MANAGED BY:
SENIN
23 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 17 Februari 2017 09:56
Tiga Bulan Tunjangan Tak Cair, Ribuan Guru Meradang

Jumlah Guru Bertambah, RKA Tidak Berubah

TAK TERIMA TUNJANGAN: Ribuan guru di Kabupaten Nunukan belum menerima tunjangan tiga bulan terakhir 2016 lalu. Para ‘Oemar Bakri’ ini pun menuntut haknya segera dibayarkan. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Ribuan guru di perbatasan kembali meradang. Tunjangan untuk 2016 yang didanai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) untuk 1 tahun ternyata hanya diterima 9 bulan. Sementara, sisanya selama 3 bulan entah dikemanakan.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Nunukan, M. Jasmin Gerin membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, tunjangan guru yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) 2016 lalu tidak penuh. Hanya dibayar 9 bulan. Sebab, 3 bulan sisanya hingga saat ini belum juga dicairkan. “Inilah yang kami perjuangakan. Hak guru untuk 3 bulan yang belum terbayarkan itu triwulan 4 dari Oktober hingga Desember 2016,” ungkapnya kepada Radar Nunukan, Kamis (16/2).

Dikatakan, sebagai perwakilan guru-guru di Nunukan, pihaknya telah mengkonfirmasi perihal keterlambatan tersebut ke pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan. Hasilnya, tidak memuaskan. Bendahara Disdikbud beralasan jika jumlah guru yang bertambah tidak seimbang dengan dana yang ada. Sehingga, pecairannya tidak dapat dilakukan.

“PGRI menyuarakan waktu itu, bahwa dana itu untuk satu tahun anggaran berarti dana diperuntukkan bagi guru yang terdaftar sebagai penerima tunjangan guru. Sedangkan untuk penambahannya sebaiknya jangan dulu ditambah. Penambahan guru sebaiknya menyusul di 2017,” ungkapnya.

Tak hanya itu, berhembus kabar jika ada indikasi dana sekitar Rp 1 miliar itu diendapkan di bank menjadi deposito. Isu di kalangan Disdikbud juga tersiar kabar jika Bendahara Disdikbud Nunukan Ibrahim S Ip tidak ingin digantikan posisinya sebagai bendahara. “Dia sudah menghadap dengan salah seorang yang berpengaruh di Nunukan. Dia minta posisinya tetap jadi bendahara saja. Nah, alasannya itu kembali memperkuat jika ada tindakan yang melanggar dilakukan bendaharan,” ungkap sumber media ini. 

Sumber terpercaya media ini yang juga bertugas di bidang pendidikan meragukan jika dana tunjangan guru tersebut habis atau tidak cukup. Di mana sisa uang dana tunjangan hanya sekitar Rp 1 miliar itu. Bukannya setiap awal tahun saldo rekening harus nol. Jika tidak tersalurkan maka harus dikembalikan ke kas daerah. Tapi, jika saldo rekening ternyata kosong. Kemana uang itu tersimpan. Sementara pengakuan guru belum dicairkan. “Inilah yang patut dicurigai. Rp 100 juta saja dijadikan deposito di bank itu bunganya lumayan, apa lagi sampai Rp 1 miiar. Tentu banyak hasilnya. Siapa tidak tergiur,” ungkapnya.

Sementara, Bendahara Disdikbud Nunukan Ibrahim S Ip membantah kabar tersebut. Ia menjelaskan, terhambatnya 3 bulan tunjungan guru ini bukan karena hal yang disengaja. Namun, dikarena adanya kesalahan dalam perencanaan di 2015 dan 2016. Sebab, pagu anggaran untuk membayarkan ribuan guru tidak cukup. Sebab, data guru terus membengkak tapi dananya tidak naik.

“Data guru di 2015 hingga 2016 tidak pernah tertambah di Rencana Kerja Anggaran (RKA). Sehingga, pagu anggaran untuk tunjangannya juga tetap saja. Sementara, di lapangan jumlah guru terus bertambah,” ungkapnya kepada media ini.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 23 Oktober 2017 13:55

CATAT YA..!! Kesenjangan di Perbatasan Masih terjadi

NUNUKAN - Perekonomian kawasan perbatasan, umumnya mengalami ketertinggalan dibandingkan dengan…

Senin, 23 Oktober 2017 13:54

Sempat Ditentang Orang Tua, Wakili Kaltara di Parlemen Remaja

Berkecimpung dalam sebuah organisasi atau kelompok tertentu, terkadang ditanggapi positif sebagian orang…

Senin, 23 Oktober 2017 10:01

Wilayah Tiga Belum Disuplai LPG 3 Kg

NUNUKAN – Selain melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram…

Senin, 23 Oktober 2017 09:58

Si Anak Petani, Sukses Jadi Terbaik dari yang Terbaik

Kerja keras dan pantang menyerah, sepertinya menjadi pendorong keberhasilan salah satu putri terbaik…

Sabtu, 21 Oktober 2017 09:47

Nunukan Daerah Tanpa Identitas Jelas?

NUNUKAN – Usai berpisah dengan Kabupaten Bulungan 18 tahun lalu, Kabupaten Nunukan hingga kini…

Sabtu, 21 Oktober 2017 09:45

Pengalaman Pertama Memimpin Satuan di Perbatasan

Baginya, tugas di perbatasan bukanlah kali pertama ia emban sejak lulus dari Akademi Militer (Akmil)…

Jumat, 20 Oktober 2017 11:11

Krayan Minta Dibentuk Dapil Sendiri

NUNUKAN – Pemilihan umum (pemilu) yang akan berlangsung dua tahun lagi atau 2019 mendatang telah…

Jumat, 20 Oktober 2017 11:09

Jalur Penyeberangan Dijaga Ketat

NUNUKAN – Tewasnya dua pemimpin ISIS Marawi, Isnilon Hapilon dan Omar Maute dalam pertempuran…

Kamis, 19 Oktober 2017 12:22

Parah, Krisis Listrik Masih Terus Berlanjut

NUNUKAN – Krisis listrik yang terjadi di Nunukan seakan tak ada habisnya. Baru rampung dilakukan…

Kamis, 19 Oktober 2017 12:20

Tidak Ada Wadah, Manfaatkan Lahan yang Ada

Hadirnya para penggiat olahraga ekstrem di Nunukan ini tentu membawa perubahan tersendiri bagi prilaku…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .