MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 11 Januari 2017 10:40
Kena PHK, SBSI Anggap PT DIL Tak Punya Toleransi!
TUNTUT UMK: Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Kabupaten Bulungan saat melakukan pertemuan dengan PT DIL di Kantor Distransnaker Bulungan, kemarin (10/1). IWAN KURNIAWAN/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kabupaten Bulungan menganggap perusahaan PT Dharma Intisawit Lestari (DIL) tidak memberikan toleransi kepada sejumlah buruh yang dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) SBSI Bulungan, Agustinus menegaskan hal itu saat melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan tersebut di Kantor Dinas Transmigrasi dan Tenanga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Bulungan, kemarin (10/1).

“Berbicara pada konteks kearifan, kami menganggap perusahaan tidak ada toleransi utamanya dari segi kemanusiaan,” ujarnya kepada Radar Kaltara saat ditemui usai pertemuan.

Menurut Agustinus, perusahaan yang beraktivitas di Desa Sajau Metun, Kecamatan Tanjung Palas Timur itu lebih banyak membhas pada konteks normatif dengan mengacu pada Undang-Undang yang berlaku.

“Di sini kami dari serikat buruh menolak jika ada perusahaan yang tidak memberlakukan standar UMK (Upah Minimum Kabupaten) untuk mengupah karyawannya seperti ini,” tegasnya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Distransnaker Bulungan. Hal ini guna memantau perusahaan-perusahaan yang ada di Bulungan agar memberlakukan pengupahan sesuai dengan standar UMK yang sudah ditentukan sesuai amanah UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Hari Jumat (13/1) mendatang akan ada pertemuan lagi. Apapun keputusannya nanti, yang pasti kami sangat menolak jika masih rumus yang digunakan oleh perusahaan itu masih 25 hari kerja dalam sebulan,” imbuhnya.

Dijelaskannya, pada tuntutan tersebut diketahui ada 9 orang yang terkena PHK. Sebanyak 4 orang melakukan tindakan yang dinilai melanggar ketentuan perusahaan. “Selebihnya ada yang dikatakan mangkir dari pekerjaan dan ada juga yang sakit,” bebernya.

“Tapi dalam persoalan ini, dari pihak perusahaan sudah berjanji untuk memberikan toleransi kepada beberapa buruh yang di-PHK ini. Tapi tidak semua, itu dipilih yang dianggap patut untuk diberikan pesangon,” sambungnya.

Agustinus mengaku sepenuhnya diserahkan kepada pekerja yang bersangkutan. Artinya, jika keputusan itu sudah disepakati bersama maka pihaknya tidak akan melanjutkan tuntutan tersebut. Akan tetapi, jika tidak, maka pihaknya akan teruskan perkara tersebut ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Menyikapi apa yang disampaikan, pimpinan Perusahaan PT DIL, Lubis mengatakan, sebenarnya tidak ada masalah serius yang terjadi. Menurutnya apa yang terjadi hanyalah kesalah pahaman antaran pihaknya dengan serikat buruh. “Hanya menerjemahkan Undang-Undang itu yang berbeda,” ungkapnya.

Lubis berharap pada pertemuan selanjutnya sudah ada jalan keluar dari persoalan yang terjadi. Dia bahkan menyebutkan, dari sejumlah pekerja yang terkena PHK itu, ada yang mengundurkan diri secara tertulis.

“Ada pelanggaran berat dan ada juga yang mangkir,” jelasnya seraya mengatakan berdasarkan ketentuan jika tidak hadir 5 hari berturut-turut secara otomatis dianggap mengundurkan diri.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial Kesejahteraan dan Perlindungan Tenaga Kerja paada Distransnaker Bulungan, Umar Saleh mengatakan, pihaknya akan memasilitasi pertemuan selanjutnya yang akan dilakukan di Kantor Distransnaker Bulungan. “Nanti mereka akan kembali membahas masalah UMK,” jelasnya.

Dalam pertemuan nanti, pihaknya akan tetap memasilitasi kedua pihak dengan mengacu pada UU yang berlaku. Sesuai ketentuan UU bahwa 21 hari kerja dalam sebulan, maka harus dikalikan dengan jumah pengupahan dan hasilnya harus sesuai denga UMK yang berlaku.

“Sementara ini masih ada selisih antara perusahaan dengan serikat buruh karena dari perusahaan menghitung hari kerja dalam sebulan selama 25 hari. Tapi tadi sudah komitmen dari perusahaan akan menindak lanjuti hasil dari keputusan kita hari ini (kemarin),” pungkasnya. (*/zal/iwk)


BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 11:48

Mendagri Beri Pesan Khusus untuk Kaltara

TANJUNG SELOR – Hadirnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo ke Provinsi Kalimantan…

Selasa, 24 April 2018 11:42

PAD Kecil, Gubernur Sebut Masih Wajar

TANJUNG SELOR - Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar…

Selasa, 24 April 2018 11:40

‘Ngelunjak’ ke Bupati, Pemkab Hibahkan Asetnya

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan secara resmi menghibahkan asetnya berupa gedung DPRD di Kilometer…

Senin, 23 April 2018 13:39

Dua Berkas Ditolak KPU

TANJUNG SELOR – Hari pertama penyerahan berkas dukungan bakal calon (balon) Dewan Perwakilan Daerah…

Senin, 23 April 2018 13:37

Pemkab Hibahkan Gedung DPRD ke Polda

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan memastikan akan menghibahkan Gedung DPRD…

Senin, 23 April 2018 13:31

Operasi Patuh Kembali Digelar

TANJUNG SELOR – Setelah menggelar Operasi Keselamatan belum lama ini, Kepolisian Resor (Polres)…

Senin, 23 April 2018 13:04

Lahan Bersengketa, Pelabuhan Feri Mangkrak

TANJUNG SELOR – Pasca kunjungan kerja (kunker) Kementerian Perhubungan RI di Kaltara yang meninjau…

Senin, 23 April 2018 12:58

Piutang Pajak Kendaraan Tembus Rp 10 Miliar

TANJUNG SELOR - Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat…

Senin, 23 April 2018 12:54

Panwaslu Minta Pemkab Buat Aturan Tegas

TANJUNG SELOR – Mencegah semakin maraknya spanduk bermuatan politik terpajang di sejumlah jalan…

Senin, 23 April 2018 12:53

Begini Loh, Asal Usul Terbentuknya Provinsi Kaltara

Tepat hari ini, Kaltara genap berusia 5 tahun. Namun perlu rasanya kita mengingat kembali, terbentuknya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .