MANAGED BY:
JUMAT
02 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 14 November 2015 12:25
HET Elpiji se-Kaltara Ditetapkan

Di Tanjung Selor Elpiji 3 Kg Rp 27 Ribu

ilustrasi

TARAKAN-  Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kg di lima kabupaten Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) ditetapkan, Jumat (13/11). Penetapan tersebut diharapkan bisa menjadi patokan dasar bagi seluruh instansi terkait dalam menyelesaikan kasus penjualan HET yang kerap ‘naik-turun’.

Rincian HET elpiji 3 kg, dibeber Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltara, Sugiyono, untuk Kabupaten Bulungan HET elpiji 3 kg ditetapkan sebesar Rp 23 ribu per tabung di pangkalan. Sebelumnya Rp 16.500 ribu. Kemudian, Kabupaten Malinau, ditetapkan Rp 28 ribu dari sebelumnya Rp 20 ribu. Menyusul Kabupaten Tana Tidung (KTT) Rp 27 ribu dari sebelumya Rp 20 ribu. Dari lima kabupaten/kota HET yang ditetapkan, HET Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan tidak berubah. Kabupaten Nunukan tetap diangka Rp 16.500 dan Kota Tarakan diangka Rp 16 ribu per tabung. (lihat grafis)

Adanya perubahan HET tersebut berdasarkan ketentuan evaluasi berkala per tiga bulan sekali. Selain itu diubahnya harga epliji 3kg didasari beberapa indikator. Pertama, supply point. Kedua, harga tebus agen dari pemerintah pusat. Ketiga, margin agen yang tidak bisa diubah. Misalnya di Kabupaten Bulungan, harga tebus agen ke pusat sebesar Rp 11.588, untuk margin sebesar Rp 1.200.

Sebelumnya, HET elpiji 3 kg Rp 16.500 karena  ongkos angkut sebesar Rp 1.712, harga agen ke pangkalan Rp 14.500 dan margin pangkalan sebesar Rp 2 ribu. Pasca penetapan, HET menjadi Rp 23 ribu berdasarkan ongkos angkut Rp 8.212, harga agen ke pangkalan Rp 21 ribu, dengan margin pangkalan tetap. Begitu juga di Kota Tarakan.

 “Ongkos angkut ke pangkalan tidak berubah. Harga tebus agen sendiri dari pemerintah pusat melalui pertamina Indonesia. Selain itu juga margin (keuntungan) agen, karena disubsidi maka ditetapkan pemerintah  dan bukan semau kami karena ini ditetapkan se Indonesia,” urai Sugiyono.

Beberapa kali kasus yang terjadi sebelumnya adanya permainan harga oleh oknum pangkalan. Misalnya di Kota Tarakan beberapa pangkalan sampai dilakukan PHU karena tertangkap menjual elpiji 3kg di atas HET.

Meski saat diklarifikasi, alasan pangkalan yaitu karena kondisi pangkalannya berada di lorong dan tak terjangkau oleh mobil agen pendistribusi sehingga membutuhkan biaya angkut lebih tinggi. Sementara Rp 2 ribu dianggap sangat kecil jika dibandingkan kemampuan daya beli masyarakat berdasarkan UMK dan indikator perhitungan di dalamnya.

Menanggapi hal ini, Sugyono menegaskan, pangkalan yang menjual di atas HET dengan alasan karena menambah biaya dengan kondisi wilayah pangkalan di dalam lorong tetap tidak diperbolehkan. Sebab, HET Rp 16 ribu telah ditetapkan dan margin serta biaya angkut dari agen ke pangkalan sudah termasuk di dalamnya.

“Itukan alasannya dia saja. Harga agen ke pangkalan sudah ditetapkan. Begitu juga agen ke pangkalan ada ongkos angkutnya,” tegas Sugyono.

Ongkos angkut yang ditetapkan masing-masing kabupaten berbeda. Disesuaikan jarak tempuh untuk per tabungnya. Dan pula, ketetapan dari ongkos angkut  tidak ditetapkan di pihaknya. Sebab, sebelumnya pihaknya sudah melakukan  pemanggilan agen, pangkalan  dan distributor yang  dipimpin Dinas Pertambangan.

“ Dalam rapat mereka surati ongkos angkut sekian dan kami tampung. Sehingga keluarlah HET,” jelasnya.

 

Pangkalan Minta Penetapan HET Ditunda

Pihak pangkalan meminta penundaan HET lima kabupaten ditunda. Beberapa permasalahannya, karena perolehan margin oleh pangkalan Rp 2000 dianggap kecil. Sementara dalam pembahasan internal untuk Kota Tarakan, diakui Ketua Perhimpunan Pangkalan se Tarakan, Zulkifli, pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam penentuan dan pembahasan HET. Sehingga, pihak pangkalan meminta penetapan HET ditunda.

Ditanggapi Sugyono, pada dasarnya, sesuai mekanisme permasalahan yang dikeluhkan pangkalan adalah permasalahan internal Kota Tarakan. Sementara itu, pihaknya terhitung dua kali mengirimkan surat ke pemerintah kota terkait usul pengajuan penambahan HET. Namun, sampai  saat ini pihaknya tidak menerima respons dari pemerintah Kota Tarakan.

“Makanya hari ini tetap diterbitkan dulu meski pangkalan tidak menyetujui. Karena pada saat rapat interen lihat  bagaimana pembahasan mereka. Kalau nunukan tetap, Tarakan ini sebelum ditetapkan HET sudah jauh hari kami kirimkan suratnya,” jelasnya.

Dan, pangkalan adalah pedagang, begitu pula agen. Sehingga pembahasan HET, pedagang tidak boleh melanggar kesepakatan lanjutnya. Untuk margin untuk subsidi ditetapkan pemerintah. 

 “Jika ingin ambil untung, ya jual gas 12 kg atau 14 kg. Kalau elpiji 3kg barang subsidi dikontrol dan dibiayai pemerintah,” urainya.

Yang jelas, dalam proses penetapannya pula, pihaknya berdasarkan schedule.  Dan dalam proses pengiriman surat yang dilayangkan ke pemkot, di kolom surat dipertegas jika pemerintah Tarakan tidak menjawab maka pemerintah Tarakan dianggap setuju untuk penetapan harga yang lama. “ Sampai dua kali kami kirim, namun tak ada respons maka dianggap HET yang lama tidak masalah,” jelasnya.(zia/asm)

 

 

 

 

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 28 November 2022 07:53

Rampung 2021, Hingga Kini TPI belum Difungsikan

Pembangunan Gedung Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berada di Jalan…

Jumat, 25 November 2022 11:19

Dua Oknum Polisi di Tarakan Diberhentikan Tidak Hormat

Kepala Polres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia, S.I.K., M.H melakukan upacara…

Jumat, 25 November 2022 11:16

Upah Pekerja Naik, Tenaga Mesin Jadi Opsi

Penentuan angka upah minimum kota (UMK) Tarakan sempat tertunda. Ini…

Kamis, 24 November 2022 11:14

Dugaan Pungli di KSOP Tarakan, Polisi Periksa Kepala KSOP

Pengungkapan kasus pungutan liar (pungli) yang menjerat oknum pegawai Kesyahbandaran…

Kamis, 24 November 2022 11:07

Bermukim di Hutan Lindung di Tarakan Akan Dipolisikan

Hingga saat ini kawasan hutan lindung masih kerap menjadi sasaran…

Kamis, 24 November 2022 11:04

Waspada Gempa..!! di Tarakan Sesar Lokal Muncul ke Permukaan

Gempa yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat menjadi cermin bagi…

Kamis, 24 November 2022 11:00

Tekan Inflasi Melalui Angkutan Udara

Tingginya ongkos transportasi udara menjadi salah satu penyumbang inflasi di…

Rabu, 23 November 2022 09:25

Di Tarakan, Stok Sapi Mulai Kosong

Kerja sama antar Tarakan-Gorontalo untuk penyediaan sapi bagi masyarakat Tarakan…

Senin, 21 November 2022 14:20

Pemprov Upayakan Bandara Juwata Tarakan Buka Rute Internasional

Layanan penerbangan Bandara Juwata rute internasional mulai kembali diupayakan Pemerintah…

Senin, 21 November 2022 14:16

Skincare Ilegal dari Negeri Jiran Diamankan

Sebanyak 149 paket skincare ilegal diamankan tim Polairud, Lantamal dan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers