MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 17 Februari 2017 10:26
Bertugas di Wilayah Perbatasan Malaysia Sudah Pernah Dijalani

Mengenal Sosok Orang Nomor Dua di Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut XIII Tarakan

Kolonel Marinir Muhammad Nadir. IST.

PROKAL.CO, Jabatan Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut XIII Tarakan kini telah berganti dari Kolonel Marinir Dedean Sudarman kepada Kolonel Marinir Muhammad Nadir yang serah terima jabatannya telah dilaksanakan di halaman Lantamal XIII Jalan Yos Sudarso Tarakan, Kalimantan Utara tepat pada 14 Februaru lalu. Berikut ulasan selengkapnya sosok Kolonel Marinir Muhammad Nadir.

JOHANNY SILITONGA

Pria kelahiran Makassar yang kini menjabat sebagai orang nomor dua di Lantamal XIII Tarakan dikenal sebagai sosok yang tegas dalam bertugas tak hanya itu dirinya juga dikenl ramah. Kolonel Marinir Muhammad Nadir mengaku siap membantu Komandan Lantamal XIII Tarakan, Laksamana Pertama TNI Ferial Fachroni untuk menjalankan setiap tugas yang diberikan komandan kepada dirinya.

Diceritakannya, menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah merupakan cita-cita Kolonel Marinir Muhammad Nadir. Cita-cita yang diimpikan sedari kecil tersebut terwujud saat ia diterima untuk menimba ilmu di Akademi Angkatan Bersenjata Indonesia (AKABRI) pada 1988 silam, yang kini telah berganti nama menjadi Akademi Militer (Akmil) Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Awal karir militer Kolonel Marinir Muhammad Nadir diawali pada 2006 saat menjadi Komandan Batalyon (Dayon) Arhanud, Resimen Artileri (Menart) Pasmar 1 Surabaya. Selang satu tahun kemudian, dirinya dipind tugaskan ke Jakarta, untuk menjalankan tugas sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) – 2 Marinir, Pasmar 2 Jakarta.

Prestasi yang ia rahih dalam menjalankan tugas membuatnya dipercaya untuk menjadi Komandan Lanal (Danlanal) Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh pada 2009 silam. Setelah bertugas di Lhokseumawe, pada 2013 kembali ke Surabaya dimana tempat dirinya mengawali karier sebagai anggota TNI.

Kembali diembankan tugas menjadi Komandan Resemen Artileri (Danmenart) Pasmar 1 Surabaya. Dua tahun kemudian ia dipercayakan untuk menjadi Komandan Pusat Latihan Pendidikan Dasar Militer (Danpuslatdiksarmil) di Komando Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodikloatal).

Kolonel Marinir Muhammad Nadir mengakui bahwa pengalaman selama bertugas di Pangkalan TNI (Danlanal) Lhokseumawe, menjadi modal penting melaksanakan tugas-tugas yang akan diberikan oleh pimpinan.  Karakteristik wilayah yang kebetulan sama-sama berbatasan dengan Negara Malaysia merupakan satu pengalaman tersendiri baginya.

Banyak permasalahan di Tarakan yang diakuinya hampir sama dengan pengalaman ketika bertugas di Lhokseumawe. Masalah perbatasan antar negara, perompakan, banyaknya penyeludupan, illegal fishing, penyeludupan manusia (Trafficking), dan narkoba dalah hal yang sebelumnya pernah ia hadapi. Ia mengungkapkan bahwa permasalahan-permasalahan tersebut niscaya bisa ditangani dengan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait.

“Semisal masalah narkoba, harus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan BNN dan Polisi Perairan (Polair) karena sama-sama mempunyai kepentingan untuk menjaga laut Indonesia yang juga berbatasan langsung dengan Negara Malaysia,” tuturnya.

Ketika ditanya mengenai pengalaman apa saja yang paling berkesan selama bertugas sebagai anggota TNI, ia  menceritakan bahwa setiap daerah memepunyai kesan-kesan tersendiri. Namun, ada salah satu pengalaman yang mungkin tidak akan terlupakan yaitu ketika ia diberikan kepercayaan sebagai salah anggota Marinir yang mengambil kursus senjata di Slovakia pada 1998.

Pria berbadan tegap tersebut ingat sekali bahwa saat keberangkatannya ke luar negeri ketika itu Negara Indonesia masih dipimpin oleh Presiden Soeharto. Selang waktu 2 bulan kemudian ketika kursus senjata selesai dirinya ikuti, dan waktunya kembali ke tanah air, ia mengetahui bahwa tampuk kekuasaan negara telah berganti dan Presiden Habibie baru saja dilantik.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 12:50

Rekor Awal Tahun, Empat Jam Padam

TARAKAN – Meski sudah berganti tahun, namun persoalan pemadaman listrik masih terjadi. Padahal…

Selasa, 23 Januari 2018 12:47

Dana Suvenir Balon Capai Rp 100 Juta

TARAKAN – Memasuki masa kampanye Pilwali Tarakan para pengusaha jasa pembuatan spanduk, baliho…

Selasa, 23 Januari 2018 12:45

Enam Kelurahan Rawan Kecurangan

TARAKAN - Kecurangan pada proses pemilihan umum (Pemilu), menjadi atensi khusus yang harus disikapi…

Selasa, 23 Januari 2018 12:36

Tak Cukup Bukti, Laporan Dihentikan

TARAKAN - Gugatan pasangan Sabirin Sanyong dan Tajuddin Tuwo (Santun) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU),…

Selasa, 23 Januari 2018 12:29

Hanura Terancam Jadi Penonton pada Pemilu di Kaltara, Kok Bisa?

TARAKAN - Konflik yang terjadi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) belum…

Selasa, 23 Januari 2018 12:27

Tegaskan Imunisasi Dihalalkan MUI

TARAKAN – Target 92 persen pemberian imunisasi kepada anak-anak hingga saat ini oleh Dinas Kesehatan…

Selasa, 23 Januari 2018 12:23

Drainase Tersumbat Pasir dan Sampah

TARAKAN – Pada umumnya permasalahan di setiap lingkungan rukun tetangga (RT) hampir sama. Jika…

Senin, 22 Januari 2018 14:22

Balon-Tim Sukses Harus Melek UU

PERSOALAN biaya kampanye memang rentan mengarah ke arah black campaign. Belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya,…

Senin, 22 Januari 2018 14:19

Arief Jadi Wali Kota Selama 130 Hari

TARAKAN – Sang petahana Sofian Raga yang memutuskan untuk ingin melanjutkan kerjanya, pada Pilwali…

Senin, 22 Januari 2018 14:07

Andalkan Sumbangan Sukarela Masyarakat-Gereja

KEBERADAAN maskapai Mission Aviation Fellowship (MAF), seolah menjadi penolong bagi masyarakat pedalaman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .