kristen berada.

Setelah perayaan Paskah, akan ada hari kenaikan yang dilaksanakan 50 hari setelah Paskah yang disebut dengan hari raya Pentakosta.

---------- SPLIT TEXT ----------

Pendeta Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Immanuel Tarakan, Yuniar Jauhari mengatakan pada perayaan Paskah kali ini, umat Kristen diajak untuk menghayati lebih dalam Kitab Suci Alkitab, bahwa Yesus mengalami penderitaan dan kematian di atas kayu salib. Pada hari ketiga yaitu Minggu subuh Yesus bangkit, dan dalam kebangkitanNya tersebut kuasa maut ditaklukkan.

“Dalam kebangkitan Kristus, setiap orang yang percaya kepada Kristus mengalami keselamatan dan hidup kekal. Menang atas kuasa maut,” tuturnya.

Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BMAG) Tarakan Haryono mengatakan hari Paskah merupakan hari kemenangan. Ketika hari kemenangan tersebut, dosa tidak lagi berkuasa atas manusia, namun dosa manusia sudah ditanggung oleh Tuhan Yesus sehingga memerdekakan umat Kristen sebagai orang yang percaya.

“Begitu besar karya Kristus mau menjelma menjadi manusia, berkorban dan mau mati bagi setiap manusia,” ujarnya.

Ia mengharapkan dengan perayaan Paskah ini umat Kristen menjadi murid Yesus yang sejati. Bukan hanya menyembah dan beribadah, namun menuruti dan mengikuti segala perintah yang telah diberikan oleh Tuhan. 

“Yesus ingin setiap murid-Nya menjadi Garam Dunia dan Terang Dunia,” pungkasnya. (*/jhn/*/yed/ddq)

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 23 Agustus 2019 09:50

Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan Peserta Terbaik

TARAKAN – Hampir satu minggu berlalunya pawai pembangunan 2019, yang…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:47

Heart of Borneo Dorong Ekowisata Terwujud

TARAKAN - Program Heart of Borneo (HOB) merupakan kerja sama…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:53

5.495 Peserta PBI Terancam Dinonaktifkan

TARAKAN - Sebanyak 5.495 penerima bantuan iuran (PBI) Kota Tarakan…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:51

Anthon Joy Ditunjuk sebagai Direktur Radar Tarakan

TARAKAN – Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB)…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:49

Pasar di Tarakan Masih Jorok

TARAKAN - Untuk ketiga kalinya di tahun 2019 ini Balai…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:47

PLN Akan Dapat Pasokan Daya 36 MW

TARAKAN – Sebagai upaya memberikan keandalan listrik di Bumi Paguntaka,…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:46

JANGAN MAIN-MAIN..!! Dua OPD Ini Rentan Tindak Pidana Korupsi

TARAKAN - Dua organisasi perangkat daerah (OPD) dinilai rentan akan…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:45

Abdul Kadir, Sempat Vakum dari Politik karena Sakit

Kehilangan seorang kakak, yang merupakan penyemangat Abdul Kadir, S.T dalam…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:18

Dapati Kendaraan Tidak Layak Jalan

TARAKAN - Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat berhasil…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:16

Lestarikan Tari Jepin di Kalangan Pelajar

TARAKAN – Gerak gemulai para pelajar terlihat saat menarikan tarian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*