MANAGED BY:
SELASA
30 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 17 Februari 2017 10:14
Setahun Kepemimpinan Sudjati-Ingkong, Visi Misi Terbentur Anggaran
FOOT ESTATE: Sektor pertanian salah satu program andalan yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Bulungan sesuai visi misi bupati dan wakilnya. ISMAIL ANSHORY/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan H. Sudjati dan wakilnya, Ingkong Ala semasa kampanye tahun lalu, dalam visi misinya ‘Menjadikan Bulungan Pusat Pangan Berbasis Industri’.

Hari ini, keduanya genap setahun menerima amanah untuk memimpin kabupaten tertua di Kalimantan Utara (Kaltara) ini. Terhitung sejak keduanya secara resmi dilantik oleh Gubernur Irianto Lambrie pada 17 Februari lalu.

Setahun menjabat. Belum banyak yang dapat dilihat dan dirasakan. Progres pembagunan pun merupakan warisan sebelumnya. Bahkan, ada pula proyek yang terpaksa harus terhenti akibat minimnya Aggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017 ini hanya sebesar Rp 1,1 triliun saja.

Wakil Bupati Bulungan, Ingkong Ala, mengaku untuk menjadikan Bulungan sebagai pusat pangan berbasis idustri sesuai dengan visi dan misi mereka, tak dapat dipungkiri berjalan lambat.

“Karena keterbatasan anggaran. Hal tersebut tentu dikarenakan banyaknya kebutuhan dasar yang harus diselesaikan terlebih dahulu,” ujarnya saat ditemui, Kamis (16/2).

Ingkong Ala menjelaskan, pekerjaan di tahun sebelumnya yang tidak selesai juga harus diselesaikan tahun ini. Seperti proyek pembangunan sheet pile di bantaran Sungai Kayan,gedung Dispol PP, BPU serta kebutuhan dasar lainnya seperti air bersih.

“Kemudian untuk listrik juga kami harapkan masyarakat bisa mendukung kami juga. Dari rapat bersama PT PLN, mudah-mudahan tahun ini kebutuhan listrik di seluruh Bulungan bisa terakomodir dan tersedia,” harapnya.

“Tinggal seperti apa masalah jaringan dan pengurusan masalah tanam tumbuh yang menganggu jaringan nantinya,” ujarnya.

Disinggung seperti apa usaha yang dilakukan untuk menjalankan visi dan misi tersebut? Ia mengaku ada berapa lokasi yang sudah terbantu. Seperti program yang dilakukan di Tanjung Palas dan Tanjung Buka.

“Memang belum begitu terlihat hasilnya karena harus disertai dengan infrastruktrnya telebih dahulu, seperti irigasi yang juga harus diselesaikan terlebih dahulu,” ungkapnya.

“Untuk irigasi sebagian juga yang akan dibantu dari DAK (Dana alokasi khusus),” tambahnya.

Ingkong menambahkan, saat ini apa yang mereka lakukan untuk mendukung visi-misi yang sudah dibuat, Sejuah ini belum dapat terukur. Sebab pihaknya merasa, tahun ini barulah dapat benar-benar bergerak. “Nanti selesai baru kita tahu berapa persentasinya,” pesannya

Sebagai ‘dapur’ pemerintah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) pada Sekretariat Kabupaten (Setkab) Bulungan, Muh Isnaini, menambahkan jika masa kepemimpinan kepala daerah periode 2016-2021 ini masih berjalan normal.

Menurut alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda ini, ada sesuatu yang tidak dapat dilakukan seperti berlari dengan lebih cepat. Karena kemampuan belanja daerah dianggap semakin menurun.

Oleh karena itu, yang dapat dilakukan saat ini terutama kegiatan yang bersifat wajib. Untuk pencapaian visi misi kepala daerah, ada beberapa hambatan. Salah satunya yang menyangkut masalah anggaran mengingat anggaran menjadi salah satu alat untuk melaksanakan pembangunan.

“Dalam konteks pembangunan kita laksanakan sesuai dengan kemampuan daerah kita, tapi kalau untuk pencapaian target dalam satu tahun mungkin tidak sesuai target,” tuturnya.

Berbeda dengan kepemimpinan bupati sebelumnya, kata Isnaini, angkanya mencapai Rp 2 triliun lebih. Maka, secara otomatis dengan penurunan APBD tahun ini belanja pembangunan juga akan semakin terbatas.

Saat ini, Isnaini menyebutkan dari postur APBD untuk belanja aparatur saja angkanya sekira Rp 600 miliar. Jika APBD hanya sekira Rp 1 triliun saja, maka kemampuan belanja untuk pembangunan hanya Rp 400 miliar saja.

“Pada waktu APBD kita sampai Rp 2 triliun, maka belanja untuk pembangunan kita kan Rp 1 triliun lebih, karena angka belanja aparatur itukan tidak mungkin turun, dia tetap bahkan cenderung naik. Jadi di situ kelihatan presentasi pembangunan itu harus diukur dari kemampuan belanja kita,” paparnya.

Diakuinya, pihaknya belum melakukan evaluasi dalam kurun waktu satu tahun ini. Tetapi tugas yang bersifat wajib sudah dilakukan. Di antaranya terkait air bersih dan listrik.

“Listrik ada perubahan yakni penambahan daya, air bersih jangkauan pelayanan kita sudah semakin luas, itu salah satu urusan wajib dan masuk di dalam visi misi bupati. Kalau kesejahteraan masyarakat itukan diukur terpenuhinya urusan-urusan seperti sandang, pangan dan papan,” sebut mantan Camat Tanjung Palas ini.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 30 Mei 2017 10:29

Sesalkan Bunyu Tak Masuk Kategori Pulau Terluar

BUNYU - Belum adanya tanda-tanda bakal ditanganinya pendangkalan di Sungai Buaya, Kecamatan Bunyu akibat…

Selasa, 30 Mei 2017 10:27

Perubahan Siklus Alam Jadi Penyebab Banjir Bulungan ?

TANJUNG SELOR– Banjir kiriman dari hulu yang belakangan ini kerap menimpa beberapa wilayah di…

Selasa, 30 Mei 2017 10:26

Baju Gamis dan Jilbab Paling Diburu Saat Ramadan

TANJUNG SELOR – Memasuki bulan suci Ramadan 1438 Hijriah geliat perekonomian mulai terasa di Kabupaten…

Sabtu, 27 Mei 2017 10:10

Tersengat Listrik, Pak RT Tak Tertolong

TANJUNG SELOR-Banjir besar di Tanjung Selor kembali memakan korban. Kali ini menimpa Ketua RT 21 Jalan…

Sabtu, 27 Mei 2017 10:08

Pasca Banjir, Masyarakat Disibukkan Bersih-Bersih

TANJUNG SELOR-Pasca banjir besar yang terjadi selama dua hari, masyarakat Tanjung Selor khususnya masyarakat…

Sabtu, 27 Mei 2017 10:05

Dokumen DOB Tanjung Selor Sudah Masuk ke Kemendagri

TANJUNG SELOR – Setelah menjalani proses yang cukup panjang, akhirnya calon daerah otonomi daerah…

Sabtu, 27 Mei 2017 10:04

1.500 Kendaraan di Kaltara Sudah Gunakan KU

TANJUNG SELOR- Sejak resmi diluncurkan 22 April, dan efektif menerima layanan pergantian nomor polisi…

Sabtu, 27 Mei 2017 10:02

Banjir Surut, Pengungsi Sudah Pulang ke Rumah

BANJIR yang melanda Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Tanjung Selor selama 4 hari sudah.…

Jumat, 26 Mei 2017 17:13

Pasca Banjir, Jogging Track Amburadul

TANJUNG SELOR – Area jogging track di Jalan Katamso,  tepian sungai Kayan rusak pasca banjir.…

Jumat, 26 Mei 2017 11:21

Instruksikan OPD Turun dengan Kekuatan Maksimal

GUBERNUR Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .