MANAGED BY:
MINGGU
26 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 17 Februari 2017 09:56
Tiga Bulan Tunjangan Tak Cair, Ribuan Guru Meradang

Jumlah Guru Bertambah, RKA Tidak Berubah

TAK TERIMA TUNJANGAN: Ribuan guru di Kabupaten Nunukan belum menerima tunjangan tiga bulan terakhir 2016 lalu. Para ‘Oemar Bakri’ ini pun menuntut haknya segera dibayarkan. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Ribuan guru di perbatasan kembali meradang. Tunjangan untuk 2016 yang didanai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) untuk 1 tahun ternyata hanya diterima 9 bulan. Sementara, sisanya selama 3 bulan entah dikemanakan.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Nunukan, M. Jasmin Gerin membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, tunjangan guru yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) 2016 lalu tidak penuh. Hanya dibayar 9 bulan. Sebab, 3 bulan sisanya hingga saat ini belum juga dicairkan. “Inilah yang kami perjuangakan. Hak guru untuk 3 bulan yang belum terbayarkan itu triwulan 4 dari Oktober hingga Desember 2016,” ungkapnya kepada Radar Nunukan, Kamis (16/2).

Dikatakan, sebagai perwakilan guru-guru di Nunukan, pihaknya telah mengkonfirmasi perihal keterlambatan tersebut ke pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan. Hasilnya, tidak memuaskan. Bendahara Disdikbud beralasan jika jumlah guru yang bertambah tidak seimbang dengan dana yang ada. Sehingga, pecairannya tidak dapat dilakukan.

“PGRI menyuarakan waktu itu, bahwa dana itu untuk satu tahun anggaran berarti dana diperuntukkan bagi guru yang terdaftar sebagai penerima tunjangan guru. Sedangkan untuk penambahannya sebaiknya jangan dulu ditambah. Penambahan guru sebaiknya menyusul di 2017,” ungkapnya.

Tak hanya itu, berhembus kabar jika ada indikasi dana sekitar Rp 1 miliar itu diendapkan di bank menjadi deposito. Isu di kalangan Disdikbud juga tersiar kabar jika Bendahara Disdikbud Nunukan Ibrahim S Ip tidak ingin digantikan posisinya sebagai bendahara. “Dia sudah menghadap dengan salah seorang yang berpengaruh di Nunukan. Dia minta posisinya tetap jadi bendahara saja. Nah, alasannya itu kembali memperkuat jika ada tindakan yang melanggar dilakukan bendaharan,” ungkap sumber media ini. 

Sumber terpercaya media ini yang juga bertugas di bidang pendidikan meragukan jika dana tunjangan guru tersebut habis atau tidak cukup. Di mana sisa uang dana tunjangan hanya sekitar Rp 1 miliar itu. Bukannya setiap awal tahun saldo rekening harus nol. Jika tidak tersalurkan maka harus dikembalikan ke kas daerah. Tapi, jika saldo rekening ternyata kosong. Kemana uang itu tersimpan. Sementara pengakuan guru belum dicairkan. “Inilah yang patut dicurigai. Rp 100 juta saja dijadikan deposito di bank itu bunganya lumayan, apa lagi sampai Rp 1 miiar. Tentu banyak hasilnya. Siapa tidak tergiur,” ungkapnya.

Sementara, Bendahara Disdikbud Nunukan Ibrahim S Ip membantah kabar tersebut. Ia menjelaskan, terhambatnya 3 bulan tunjungan guru ini bukan karena hal yang disengaja. Namun, dikarena adanya kesalahan dalam perencanaan di 2015 dan 2016. Sebab, pagu anggaran untuk membayarkan ribuan guru tidak cukup. Sebab, data guru terus membengkak tapi dananya tidak naik.

“Data guru di 2015 hingga 2016 tidak pernah tertambah di Rencana Kerja Anggaran (RKA). Sehingga, pagu anggaran untuk tunjangannya juga tetap saja. Sementara, di lapangan jumlah guru terus bertambah,” ungkapnya kepada media ini.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 25 Februari 2017 09:19

SOA Penumpang Belum Dilelang

NUNUKAN – Subsidi Ongkos Angkut (SOA) penumpang dengan rute Nunukan-Long Bawan, Kecamatan Krayan…

Jumat, 24 Februari 2017 09:38

Kecamatan Buka Posko Pengaduan

NUNUKAN – Wacana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan untuk membangun Pasar Induk Perbatasan…

Jumat, 24 Februari 2017 09:36

Jabatan Sekretaris KPU Masih Kosong

NUNUKAN – Sejak dilakukan mutasi 10 Januari lalu, jabatan sekretaris di Komisi Pemilihan Umum…

Rabu, 22 Februari 2017 20:40

Pasar Terbengkalai, Selisun Bakal Jadi RTH

NUNUKAN – Lokasi pasar rakyat Kelurahan Selisun yang terbengkalai akhirnya dimanfaatkan. Pasar…

Rabu, 22 Februari 2017 20:37

Hasil Pertanian Masyarakat Dijual Murah

NUNUKAN – Para petani di Nunukan harus gigit jari, akibat hasil pertaniannya dijual murah. Sebelumnya,…

Rabu, 22 Februari 2017 20:33

Pekan Depan, Sidang Sabu 5 Kg Hadirkan Hafiz

NUNUKAN – Selesai memeriksa tiga saksi dari kepolisian, Jaksa Penuntut Umum (JPU) kembali akan…

Rabu, 22 Februari 2017 20:30

Prestasi Atlet Terbentur Anggaran

NUNUKAN – Anggaran menjadi salah satu faktor penting di cabang olahraga (Cabor) tertentu. Minimnya…

Rabu, 22 Februari 2017 20:28

Usulkan Penambahan 72 Ribu Tabung LPG 3 Kg

NUNUKAN – Ketersedian Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) yang terbatas, membuat PT.…

Rabu, 22 Februari 2017 20:25

Disdikbud Pastikan Ambil Bagian

EVENT garapan Radar Nunukan yang bertajuk ‘Generasi Bebas Narkoba Run 5K’ terus mendapat…

Rabu, 22 Februari 2017 20:22

Korban Selamat Speedboat Karam Segera Dipulangkan

NUNUKAN – Pasangan Suami Istri (Pasutri) Budiman Muslimin (26) dan Hasmida Masaniaga (24) yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .