MANAGED BY:
SELASA
27 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 03 April 2017 22:22
Hujannya di Malaysia, Indonesia yang Kena Banjirnya

Warga Masih Terisolir, Kekurangan Air Bersih dan Sembako

MULAI SURUT: Banjir yang merendam Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis pada Sabtu (1/4) lalu mulai surut. Banjir yang melanda empat kecamatan ini akibat hulu Sungai Sembakung di Sabah, Malaysia masih diguyur hujan. FOTO: RUDIANSYAH CAMAT LUMBIS UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO,

NUNUKAN – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Sabah, Malaysia dua hari terakhir berakibat naiknya debit air Sungai Sembakung dan merendam empat kecamatan Kabupaten Nunukan yang dilewati sungai ini. Kondisi tersebut membuat warga terisolir dan mengalami kesulitan memperoleh Sembilan Bahan Pokok (Sembako).

Camat Lumbis, Rudiansyah ketika dikonfirmasi menjelaskan, saat ini kondisi air masih berada di ketinggian satu meter. Namun, untuk rumah yang berada di dataran rendah dan di sekitar bantaran Sungai Sembakung air terbilang masih tingggi.

“Air perlahan mulai surut. Hanya saja, air surut kali ini sangat lama. Tidak seperti biasa jika banjir air langsung surut,” jelas Rudiansyah kepada Radar Nunukan, Minggu (2/4).

Lanjut Rudi, informasi yang ia terima di hulu Sungai Sembakung yakni Salung, Sabah, debit air semakin naik dan diperparah dengan hujan yang masih terus mengguyur wilayah Sabah. “Informasi dari hulu mulai tadi malam (Sabtu, Red.), air semakin naik dan hujan terus terjadi,” jelasnya.

Dijelaskan, untuk Kecamatan Lumbis, air yang mencapai hingga lantai rumah dan jendela rumah seperti di sejumlah dataran rendah. Serta, warga memilih mengungsi ke rumah keluarga yang berada di dataran tinggi. Namun, ada juga warga yang tetap bertahan dan menunggu hingga air surut di pinggir jalan.

“Pos pengungsian yang disediakan masih kosong. Karena, warga lebih memilih rumah keluarga dan sebagian menunggu di jalan yang berada di dataran tinggi,” jelasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 26 Oktober 2020 14:47

Melanggar PKPU, APK Ditertibkan

NUNUKAN – Masih banyak yang melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum…

Sabtu, 24 Oktober 2020 12:59

29 Reaktif di Kantor Bupati

SETIDAKNYA ada 29 orang yang terdeteksi reaktif dari hasil pemeriksaan…

Jumat, 23 Oktober 2020 14:11

Rapid Test Massal setelah ASN di Kantor Bupati Positif

NUNUKAN - Dampak dari seorang ASN di Kantor Bupati Nunukan…

Selasa, 20 Oktober 2020 14:07

90 Pasien Positif Masih Dirawat

SATUAN Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat masih ada…

Kamis, 15 Oktober 2020 15:57

Sikap DPRD Akan Disampaikan Lewat Paripurna

NUNUKAN - Setelah melakukan mediasi bersama mahasiswa yang menolak UU…

Selasa, 13 Oktober 2020 14:55

Hanura Nunukan Mendukung Omnibus Law

NUNUKAN – Di Nunukan, aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja…

Senin, 12 Oktober 2020 14:44

WADUH..!! 173 Patok Perbatasan Hilang karena Faktor Alam

NUNUKAN – Faktor alam membuat patok perbatasan Indonesia - Malaysia…

Sabtu, 10 Oktober 2020 16:23

Cuma Dua Fraksi Menolak UU Cipta Kerja

NUNUKAN - Setelah aksi demonstrasi pertama yang dilakukan pada Kamis…

Kamis, 08 Oktober 2020 11:34

Camat Lumbis pun Minta Maaf

SETELAH viral dengan video menggendong pasien bayi 4 bulan yang…

Kamis, 08 Oktober 2020 11:13

Giliran Mahasiswa PMII Nunukan Lakukan Aksi Demonstrasi

NUNUKAN - Menolak UU Omnibus Law, puluhan mahasiswa yang terhimpun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers