MANAGED BY:
JUMAT
02 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 13 November 2015 15:52
Pilot Amrik Pelanggar Batas Bebas Pakai HP dan Internet

Tidak Ada Pelanggaran Imigrasi

SENYUM: Patrick Murphy saat dibawa untuk pemeriksaan.

TARAKAN – Tiga hari sejak didaratkan paksa (force down) oleh TNI Angkatan Udara, pilot asal Amerika, James Patrick Murphy, hingga saat ini masih berada di bawah pengawasan Pangkalan Angkatan Udara (lanud) Tarakan.

Sempat dikabarkan bahwa embassy atau kedutaan besar Amerika untuk Indonesia yang berkedudukan di Jakarta akan datang mengurus persoalan ini ternyata belum terjadi. Pihak Lanud sendiri mengaku tidak mengetahui pasti alasan dibatalkannya kedatangan embassy Amerika itu. “Itu tidak ada urusannya dengan kami. Itu urusan Imigrasi atau PPNS yang menangani,” kata Komandan Lanud Tarakan Letkol Pnb Tiopan Hutapea.

Sedangkan terkait proses administrasi dan hukum pelanggaran batas wilayah yang dilakukan oleh J.P. Murphy, dikatakan Tiopan masih belum ada kemajuan hingga sekarang. Tiopan menyatakan Murphy memiliki paspor dan kartu identitas warga negara Amerika Serikat.  “Yang mengurus masalah hukumnya PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil). Sedangkan tugas saya sekarang hanya mengawasi dan memastikan kondisi James Patrick Murphy,” ujarnya.

“Kalau semua administrasi dan hukumnya sudah selesai baru dia bisa melanjutkan penerbangannya. Kalau sudah oke izin dan surat dari PPNS, barulah bisa kami berikan izin untuk terbang lagi,” jelas Tiopan.

Murphy, kata Tiopan, masih tertahan di dalam kawasan Lanud, tanpa dijelaskan lebih spesifik di ruangan mana ia diinapkan. “Kami inapkan di Lanud karena instansi terkait tidak memiliki fasilitas,” katanya.

Terkait makanan yang dikonsumsi Murphy, juga dari Lanud. Dikatakan Tiopan, alih-alih warga AS ini meminta burger atau makanan barat lainnya, justru Murphy biasanya meminta nasi goreng. Terkait aktivitas lainnya, Murphy bebas nonton tv dan bebas menggunakan handphone ataupun jaringan internet untuk berkomunikasi dengan perusahaannya atau negaranya.

Namun masih dalam pengawasan Lanud. Bebasnya Murphy beraktivitas internet ataupun berkomonikasi seluler ini, bertujuan segera kasusnya cepat terselesaikan.  “Bukan seperti tahanan yang dikurung di sebuah ruangan yang semua dibatasi. Boleh pakai hp kok, sepanjang sinyal dan jaringan baik saja. Tapi dia pakai nomor dan jaringan Amerika. Ya entah dia nyambungnya dari mana. Tapi dia punya telepon satelit juga,” jelas Tiopan.

Namun untuk menemui Murphy, hanya terbatas oleh pihak-pihak yang berkepentingan, seperti pihak Bea Cukai, Imigrasi, PPNS, dan Kementrian Perhubungan.

Sementara itu, Kepala Seksi Informasi dan Sarana Keimigrasian (Forsakim) Kantor Imigrasi Kelas II Tarakan Esau M. Louk Fanggi membenarkan Murphy memiliki paspor. “Terkait imigrasi, pilot AS itu tidak melakukan pelanggaran apapun. Ada paspornya, asli dan masih aktif. Tapi belum bisa kami kasih tahu nomor paspornya karena untuk dokumen belum diberikan ke kami. Sedangkan untuk visa, setahu saya tidak ada. Soalnya kan dia juga tidak berniat setop di Indonesia,” kata Esau.

Di sisi lain, ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Zulkifli Hasan yang berada di Tarakan kemarin menuturkan, penyelesaian kasus yang melibatkan pilot AS ini harus tetap sesuai aturan. “Kalau memang ada pelanggaran, saya minta ditindak tegas. NKRI harga mati. Kalau soal lain-lain teknisnya saya serahkan kepada panglima TNI, tapi untuk kedaulatan tidak boleh tawar-menawar,” katanya singkat. (*/ans/ash)

 

 


BACA JUGA

Senin, 28 November 2022 07:53

Rampung 2021, Hingga Kini TPI belum Difungsikan

Pembangunan Gedung Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berada di Jalan…

Jumat, 25 November 2022 11:19

Dua Oknum Polisi di Tarakan Diberhentikan Tidak Hormat

Kepala Polres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia, S.I.K., M.H melakukan upacara…

Jumat, 25 November 2022 11:16

Upah Pekerja Naik, Tenaga Mesin Jadi Opsi

Penentuan angka upah minimum kota (UMK) Tarakan sempat tertunda. Ini…

Kamis, 24 November 2022 11:14

Dugaan Pungli di KSOP Tarakan, Polisi Periksa Kepala KSOP

Pengungkapan kasus pungutan liar (pungli) yang menjerat oknum pegawai Kesyahbandaran…

Kamis, 24 November 2022 11:07

Bermukim di Hutan Lindung di Tarakan Akan Dipolisikan

Hingga saat ini kawasan hutan lindung masih kerap menjadi sasaran…

Kamis, 24 November 2022 11:04

Waspada Gempa..!! di Tarakan Sesar Lokal Muncul ke Permukaan

Gempa yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat menjadi cermin bagi…

Kamis, 24 November 2022 11:00

Tekan Inflasi Melalui Angkutan Udara

Tingginya ongkos transportasi udara menjadi salah satu penyumbang inflasi di…

Rabu, 23 November 2022 09:25

Di Tarakan, Stok Sapi Mulai Kosong

Kerja sama antar Tarakan-Gorontalo untuk penyediaan sapi bagi masyarakat Tarakan…

Senin, 21 November 2022 14:20

Pemprov Upayakan Bandara Juwata Tarakan Buka Rute Internasional

Layanan penerbangan Bandara Juwata rute internasional mulai kembali diupayakan Pemerintah…

Senin, 21 November 2022 14:16

Skincare Ilegal dari Negeri Jiran Diamankan

Sebanyak 149 paket skincare ilegal diamankan tim Polairud, Lantamal dan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers