MANAGED BY:
MINGGU
26 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Sabtu, 07 Januari 2017 13:16
Februari 100 Persen Tarif Nasional

Gubernur: Audit PLN Bukan untuk Mencari Kesalahan

MOMEN BERSEJARAH: Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie, Wakil Gubernur H. Udin Hianggio, Wali Kota Tarakan Ir. Sofi an Raga bersama manajemen PLN Persero dan unsur Forkopimda menekan tombol launching PT. PLN (Persero) Unit Layanan Khusus (ULK) Tarakan, kemarin (6/1). HENDI SURYADI/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Perjalanan pengelolaan kelistrikan di Tarakan mencatat sejarah baru. Jumat (6/1) kemarin, Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie resmi me-launching PT.PLN (Persero) Unit Layanan Khusus (ULK) Tarakan, sebagai pengelola kelistrikan di Tarakan.

Ini berarti mulai saat ini warga Tarakan sudah dapat menikmati tarif listrik bersubsidi yang sama dengan daerah lain di seluruh Indonesia.

Direktur Bisnis PLN Persero Regional Kalimantan, Joko Abdul Manan mengatakan, PT PLN Persero telah membentuk Unit Layanan Khusus (ULK) di Tarakan.

Mengapa hanya ULK? Dijelaskan Joko, untuk menjadi sebuah unit layanan sendiri sesuai standar PLN Persero, jumlah pelanggan listrik di Tarakan belum mencapai standar yang ditentukan yaitu minimal 150 ribu pelanggan.

Namun karena Kota Tarakan mendapat perlakuan khusus oleh PLN pusat dengan jumlah pelanggan sebanyak 50 ribu pelanggan, maka dibentuklah Unit Layanan Khusus.

Meski ditangani ULK, Joko mengatakan sistem yang ada di PLN Tarakan sekarang sudah dipindahkan secara online ke sistem PLN Persero, terutama untuk pelanggan sistem prabayar (token). Dan pelanggan listrik di Tarakan juga bisa menikmati fasilitas yang sama dengan pelanggan lainnya di seluruh Indonesia.

Misalnya, pelanggan listrik di Tarakan, bisa membayar listrik dari luar kota melalui ATM. Tidak hanya itu, pelanggan listrik di Tarakan juga bisa mengajukan penambahan daya dari luar daerah, tidak mesti harus ke kantor PLN.

Namun demikian, sebagian pelanggan di Tarakan masih ada yang akan dikenakan tarif lama untuk pemakaian Januari ini. Terutama pelanggan pasca bayar.

Hal ini terpaksa dilakukan PLN lantaran pelanggan pasca bayar sebagian datanya belum masuk dalam sistem PLN Persero. “Februari nanti semua sudah pakai tarif nasional, kalau yang pra bayar sudah live tarif nasional,” ujarnya.

Dikatakan Joko, sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017 yang sedang diajukan ke Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), PLN Persero akan menarik jaringan listrik dari Kaltim sampai ke Tanah Kuning, Nunukan, KTT dan Tarakan.

Namun, pemerintah pusat masih terhambat dengan perbaikan peraturan regulator tentang harga batu bara sesuai Permen nomor 24 tahun 2016.

“Hari ini (kemarin) sedang intens dibicarakan mengenai harga wellhead (titik penyerahan setelah sumur minyak dan gas). Kami juga sudah ke Sei Menggaris untuk mengembangkan potensi kelistrikan Kaltara,” tutur Joko.

Selain di Sei Menggaris, akan ada potensi listrik pada Energi Baru Terbarukan (EBT) dari potensi biomassa dan mikro hidro.

Namun demikian, Joko memastikan kontrak kerjasama jual beli listrik dengan PT.Medco, PT.Idec dan PT.Pertamina masih akan tetap dilanjutkan.

General Manager PLN Wilayah Kaltimra, Tohari Hadiat mengatakan untuk penyediaan kelistrikan pihaknya selalu memprediksi perkembangan dan pertumbuhan ke depan yang begitu cepat. Sehingga mesin-mesin yang sudah disiapkan diharapkan kemampuannya mampu mencukupi kebutuhan listrik jangka panjang.

“Dalam RUPTL sudah mengakomodir itu, jadi perkembangan kebutuhan listrik Tarakan sudah diprediksi, termasuk mesin pembangkit,” jelas Tohari.

Sementara itu, untuk progam jangka pendek yang direncanakan PLN Persero ULK Tarakan, akan dilakukan koordinasi dengan PT Idec agar dapat menaikkan potensi PLTU dari 2 MW menjadi 7 MW. Selain itu PLN juga akan menambah kapasitas pembangkit dengan cara menyewa mesin diesel.

Tidak cukup hanya itu, PLN Persero ULK Tarakan juga akan melakukan revitalisasi mesin berbahan bakar solar berkapasitas 2 MW menjadi dual fuel. “Jika kebutuhan daya listrik masih belum cukup, kami akan melakukan relokasi mesin yang ada di daerah lain untuk ditempatkan di Tarakan,” jelas Tohari.

Seperti yang diungkapkan Manajer ULK PLN (Persero) Tarakan, Totok Suharto, mulai 1 Januari 2017 PLN Persero tidak akan melayani pembayaran dan pembelian listrik di loket kantor. Pembayaran hanya dapat dilakukan melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di seluruh bank dengan sistem payment point online bank (PPOB).

Sistem seperti itu juga untuk menghindari tunggakan listrik.

Di tempat yang sama, Wali Kota Tarakan Sofian Raga mengatakan, walaupun kelistrikan di Kota Tarakan penuh dengan dinamika, tetapi patut disyukuri bahwa aktivitas di Kota Tarakan dapat terus berjalan.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada PLN Tarakan yang selama ini telah memberikan layanan kepada masyarakat Kota Tarakan. Sehingga dengan segala kekurangan maupun keterbatasan dan lain sebagainya, kota ini masih dapat diberikan layanan,” ujar Sofian.

Sofian juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) yang telah mengambil langkah-langkah konkret dalam rangka untuk melakukan perubahan-perubahan terhadap peningkatan pelayanan kelistrikan di Kota Tarakan.

“Harapan kita tentu PLN Persero nantinya dapat menjadi lebih baik dari yang sebelumnya, sehingga dapat meningkatkan perekonomian di Kota Tarakan kedepannya,” harapnya.

Secara bersamaan juga Gubernur Kaltara, Irianto lambrie menegaskan, peralihan tersebut akan menjadi momentum penting bagi masyarakat Tarakan. Karena dimulainya pengelolaan listrik Tarakan secara resmi dialihkan dari PT PLN Tarakan kepada PT PLN (Persero), yakni Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Ke depan ini akan menjadi catatan sejarah bagi perjalanan pemerintahan di Kaltara. Juga bagi PT PLN (Persero) bahwa kita punya tekad bagaimana listrik bisa mensejahterakan rakyat,” ujarnya.

Irianto menyampaikan bahwa tantangan terberat negara termasuk provinsi Kaltara saat ini adalah bagaimana mengurangi bahkan meniadakan masyarakat miskin.

“Apa hubungannya listrik dengan kemiskinan? Kalau di satu daerah atau negara, banyak orang yang belum bisa menikmati listrik, maka dipastikan negara atau masyarakat tersebut miskin. Karena dalam dunia modern, listrik itu menjadi kebutuhan dasar,” tutur Irianto.

Lanjutnya, sebelum menjadi gubernur, persoalan listrik di Kota Tarakan sudah sangat parah. Hanya selesai di tingkat perdebatan, tidak ada solusi yang konkret dari para pengambil kebijakan sehingga berlarut-larut.

“Pada 2003 pengelolaan listrik Tarakan dialihkan ke PLN Tarakan (swasta). Itu kurang lebih 13 tahun yang lalu. Dan sejak saat itu, masyarakat Tarakan tidak pernah lagi menerima listrik bersubsidi dari negara atau pemerintah,” ungkap Irianto.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 25 Februari 2017 09:36

Satu Paslon, Minimal 5 Kursi

TARAKAN – Pemilihan Wali Kota Tarakan yang diprediksi akan digelar pada Juni tahun depan sepertinya…

Sabtu, 25 Februari 2017 09:33

Keikhlasan Beribadah dan Menolong Sesama Melalui Donor Darah

Membantu seseorang tidak harus melulu melalui aksi-aksi besar, melainkan hal-hal kecil namun berarti…

Jumat, 24 Februari 2017 10:00

Ada Tarif Baru Gas Rumah Tangga, tapi Belum Ditetapkan

TARAKAN – Penyesuaian harga jual gas bumi di Tarakan diperkirakan akan terealisasi pada Maret…

Jumat, 24 Februari 2017 09:59

Tak Ada Aduan, Polres Tunggu Hasil Uji Sampel

TARAKAN – Hingga saat ini, Polres Tarakan belum menerima satupun aduan laporan dari korban keracunan…

Jumat, 24 Februari 2017 09:57

Hakim Nyatakan Hj. Siti Tidak Bersalah, JPU Pilih Kasasi

TARAKAN – Kasus kepabeanan yang menjerat Hj. Siti Nuraeni yang bergulir di Pengadilan Negeri (PN)…

Jumat, 24 Februari 2017 09:56

Prof Adri: Parpol Jangan Batasi Diri

TARAKAN – Pemilihan kepala daerah (pilkada) di Tarakan yang rencananya akan dilakukan pada 2018…

Jumat, 24 Februari 2017 09:54

RSUD Tarakan Masih Kurang Anggaran

KONDISI sarana maupun prasaranan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan masih perlu banyak perbaikan,…

Jumat, 24 Februari 2017 09:52

Hakim Tolak Derden Verzet Syamsuri

TARAKAN – Majelis Hakim PN Tarakan akhirnya menolak gugatan pelawan dalam perkara perdata derden…

Kamis, 23 Februari 2017 11:51

Wah, Tim Saber Pungli "Cium" Dugaan Pungli di Bidang Pendidikan

TARAKAN – Sejak dibentuknya Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Tarakan beberapa waktu…

Kamis, 23 Februari 2017 11:49

Musala Dapat Digunakan Meski Belum Diresmikan

TARAKAN – Sekitar dua bulan semenjak selesai di bangun, musala yang terletak di sudut sebelah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .