MANAGED BY:
MINGGU
25 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 17 Februari 2017 09:56
Tiga Bulan Tunjangan Tak Cair, Ribuan Guru Meradang

Jumlah Guru Bertambah, RKA Tidak Berubah

TAK TERIMA TUNJANGAN: Ribuan guru di Kabupaten Nunukan belum menerima tunjangan tiga bulan terakhir 2016 lalu. Para ‘Oemar Bakri’ ini pun menuntut haknya segera dibayarkan. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Ribuan guru di perbatasan kembali meradang. Tunjangan untuk 2016 yang didanai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) untuk 1 tahun ternyata hanya diterima 9 bulan. Sementara, sisanya selama 3 bulan entah dikemanakan.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Nunukan, M. Jasmin Gerin membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, tunjangan guru yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) 2016 lalu tidak penuh. Hanya dibayar 9 bulan. Sebab, 3 bulan sisanya hingga saat ini belum juga dicairkan. “Inilah yang kami perjuangakan. Hak guru untuk 3 bulan yang belum terbayarkan itu triwulan 4 dari Oktober hingga Desember 2016,” ungkapnya kepada Radar Nunukan, Kamis (16/2).

Dikatakan, sebagai perwakilan guru-guru di Nunukan, pihaknya telah mengkonfirmasi perihal keterlambatan tersebut ke pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan. Hasilnya, tidak memuaskan. Bendahara Disdikbud beralasan jika jumlah guru yang bertambah tidak seimbang dengan dana yang ada. Sehingga, pecairannya tidak dapat dilakukan.

“PGRI menyuarakan waktu itu, bahwa dana itu untuk satu tahun anggaran berarti dana diperuntukkan bagi guru yang terdaftar sebagai penerima tunjangan guru. Sedangkan untuk penambahannya sebaiknya jangan dulu ditambah. Penambahan guru sebaiknya menyusul di 2017,” ungkapnya.

Tak hanya itu, berhembus kabar jika ada indikasi dana sekitar Rp 1 miliar itu diendapkan di bank menjadi deposito. Isu di kalangan Disdikbud juga tersiar kabar jika Bendahara Disdikbud Nunukan Ibrahim S Ip tidak ingin digantikan posisinya sebagai bendahara. “Dia sudah menghadap dengan salah seorang yang berpengaruh di Nunukan. Dia minta posisinya tetap jadi bendahara saja. Nah, alasannya itu kembali memperkuat jika ada tindakan yang melanggar dilakukan bendaharan,” ungkap sumber media ini. 

Sumber terpercaya media ini yang juga bertugas di bidang pendidikan meragukan jika dana tunjangan guru tersebut habis atau tidak cukup. Di mana sisa uang dana tunjangan hanya sekitar Rp 1 miliar itu. Bukannya setiap awal tahun saldo rekening harus nol. Jika tidak tersalurkan maka harus dikembalikan ke kas daerah. Tapi, jika saldo rekening ternyata kosong. Kemana uang itu tersimpan. Sementara pengakuan guru belum dicairkan. “Inilah yang patut dicurigai. Rp 100 juta saja dijadikan deposito di bank itu bunganya lumayan, apa lagi sampai Rp 1 miiar. Tentu banyak hasilnya. Siapa tidak tergiur,” ungkapnya.

Sementara, Bendahara Disdikbud Nunukan Ibrahim S Ip membantah kabar tersebut. Ia menjelaskan, terhambatnya 3 bulan tunjungan guru ini bukan karena hal yang disengaja. Namun, dikarena adanya kesalahan dalam perencanaan di 2015 dan 2016. Sebab, pagu anggaran untuk membayarkan ribuan guru tidak cukup. Sebab, data guru terus membengkak tapi dananya tidak naik.

“Data guru di 2015 hingga 2016 tidak pernah tertambah di Rencana Kerja Anggaran (RKA). Sehingga, pagu anggaran untuk tunjangannya juga tetap saja. Sementara, di lapangan jumlah guru terus bertambah,” ungkapnya kepada media ini.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 24 Juni 2017 20:21

Ratusan Personel Gabungan Amankan Takbiran Keliling

NUNUKAN - Sebanyak 450 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan jalan perayaan takbiran keliling…

Sabtu, 24 Juni 2017 14:32

Gara-Gara Main Korek Api, Bocah 2 Tahun Nyaris Bakar Rumah Mewah Ini

NUNUKAN – Kelalaian orang tua dalam pengawasan anak bisa berujung fatal. Seperti yang terjadi…

Jumat, 23 Juni 2017 10:34

H-3 Lonjakan Penumpang di PLBL Belum Terlihat

NUNUKAN – Penumpang yang melalui Pelabuhan Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung Nunukan…

Jumat, 23 Juni 2017 10:33

Penumpang Kapal Diperiksa Aparat Gabungan

NUNUKAN – Untuk mengantisipasi adanya eksodus teroris dari Marawi, Filipina, tim aparat gabungan…

Kamis, 22 Juni 2017 12:48

Moratorium DOB Berlanjut hingga 2018

NUNUKAN – Moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB) yang masih dilakukan pemerintah membuat sejumlah…

Kamis, 22 Juni 2017 12:47

Penambahan Rombel SMA Ditolak

NUNUKAN - Keputusan adanya penambahan rombongan belajar (rombel) pada Penerimaan Peserta Didik Baru…

Rabu, 21 Juni 2017 11:13

Carut Marut PPDB SMA

NUNUKAN – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) telah…

Rabu, 21 Juni 2017 11:11

Menyambung Hidup, Jadi Pedagang Asongan dan Guru Mengaji

NUNUKAN – Sepekan menjelang Idul Fitri, tim Berkah Ramadan tetap menyalurkan bantuan dengan menyambangi…

Senin, 19 Juni 2017 11:37

Diduga Pungli..!! Tim Intelijen TNI Tangkap Oknum Polisi

NUNUKAN – Tim Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) wilayah Pulau Sebatik yang terdiri dari Satuan…

Senin, 19 Juni 2017 11:32

Barang Penumpang Menumpuk, Bea Cukai Tambah Personel

NUNUKAN – Personel Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .