MANAGED BY:
RABU
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 15 April 2017 10:31
Dosa Pasti Akan Dipulihkan oleh Darah Yesus

Listrik Sempat Padam Perayaan Jumat Agung Tetap Hikmat

JUMAT AGUNG: Cerita di balik perjamuan terakhir Yesus sebelum akhirnya disalibkan, seperti yang kembali diceritakan melalui Tablo Jalan Salib di Gereja Katolik Paroki Imakulata Tarakan, kemarin (14/4). HENDI SURYADI/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Setelah melaksanakan ibadah Kamis Putih, kemarin seluruh umat Kristiani memeringati Jumat Agung. Napak tilas perjalanan Yesus sebelum akhirnya di salibkan.

Kisah yang diharapkan bisa dihayati seluruh umat, agar dapat dijadikan pedoman hidup ini kembali diceritakan melalui Tablo Jalan Salib yang ditampilkan oleh pemuda gereja. Meski terik matahari kemarin tak menyurutkan semangat, umat yang ingin melihat langsung perjuangan Yesus, sebelum peringatan Jumat Agung di Gereja Katolik Paroki Imakulata Tarakan, Jumat (14/4).

Pastor Gereja Katolik Paroki Imakulata Tarakan, Domnikus Pareta mengatakan rangkaian jalan salib ini dilakukan sebelum umat Kristen merayakan Paskah besok. Tablo Jalan Salib Yesus dibuat sedemikian rupa dengan maksud mengajak umat Katolik untuk lebih menghayati peristiwa tersebut. Meskipun secara umum umat Katolik telah mengetahuinya dengan mendengar khotbah dalam ibadah maupun dengan membaca kisah tersebut dalam Alkitab. 

“Apabila umat Katolik bisa melihat secara langsung bagaimana penderitaan yang dialami Yesus, saya rasa akan ada sesuatu yang mengena dan tersimpan di dalam hati mereka,” ujarnya.

Diceritakan Pastor Domnikus, Tablo Jalan Salib tersebut dikisahkan bagaimana permulaan Yesus mengadakan perjamuan malam terakhir, bersama murid-murid-Nya. Kemudian Yesus keluar untuk berdoa di Taman Getsemani. Lalu tak lama kemudian, Yesus ditangkap oleh para tentara Romawi dan dihadapkan kepada Pilatus. 

Pilatus kemudian bertanya kepada Yesus apakah Engkau Yesus Raja dan Yesus mengatakan engkau sendiri mengatakannya. Pilatus kemudian mencoba untuk membebaskan Yesus, namun karena desakan rakyat yang ada sehingga tidak berhasil. Kemudian Yesus dihukum, dicambuk, dan dipaksa untuk membawa salib-Nya menuju Bukit Golgota, yang pada akhir drama tersebut dikisahkan Yesus mati di atas kayu Salib dan dikuburkan.

Makna yang bisa diambil dari Tablo Jalan Salib adalah, kisah penderitaan yang harus dilalui Yesus terasa berat, namun kemudian pada akhirnya menjadi suatu tanda kemuliaan bagi Allah.

“Salib adalah tanda kemenangan Kristus,” ujarnya.

Setiap umat harus merenungkan peristiwa Jalan Salib Yesus. Setiap umat manusia khususnya pengikut Kristus tidak pernah lepas dari penderitaan hidup yang harus dialami. “Setiap manusia harus menerima penderitaan dan kemudian bagaimana mengolah penderitaan tersebut menjadi sebuah kesuksesan, sebuah kemenangan,” ungkap Pastor Dominikus Pareta.

Seperti yang tertera dalam sebuah pepatah, yaitu tiada kesuksesan tanpa pengorbanan. Sehingga harus ada sesuatu yang dikorbankan terlebih dahulu untuk mencapai kesuksesan.  “Tanpa penderitaan dan kematian Yesus bisa saja tidak ada kebangkitan oleh Allah. Itu inti dari Tablo Jalan Salib,” ujarnya.

Rangkaian perayaan yang dilaksanakan serempak oleh umat Kristiani di seluruh belahan dunia, juga tak lepas dari pantauan penjagaan dari pihak keamanan. Seperti di Tarakan yang juga dipantau langsung oleh Polres Tarakan.

Setelah Tablo Jalan Salib digelar, umat Katolik lalu melanjutkan ibadah prosesi penciuman salib dari mulai pukul 13.00 Wita dan pukul 16.00 Wita. “Karena jumlah umatnya tidak muat dalam Gereja sehingga dilaksanakan dua sesi ibadah proses penciuman salib,” pungkas Pastor Dominikus Pareta.

Peringatan Jumat Agus juga dilakukan jemaat Gereja Pentakosta Serikat Indonesia (GPSI) El-Shaddai III Kota Tarakan. Gembala Sidang GPSI El-Shaddai III, Pdt. Joni Riza MA mengatakan, dalam peringatan Jumat Agung di tahun ini, dirinya mengajak agar setiap umat Kristen dapat meneguhkan iman dan pengharapan di dalam iman Kristen, serta memahami bahwa hanya melalui kematian Yesus Kristus yang menjadi jalan satu-satunya menuju kepada keselamatan.

“Itulah yang diajarkan di dalam Injil Yesus Kristus,” ungkapnya kepada Radar Tarakan.

 “Yang tidak kalah pentingnya adalah memupuk kebersamaan sesama umat Kristen di dalam menjaga iman kita,” tambahnya.

Dalam peringatan Hari Jumat Agung tahun ini mengangkat tema khusus yaitu “Kematian yang Menyelamatkanku” yang diambil dari Yohanes, 19:16-30. Dengan tema tersebut pihaknya berharap agar seluruh jemaat GPSI Wilayah 1 Kota Tarakan dapat memiliki iman yang kuat di dalam Yesus Kristus. “Dan tidak mudah tergoyahkan dalam berbagai macam hal,” tuturnya.

Makna kematian Yesus Kristus bagi umat Kristen adalah penyelamatan bagi umat manusia dari dosa yang telah dilakukan oleh umat manusia. Pada dasarnya, manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya jika hanya dengan mengandalkan usaha saja. Tetapi manusia dapat selamat hanya karena kematian Yesus Kristus di kayu salib untuk menghapus dosa manusia.

“Karena hanya melalui kematian Yesus Kristuslah, maka keselamatan dapat disediakan bagi umat manusia,” jelasnya.

Pada peringatan Jumat Agung di GPSI El-Shaddai Kota Tarakan juga digelar beberapa lomba. Di antaranya tarik tambang, cerdas cermat Alkitab, merias kue, dan sebagainya.

Setelah perayaan Jumat Agung, akan ada perayaan Paskah yaitu hari kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati. Pada perayaan puncak Paskah besok, akan dilaksanakan pagi hari.

“Diadakannya lomba tersebut adalah sebagai ungkapan sukacita dan syukur atas peristiwa penebusan Allah kepada umat Kristen di dunia,” pungkasnya.

Peringatan Jumat Agung di Gereja Toraja Jemaat Juata Tarakan berjalan dengan hikmat dan damai meski sempat diwarnai pemadaman listrik yang terjadi hampir satu jam. Akibatnya ibadah sempat terganggu karena semua alat musik dan sound system tidak bisa digunakan.

“Kalau ibadah itukan pastinya membutuhkan listrik, kalau mati lampu yah gereja jadi panas dan musiknya tidak bisa dimainkan,” ujar Damaris (45), jemaat gereja Toraja.

Sejak pukul 09.00 Wita, para umat yang memakai pakaian yang serba hitam datang berbondong-bondong mendatangi gereja untuk melaksanakan ibadah Jumat Agung. Banyaknya umat yang datang membuat gereja menjadi penuh, bahkan sejumlah jemaat harus rela berada di luar gedung untuk bisa ikut melaksanakan ibadah.

“Tadi saya datang sebelum ibadah berlangsung, dan ternyata sudah sangat penuh dengan orang-orang. Untung saja tidak berada di luar gereja,” kata Damaris.

Pada peringatan Jumat Agung di gereja ini, mengambil tema “Darahnya Memulihkan”. Tema ini diambil karena untuk memulihkan hubungan antara Allah dan Manusia yang telah rusak. “Orang-orang yang melakukan kehendak Tuhan yang dimana meyakini, bahwa setiap permasalahan dalam kehidupan yang akarnya adalah dosa pasti akan dipulihkan oleh darah Yesus,” kata pendeta Adryadi Dominggu.

---------- SPLIT TEXT ----------

GANGGUAN MESIN PEMBANGKIT

Menanggapi soal padamnya listrik di Tarakan saat ibadah Jumat Agung berlangsung kemarin, Manager ULK PT PLN (Persero) Tarakan, Totok Suharto mengatakan, pemadaman terjadi akibat pasokan gas ke mesin pembangkit.

“Sebenarnya di dalam sumur gas terdapat kondensat atau hidrokarbon cair yang didapatkan dari sumur gas atau sumur minyak bercampur gas,” jelas Totok.

Adanya kondensat dalam jumlah yang banyak sehingga menutupi saringan yang terdapat pada mesin pembangkit listrik. “Sehingga pembangkit menjadi padam seketika,” kata Totok.

Totok kembali menjelaskan, di dalam sumur sumber gas tidak hanya murni terdapat gas, namun juga terdapat kotoran seperti kondensat tersebut.“Makannya ada mesin penyaring di sana (pembangkit),” tuturnya.

Pemadaman itu hanya berlangsung sebentar saja, dan sebenarnya hanya butuh waktu 15 menit untuk listrik kembali menyala. Namun karena banyaknya jumlah feeder yang tidak semuanya hidup secara bersamaan sehingga membutuhkan waktu. “Sekitar 30 menit untuk menyala seluruhnya. Selain itu tadi tidak ada gangguan lagi,” jelas Totok.

Saat ini gangguan yang terjadi adalah gangguan yang tidak terencana atau force majeure (kejadian yang terjadi di luar kehendak manusia dan tidak dapat dihindarkan sehingga tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya).

“Seperti beberapa waktu lalu akibat kabel yang terkena pohon tumbang, juga ada beberapa binatang yang mengganggu aliran listrik sehingga menyebabkan listrik padam,” jelasnya.

Sebenarnya kondisi PLN saat ini dari sistem keandalannya telah dalam kondisi normal dan tidak ada gangguan yang yang terencana. “Hanya force majeure saja,” tegas Totok.

Mengenai beban puncak yang ada saat ini masih sama seperti sebelumnya dan tidak ada penambahan lagi.  “Saat ini belum ada penambahan. Tetapi nanti akan ada penambahan ketika PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) Saltimex telah beroperasi,” pungkasnya.(*/jhn/*/yed/*/yus/*/asf/nri)

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 09:57

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

 JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:45

Asik Ngopi, 4 PNS Terjaring Satpol PP

 TARAKAN – Razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:41

Penyelundupan Daging Kerbau Meningkat

 TARAKAN – Berbatasan dengan Malaysia, potensi penyelundupan barang dari Malaysia…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:22

Pastikan Kaltara Kondusif Jelang Pelantikan Presiden

 TARAKAN- Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20…

Selasa, 15 Oktober 2019 20:45

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:54

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

   TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:42

Tertinggi Kedua, IPK Kaltara di Atas DKI Jakarta

 JAKARTA - Meski baru berusia 6 tahun, Provinsi Kalimantan Utara…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:30

KUMAT..!! Gas Elpiji 3 Kilogram Langka Lagi

 TARAKAN - Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kota…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:22

Antara Prestasi dan Nama Daerah

   MOES Santoso, sangat menyayangkan keberhasilan cucunya ini tidak membawa…

Senin, 14 Oktober 2019 21:39

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu (BKIPM)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*