MANAGED BY:
SENIN
27 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 07 Februari 2017 09:18
Wow, Cabai di KTT Tembus Rp 160 Ribu

Dari Pemasok Naik Harga, Banyak yang Busuk karena Tak Laku

MELEJIT LAGI: Harga cabai hingga Minggu (5/1), di Pasar Imbayud Taka, Kabupaten Tana Tidung tembus hingga Rp 160 ribu per kilogram. RIKO/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG – Harga cabai di Pasar Imbayud Taka di Kabupaten Tana Tidung hingga update Minggu (5/2) kembali melonjak. Harganya bahkan bisa menembus di angka Rp 160 ribu per kilogram (Kg).

Diakui salah seorang pelanggan yang kebetulan sedang mencari cabai, Erna, kepada Radar Tarakan, Minggu (5/2), harga ini cukup membuatnya mengeluh. “Cabai ini salah satu bahan untuk melengkapi menu di warung makan saya, sekarang kenapa tambah mahal,” keluh Erna.

Tak hanya Erna, pembeli lainnya, Nunik, sebagai ibu rumah tangga juga turut mengeluhkan harga cabai yang dianggap semakin ‘gila’. "Sebagai ibu rumah tangga kebutuhan cabai juga sangat diperlukan, apalagi akan melaksanakan acara. Itu menjadi salah satu kebutuhan dapur yang tidak boleh tertinggal," katanya. Namun, meski harga yang cukup mahal dan sangat memberatkan, karena kebutuhan ia tetap harus membelinya.

Sementara itu, Jumilah, pedagang cabai dan sayuran di pasar Imbayud Taka mengatakan, harga cabai rawit merah mulai stabil di harga tinggi sejak awal Januari lalu. Meski sebenarnya harga cabai rawit sempat turun pada pekan lalu, yaitu Rp 90 ribu per kilo. "Kini kembali lagi mengalami kenaikan di angka Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu per kilo," kata Jumilah.

Di tempat yang sama, Mardiah, pedagang cabai lainnya mengatakan, kenaikan harga ini diakibatkan oleh pasokan di tingkat petani sedang berkurang. Hal tersebut karena curah hujan yang cukup tinggi, sehingga distributor menaikkan harga. "Bagaimana kami tidak menjual cabai dengan harga tinggi kalau pemasok cabai dari Berau yang biasanya kami beli menaikkan harganya," keluh Mardiah.

Untuk saat ini para pemasok atau distributor menjual cabai  kepada  pihaknya dengan harga per kilogram Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu. Karenanya, para pedagang harus menjualnya dengan harga lebih tinggi. “Tapi tidak semua pedagang di sini menjual cabai karena para pedagang keberatan dengan harganya yang sangat mahal,” ungkapnya.

Pihaknya pun berharap pemerintah daerah dapat menekan harga cabai ini. Karena jika harga cabai ini terlalu mahal, dampaknya kepada pedagang dan pembeli. “Cabai-cabai yang kami beli dengan harga mahal ini menjadi busuk. Disebabkan para pembeli enggan membeli banyak karena harganya terlalu tinggi," ungkap Jumilah.

Hal ini dibenarkan pula oleh pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM. Menurut staf Perdagangan Diseprindagkop, Asriani, kenaikan harga terjadi karena stok barang berkurang, sementara permintaan cukup banyak. “Faktor cuaca berdampak terhadap proses pendistribusian cabai yang didatangkan dari luar,” kata Asriani.

Dari pantauan Radar Tarakan, memang beberapa hari lalu harga cabai di pasar Imbayud Taka ini sudah mulai naik. Namun harganya Rp 120 ribu hingga Rp 130 ribu saja per kilo. Dan sekarang harganya tembus Rp 160.000 per kilonya. (*/rko/zia/ash)


BACA JUGA

Jumat, 24 Maret 2017 09:45

Gara-Gara Jalan Berlubang, Truk BBM Terbalik

TANA TIDUNG - Mobil tangki berisi bahan bakar minyak (BBM) terbalik di jalan poros Sesayap, tepatnya…

Jumat, 24 Maret 2017 09:44

Waspada, di KTT Sudah Ada Jambret!

TANA TIDUNG - Seorang ibu rumah tangga, Wiwin, yang merupakan warga Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan…

Kamis, 23 Maret 2017 09:59

Siswa Hadapi Ujian Kelulusan, Orang Tua Harus Berperan

TANA TIDUNG – Pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) memasuki…

Rabu, 22 Maret 2017 10:24

PJU Masih Minim, Kalaupun Ada Tak Berfungsi Lagi

TANA TIDUNG – Para pengendara kendaraan bermotor harus lebih hati-hati saat melintasi sejumlah…

Senin, 20 Maret 2017 10:49

Gelar Apel, Perkokoh Rasa Nasionalisme

TANA TIDUNG- Upacara bendera dalam rangka apel 17 Hari Bulan Kopri, dilaksanakan di lapangan Pendopo…

Kamis, 16 Maret 2017 09:40

Terus Genjot Infrastruktur Jalan

TANA TIDUNG - Pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT) berupaya untuk meneruskan berbagai pembangunan…

Rabu, 15 Maret 2017 10:11

Kondisi Dermaga Memprihatinkan

TANA TIDUNG - Dermaga penumpang dan bongkar muat barang di Kecamatan Sesayap Hilir sampai saat ini kondisinya…

Rabu, 15 Maret 2017 10:06

Pentingnya Sinergitas Kegiatan SKPD

WAKIL Bupati KTT Markus berharap kepada setiap kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), termasuk…

Senin, 13 Maret 2017 10:24

Tinjau Jalan Kecamatan, Target 2018 Bisa Dinikmati

TANA TIDUNG – Untuk mengetahui progres pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tana Tidung (KTT),…

Senin, 13 Maret 2017 10:22

Hadiri Rakontekda, Harapkan Koordinasi Program Terus Meningkat

TANA TIDUNG– Belum lama ini, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung (KTT)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .