MANAGED BY:
SELASA
30 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Sabtu, 11 Februari 2017 09:25
Terakhir Bertemu, Bapak Aco Terlihat Pucat dan Tak Bersemangat

Cerita Rekan Nasir yang Jadi Korban Speedboat Tenggelam

BERCERITA: Salah satu warung kopi di Dermaga Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Utara yang menjadi Bapak Aco biasa mengobrol bersama rekannya. ASRULLAH/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, Tak ada yang menduga Nasir (43) salah seorang korban meninggal dalam musibah speedboat tenggelam bakal pergi untuk selamanya. Sebelumnya, pria yang kerap disapa Bapak Aco ini sempat bercanda bersama rekan-rekannya di warung kopi langganannya.

ASRULLAH, Sebatik

SEBELUM tersebar kabar tenggelamnya speedboat dari Tawau menuju Sebatik yang memuat 15 orang penumpang. Hal itu lebih dulu diketahui rekan-rekan Nasir yang bekerja sebagai pengurus atau mitra bagi Tenaga Keraja Indonesia (TKI) yang akan bekerja di Malaysia.

Pewarta harian ini kemudian menelusuri informasi tersebut. Sekira pukul 10.15 berangkat dari Desa Padaidi menuju Desa Aji Kuning setidaknya membutuhkan waktu 30 menit dengan menggunakan sepeda motor. Tiba di Pos Patok Tiga, Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, pewarta  bersama Komandan Pos (Danpos) Letnan Dua (Letda) Sumardi membawa awak harian ini menyaksikan aktivitas di Dermaga Tradisional Aji Kuning. Kemudian, pewarta beristirahat di salah satu warung yang tak jauh dari dermaga.

Entah mulai dari mana, sosok Bapak Aco menjadi topik pembicaraan di warung kopi tersebut. Di mata rekan-rekannya, Bapak Aco orang yang sangat baik, setiap hari pasti membantu rekan-rekannya. Asri, rekan Bapak Aco bercerita, merasa aneh ketika terakhir bertemu dengan korban. Sebelum, bertolak dari Tawau menuju Sebatik ia melihat satu rombongan speedboat yang diisi 15 orang yang terlihat pucat dan ada yang cerah di wajahnya. Setelah itu, ia kemudian melanjutkan perjalanan menuju Nunukan.

“Memang lain-lain kulihat Bapak Aco kayak layu (pucat, Red.) tapi yang lain ada juga terang (bercahaya, Red.),” bebernya menceritakan kali terakhir bertemu Bapak Aco kepada pewarta harian ini.

Setelah tiba di Dermaga Aji Kuning, pria yang kerap disapa Cerri ini mendapatakan informasi kenalan Bapak Aco yang berada di Tawau mempertanyakan speedboat yang rencananya menuju Aji Kuning belum juga tiba di Sebatik. Sedangkan, dari Tawau menuju Sebatik hanya membutuhkan waktu 15 menit, belum lagi mesin yang digunakan 200 PK.

Sekira 20 menit mendapatkan informasi tersebut, ia menyarankan ke rekan-rekannya agar segera melakukan pencarian. Namun, hal itu tidak dilakukan. Sejumlah rekannya mencoba mencari informasi dengan menghubungi rekan yang berada di Tawau. Lantaran, Bapak Aco diduga diamankan aparat keamanan Tawau, Sabah, Malaysia.

Tak hanya mencari informasi melalui rekannya yang berada di Tawau, sebagian rekan juga mencoba mencari informasi melalui orang pintar. Kemudian, berhembus kabar bahwa speedboat yang ditumpangi Bapak Aco, di mana sang motoris bernama Juma diancam menggunakan pisau tepat dileher lalu dibawa ke sebuah pulau.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 30 Mei 2017 10:23

Polisi Klaim Praperadilan Salah Alamat

NUNUKAN – Meski sebelumnya sempat tertunda, sidang praperadilan yang diajukan dua tersangka perkara…

Selasa, 30 Mei 2017 10:22

Pemkab Siapkan Dana Rp 200 Juta

NUNUKAN – Dermaga rakyat Jamaker dan Pasar Ikan tradisional ternyata mendapat perhatian khusus…

Selasa, 30 Mei 2017 10:18

Berkah Ramadan Bersama Radar Nunukan

NUNUKAN – Tim Berkah Ramadan Radar Nunukan kembali menyalurkan bantuan kepada mustahik di RT 1…

Senin, 29 Mei 2017 10:23

LIHAT..!! Puluhan Sekolah Masih Dihantam Banjir

NUNUKAN – Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (UPT Disdikbud) Kecamatan Sembakung…

Senin, 29 Mei 2017 10:21

Pasca Banjir, Banyak Penyakit Serang Masyarakat

NUNUKAN – Ratusan korban banjir di tujuh desa Kecamatan Sembakung membutuhkan pelayanan kesehatan…

Senin, 29 Mei 2017 10:20

Hisung, Lansia yang Hidup Sebatang Kara dari Desa Binusan

NUNUKAN – Program Berkah Ramadan bersama Radar Nunukan dimulai Minggu (26/5). Program ini memberikan…

Sabtu, 27 Mei 2017 10:00

Korban Banjir Tarawih Pertama di Pengungsian

NUNUKAN – Sekira 80 Kepala Keluarga (KK) dari Desa Atap bakal melaksanakan tarawih pertama di…

Sabtu, 27 Mei 2017 09:59

Jelang Ramadan, Listrik Biarpet Lagi

NUNUKAN - Kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi listrik mulai terlihat. Sebab, sejak tengah malam,…

Jumat, 26 Mei 2017 10:45

RSUD Terjunkan Dokter dan Perawat Bantu Korban Banjir

NUNUKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan meminta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan menerjunkan…

Jumat, 26 Mei 2017 10:39

WADUH..!! Staf Desa Lima Bulan Tak Gajian

NUNUKAN – Menyambut bulan suci Ramadan, kebutuhan rumah tangga pasti akan bertambah. Begitu pula…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .