MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 14 Februari 2017 14:16
Peluang Independen Kecil

Koalisi Pilgub Jakarta Tak Pengaruhi Pilwali Tarakan

ILUSTRASI/INT.

PROKAL.CO, TARAKAN – Genderang menuju Pilwali Tarakan sudah mulai ditabuh sejumlah partai politik di Tarakan. Terutama partai-partai besar yang memiliki peluang untuk mengusung kader terbaiknya maju sebagai calon wali kota maupun wakil, pada Pilwali Tarakan, Juni 2018 mendatang.

Beberapa nama memang sudah mulai melakukan sosialisasi untuk memperkenalkan diri ke masyarakat. Namun belum ada yang resmi mengantongi dukungan dari partai politik. Beberapa partai politik yang diwawancarai Radar Tarakan, menyebutkan akan mengusung calon dari internal kader partai.

Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Tarakan, Herman Hamid menyatakan pihaknya saat ini sudah mulai melakukan pengamatan terhadap sejumlah kader dan telah menemukan 3 nama yang layak untuk terlibat langsung dalam pilwali mendatang.

“Kalau namanya, masih rahasia,” kata Herman kepada Radar Tarakan.

Demokrat menyatakan akan benar-benar selektif dalam menunjuk nama yang akan diusung. Ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi calon tersebut. Yaitu harus berintegritas (konsisten dalam mengambil tindakan), elektabilitas (tenar di masyarakat), kapabilitas (kepahaman secara mendetail/memiliki skill mantap) dan yang pastinya berasal dari kader Partai Demokrat.

Untuk mendukung keempat kriteria tersebut, Demokrat juga memiliki program yaitu program pendidikan, kesehatan termasuk pemberdayaan di masyarakat. Selain itu, Partai Demokrat juga tetap melakukan survei di masyarakat.

“Pilwali 2018 Demokrat pasti akan membuka koalisi,” ujarnya.

Untuk saat ini, pasca pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat di Tarakan, pihaknya akan segera merampungkan susunan infrastruktur. Setelah merampungkan infrastruktur partai, barulah pihaknya fokus pada tahapan untuk melakukan survei.

Meski demikian, lanjut Herman, pihaknya telah siap untuk membuka koalisi dengan partai politik lainnya untuk menuju suksesi Pilwali Tarakan 2018.

Dijelaskan Herman, walaupun persaingan tiga partai besar di Jakarta untuk Pilgub DKI cukup sengit, yaitu antara PDI Perjuangan, Gerindra dan Demokrat. Dipastikan tidak akan berpengaruh terhadap koalisi partai-partai yang sama di daerah.

Artinya meski di Jakarta tiga partai tersebut tidak berkoalisi, bisa saja di daerah justru berkoalisi. Sebab, lanjut Herman, hal yang terjadi di ibu kota, tidak berpengaruh pada politik pilwali Kota Tarakan.

Herman mengaku, hingga kemarin Partai Demokrat belum membangun koalisi dengan partai-partai yang lain.

Tetapi, pihaknya akan tetap melakukan komunikasi terhadap petinggi partai yang memiliki tujuan yang sama dengan Demokrat, yaitu untuk mensejahterakan masyarakat.

“Kami akan tetap berkoalisi dengan partai manapun,” ujarnya.

 

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Tarakan, Fajar Ngewa menyatakan hingga saat ini pihaknya belum menentukan sikap siapakah figur yang akan mereka usung pada Pilwali nanti. Namun Fajar Ngewa memastikan, sesuai hasil rapat konsolidasi yang dilaksanakan oleh DPD Gerindra provinsi mendapatkan hasil bahwa pada pilkada Tarakan Juni 2018 mendatang, Gerindra akan mengusung kader terbaik yang dimiliki partai mereka.

Fajar mengatakan, ada tiga kader terbaik Partai Gerindra di Tarakan yang siap, yaitu Rudi Hartono, Yonathan Yus, dan H.Adnan Hasan Galung.

Kemudian Gerindra juga memiliki kader yang berpotensi untuk Kota Tarakan dan kini duduk di DPRD provinsi, yaitu Abdul Khair dan Ibnu Saud. “Untuk maju dalam pilwali, ini akan dibahas dalam rapat konsolidasi. Namun kami sudah bersatu (sepakat) untuk mengusung kader kami untuk maju,” kata Fajar.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pendekatan dengan partai lain untuk berkoalisi serta melakukan pendekatan bersama tokoh masyarakat di Tarakan.

“Target kami adalah mengejar Tarakan 1 (kursi wali kota),” tuturnya.

Fajar menegaskan, Partai Gerindra akan melakukan koalisi dengan partai-partai yang dianggap sejalan dengan arah perjuangan Gerindra. “Persaingan di pusat, tidak memengaruhi koalisi di daerah. Kami tetap menjalin komunikasi politik dengan partai-partai yang dianggap sejalan dalam memperjuangkan masyarakat Kota Tarakan,” imbuhnya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu tahapan pilwali yang akan dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan. Ketika sudah mendekati waktunya, barulah Gerindra akan mengeluarkan nama yang akan diusung partai.

Meski belum masuk masa tahapan, Fajar menyatakan Gerindra sudah mulai bergerak melakukan pendekatan dan mendapatkan simpati masyarakat dengan cara sendiri. Terutama bergerak memperjuangkan kepentingan umum di masyarakat. Misalnya tentang persoalan listrik, mahalnya tarif harga jaringan gas rumah tangga dan mengkritik kebijakan lainnya. Selain itu, Partai Gerindra juga aktif dalam bekerja meminimalisir banjir yang ada di Tarakan.

“Kami ingin menyampaikan bahwa Partai Gerindra saat ini adalah partainya masyarakat. Dan Gerindra akan selalu berada di tengah-tengah masyarakat dalam situasi apapun,” tegasnya.

Salah satu partai baru yang belum memiliki kursi di parlemen juga memastikan akan ikut dalam koalisi mendukung suksesnya pelaksanaan Pilwali Tarakan, Juni tahun depan.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kalimantan Utara, Ilham SH mengatakan, pihaknya siap untuk mendukung paslon-paslon yang akan maju pada Pilwali 2018.

“Kami tidak bisa mengusung kader PSI untuk menjadi calon karena tidak memiliki kursi di DPRD Tarakan, sehingga kami hanya dapat berkoalisi dengan parpol lainnya dalam pilwali nanti,” kata Ilham saat ditemui Radar Tarakan, Senin (13/2).

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 10:43

Pura-Pura Antar Teman

TARAKAN - Dalam 21 adegan rekonstruksi pada Rabu (21/2), terungkap bahwa Abdul Rajak (48) berhasil lolos…

Kamis, 22 Februari 2018 10:41

Dinkes Bingung Penyebab Keracunan

TARAKAN – Sungguh sangat mengejutkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis…

Kamis, 22 Februari 2018 10:40

BPK Ungkap Risiko Bisnis Kelalaian PDAM

TARAKAN – Kejadian yang dialami Lukas Yusuf (42), warga RT 17 Kelurahan Karang Harapan, Tarakan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:38

Utusan Sekolah yang Obsesi Mempelajari Kehidupan Masyarakat

Tuntas, dua dari empat pasangan calon (paslon) Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan dapat…

Kamis, 22 Februari 2018 10:34

Cuti Setahun, Siti Kekeh Dampingi Suami

TARAKAN - Tercatat sebagai satu-satunya aparatur sipil negara (ASN) yang mengajukan cuti selama masa…

Kamis, 22 Februari 2018 10:30

Rp 70 M untuk Bangun Balai POM

Tarakan - Guna meningkatkan pengawasan dan perlindungan bagi masyarakat terhadap obat dan makanan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:28

Dua Kali Longsor, Penanganan Masih Sementara

TARAKAN - Musibah longsor kembali terjadi di Tarakan, tepatnya di RT 4 Kelurahan Pamusian. Longsor yang…

Kamis, 22 Februari 2018 10:27

Tak Banyak Usulan, Infrastruktur Masih Baik

TARAKAN - Ketua RT 9, Kelurahan Pamusian, Eddy Suyono mengatakan, infrastruktur di wilayahnya dapat…

Rabu, 21 Februari 2018 11:21

Petugas PDAM Lalai, Konsumen Menanggung

TARAKAN - Betapa terkejutnya Lukas Yusuf (42), warga RT 17 Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Utara ketika…

Rabu, 21 Februari 2018 11:18

Gubernur Anggap Dua ASN Melecehkan UU

TARAKAN – Beredarnya foto dua kepala dinas (kadis) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .