MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 14 Februari 2017 13:41
Nur Ainun Meninggal dalam Dekapan Sang Ayah

Kisah Hasmida, Korban Selamat Speedboat Karam

SELFIE: Hasmidah saat bersama anaknya Nur Ainun sebelum menyeberang ke Sebatik, Selasa (7/2) lalu. Hasmida bersama suaminya saat peristiwa terjadi ditemukan selamat, namun putri semata wayangnya akhirnya ditemukan meninggal. HASMIDAH UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, Budiman dan Hasmidah merupakan salah satu korban speedboat karam di Perairan Batu Payung, Tawau, Malaysia yang selamat dari maut. Meski mereka berdua selamat, namun tidak bagi putri tunggalnya yang berusia satu tahun enam bulan. Seperti apa kisahnya hingga lolos dari maut, berikut liputannya.

 SABRI

“Saya merasa bersyukur masih bisa hidup dan selamat dari kecelakaan speedboat karam,” ungkap Hasmidah saat mulai wawancara dengan pewarta harian ini.

Rasa syukur dan masih diberi kesempatan bagi yang Maha Kuasa selalu menjadi kalimat pembuka jika ditanya seseorang. Sebab, ibu dari Nur Ainun yang merupakan korban yang ditemukan di bibir pantai Desa Sei Manurung, Kecamatan Sebatik. Ia harus melawan kencangnya ombak dan akhirnya terdampar di bibir Pantai Tawau, Malaysia.

Walaupun Hasmidah masih sulit berkomunikasi, karena kondisinya masih belum sehat. Namun, media ini mencoba berkomunikasi dengan Hasmidah yang diiyakannya dan menceritakan detik-detik speedboat yang dinaikinya bersama 14 orang lainnya bisa karam di wilayah perbatasan laut Indonesia-Malaysia.

“Saya belum bisa diajak berkomunikasi pak, kondisi masih belum stabil. Sekarang masih dirawat di Hospital Tawau, Malaysia,” kata Hasmidah via facebook messenger kepada Radar Nunukan, Senin (13/2).

Hasmidah yang sedang terbaring di Hospital, Tawau. Akhirnya membeberkan sedikit demi sedikit kisahnya saat menaiki speedboat yang karam di Perairan Batu Payung, Tawau, Malaysia.

Kecelakaan yang tak pernah disangka terjadi, harus dialami Hasmidah beserta sang suami dan anaknya. Speedboat yang tenggelam Selasa (7/2) lalu sekira pukul 17.30 Wita tidak pernah sampai ke tujuannya di Pulau Sebatik.

Hasmida dan Budiman yang selamat, namun tetap merasakan kesedihan sebab anak kesayangan Nur Ainun harus berpisah untuk selamanya. Akibat tak bisa diselamatkan dalam kecelakaan speedboat karam tersebut. Hentakan ombak membuat Nur Ainun tak bisa bertahan dengan kondisi air yang dingin.

Awalnya 15 penumpang diangkut menggunakan perahu, saat pertengahan perjalanan ada pergantian. Seluruh penumpang diminta untuk pindah ke speedboat. Motoris perahu kayu tersebut meminta kepada penumpang untuk menaiki speedboat lain di tengah perjalanan. Karena menggunakan speedboat lebih cepat sampai di Sei Nyamuk dibanding perahu kayu.

Setelah pindah ke speedboat, barang juga ikut dipindahkan semua. Dalam perjalanan, speedboatyang dimotoris Jumak diminta untuk lebih pelan-pelan karena mayoritas penumpang adalah anak-anak. Agar tidak terjadi sesuatu di perjalanan.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 12:40

Bea Cukai Pasang Badan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut 2.900 ton beras asal Vietnam dengan tujuan…

Selasa, 24 April 2018 11:12

Tunjangan Khusus Guru Tak Diberikan

NUNUKAN - Sejumlah guru di Kecamatan Krayan kembali mengadukan nasib mereka di Dewan Perwakilan Rakyat…

Senin, 23 April 2018 12:23

Pos Imigrasi ‘Diserbu’ Warga

NUNUKAN – Pelayanan Imigrasi Kelas II Nunukan yang dilakukan di Pos Imigrasi Sungai Pancang Sebatik…

Senin, 23 April 2018 12:22

PR Kedua Negara Perbatasan

NUNUKAN – Permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI), penyelundupan barang haram hingga teroris…

Minggu, 22 April 2018 12:12

Kapal Berbendera Vietnam Dipaksa Sandar di Pelabuhan Tunon Taka

NUNUKAN - Kapal asal Vietnam dipaksa bersandar di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Kapal yang memiliki…

Sabtu, 21 April 2018 10:26

Warga Harus Segera Pindah

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dalam waktu dekat, akan segera membersihkan area…

Sabtu, 21 April 2018 10:14

Persoalan Lawas, Dideportasi Bukan TKI Resmi

NUNUKAN – Bekerja di luar negeri masih menjadi magnet tersendiri bagi para Warga Negara Indonesia…

Jumat, 20 April 2018 12:35

Satu Maskapai Melirik, Armada TNI Jadi Alternatif

NUNUKAN – Proses Lelang Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Nunukan-Krayan kini dilirik salah satu maskapai.…

Jumat, 20 April 2018 12:16

Zona Merah, Aset Pemprov Kaltim

NUNUKAN – Warga yang bermukim di  Rukun Tetangga (RT) 14 Jalan Antasari, Kelurahan Nunukan…

Jumat, 20 April 2018 10:11

Data Belum Valid, Gaji Guru Honorer Tertahan

NUNUKAN – Pasca dilakukan uji kompetensi guru pada Februari lalu, hingga saat ini Dinas Pendidikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .