MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 26 Januari 2017 13:09
Pejabat DPU-PRPP Pilih Bungkam

Soal Bangunan Rumah yang Terbengkalai

TERBENGKALAI: Bangunan rumah yang dibangun melalui DPU-PRPP ini masih belum diketahui pasti peruntukannya dan menjadi tidak terurus. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sejumlah pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPU-PRPP) Nunukan memilih bungkam terkait keberadaan delapan unit bangunan rumah di Rukun Tetangga (RT) 1, Rukun Warga (RW) 2, Kelurarahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan yang terbengkalai.

Akibatnya, informasi mengenai soal sumber dan besarnya dana yang digunakan belum terungkap. Para pejabat yang mengetahui tak ingin buka suara. Ada apa dengannya?

Mantan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPU-PRPP) Nunukan M. Said ST yang dihubungi media ini juga tak mendapat respon. Pertanyaan melalui jaringan ponsel tak digubris. Bahkan, pesan singkat yang disampaikan ke bersangkutan hanya dibaca tanpa ingin dibalas.

Demikian pula dengan Ir. Helmi. Kepala DPU-PRPP Nunukan ini sulit ditemui lantaran jarang berada di kantornya. Informasi dari sejumlah pegawai, Ir. Helmi sedang mengikuti kegiatan di luar kantor. “Biasanya ada rapat di kantor bupati. Kalau jam kantornya tidak tentu juga. Kadang pagi, kadang siang. Bahkan, tidak masuk,” ungkap salah seorang Satuan Pengaman (Satpam) yang ditemui media ini.

Sementara, Kepala Bidang Cipta Karya DPU-PRPP Nunukan, Andi Heriyanto ST yang baru saja menjabat mengaku tak mengetahui persis proyek tersebut. Bahkan, nilai angggaran juga demikian. “Saya masih baru juga. Semua berkas diambil pejabat yang lama. PPTK dan pegawai yang mengetahui juga dimutasi. Makanya saya tidak bisa menjelaskannya,” ungkap Kepala Bidang Cipta Karya DPU-PRPP Nunukan, Andi Heriyanto ST saat dikonfirmasi media ini.

Dikatakan, proyek yang diduga diperuntukan bagi masyarakat di wilayah pesisir itu merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan memberikan rumah layak huni. “Hanya saja, apakah bersifat hibah atau sewa itu yang saya tidak dipahami,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris DPU-PRPP Nunukan Ir. Sofyang. Dirinya mengaku tak sama sekali mengetahui adanya bangunan tersebut. Sehingga, untuk mengeluarkan pernyataan, khususnya persoalan keberadaan perumahan itu ada pada kepala dinas. “Kepala dinas yang tahu semuanya. Selain itu, hanya beliau saja yang merupakan pejabat lama yang menangani pembangunan itu,” ungkapnya menyarankan.

Keberadaan delapan unit bangunan rumah yang tidak dimanfaatkan dan dibiarkan rusak itu berawal dari informasi masyarakat sekitar. Sebab, bangunan berwarna coklat muda itu telah lama siap dibangun namun tak satupun warga dapat menempatinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bangunan yang diduga diperuntukkan bagi korban relokasi di wilayah pesisir memiliki 12 tempat tinggal. Sebab dalam satu unit bangunan terdapat 2 rumah. Lalu, di dalam rumah terdapat dua kamar tidur, satu kamar mandi , dapur dan ruang tamu. Ukuran rumah diperkirakan seluas 5 kali 8 meter.

informasi yang diperoleh media ini, bangunan yang dibangun dalam dua tahap itu telah dimiliki seorang pengusaha. Harga jualnya juga bervariasi. Tergantung letak bangunan yang diambil. Mulai Rp 70 hingga Rp 120 juta. Soal surat dan statusnya menjadi tanggung jawab si penjual.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 12:22

Biaya Bervariasi, Tergantung Kebutuhan Caleg

NUNUKAN – Pertarungan pemilihan umum (pemilu) 2019 mulai terasa, aroma pesta demokrasi mulai panas.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:13

Swasembada Ayam, Pemerintah Tak Mampu Hentikan Pasokan Luar

NUNUKAN – Meskipun merasa telah swasembada ayam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan ternyata…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:10

Kasus Pungli Sebatik Dilimpahkan ke Kejari

NUNUKAN – Setelah setahun dilakukan penyidikan, kasus dugaan pungli agen pelayaran di Sebatik…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:08

Pakai Listrik Ilegal, Bayar Rp 19,4 Juta

NUNUKAN – Operasi Penerbitan Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:07

BAHAYA..!! Wabah Flu Burung Kembali Mengancam

NUNUKAN – Wabah flu burung kembali mengancam wilayah Sabah, Malaysia. Saat ini mulai diantisipasi…

Rabu, 15 Agustus 2018 12:56

Penanganan Abrasi Tanggung Jawab Kemen PUPR

NUNUKAN – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ari Yusnita mengaku telah menyampaikan…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:57

Cuaca di Tanah Suci Mencapai 44 Derajat

NUNUKAN - Cuaca panas yang terjadi di Tanah Suci saat ini mencapai 44 derajat selsius. Sehingga, jamaah…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:52

Menuju Lumbis Ogong, Perahu Karam

NUNUKAN – Rencana anggota legislator Nunukan yang ingin melakukan reses bersama masyarakat di…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:26

Calo TKI Diduga Lindungi Tersangka

NUNUKAN – Kepolisian dan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:15

Andalkan Dana Bagi Hasil

NUNUKAN – Sumbangsih pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Nunukan dinilai masih minim. Untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .