MANAGED BY:
RABU
29 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 17 Februari 2017 10:14
Setahun Kepemimpinan Sudjati-Ingkong, Visi Misi Terbentur Anggaran
FOOT ESTATE: Sektor pertanian salah satu program andalan yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Bulungan sesuai visi misi bupati dan wakilnya. ISMAIL ANSHORY/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan H. Sudjati dan wakilnya, Ingkong Ala semasa kampanye tahun lalu, dalam visi misinya ‘Menjadikan Bulungan Pusat Pangan Berbasis Industri’.

Hari ini, keduanya genap setahun menerima amanah untuk memimpin kabupaten tertua di Kalimantan Utara (Kaltara) ini. Terhitung sejak keduanya secara resmi dilantik oleh Gubernur Irianto Lambrie pada 17 Februari lalu.

Setahun menjabat. Belum banyak yang dapat dilihat dan dirasakan. Progres pembagunan pun merupakan warisan sebelumnya. Bahkan, ada pula proyek yang terpaksa harus terhenti akibat minimnya Aggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017 ini hanya sebesar Rp 1,1 triliun saja.

Wakil Bupati Bulungan, Ingkong Ala, mengaku untuk menjadikan Bulungan sebagai pusat pangan berbasis idustri sesuai dengan visi dan misi mereka, tak dapat dipungkiri berjalan lambat.

“Karena keterbatasan anggaran. Hal tersebut tentu dikarenakan banyaknya kebutuhan dasar yang harus diselesaikan terlebih dahulu,” ujarnya saat ditemui, Kamis (16/2).

Ingkong Ala menjelaskan, pekerjaan di tahun sebelumnya yang tidak selesai juga harus diselesaikan tahun ini. Seperti proyek pembangunan sheet pile di bantaran Sungai Kayan,gedung Dispol PP, BPU serta kebutuhan dasar lainnya seperti air bersih.

“Kemudian untuk listrik juga kami harapkan masyarakat bisa mendukung kami juga. Dari rapat bersama PT PLN, mudah-mudahan tahun ini kebutuhan listrik di seluruh Bulungan bisa terakomodir dan tersedia,” harapnya.

“Tinggal seperti apa masalah jaringan dan pengurusan masalah tanam tumbuh yang menganggu jaringan nantinya,” ujarnya.

Disinggung seperti apa usaha yang dilakukan untuk menjalankan visi dan misi tersebut? Ia mengaku ada berapa lokasi yang sudah terbantu. Seperti program yang dilakukan di Tanjung Palas dan Tanjung Buka.

“Memang belum begitu terlihat hasilnya karena harus disertai dengan infrastruktrnya telebih dahulu, seperti irigasi yang juga harus diselesaikan terlebih dahulu,” ungkapnya.

“Untuk irigasi sebagian juga yang akan dibantu dari DAK (Dana alokasi khusus),” tambahnya.

Ingkong menambahkan, saat ini apa yang mereka lakukan untuk mendukung visi-misi yang sudah dibuat, Sejuah ini belum dapat terukur. Sebab pihaknya merasa, tahun ini barulah dapat benar-benar bergerak. “Nanti selesai baru kita tahu berapa persentasinya,” pesannya

Sebagai ‘dapur’ pemerintah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) pada Sekretariat Kabupaten (Setkab) Bulungan, Muh Isnaini, menambahkan jika masa kepemimpinan kepala daerah periode 2016-2021 ini masih berjalan normal.

Menurut alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda ini, ada sesuatu yang tidak dapat dilakukan seperti berlari dengan lebih cepat. Karena kemampuan belanja daerah dianggap semakin menurun.

Oleh karena itu, yang dapat dilakukan saat ini terutama kegiatan yang bersifat wajib. Untuk pencapaian visi misi kepala daerah, ada beberapa hambatan. Salah satunya yang menyangkut masalah anggaran mengingat anggaran menjadi salah satu alat untuk melaksanakan pembangunan.

“Dalam konteks pembangunan kita laksanakan sesuai dengan kemampuan daerah kita, tapi kalau untuk pencapaian target dalam satu tahun mungkin tidak sesuai target,” tuturnya.

Berbeda dengan kepemimpinan bupati sebelumnya, kata Isnaini, angkanya mencapai Rp 2 triliun lebih. Maka, secara otomatis dengan penurunan APBD tahun ini belanja pembangunan juga akan semakin terbatas.

Saat ini, Isnaini menyebutkan dari postur APBD untuk belanja aparatur saja angkanya sekira Rp 600 miliar. Jika APBD hanya sekira Rp 1 triliun saja, maka kemampuan belanja untuk pembangunan hanya Rp 400 miliar saja.

“Pada waktu APBD kita sampai Rp 2 triliun, maka belanja untuk pembangunan kita kan Rp 1 triliun lebih, karena angka belanja aparatur itukan tidak mungkin turun, dia tetap bahkan cenderung naik. Jadi di situ kelihatan presentasi pembangunan itu harus diukur dari kemampuan belanja kita,” paparnya.

Diakuinya, pihaknya belum melakukan evaluasi dalam kurun waktu satu tahun ini. Tetapi tugas yang bersifat wajib sudah dilakukan. Di antaranya terkait air bersih dan listrik.

“Listrik ada perubahan yakni penambahan daya, air bersih jangkauan pelayanan kita sudah semakin luas, itu salah satu urusan wajib dan masuk di dalam visi misi bupati. Kalau kesejahteraan masyarakat itukan diukur terpenuhinya urusan-urusan seperti sandang, pangan dan papan,” sebut mantan Camat Tanjung Palas ini.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 29 Maret 2017 11:50

Khawatir Soal UN Bocor, Disdik: Itu Kuno

TANJUNG SELOR –Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Utara Sigit Muryono menegaskan,…

Rabu, 29 Maret 2017 11:47

DPRD Desak Polres Usut Tuntas Kasus Ambruknya Sheet Pile

TANJUNG SELOR- Masih belum terungkapnya pelaku dan penyebab kerusakan sheet pile Selimau, Kelurahan…

Rabu, 29 Maret 2017 11:42

DPU-PR Hanya Tangani Tiga Drainase yang Dianggap Urgent

TANJUNG SELOR- Dari sekian banyak drainase yang bermasalah  di Tanjung Selor, Dinas Pekerjaan Umum…

Rabu, 29 Maret 2017 11:34

11 Aset Pemkab Akan Dialihkan ke Provinsi

TANJUNG SELOR-Sebelas aset milik Pemkab Bulungan akan dialihkan ke Pemprov Kaltara. Kesebelah aset tersebut…

Rabu, 29 Maret 2017 11:27

Hanya 7 Puskesmas yang Telah Terakreditasi

PEMERINTAH pusat menargetkan pada tahun 2019 semua puskesmas di Indonesia sudah harus terakreditasi.…

Senin, 27 Maret 2017 11:05

PSAWI Bulungan Bakal Ciptakan Rekor MURI

TANJUNG SELOR-Selain siap sebagai tuan rumah kejuaraan nasional ski air dan wakeboard, serta kejuaraan…

Senin, 27 Maret 2017 11:01

Tak Digubris, Ratusan Kendaraan Diangkut

TANJUNG SELOR-Sebanyak 120 sepeda motor yang diparkir di Kayan V terpaksa di angkut polisi dan diamankan…

Senin, 27 Maret 2017 10:59

Proses Hukum Bang Toyib Masih Bergulir di MA

TANJUNG SELOR – Masih ingat dengan kasus Arman Suyuti alias Bang Toyib. Saat ini proses hukum…

Senin, 27 Maret 2017 10:55

Belajar Lewat Youtube, Modal Rp 600 Ribu Iuran

Tiga remaja Kota Tarakan, Rizki Safari  (22), Yusman (21), dan  Arfin (21)  patut diacungi…

Senin, 27 Maret 2017 10:53

Kondisi Sumirah Mengundang Iba

TANJUNG SELOR – Kondisi Sumirah (72) warga RT 07 Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .