MANAGED BY:
KAMIS
01 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 11 November 2015 15:46
Pilot Amerika Berbohong Soal Cuaca, Indikasikan Pengintaian di Wilayah Indonesia
BARANG BUKTI: Pesawat asing yang melanggar batas wilayah negara masih ditahan TNI AU di apron Bandara Internasional Juwata Tarakan. (Agoes Suwondo/Radar Tarakan)

TARAKAN – Pendalaman kasus pelanggaran batas wilayah udara yang berujung force down, Senin (9/11) lalu, masih terus dilakukan oleh Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Tarakan. Beberapa temuan dalam pendalaman menimbulkan indikasi adanya kegiatan pengintaian terhadap wilayah Indonesia, khususnya blok ambang batas laut (ambalat).

Sebagai informasi, pesawat asing berwarna putih dengan jenis single propelller engine bernomor lambung N906706 hingga saat ini masih terparkir di ujung apronbandara Juwata Tarakan. Di sekitar pesawat tersebut dipasang cone, menandakan tidak boleh ada warga sipil yang mendekat. Sementara pilot pesawat, Lieutenant Colonel reserve James Patrick Murphy, belum dapat ditemui media.

Dijelaskan Komandan Lanud Tarakan Letkol Pnb Tiopan Hutapea, ada perbedaan rute flight plan yang dibawa Murphy, dengan rute yang ditempuhnya. “Perkembangan terakhir, diketahui menurut flight plan yang dimiliki pilot, dari Mikronesia sampai di atasnya Filipina, kemudian seharusnya dia melewati Sandakan, selanjutnya ke Brunei lalu Selectar, Singapura. Itu semuanya berada di luar wilayah Indonesia. Namun ternyata James melanggar flight plan, sehingga pelanggaran terjadi. Dari Filipina katanya off track, tapi heading-nya sudah diarahkan ke Goray lalu terbang ke atas Tarakan, lanjut ke Kuching, Malaysia,” beber Tiopan sambil menunjuk peta.

Selain itu, Tiopan juga menyebutkan adanya indikasi ketidakjujuran dari peryataan-peryataan Murphy. “Pada saat pertama dikontak dan didekati di 96 nautical mile, ditanyakan oleh approach itu sudah masuk ke Indonesia territory. Dan dijawab pilot bahwa dia sudah punya izin lengkap. Kemudian ditanya kembali pilot Sukhoi dan dijawab sama. Terakhir setelah dipaksa force down, saya sendiri yang bertanya langsung, Murphy masih menjawab memiliki surat lengkap,” jelasnya. Namun, ketika digeledah dan diminta untuk memperlihatkan izin dan dokumen yang dimaksud, tidak ada satupun yang dapat diperlihatkan Murphy.

Ketika ditanya mengapa off track dan tidak mengikuti rute yang ada di flight plan, Murphy, kata Tiopan, mengatakan karena alasan cuaca buruk. Sementara diketahui, cuaca di Tarakan dan sekitarnya pada Senin (9//11) cukup baik dengan jarak pandang 12-15 kilometer. Karenanya timbul dugaan atau indikasi adanya kegiatan pengintaian yang dilakukan terhadap wilayah Indonesia. “Apakah dia mau mengecek kemampuan TNI AU Indonesia, dan apakah dia ingin mengecek berapa kapal yang kita pasang di ambalat. Karena terbangnya berada persis di atasnya ambalat,” ujar Tiopan.

Untuk penyidikan lebih lanjut, pihak Lanud sudah berkoordinasi dengan kedutaan Amerika yang bertempat di Jakarta untuk segera mengurus permasalahan ini. “Pihak Lanud sudah berkoordinasi dengan pihak embassy di Jakarta,” tuturnya.

Untuk proses hukum ini, dijelaskan Tiopan, akan ditangani oleh PPNS. Baik PPNS Tarakan dan PPNS Balikpapan. “Kami menunggu saja dari PPNS, sedangkan kami hanya mengecek dari kelengkapannya saja. Kalau sudah lengkap tiga izin yang diperlukan tersebut, baru bisa ditindaklanjuti,” ujar Tiopan.

Untuk sanksi, Tiopan mengatakan sampai saat ini UU penerbangan nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan tidak mengatur tentang sanksi pidana. “Jadi yang bisa digunakan adalah peraturan Menteri Perhubungan, itupun hanya denda sebesar Rp 60 juta,” ungkapnya.

Tiopan berharap sanksi pelanggaran batas wilayah ini bisa lebih sesuai, mengingat cost untuk melakukan force down ini lebih besar dibandingkan nominal denda tersebut. (*/ans/ash)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 28 November 2022 07:53

Rampung 2021, Hingga Kini TPI belum Difungsikan

Pembangunan Gedung Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berada di Jalan…

Jumat, 25 November 2022 11:19

Dua Oknum Polisi di Tarakan Diberhentikan Tidak Hormat

Kepala Polres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia, S.I.K., M.H melakukan upacara…

Jumat, 25 November 2022 11:16

Upah Pekerja Naik, Tenaga Mesin Jadi Opsi

Penentuan angka upah minimum kota (UMK) Tarakan sempat tertunda. Ini…

Kamis, 24 November 2022 11:14

Dugaan Pungli di KSOP Tarakan, Polisi Periksa Kepala KSOP

Pengungkapan kasus pungutan liar (pungli) yang menjerat oknum pegawai Kesyahbandaran…

Kamis, 24 November 2022 11:07

Bermukim di Hutan Lindung di Tarakan Akan Dipolisikan

Hingga saat ini kawasan hutan lindung masih kerap menjadi sasaran…

Kamis, 24 November 2022 11:04

Waspada Gempa..!! di Tarakan Sesar Lokal Muncul ke Permukaan

Gempa yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat menjadi cermin bagi…

Kamis, 24 November 2022 11:00

Tekan Inflasi Melalui Angkutan Udara

Tingginya ongkos transportasi udara menjadi salah satu penyumbang inflasi di…

Rabu, 23 November 2022 09:25

Di Tarakan, Stok Sapi Mulai Kosong

Kerja sama antar Tarakan-Gorontalo untuk penyediaan sapi bagi masyarakat Tarakan…

Senin, 21 November 2022 14:20

Pemprov Upayakan Bandara Juwata Tarakan Buka Rute Internasional

Layanan penerbangan Bandara Juwata rute internasional mulai kembali diupayakan Pemerintah…

Senin, 21 November 2022 14:16

Skincare Ilegal dari Negeri Jiran Diamankan

Sebanyak 149 paket skincare ilegal diamankan tim Polairud, Lantamal dan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers