MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 17 Februari 2017 10:32
Masih Telusuri Siapa Pemilik Sabu

Pengiriman sabu-sabu sebanyak 11.046 kg dari Tarakan menuju Balikpapan

TAK DIKETAHUI: Narkoba jenis sabu yang digagalkan pengirimannya ke Balikpapan sebanyak 11.046 kilogram hingga kini belum ditemukan pemiliknya. IST.

PROKAL.CO, TARAKAN – Ditemukannya narkoba jenis sabu-sabu atau sebanyak 11.046 kilogram (kg) yang berhasil diamankan petugas kargo Bandara Juwata dan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Polres Tarakan, pada Rabu (15/2) sekitar 16.45 Wita hingga kini belum diketahui pemiliknya.

Kamis (16/2) Radar Tarakan mencoba menelusuri awal mula dicurigainya sebuah paket kiriman yang menggunakan kotak printer yang akan dikirimkan ke Balikpapan dengan menggunakan salah satu jasa pengiriman yang ada di Tarakan.

Tim mencoba menghampiri jasa kargo tersebut. Terlihat dua petugas kurir kargo sedang sibuk menjahit karung yang berisikan barang-barang pelanggan untuk segera dikirim dan diantar ke Bandar juwata Tarakan.

Di tengah kesibukan mereka, kedua kurir kargo ini pun mencoba menceritakan nasib nahas yang dialami oleh rekan kerjanya itu. Sebut saja AR. yang setiap harinya bertugas mengantarkan barang-barang yang sudah dikemas untuk dibawa ke Bandara Juwata Tarakan. Ia mengaku sangat kaget dan tidak menyangka bahwa di dalam paket-paket kiriman tersebut terdapat paket yang berisikan sabu-sabu, yang ia ketahui saat setelah dipanggil kembali pihak keamanan bandara dan petugas kepolisian.

“Setelah saya antar semua barang yang dikirim ke bandara bagian kargo, saya bersiap untuk pulang. Tapi tiba-tiba saya dapat panggilan dan disuruh kembali ke bandara untuk memeriksa paket-paket kiriman yang saya bawa,” jelas AR.

Awalnya, ia diarahkan untuk membuka sebuah kotak printer yang siap untuk dikirim, alangkah kagetnya AR bahwa kontak printer yang seharusnya sesuai dengan manifest  berisikan makanan, pakaian, sparepart, aksesori, dan milo, ternyata berisikan puluhan kristal bening yang sudah dibungkus plastik putih sejumlah 11 bungkus.  “Awalnya saya kira tawas saat itu, dan setelah saya buka saya disuruh tutup kembali. Dan saya tidak sekalipun diberitahu benda apa itu,” jelas AR.

Selama dirinya bekerja kurang lebih enam tahun, ini merupakan kali pertama ia melihat langsung bentuk dari narkoba jenis sabu-sabu tersebut. “Baru pertama kali ini saya melihat, menyentuh langsung yang namanya sabu-sabu. Dan ini juga baru pertama kali terjadi, sejak saya bekerja di jasa kargo ini,” ucap AR.

Diceritakan AR, awal mulanya paket tersebut dibawa oleh temannya kerjanya bernama IR ke tempat mereka bekerja di Jalan Mulawarman. Sepengetahuan AR, saat itu rekan kerjanya IR dihubungi oleh orang tak dikenal melalui sambungan telepon untuk disuruh mengambil barang. Padahal dikatakan IR kepada AR, ia tidak mengenal siapa orang tersebut dan juga tidak pernah membagikan nomor handphone-nya.

“Dia disuruh menjemput barang di pos Beringin untuk dikirim ke Balikpapan. Ia pun sempat bertanya ke saya, kok ada yang tahu nomornya gitu?,” kata AR.

Tanpa rasa curiga saat itu, IR  pun kemudian menjemput barang yang telah ditentukan lokasinya, yakni di pos Beringin. Akhirnya IR pun membawa kotak besar yang diketahui kotak printer yang sudah dilakban itu ke kantornya. “Katanya dia sempat nanya ke pelanggan kalau isinya itu makanan dan lain-lainnya,” ucap AR.

“Tiba di kantor, barang itu langsung kami lakban dan dibungkus. Kenapa tidak dibongkar sebelumnya? karena untuk menjaga privasi pelanggan sehingga barang yang hendak dikirim tidak kami buka,” tambah AR.

Jasa kargo tempatnya bekerja telah menerapkan aturan sebelum mengirimkan barang harus menanyakan isi dari barang yang akan dikirmkan. Selain itu, perusahan tempat dirinya bekerja tidak memperbolehkan di dalam paket yang akan dikirim pelanggan tidka boleh memasukan uang, perhiasan, cairan, narkoba, handphone, dan barang yang dapat membahayakan penerbangan.  “Kami dulu kalau ada pelanggan yang mengirim barang, pasti kami buka untuk memeriksa barang apa yang hendak dikirim. Namun, sejak ada kasus hilangnya emas saat barang dibuka, akhirnya kami tidak berani lagi membuka barang yang merupakan privasi pelanggan,” lanjut AR.

Akibat ditemukannya kurang lebih 11 kilogram sabu-sabu di dalam paket tersebut, rekan kejanya saat ini sedang diperiksa secara intensif oleh pihak Polres Tarakan.

 “Sejak pukul 08.00 Wita, IR dibawa petugas kepolisian. Mungkin hanya ditanya-tanya saja barang tersebut, karena kemungkinan IR melihat orang yang mengirimkan barang tersebut,” kata AR.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 12:50

Rekor Awal Tahun, Empat Jam Padam

TARAKAN – Meski sudah berganti tahun, namun persoalan pemadaman listrik masih terjadi. Padahal…

Selasa, 23 Januari 2018 12:48

Lebih Banyak Menghabiskan Hari-Harinya di Rumah Sakit

Adam Al Fatah anak sulung pasangan Siti (28) dan Hery (38), harus merasakan sakit yang sudah dideritanya…

Selasa, 23 Januari 2018 12:47

Dana Suvenir Balon Capai Rp 100 Juta

TARAKAN – Memasuki masa kampanye Pilwali Tarakan para pengusaha jasa pembuatan spanduk, baliho…

Selasa, 23 Januari 2018 12:45

Enam Kelurahan Rawan Kecurangan

TARAKAN - Kecurangan pada proses pemilihan umum (Pemilu), menjadi atensi khusus yang harus disikapi…

Selasa, 23 Januari 2018 12:36

Tak Cukup Bukti, Laporan Dihentikan

TARAKAN - Gugatan pasangan Sabirin Sanyong dan Tajuddin Tuwo (Santun) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU),…

Selasa, 23 Januari 2018 12:29

Hanura Terancam Jadi Penonton pada Pemilu di Kaltara, Kok Bisa?

TARAKAN - Konflik yang terjadi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) belum…

Selasa, 23 Januari 2018 12:27

Tegaskan Imunisasi Dihalalkan MUI

TARAKAN – Target 92 persen pemberian imunisasi kepada anak-anak hingga saat ini oleh Dinas Kesehatan…

Selasa, 23 Januari 2018 12:23

Drainase Tersumbat Pasir dan Sampah

TARAKAN – Pada umumnya permasalahan di setiap lingkungan rukun tetangga (RT) hampir sama. Jika…

Senin, 22 Januari 2018 14:22

Balon-Tim Sukses Harus Melek UU

PERSOALAN biaya kampanye memang rentan mengarah ke arah black campaign. Belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya,…

Senin, 22 Januari 2018 14:19

Arief Jadi Wali Kota Selama 130 Hari

TARAKAN – Sang petahana Sofian Raga yang memutuskan untuk ingin melanjutkan kerjanya, pada Pilwali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .