MANAGED BY:
SELASA
30 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 14 Februari 2017 13:41
Nur Ainun Meninggal dalam Dekapan Sang Ayah

Kisah Hasmida, Korban Selamat Speedboat Karam

SELFIE: Hasmidah saat bersama anaknya Nur Ainun sebelum menyeberang ke Sebatik, Selasa (7/2) lalu. Hasmida bersama suaminya saat peristiwa terjadi ditemukan selamat, namun putri semata wayangnya akhirnya ditemukan meninggal. HASMIDAH UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, Budiman dan Hasmidah merupakan salah satu korban speedboat karam di Perairan Batu Payung, Tawau, Malaysia yang selamat dari maut. Meski mereka berdua selamat, namun tidak bagi putri tunggalnya yang berusia satu tahun enam bulan. Seperti apa kisahnya hingga lolos dari maut, berikut liputannya.

 SABRI

“Saya merasa bersyukur masih bisa hidup dan selamat dari kecelakaan speedboat karam,” ungkap Hasmidah saat mulai wawancara dengan pewarta harian ini.

Rasa syukur dan masih diberi kesempatan bagi yang Maha Kuasa selalu menjadi kalimat pembuka jika ditanya seseorang. Sebab, ibu dari Nur Ainun yang merupakan korban yang ditemukan di bibir pantai Desa Sei Manurung, Kecamatan Sebatik. Ia harus melawan kencangnya ombak dan akhirnya terdampar di bibir Pantai Tawau, Malaysia.

Walaupun Hasmidah masih sulit berkomunikasi, karena kondisinya masih belum sehat. Namun, media ini mencoba berkomunikasi dengan Hasmidah yang diiyakannya dan menceritakan detik-detik speedboat yang dinaikinya bersama 14 orang lainnya bisa karam di wilayah perbatasan laut Indonesia-Malaysia.

“Saya belum bisa diajak berkomunikasi pak, kondisi masih belum stabil. Sekarang masih dirawat di Hospital Tawau, Malaysia,” kata Hasmidah via facebook messenger kepada Radar Nunukan, Senin (13/2).

Hasmidah yang sedang terbaring di Hospital, Tawau. Akhirnya membeberkan sedikit demi sedikit kisahnya saat menaiki speedboat yang karam di Perairan Batu Payung, Tawau, Malaysia.

Kecelakaan yang tak pernah disangka terjadi, harus dialami Hasmidah beserta sang suami dan anaknya. Speedboat yang tenggelam Selasa (7/2) lalu sekira pukul 17.30 Wita tidak pernah sampai ke tujuannya di Pulau Sebatik.

Hasmida dan Budiman yang selamat, namun tetap merasakan kesedihan sebab anak kesayangan Nur Ainun harus berpisah untuk selamanya. Akibat tak bisa diselamatkan dalam kecelakaan speedboat karam tersebut. Hentakan ombak membuat Nur Ainun tak bisa bertahan dengan kondisi air yang dingin.

Awalnya 15 penumpang diangkut menggunakan perahu, saat pertengahan perjalanan ada pergantian. Seluruh penumpang diminta untuk pindah ke speedboat. Motoris perahu kayu tersebut meminta kepada penumpang untuk menaiki speedboat lain di tengah perjalanan. Karena menggunakan speedboat lebih cepat sampai di Sei Nyamuk dibanding perahu kayu.

Setelah pindah ke speedboat, barang juga ikut dipindahkan semua. Dalam perjalanan, speedboatyang dimotoris Jumak diminta untuk lebih pelan-pelan karena mayoritas penumpang adalah anak-anak. Agar tidak terjadi sesuatu di perjalanan.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 30 Mei 2017 10:23

Polisi Klaim Praperadilan Salah Alamat

NUNUKAN – Meski sebelumnya sempat tertunda, sidang praperadilan yang diajukan dua tersangka perkara…

Selasa, 30 Mei 2017 10:22

Pemkab Siapkan Dana Rp 200 Juta

NUNUKAN – Dermaga rakyat Jamaker dan Pasar Ikan tradisional ternyata mendapat perhatian khusus…

Selasa, 30 Mei 2017 10:18

Berkah Ramadan Bersama Radar Nunukan

NUNUKAN – Tim Berkah Ramadan Radar Nunukan kembali menyalurkan bantuan kepada mustahik di RT 1…

Senin, 29 Mei 2017 10:23

LIHAT..!! Puluhan Sekolah Masih Dihantam Banjir

NUNUKAN – Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (UPT Disdikbud) Kecamatan Sembakung…

Senin, 29 Mei 2017 10:21

Pasca Banjir, Banyak Penyakit Serang Masyarakat

NUNUKAN – Ratusan korban banjir di tujuh desa Kecamatan Sembakung membutuhkan pelayanan kesehatan…

Senin, 29 Mei 2017 10:20

Hisung, Lansia yang Hidup Sebatang Kara dari Desa Binusan

NUNUKAN – Program Berkah Ramadan bersama Radar Nunukan dimulai Minggu (26/5). Program ini memberikan…

Sabtu, 27 Mei 2017 10:00

Korban Banjir Tarawih Pertama di Pengungsian

NUNUKAN – Sekira 80 Kepala Keluarga (KK) dari Desa Atap bakal melaksanakan tarawih pertama di…

Sabtu, 27 Mei 2017 09:59

Jelang Ramadan, Listrik Biarpet Lagi

NUNUKAN - Kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi listrik mulai terlihat. Sebab, sejak tengah malam,…

Sabtu, 27 Mei 2017 09:56

Bangga Pernah Bertugas di Perbatasan, Banyak Kenangan yang Sulit Dilupakan

Acara malam kenal pamit atau biasa dikenal pisah sambut menjadi hari terakhir Kepala Kepolisian Resor…

Jumat, 26 Mei 2017 10:45

RSUD Terjunkan Dokter dan Perawat Bantu Korban Banjir

NUNUKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan meminta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan menerjunkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .