MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 07 Februari 2017 09:18
Wow, Cabai di KTT Tembus Rp 160 Ribu

Dari Pemasok Naik Harga, Banyak yang Busuk karena Tak Laku

MELEJIT LAGI: Harga cabai hingga Minggu (5/1), di Pasar Imbayud Taka, Kabupaten Tana Tidung tembus hingga Rp 160 ribu per kilogram. RIKO/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG – Harga cabai di Pasar Imbayud Taka di Kabupaten Tana Tidung hingga update Minggu (5/2) kembali melonjak. Harganya bahkan bisa menembus di angka Rp 160 ribu per kilogram (Kg).

Diakui salah seorang pelanggan yang kebetulan sedang mencari cabai, Erna, kepada Radar Tarakan, Minggu (5/2), harga ini cukup membuatnya mengeluh. “Cabai ini salah satu bahan untuk melengkapi menu di warung makan saya, sekarang kenapa tambah mahal,” keluh Erna.

Tak hanya Erna, pembeli lainnya, Nunik, sebagai ibu rumah tangga juga turut mengeluhkan harga cabai yang dianggap semakin ‘gila’. "Sebagai ibu rumah tangga kebutuhan cabai juga sangat diperlukan, apalagi akan melaksanakan acara. Itu menjadi salah satu kebutuhan dapur yang tidak boleh tertinggal," katanya. Namun, meski harga yang cukup mahal dan sangat memberatkan, karena kebutuhan ia tetap harus membelinya.

Sementara itu, Jumilah, pedagang cabai dan sayuran di pasar Imbayud Taka mengatakan, harga cabai rawit merah mulai stabil di harga tinggi sejak awal Januari lalu. Meski sebenarnya harga cabai rawit sempat turun pada pekan lalu, yaitu Rp 90 ribu per kilo. "Kini kembali lagi mengalami kenaikan di angka Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu per kilo," kata Jumilah.

Di tempat yang sama, Mardiah, pedagang cabai lainnya mengatakan, kenaikan harga ini diakibatkan oleh pasokan di tingkat petani sedang berkurang. Hal tersebut karena curah hujan yang cukup tinggi, sehingga distributor menaikkan harga. "Bagaimana kami tidak menjual cabai dengan harga tinggi kalau pemasok cabai dari Berau yang biasanya kami beli menaikkan harganya," keluh Mardiah.

Untuk saat ini para pemasok atau distributor menjual cabai  kepada  pihaknya dengan harga per kilogram Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu. Karenanya, para pedagang harus menjualnya dengan harga lebih tinggi. “Tapi tidak semua pedagang di sini menjual cabai karena para pedagang keberatan dengan harganya yang sangat mahal,” ungkapnya.

Pihaknya pun berharap pemerintah daerah dapat menekan harga cabai ini. Karena jika harga cabai ini terlalu mahal, dampaknya kepada pedagang dan pembeli. “Cabai-cabai yang kami beli dengan harga mahal ini menjadi busuk. Disebabkan para pembeli enggan membeli banyak karena harganya terlalu tinggi," ungkap Jumilah.

Hal ini dibenarkan pula oleh pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM. Menurut staf Perdagangan Diseprindagkop, Asriani, kenaikan harga terjadi karena stok barang berkurang, sementara permintaan cukup banyak. “Faktor cuaca berdampak terhadap proses pendistribusian cabai yang didatangkan dari luar,” kata Asriani.

Dari pantauan Radar Tarakan, memang beberapa hari lalu harga cabai di pasar Imbayud Taka ini sudah mulai naik. Namun harganya Rp 120 ribu hingga Rp 130 ribu saja per kilo. Dan sekarang harganya tembus Rp 160.000 per kilonya. (*/rko/zia/ash)


BACA JUGA

Sabtu, 09 Juni 2018 11:03

H-6 Mulai Meningkat, H-3 Bakal Melonjak

TANA TIDUNG — Enam hari (H-6) jelang Idul Fitri 1439 Hijriah, Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Tana…

Sabtu, 09 Juni 2018 11:01

Berkah Lebaran, Tukang Cukur ‘Panen’ Pelanggan

TANA TIDUNG – Jika di momen Ramadan, penjual takjil kebanjiran omzet, sama halnya pula yang dialami…

Rabu, 06 Juni 2018 11:16

Siapkan 1,5 M untuk Penukaran Uang

TANA TIDUNG – Penukaran uang pecahan menjelang Idul Fitri juga terjadi di Tana Tidung. Sejumlah…

Selasa, 08 Mei 2018 13:11

Pemkab Terapkan Transaksi Non Tunai

TANA TIDUNG – Tata kelola keuangan sangat perlu dilakukan, guna menciptakan laporan yang bersih,…

Selasa, 24 April 2018 10:58

Operasi Cipta Kondisi, Sita Puluhan Liter Ciu

TANA TIDUNG – Polisi menggiatkan razia penyakit masyarakat di wilayah Kecamatan Sesayap, KTT,…

Selasa, 03 April 2018 09:37

Sidak Sarden, Justru Ketemu Makanan Kedaluwarsa

TANA TIDUNG - Tim gabungan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Dinas Kesehatan,…

Rabu, 07 Maret 2018 10:50

Telur yang Diduga Palsu Akan Diuji di Tarakan

TANA TIDUNG – Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Tana Tidung langsung melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .