MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 26 Januari 2017 13:09
Pejabat DPU-PRPP Pilih Bungkam

Soal Bangunan Rumah yang Terbengkalai

TERBENGKALAI: Bangunan rumah yang dibangun melalui DPU-PRPP ini masih belum diketahui pasti peruntukannya dan menjadi tidak terurus. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sejumlah pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPU-PRPP) Nunukan memilih bungkam terkait keberadaan delapan unit bangunan rumah di Rukun Tetangga (RT) 1, Rukun Warga (RW) 2, Kelurarahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan yang terbengkalai.

Akibatnya, informasi mengenai soal sumber dan besarnya dana yang digunakan belum terungkap. Para pejabat yang mengetahui tak ingin buka suara. Ada apa dengannya?

Mantan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPU-PRPP) Nunukan M. Said ST yang dihubungi media ini juga tak mendapat respon. Pertanyaan melalui jaringan ponsel tak digubris. Bahkan, pesan singkat yang disampaikan ke bersangkutan hanya dibaca tanpa ingin dibalas.

Demikian pula dengan Ir. Helmi. Kepala DPU-PRPP Nunukan ini sulit ditemui lantaran jarang berada di kantornya. Informasi dari sejumlah pegawai, Ir. Helmi sedang mengikuti kegiatan di luar kantor. “Biasanya ada rapat di kantor bupati. Kalau jam kantornya tidak tentu juga. Kadang pagi, kadang siang. Bahkan, tidak masuk,” ungkap salah seorang Satuan Pengaman (Satpam) yang ditemui media ini.

Sementara, Kepala Bidang Cipta Karya DPU-PRPP Nunukan, Andi Heriyanto ST yang baru saja menjabat mengaku tak mengetahui persis proyek tersebut. Bahkan, nilai angggaran juga demikian. “Saya masih baru juga. Semua berkas diambil pejabat yang lama. PPTK dan pegawai yang mengetahui juga dimutasi. Makanya saya tidak bisa menjelaskannya,” ungkap Kepala Bidang Cipta Karya DPU-PRPP Nunukan, Andi Heriyanto ST saat dikonfirmasi media ini.

Dikatakan, proyek yang diduga diperuntukan bagi masyarakat di wilayah pesisir itu merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan memberikan rumah layak huni. “Hanya saja, apakah bersifat hibah atau sewa itu yang saya tidak dipahami,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris DPU-PRPP Nunukan Ir. Sofyang. Dirinya mengaku tak sama sekali mengetahui adanya bangunan tersebut. Sehingga, untuk mengeluarkan pernyataan, khususnya persoalan keberadaan perumahan itu ada pada kepala dinas. “Kepala dinas yang tahu semuanya. Selain itu, hanya beliau saja yang merupakan pejabat lama yang menangani pembangunan itu,” ungkapnya menyarankan.

Keberadaan delapan unit bangunan rumah yang tidak dimanfaatkan dan dibiarkan rusak itu berawal dari informasi masyarakat sekitar. Sebab, bangunan berwarna coklat muda itu telah lama siap dibangun namun tak satupun warga dapat menempatinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bangunan yang diduga diperuntukkan bagi korban relokasi di wilayah pesisir memiliki 12 tempat tinggal. Sebab dalam satu unit bangunan terdapat 2 rumah. Lalu, di dalam rumah terdapat dua kamar tidur, satu kamar mandi , dapur dan ruang tamu. Ukuran rumah diperkirakan seluas 5 kali 8 meter.

informasi yang diperoleh media ini, bangunan yang dibangun dalam dua tahap itu telah dimiliki seorang pengusaha. Harga jualnya juga bervariasi. Tergantung letak bangunan yang diambil. Mulai Rp 70 hingga Rp 120 juta. Soal surat dan statusnya menjadi tanggung jawab si penjual.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:02
Dugaan Beras Selundupan dari Vietnam

Keuntungan Sudah Dibagi-bagi?

NUNUKAN – Beras Vietnam yang diangkut kapal MV Dong Thien Phu Golden masuk ke Sebatik diduga ada…

Rabu, 25 April 2018 11:08

Listrik Padam, UNBK SMP Terganggu

NUNUKAN – Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional Berbasik Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah…

Rabu, 25 April 2018 11:07

Harga Rumput Laut Anjlok

NUNUKAN – Sempat berada di harga Rp 20 ribu per kilogram, kini harga rumput laut kering anjlok…

Selasa, 24 April 2018 12:40

Bea Cukai Pasang Badan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut 2.900 ton beras asal Vietnam dengan tujuan…

Selasa, 24 April 2018 11:12

Tunjangan Khusus Guru Tak Diberikan

NUNUKAN - Sejumlah guru di Kecamatan Krayan kembali mengadukan nasib mereka di Dewan Perwakilan Rakyat…

Senin, 23 April 2018 12:23

Pos Imigrasi ‘Diserbu’ Warga

NUNUKAN – Pelayanan Imigrasi Kelas II Nunukan yang dilakukan di Pos Imigrasi Sungai Pancang Sebatik…

Senin, 23 April 2018 12:22

PR Kedua Negara Perbatasan

NUNUKAN – Permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI), penyelundupan barang haram hingga teroris…

Minggu, 22 April 2018 12:12

Kapal Berbendera Vietnam Dipaksa Sandar di Pelabuhan Tunon Taka

NUNUKAN - Kapal asal Vietnam dipaksa bersandar di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Kapal yang memiliki…

Sabtu, 21 April 2018 10:26

Warga Harus Segera Pindah

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dalam waktu dekat, akan segera membersihkan area…

Sabtu, 21 April 2018 10:14

Persoalan Lawas, Dideportasi Bukan TKI Resmi

NUNUKAN – Bekerja di luar negeri masih menjadi magnet tersendiri bagi para Warga Negara Indonesia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .