MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 11 Februari 2017 09:25
Terakhir Bertemu, Bapak Aco Terlihat Pucat dan Tak Bersemangat

Cerita Rekan Nasir yang Jadi Korban Speedboat Tenggelam

BERCERITA: Salah satu warung kopi di Dermaga Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Utara yang menjadi Bapak Aco biasa mengobrol bersama rekannya. ASRULLAH/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, Tak ada yang menduga Nasir (43) salah seorang korban meninggal dalam musibah speedboat tenggelam bakal pergi untuk selamanya. Sebelumnya, pria yang kerap disapa Bapak Aco ini sempat bercanda bersama rekan-rekannya di warung kopi langganannya.

ASRULLAH, Sebatik

SEBELUM tersebar kabar tenggelamnya speedboat dari Tawau menuju Sebatik yang memuat 15 orang penumpang. Hal itu lebih dulu diketahui rekan-rekan Nasir yang bekerja sebagai pengurus atau mitra bagi Tenaga Keraja Indonesia (TKI) yang akan bekerja di Malaysia.

Pewarta harian ini kemudian menelusuri informasi tersebut. Sekira pukul 10.15 berangkat dari Desa Padaidi menuju Desa Aji Kuning setidaknya membutuhkan waktu 30 menit dengan menggunakan sepeda motor. Tiba di Pos Patok Tiga, Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, pewarta  bersama Komandan Pos (Danpos) Letnan Dua (Letda) Sumardi membawa awak harian ini menyaksikan aktivitas di Dermaga Tradisional Aji Kuning. Kemudian, pewarta beristirahat di salah satu warung yang tak jauh dari dermaga.

Entah mulai dari mana, sosok Bapak Aco menjadi topik pembicaraan di warung kopi tersebut. Di mata rekan-rekannya, Bapak Aco orang yang sangat baik, setiap hari pasti membantu rekan-rekannya. Asri, rekan Bapak Aco bercerita, merasa aneh ketika terakhir bertemu dengan korban. Sebelum, bertolak dari Tawau menuju Sebatik ia melihat satu rombongan speedboat yang diisi 15 orang yang terlihat pucat dan ada yang cerah di wajahnya. Setelah itu, ia kemudian melanjutkan perjalanan menuju Nunukan.

“Memang lain-lain kulihat Bapak Aco kayak layu (pucat, Red.) tapi yang lain ada juga terang (bercahaya, Red.),” bebernya menceritakan kali terakhir bertemu Bapak Aco kepada pewarta harian ini.

Setelah tiba di Dermaga Aji Kuning, pria yang kerap disapa Cerri ini mendapatakan informasi kenalan Bapak Aco yang berada di Tawau mempertanyakan speedboat yang rencananya menuju Aji Kuning belum juga tiba di Sebatik. Sedangkan, dari Tawau menuju Sebatik hanya membutuhkan waktu 15 menit, belum lagi mesin yang digunakan 200 PK.

Sekira 20 menit mendapatkan informasi tersebut, ia menyarankan ke rekan-rekannya agar segera melakukan pencarian. Namun, hal itu tidak dilakukan. Sejumlah rekannya mencoba mencari informasi dengan menghubungi rekan yang berada di Tawau. Lantaran, Bapak Aco diduga diamankan aparat keamanan Tawau, Sabah, Malaysia.

Tak hanya mencari informasi melalui rekannya yang berada di Tawau, sebagian rekan juga mencoba mencari informasi melalui orang pintar. Kemudian, berhembus kabar bahwa speedboat yang ditumpangi Bapak Aco, di mana sang motoris bernama Juma diancam menggunakan pisau tepat dileher lalu dibawa ke sebuah pulau.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 10:51

Pemilik Kue Berisi Narkoba DPO

NUNUKAN – Percobaan penyelundupan narkotika golongan satu jenis sabu-sabu skala internasional,dengan…

Selasa, 20 Februari 2018 10:29

Bukti Sudah Disiapkan

NUNUKAN – Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Pulau Sebatik, menuai protes dari masyarakat,…

Selasa, 20 Februari 2018 10:27

Dikabulkan 24 Jam, Hanya Selama Sepekan

NUNUKAN -  Masyarakat Krayan menuntut pelayanan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), yang selama…

Selasa, 20 Februari 2018 10:25

Ditemukan Rencana Pembalakan Liar

NUNUKAN - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 621/Manuntung (MTG) melakukan patroli…

Senin, 19 Februari 2018 10:35

Sabu Dalam Dubur Ketahuan Lagi

NUNUKAN – Polisi lagi-lagi mengamankan kurir narkoba jenis sabu-sabu. Barang bukti dimasukkan…

Senin, 19 Februari 2018 10:15

Warga Enggan Bayar Biaya Sertifikat

NUNUKAN – Pembuatan sertifikat tanah melalui Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) atau program…

Senin, 19 Februari 2018 10:13

Wajib Dua Ribu KTP, H. Hafid Calon DPR RI

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Nunukan hadir dalam program Obrol Parpol di Kantor Radar Nunukan,…

Senin, 19 Februari 2018 09:49

Belum Ada Solusi, Jalan Terus Dikeluhkan

NUNUKAN – Menjadi Lokasi Prioritas (Lokpri) I dan II tak membuat Krayan keluar dari kesulitan.…

Senin, 19 Februari 2018 09:40

Telur Palsu Meresahkan

NUNUKAN – Telur palsu diduga kini telah beredar di Kabupaten Nunukan. Keresahan masyarakat semakin…

Senin, 19 Februari 2018 09:38

TKI Ilegal Dipicu Migrasi Keluarga

NUNUKAN – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal tak juga mereda.  Salah satu pemicunya karena…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .