MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 17 Februari 2017 09:56
Tiga Bulan Tunjangan Tak Cair, Ribuan Guru Meradang

Jumlah Guru Bertambah, RKA Tidak Berubah

TAK TERIMA TUNJANGAN: Ribuan guru di Kabupaten Nunukan belum menerima tunjangan tiga bulan terakhir 2016 lalu. Para ‘Oemar Bakri’ ini pun menuntut haknya segera dibayarkan. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Ribuan guru di perbatasan kembali meradang. Tunjangan untuk 2016 yang didanai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) untuk 1 tahun ternyata hanya diterima 9 bulan. Sementara, sisanya selama 3 bulan entah dikemanakan.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Nunukan, M. Jasmin Gerin membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, tunjangan guru yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) 2016 lalu tidak penuh. Hanya dibayar 9 bulan. Sebab, 3 bulan sisanya hingga saat ini belum juga dicairkan. “Inilah yang kami perjuangakan. Hak guru untuk 3 bulan yang belum terbayarkan itu triwulan 4 dari Oktober hingga Desember 2016,” ungkapnya kepada Radar Nunukan, Kamis (16/2).

Dikatakan, sebagai perwakilan guru-guru di Nunukan, pihaknya telah mengkonfirmasi perihal keterlambatan tersebut ke pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan. Hasilnya, tidak memuaskan. Bendahara Disdikbud beralasan jika jumlah guru yang bertambah tidak seimbang dengan dana yang ada. Sehingga, pecairannya tidak dapat dilakukan.

“PGRI menyuarakan waktu itu, bahwa dana itu untuk satu tahun anggaran berarti dana diperuntukkan bagi guru yang terdaftar sebagai penerima tunjangan guru. Sedangkan untuk penambahannya sebaiknya jangan dulu ditambah. Penambahan guru sebaiknya menyusul di 2017,” ungkapnya.

Tak hanya itu, berhembus kabar jika ada indikasi dana sekitar Rp 1 miliar itu diendapkan di bank menjadi deposito. Isu di kalangan Disdikbud juga tersiar kabar jika Bendahara Disdikbud Nunukan Ibrahim S Ip tidak ingin digantikan posisinya sebagai bendahara. “Dia sudah menghadap dengan salah seorang yang berpengaruh di Nunukan. Dia minta posisinya tetap jadi bendahara saja. Nah, alasannya itu kembali memperkuat jika ada tindakan yang melanggar dilakukan bendaharan,” ungkap sumber media ini. 

Sumber terpercaya media ini yang juga bertugas di bidang pendidikan meragukan jika dana tunjangan guru tersebut habis atau tidak cukup. Di mana sisa uang dana tunjangan hanya sekitar Rp 1 miliar itu. Bukannya setiap awal tahun saldo rekening harus nol. Jika tidak tersalurkan maka harus dikembalikan ke kas daerah. Tapi, jika saldo rekening ternyata kosong. Kemana uang itu tersimpan. Sementara pengakuan guru belum dicairkan. “Inilah yang patut dicurigai. Rp 100 juta saja dijadikan deposito di bank itu bunganya lumayan, apa lagi sampai Rp 1 miiar. Tentu banyak hasilnya. Siapa tidak tergiur,” ungkapnya.

Sementara, Bendahara Disdikbud Nunukan Ibrahim S Ip membantah kabar tersebut. Ia menjelaskan, terhambatnya 3 bulan tunjungan guru ini bukan karena hal yang disengaja. Namun, dikarena adanya kesalahan dalam perencanaan di 2015 dan 2016. Sebab, pagu anggaran untuk membayarkan ribuan guru tidak cukup. Sebab, data guru terus membengkak tapi dananya tidak naik.

“Data guru di 2015 hingga 2016 tidak pernah tertambah di Rencana Kerja Anggaran (RKA). Sehingga, pagu anggaran untuk tunjangannya juga tetap saja. Sementara, di lapangan jumlah guru terus bertambah,” ungkapnya kepada media ini.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 22:30

Transhipment Beras Batal Dilakukan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut beras 2.900 ton dari Vietnam, ingin melakukan…

Kamis, 21 Juni 2018 14:37

Solusi Bangun Penangkaran Buaya

NUNUKAN – Keberadaan hewan reptilia jenis buaya di wilayah pesisir, Kelurahan Tanjung Harapan,…

Rabu, 20 Juni 2018 15:36

Arus Balik Normal, Tak Ada Lonjakan Penumpang

  NUNUKAN - PT Perusahaan Pelayaran Nasional (Pelni) Cabang Nunukan, memastikan arus balik akan…

Rabu, 20 Juni 2018 15:16

IIH LEBAY..!! Buaya Ditangkap, Kok.. Tiga Warga yang Kerasukan

NUNUKAN - Buaya di sekitar pesisir Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan dinamai…

Rabu, 20 Juni 2018 15:11

Tujuan Utama Pengiriman Miras Belum Diketahui

NUNUKAN — Penyidikan terus dilakukan oleh pihal Lanal Nunukan terhadap juragan juga anak buah…

Rabu, 20 Juni 2018 11:32

Pasca Lebaran Harga Masih Stabil

NUNUKAN – Pasca lebaran Idulfitri, sejumlah harga sembilan bahan pokok (Sembako) yang diperjual…

Rabu, 20 Juni 2018 11:30

Tahun Ini, Tak Dapat Remisi

NUNUKAN-Sebanyak 111 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Nunukan akan menerima remisi…

Rabu, 20 Juni 2018 11:28

Penyeberangan ke Negara Tetangga Kembali Dibuka

NUNUKAN - Pasca lebaran H+3 penyeberangan Nunukan-Tawau, Malaysia telah kembali normal. Aktivitas di…

Senin, 18 Juni 2018 13:23

Diterkam Buaya, Sudding Nyaris Meregang Nyawa

NUNUKAN - Seorang warga Tanjung Harapan Mamolo, Kecamatan Nunukan Selatan, Kaltara diserang buaya mengakibatkan…

Senin, 18 Juni 2018 11:00

Ribuan Miras Ilegal Nyaris Lolos Edar

NUNUKAN - Belasan ribu botol Minuman Keras (Miras) ilegal asal Malaysia yang akan diselundupkan ke Berau,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .