MANAGED BY:
SELASA
10 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 12 April 2017 10:04
Ada 10 Halte yang Dibangun Perusahaan
BISA RUSAK: Bus bantuan pemerintah pusat ini belum dapat beroperasi sampai saat ini. Pemerintah masih berupaya akan membangun halte di 10 titik di Tarakan. DOKUMEN RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Masayrakat harus bersabar jika ingin menikmati fasilitas Bus Rapid Trans (BRT) yang sudah sejak lama berdiam di halaman Kantor Wali Kota Tarakan. Pasalnya, perencanaan pembangunan halte masih berada di meja diskusi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Tarakan, Jamaludin mengatakan, dalam waktu dekat akan ada 10 perusahaan yang akan berencana membangun 10 halte BRT.

“Titik lokasi halte-nya akan ditentukan oleh pemkot, melalui Dinas Perhubungan berikut dengan aturan teknisnya,” jelas Jamaludin ketika ditemui Radar Tarakan kemarin (11/4).

Dalam penentuan titik halte, semua diserahkan pada perusahaan-perusahaan masing-masing. Tetapi jika telah diserahkan penuh pada perusahan, namun belum ada titik yang ditentukan maka nantinya akan diserahkan ke Pemkot Tarakan.

“Ada beberapa perusahan yang memang mau membangun di dekat perusahaanya masing-masing,” tutur Jamal.

Saat ditanyakan kapan waktu pembangunannya, kata Jamal sebenarnya akan dibangun dalam waktu dekat, sudah ada perusahaan yang segera membangun. Hanya saja sebelum membangun, penempatan titik pembangunan lokasi haltenya  saat ini masih dicocokkan (didiskusikan).

“Informasi yang tadi diperolah, waktu pembangunan haltenya hanya butuh waktu sekitar 2 mingguan,” tuturnya.

Pembangunan halte bentuknya sederhana. Beberapa bagian dari halte tersebut menggunakan rangkaian pekerjaan fabrikasi yang dipenas langsung dari luar Tarkaan. Sehingga dalam pembangunanya tidak terlalu rumit. Dan bagian atap halte sengaja tidak dibuat permanen, agar nantinya mudah dipindahkan. “Pengerjaan betonnya sedikit aja. Dan tidak memerlukan banyak anak tangga,” ujarnya.

Halte  BRT yang nantinya akan dibangun dengan model yang sama (seragam. Red.). Perusahaan yang membangun diberikan keleluasaan untuk menempel nama perusahaannya di halte.

“Warnanya tidak seragam, tergantung brand-ing perusahaannya. Mungkin BPJS dominasi warna hijau, lalu PGN biru putih. Terserah perusahaannya saja,” tuturnya.

Kalaupun ada perusahaan yang berkeinginan untuk tidak memberikan warna pada halte yang akan dibangun, maka hal tersebut diperkenankan.

Rencananya, untuk tempat pemberhentian BRT sedikitnya ada 70 titik. Dalam 70 titik pemberhentian juga masih akan dibicarakan lebih lanjut, apakah kesemua ada halte atau tidak. Apabila pada titik pemberhentian BRT tidak ada halte dibangun, maka naik turun penumpang juga bisa melalui pintu samping bagian depan.

“Meskipun tanpa halte juga tidak masalah, pakai rambu tempat pemberhentian. Jadi naiknya penumpang dari depan,” ujarnya.

---------- SPLIT TEXT ----------

Saat ditanyakan, apakah nantinya dengan beroperasinya BRT akan menimbulkan kemcetan di Tarakan? kata Jamal dalam pembuatan halte dipastikan tidak akan mengganggu badan jalan, sehingga tidak mengakibatkan macet.

“Pengendara jangan berhenti di tempat pemberhentian bus. Itu salah kalau ada yang parkir di situ, karena setiap halte harus steril,” ungkap Jamal.

Rencanya akan ada fasilitas bagi penumpang penyandang disabilitas, namun masih akan direncanakan. Untuk diketahui besaran biaya yang dikeluarkan dalam pembangunan 1 halte diungkapkannya sekitar Rp 20 juta.

“Seperti apa perawatan haltenya nanti akan dibicarakan bersama perusahaan. Sepengetahuan saya perusahaan juga bersedia dalam pemeliharaannya,” tuturnya. (*/jhn/nri)

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 10 Desember 2019 12:38

Warga Amal Tenggelam, Ditemukan Meninggal

TARAKAN - Warga RT 11 Kelurahan Pantai Amal dihebohkan dengan…

Selasa, 10 Desember 2019 10:52

Bidik Ekspor di Luar Open Season

TARAKAN – Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil…

Selasa, 10 Desember 2019 10:49

Woww..!! Sekarang Perceraian Bisa via Online

TARAKAN – Benarkah perceraian bisa dilakukan secara online? Memang mengejutkan…

Selasa, 10 Desember 2019 10:47

Jangan Kira Aman, Peta Bidang Tanah Belum Menguatkan Kepemilikan

TARAKAN – Sebagian besar lahan masyarakat belum memiliki sertifikat kepemilikan.…

Selasa, 10 Desember 2019 10:41

Warga Berharap Aspirasi Ditindaklanjuti

TARAKAN - Sekitar pukul 09.30 WITA kemarin (9/12), puluhan warga…

Senin, 09 Desember 2019 13:51

Jalan Sehat Keluarga Diikuti Ribuan Peserta

TARAKAN – Ribuan warga Kota Tarakan tumpah ruah mengikuti jalan…

Senin, 09 Desember 2019 13:41

Terjaring dalam Operasi Gabungan

TARAKAN - Razia gabungan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:39

Uut Permatasari Diarak Keliling Tarakan

TARAKAN – Semarak pawai karnaval ‘pesta rakyat Simpedes’ akhirnya tiba.…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:31

Wajib Belajar di Rumah via Aplikasi

TARAKAN - Perapan wajib belajar bagi siswa di rumah bagi…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:26

Pedagang Sebut Sembako Masih Normal

TARAKAN - Lonjakan harga sembako di berbagai daerah menjelang hari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.