MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 15 Februari 2017 08:47
ASN Masih Minati LPG 3 Kg
DIMINATI: Tabung gas 3 kg cukup diminati berbagai kalangan masyarakat. Meski gas jenis ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat mampu. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Terbatasnya stok Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) sangat dirasakan masyarakat. Namun, LPG yang diperuntukkan masyarakat kurang mampu itu justru masih cukup banyak diminati Aparatur Sipil Negara (ASN).

Salah satunya pegawai yang bekerja di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kompleks perkantoran gabungan dinas (Gadis) 1. Ia mengaku, menggunakan LPG 3 kg harganya lebih terjangkau dibandingkan jenis LPG lain.

Selain itu, pria yang tak ingin disebutkan namanya ini beralasan, minimnya stok LPG nonsubsidi produk dalam negeri masih jarang ditemukannya meski sudah ada beberapa pangkalan yang menjual LPG jenis ini.

Tak hanya itu, ia juga membeberkan, sebelumnya juga pernah menggunakan LPG asal Malaysia. Namun, harga yang terus naik dan stok yang mulai terbatas dalam setahun terakhir menjadi alasan ia migrasi ke penggunaan LPG 3 kg.

“Saya biasa pakai dua tabung saja. Untuk dapatkan LPG 3 kg ini memang agak lama, makanya biasa dititipkan ke pangkalan memang, jadi kalau ada stok baru datang, langsung diambil saja,” bebernya.

Meski ada saja ASN yang menggunakan LPG 3 kg, beberapa pegawai di lingkungan Pemkab Nunukan juga lebih memilih LPG asal Malaysia. Endah Kurniawati mengungkapkan, sebagai ASN ia menilai harus menyadari untuk tidak menggunakan LPG 3 kg, karena memang diperuntukkan kepada warga yang kurang mampu. Sedangkan, untuk ASN tidak masuk dalam golongan kurang mampu.

“ASN ini memiliki penghasilan yang jelas dan masuk kategori masyarakat mampu, jadi untuk barang subsidi seperti LPG 3 kg tidak perlu digunakan bagi ASN,” katanya kepada Radar Nunukan, Selasa (14/2).

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 22:30

Transhipment Beras Batal Dilakukan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut beras 2.900 ton dari Vietnam, ingin melakukan…

Kamis, 21 Juni 2018 14:37

Solusi Bangun Penangkaran Buaya

NUNUKAN – Keberadaan hewan reptilia jenis buaya di wilayah pesisir, Kelurahan Tanjung Harapan,…

Rabu, 20 Juni 2018 15:36

Arus Balik Normal, Tak Ada Lonjakan Penumpang

  NUNUKAN - PT Perusahaan Pelayaran Nasional (Pelni) Cabang Nunukan, memastikan arus balik akan…

Rabu, 20 Juni 2018 15:16

IIH LEBAY..!! Buaya Ditangkap, Kok.. Tiga Warga yang Kerasukan

NUNUKAN - Buaya di sekitar pesisir Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan dinamai…

Rabu, 20 Juni 2018 15:11

Tujuan Utama Pengiriman Miras Belum Diketahui

NUNUKAN — Penyidikan terus dilakukan oleh pihal Lanal Nunukan terhadap juragan juga anak buah…

Rabu, 20 Juni 2018 11:32

Pasca Lebaran Harga Masih Stabil

NUNUKAN – Pasca lebaran Idulfitri, sejumlah harga sembilan bahan pokok (Sembako) yang diperjual…

Rabu, 20 Juni 2018 11:30

Tahun Ini, Tak Dapat Remisi

NUNUKAN-Sebanyak 111 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Nunukan akan menerima remisi…

Rabu, 20 Juni 2018 11:28

Penyeberangan ke Negara Tetangga Kembali Dibuka

NUNUKAN - Pasca lebaran H+3 penyeberangan Nunukan-Tawau, Malaysia telah kembali normal. Aktivitas di…

Senin, 18 Juni 2018 13:23

Diterkam Buaya, Sudding Nyaris Meregang Nyawa

NUNUKAN - Seorang warga Tanjung Harapan Mamolo, Kecamatan Nunukan Selatan, Kaltara diserang buaya mengakibatkan…

Senin, 18 Juni 2018 11:00

Ribuan Miras Ilegal Nyaris Lolos Edar

NUNUKAN - Belasan ribu botol Minuman Keras (Miras) ilegal asal Malaysia yang akan diselundupkan ke Berau,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .