MANAGED BY:
JUMAT
02 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 13 November 2015 15:54
Sidak Warung Bakso, MUI Pastikan Tak Ditemukan Unsur Babi
SIDAK : Pengurus MUI Kota Tarakan mengispeksi pengelolaan warung bakso yang sebelumnya diindikasikan menggunakan unsur babi. Dari sidak tersebut, dipastikan warung ini bebas dari unsur babi. Foto : DEDI SUHENDRA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menginspeksi dua tempat usaha warung bakso, yang disinyalir menggunakan unsur babi dalam pengolahan bakso. Selain itu, inspeksi juga dilakukan di tempat penggilingan daging di Kampung Bugis, Karang Anyar.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan ada-tidaknya indikasi unsur daging babi  dalam pengelolahan campuran bakso. “Sidak ini bertujuan untuk mengecek bahan-bahan yang digunakan, apakah layak atau tidak untuk digunakan dalam campuran adonan bakso, dan apakah bahan tersebut berlogo halal atau tidak,” ungkap ketua MUI Tarakan H. Muhammad Anas kepada Radar Tarakan.

Hasilnya, dalam pengecekan tersebut diketahui dua warung bakso ini bebas dari penggunaan unsur babi, baik daging babi ataupun bahan-bahan rempah dari babi, termasuk minyak babi. Hanya saja, terdapat beberapa bahan tidak berlogo halal, sehingga MUI merekomendasikan kepada kedua warung ini agar segera memperbaikinya. “Ada beberapa bahan yang tidak berlogo halal. Jadi kami meminta kepada penjual untuk menggunakan produk yang bertanda halal dari MUI,” kata Wakil Ketua I MUI Tarakan Syamsi Sarman yang juga ikut dalam sidak tersebut. “Label halal pada kemasan adalah suatu tanda atau bukti bahwa suatu pruduk tersebut telah mendapatkan sertifikat halal dari LPPOM MUI, dan dinyatakan bebas dari bahan haram,” lanjutnya.

Kegiatan sidak ini mendapat respons baik dari pemilik warung bakso “N”. “Saya selaku pemilik warung mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada MUI dalam hal melakukan pengecekan ke tempat kami, sehingga orang-orang dapat melihat bahwa tempat kami tidak menggunakan daging babi dalam adonan bakso tersebut,” ungkap Supriono, selaku pemilik warung bakso yang nama awalannya huruf N.

Senada dengan Supriono, Amar Makruf, pemiliki warung bakso awalan “A”, juga mengucapkan terima kasih atas tindakan yang dilakukan pihak MUI ini. “Dengan adanya hal seperti ini, kami merasa bersyukur sekali atas kedatangan MUI, untuk melihat keadaan proses penyajian bakso kami, dengan harapan masyarakat mendapatkan kepastian dan adanya kepercayaan kepada kami, agar masalah ini cepat terselesaikan,” kata Amar.

Menurut Amar, isu penggunaan unsur babi yang menerpa usahanya ini sangat berdampak. “Kejadian ini menjadi hataman dalam usaha kami. Biasanya kami habiskan 20 kilogram daging sapi dan ayam 20 kilogram dalam per hari, tapi sekarang hanya 10 kilogram per hari,” kata Amar.

Sidak MUI ini tidak hanya sampai di dua warung ini, pada pukul  16.15 Wita, anggota MUI Tarakan melanjutkan sidak ke tempat penggilingan daging di Jalan Slamet Riyadi, Kampung Bugis, Karang Anyar. Kunjungan ini dimaksudkan untuk melihat langsung kondisi penggilingan serta mengecek dokumen sertifikasi yang dimiliki pengusaha, terutama terkait dokumen sertifikasi halal.

“Hal itu penting kami lakukan, agar kemurnian dan kesehatan serta menghindari makanan yang dikonsumsi dari zat-zat yang diharamkan agama, termasuk tercampurnya dengan daging babi, tetap terjaga,” kata Anas.

Dari hasil inspeksi tersebut, sertifikasi halal yang dimiliki  pengusaha penggiling daging sudah jatuh tempo, yakni masa berlakunya hanya sampai 29 0ktober 2009. Sehingga diharapkan dapat diperbarui pemilik penggilingan daging.

Ditegaskan Anas, pihaknya juga memiliki kewajiban mengawasi kesehatan makanan untuk melindungi masyarakat yang mayoritas muslim. “Umat Islam harus dilindungi dari barang haram yang tidak diinginakan oleh umat Islam. Dengan adanya sidak  di tempat ini, dari cara pengelola penggilingan daging, Alhamdulillah sudah baik. Usahaini juga sudah memiliki sertifikat halal, namun sudah kedaluwarsa. Jadi kami harap diperpanjang,” kata Anas. (*/eru/ash)

loading...

BACA JUGA

Senin, 28 November 2022 07:53

Rampung 2021, Hingga Kini TPI belum Difungsikan

Pembangunan Gedung Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berada di Jalan…

Jumat, 25 November 2022 11:19

Dua Oknum Polisi di Tarakan Diberhentikan Tidak Hormat

Kepala Polres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia, S.I.K., M.H melakukan upacara…

Jumat, 25 November 2022 11:16

Upah Pekerja Naik, Tenaga Mesin Jadi Opsi

Penentuan angka upah minimum kota (UMK) Tarakan sempat tertunda. Ini…

Kamis, 24 November 2022 11:14

Dugaan Pungli di KSOP Tarakan, Polisi Periksa Kepala KSOP

Pengungkapan kasus pungutan liar (pungli) yang menjerat oknum pegawai Kesyahbandaran…

Kamis, 24 November 2022 11:07

Bermukim di Hutan Lindung di Tarakan Akan Dipolisikan

Hingga saat ini kawasan hutan lindung masih kerap menjadi sasaran…

Kamis, 24 November 2022 11:04

Waspada Gempa..!! di Tarakan Sesar Lokal Muncul ke Permukaan

Gempa yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat menjadi cermin bagi…

Kamis, 24 November 2022 11:00

Tekan Inflasi Melalui Angkutan Udara

Tingginya ongkos transportasi udara menjadi salah satu penyumbang inflasi di…

Rabu, 23 November 2022 09:25

Di Tarakan, Stok Sapi Mulai Kosong

Kerja sama antar Tarakan-Gorontalo untuk penyediaan sapi bagi masyarakat Tarakan…

Senin, 21 November 2022 14:20

Pemprov Upayakan Bandara Juwata Tarakan Buka Rute Internasional

Layanan penerbangan Bandara Juwata rute internasional mulai kembali diupayakan Pemerintah…

Senin, 21 November 2022 14:16

Skincare Ilegal dari Negeri Jiran Diamankan

Sebanyak 149 paket skincare ilegal diamankan tim Polairud, Lantamal dan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers