MANAGED BY:
RABU
26 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 07 Februari 2017 09:18
Wow, Cabai di KTT Tembus Rp 160 Ribu

Dari Pemasok Naik Harga, Banyak yang Busuk karena Tak Laku

MELEJIT LAGI: Harga cabai hingga Minggu (5/1), di Pasar Imbayud Taka, Kabupaten Tana Tidung tembus hingga Rp 160 ribu per kilogram. RIKO/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG – Harga cabai di Pasar Imbayud Taka di Kabupaten Tana Tidung hingga update Minggu (5/2) kembali melonjak. Harganya bahkan bisa menembus di angka Rp 160 ribu per kilogram (Kg).

Diakui salah seorang pelanggan yang kebetulan sedang mencari cabai, Erna, kepada Radar Tarakan, Minggu (5/2), harga ini cukup membuatnya mengeluh. “Cabai ini salah satu bahan untuk melengkapi menu di warung makan saya, sekarang kenapa tambah mahal,” keluh Erna.

Tak hanya Erna, pembeli lainnya, Nunik, sebagai ibu rumah tangga juga turut mengeluhkan harga cabai yang dianggap semakin ‘gila’. "Sebagai ibu rumah tangga kebutuhan cabai juga sangat diperlukan, apalagi akan melaksanakan acara. Itu menjadi salah satu kebutuhan dapur yang tidak boleh tertinggal," katanya. Namun, meski harga yang cukup mahal dan sangat memberatkan, karena kebutuhan ia tetap harus membelinya.

Sementara itu, Jumilah, pedagang cabai dan sayuran di pasar Imbayud Taka mengatakan, harga cabai rawit merah mulai stabil di harga tinggi sejak awal Januari lalu. Meski sebenarnya harga cabai rawit sempat turun pada pekan lalu, yaitu Rp 90 ribu per kilo. "Kini kembali lagi mengalami kenaikan di angka Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu per kilo," kata Jumilah.

Di tempat yang sama, Mardiah, pedagang cabai lainnya mengatakan, kenaikan harga ini diakibatkan oleh pasokan di tingkat petani sedang berkurang. Hal tersebut karena curah hujan yang cukup tinggi, sehingga distributor menaikkan harga. "Bagaimana kami tidak menjual cabai dengan harga tinggi kalau pemasok cabai dari Berau yang biasanya kami beli menaikkan harganya," keluh Mardiah.

Untuk saat ini para pemasok atau distributor menjual cabai  kepada  pihaknya dengan harga per kilogram Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu. Karenanya, para pedagang harus menjualnya dengan harga lebih tinggi. “Tapi tidak semua pedagang di sini menjual cabai karena para pedagang keberatan dengan harganya yang sangat mahal,” ungkapnya.

Pihaknya pun berharap pemerintah daerah dapat menekan harga cabai ini. Karena jika harga cabai ini terlalu mahal, dampaknya kepada pedagang dan pembeli. “Cabai-cabai yang kami beli dengan harga mahal ini menjadi busuk. Disebabkan para pembeli enggan membeli banyak karena harganya terlalu tinggi," ungkap Jumilah.

Hal ini dibenarkan pula oleh pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM. Menurut staf Perdagangan Diseprindagkop, Asriani, kenaikan harga terjadi karena stok barang berkurang, sementara permintaan cukup banyak. “Faktor cuaca berdampak terhadap proses pendistribusian cabai yang didatangkan dari luar,” kata Asriani.

Dari pantauan Radar Tarakan, memang beberapa hari lalu harga cabai di pasar Imbayud Taka ini sudah mulai naik. Namun harganya Rp 120 ribu hingga Rp 130 ribu saja per kilo. Dan sekarang harganya tembus Rp 160.000 per kilonya. (*/rko/zia/ash)


BACA JUGA

Rabu, 26 April 2017 11:30

Jaringan Lelet, Pelanggan Mengeluh

TANA TIDUNG – Sejumlah pelanggan setia pengguna jasa komunikasi PT.Telkomsel mengeluh.  Sebabnya, …

Selasa, 25 April 2017 11:53

Masuk Rumah, Maling Bawa Kabur Satu Unit Hp

TANA TIDUNG - Rumah salah seorang warga di jalan Jenderal Sudirman RT 6, Desa Tideng Pale, Kecamatan…

Jumat, 21 April 2017 10:31

Konsumsi Daging Sapi Masih Minim

TANA TIDUNG - Tingkat mengonsumsi daging sapi di Kabupaten Tana Tidung (KTT) bisa dikatakan masih sangat…

Jumat, 21 April 2017 10:29

Pemkab Gelar Ramah Tamah Bersama 111 Peserta Latsitarda

TANA TIDUNG - Setelah menyelesaikan serangkaian pembukaan kegiatan Latihan Siswa Taruna Daerah Nusantara…

Rabu, 19 April 2017 09:59

Jalan Berlubang Bikin Warga Waswas

TANA TIDUNG – Kondisi Jalan Padat Karya, Desa Tideng Pale Timur, Kecamatan Sesayap, banyak dikeluhkan…

Rabu, 19 April 2017 09:56

Apel Korpri, Wabub Minta ASN Sukseskan Kegiatan Pemerintah

TANA TIDUNG - Wakil Bupati Kabupaten Tana Tidung Markus memimpin apel gabungan yang dilaksanakan di…

Selasa, 18 April 2017 10:00

Layak Diperhatikan Pemerintah, PAD Bisa Bertambah

Kabupaten Tana Tidung (KTT) memiliki sederetan lokasi wisata alam yang indah. Beberapa di antaranya…

Sabtu, 15 April 2017 10:03

Kondisi Jalan Dikeluhkan Warga

TANA TIDUNG - Warga yang sering melintasi Jalan Aki Yulot, Desa Limbu Sedulun, tepatnya di RT 1 Kecamatan…

Kamis, 13 April 2017 10:28

Minimal Juara Dua di MTQ Provinsi

TANA TIDUNG - Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke II Tingkat Provinsi Kalimantan Utara…

Kamis, 13 April 2017 10:27

Bupati Rapatkan Barisan Jelang Latsitarda

TANA TIDUNG - Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT) Dr. H.Undunsyah, M.H. M.SI., didampingi Sekretaris…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .