MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 15 Februari 2017 08:47
ASN Masih Minati LPG 3 Kg
DIMINATI: Tabung gas 3 kg cukup diminati berbagai kalangan masyarakat. Meski gas jenis ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat mampu. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Terbatasnya stok Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) sangat dirasakan masyarakat. Namun, LPG yang diperuntukkan masyarakat kurang mampu itu justru masih cukup banyak diminati Aparatur Sipil Negara (ASN).

Salah satunya pegawai yang bekerja di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kompleks perkantoran gabungan dinas (Gadis) 1. Ia mengaku, menggunakan LPG 3 kg harganya lebih terjangkau dibandingkan jenis LPG lain.

Selain itu, pria yang tak ingin disebutkan namanya ini beralasan, minimnya stok LPG nonsubsidi produk dalam negeri masih jarang ditemukannya meski sudah ada beberapa pangkalan yang menjual LPG jenis ini.

Tak hanya itu, ia juga membeberkan, sebelumnya juga pernah menggunakan LPG asal Malaysia. Namun, harga yang terus naik dan stok yang mulai terbatas dalam setahun terakhir menjadi alasan ia migrasi ke penggunaan LPG 3 kg.

“Saya biasa pakai dua tabung saja. Untuk dapatkan LPG 3 kg ini memang agak lama, makanya biasa dititipkan ke pangkalan memang, jadi kalau ada stok baru datang, langsung diambil saja,” bebernya.

Meski ada saja ASN yang menggunakan LPG 3 kg, beberapa pegawai di lingkungan Pemkab Nunukan juga lebih memilih LPG asal Malaysia. Endah Kurniawati mengungkapkan, sebagai ASN ia menilai harus menyadari untuk tidak menggunakan LPG 3 kg, karena memang diperuntukkan kepada warga yang kurang mampu. Sedangkan, untuk ASN tidak masuk dalam golongan kurang mampu.

“ASN ini memiliki penghasilan yang jelas dan masuk kategori masyarakat mampu, jadi untuk barang subsidi seperti LPG 3 kg tidak perlu digunakan bagi ASN,” katanya kepada Radar Nunukan, Selasa (14/2).

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 18:38

BREAKING NEWS!!! Speedboat Ditabrak, Penumpang Diduga TKI Yang...

NUNUKAN - Kecelakaan lalu lintas perairan kembali memakan korban, Selasa (23/1/2018). Satu unit speedboat …

Selasa, 23 Januari 2018 12:30

Pemanfaatan Air Masih Sebatas Desa Lapri

EMBUNG Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara mulai dapat dimanfaatkan warga. Saat ini sebanyak 170 rumah…

Selasa, 23 Januari 2018 12:09

APBD Lambat, SOA Terdampak

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Penumpang 2018 hingga saat ini belum juga berjalan. Padahal, aktivitas…

Selasa, 23 Januari 2018 12:08

12 Tahun Jembatan Tak Tersentuh Perbaikan

NUNUKAN - Dermaga Inhutani dan Sungai Bolong merupakan dermaga vital bagi petani dan pedagang. Sebab,…

Selasa, 23 Januari 2018 12:06

Aktifkan Pos Kamling, Tempatkan Personel Ronda Malam

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan turun tangan menangani maraknya aksi pencurian akhir-akhir…

Selasa, 23 Januari 2018 11:58

Beras ‘Tetangga’ Makin Langka

MESKIPUN harga beras asal Tawau, Malaysia tak semahal beras dalam negeri, masyarakat Nunukan tetap bertahan…

Senin, 22 Januari 2018 14:13

Rp 250 Miliar untuk PLTMG Mansapa

NUNUKAN – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Kelurahan Mansapa, Kecamatan…

Senin, 22 Januari 2018 14:02

Jangan Curhat di Medsos, Tapi Laporkan!

NUNUKAN – Ada banyak faktor yang melatarbelakangi sejumlah aksi kriminalitas akhir-akhir ini.…

Senin, 22 Januari 2018 13:11

Kapal Sembako Harap-Harap Cemas

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dan pemilik kapal sembilan bahan pokok (sembako)…

Senin, 22 Januari 2018 13:03

Sembako Malaysia Dipasok dari Sebatik

WALAUPUN kapal sembilan bahan pokok (sembako) berkontruksi kayu yang tidak dapat masuk ke Tawau, namun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .