MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 06 Januari 2017 11:53
Pemkot Tarakan Digugat Kontraktor

Sidang Pertama Akan Dilakukan Rabu Pekan Depan

Kontraktor dari PT ABS, Andi Syarifuddin.

PROKAL.CO, TARAKAN- Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan digugat secara perdata di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, dari kontraktor PT Arung Bangun Semesta (ABS) dengan gugatan wanprestasi, Selasa (3/1). Dalam gugatannya, PT ABS menuntut Pemkot Tarakan, dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan untuk membayar kerugian yang diklaim mereka sebesar Rp 5 miliar. Sidang diagendakan  dilaksanakan pada Rabu, (11/1) pekan depan.

Kontraktor dari PT ABS, Andi Syarifuddin menjelaskan, gugatan tersebut  untuk menuntut haknya sebagai kontraktor setelah menyelesaikan pembangunan Laboratorium Kesehatan Dearah (Labkesda) milik Dinkes Tarakan di Jalan Hake Babu, kompleks RSUD Tarakan Tipe C, yang dikerjakan pada 2012-2013 dengan nilai kontrak Rp 12,6 miliar. Bahkan Ia mengaku sudah mendapatkan surat pemanggilan dari PN Tarakan untuk dilakukan persidangan pertama pekan depan.

“Saya sudah melakukan pekerjaan, tapi tidak dibayar (semua, Red.). Karena, pemerintah berdalih yang dibayar berdasarkan kontrak saja,” ungkapnya kepada Radar Tarakan kemarin (5/1), sembari menunjukkan surat pemanggilan dari PN Tarakan untuk persidangan pertama.

Dijelaskannya, Pemkot Tarakan menanggapinya dengan mengatakan ‘yang tidak sesuai dengan kontrak’ tidak akan dibayar. Namun, menurut Andi Syarifuddin, masih ada selisih nilai lebih pekerjaan yang harus dibayar oleh Pemkot Tarakan sebesar Rp 5 miliar, meskipun nilai kontrak Rp 12,6 miliar tersebut sudah dibayarkan oleh Pemkot Tarakan. “Jadi pekerjaan itu, pekerjaan nilainya lebih. Ada pekerjaan seperti siring, tanah timbunan. Di dalam kontrak itu tanah biasa, tapi saya mengerjakannya tanah pilihan. Karena kita melihat bahwa kalau tanah biasa itu tidak sesuai dengan apa yang di lapangan,” jelas Andi.

Diakuinya, ia terpaksa mengajukan gugatan perdata ini ke PN Tarakan, setelah menunggu selama kurun tiga tahun. Andi mengklaim, tidak ada iktikad baik dari pemerintah dan juga Dinkes Tarakan untuk mencarikan solusi menutupi kerugiannya lebih dari RP 5 miliar. “Kami gugat Pemerintah Kota Tarakan, cq Dinas Kesehatan, cq pejabat pembuat komitmen Dinas Kesehatan. Kami tidak menyebut nama dalam pengadilan, yang kami tuntut adalah instansinya, bukan secara pribadi. Jadi, saya sudah mengajukan gugatan ke pengadilan. Tinggal membuktikan bahwa pengadilan menyatakan apa yang saya kerjakan itu secara hukum yuridis sesuai dengan peraturan perundang-undangan, maka pemkot harus membayar saya,” jelasnya.

Gugatan wanprestasi, yang berarti melanggar tindakan yang sudah disepakati dan dapat dituntut. Wanprestasi adalah keadaan tidak dipenuhinya prestasi sebagaimana ditetapkan dalam perikatan karena kesalahan debitur (sengaja/lalai) atau keadaan memaksa (di luar kemampuan debitur) .

Diatur dalam KUHPer dalam pasal 1243 berbunyi Penggantian biaya, kerugian dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan mulai diwajibkan, bila debitur, walaupun telah dinyatakan Ialai, tetap Ialai untuk memenuhi perikatan itu, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dilakukannya hanya dapat diberikan atau dilakukannya dalam waktu yang melampaui waktu yang telah ditentukan.

 “Artinya pihak penggugat melakukan suatu prestasi, tapi pihak tergugat tidak menunaikan prestasi sebagaimana mestinya,” bebernya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 12:50

Rekor Awal Tahun, Empat Jam Padam

TARAKAN – Meski sudah berganti tahun, namun persoalan pemadaman listrik masih terjadi. Padahal…

Selasa, 23 Januari 2018 12:48

Lebih Banyak Menghabiskan Hari-Harinya di Rumah Sakit

Adam Al Fatah anak sulung pasangan Siti (28) dan Hery (38), harus merasakan sakit yang sudah dideritanya…

Selasa, 23 Januari 2018 12:47

Dana Suvenir Balon Capai Rp 100 Juta

TARAKAN – Memasuki masa kampanye Pilwali Tarakan para pengusaha jasa pembuatan spanduk, baliho…

Selasa, 23 Januari 2018 12:45

Enam Kelurahan Rawan Kecurangan

TARAKAN - Kecurangan pada proses pemilihan umum (Pemilu), menjadi atensi khusus yang harus disikapi…

Selasa, 23 Januari 2018 12:36

Tak Cukup Bukti, Laporan Dihentikan

TARAKAN - Gugatan pasangan Sabirin Sanyong dan Tajuddin Tuwo (Santun) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU),…

Selasa, 23 Januari 2018 12:29

Hanura Terancam Jadi Penonton pada Pemilu di Kaltara, Kok Bisa?

TARAKAN - Konflik yang terjadi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) belum…

Selasa, 23 Januari 2018 12:27

Tegaskan Imunisasi Dihalalkan MUI

TARAKAN – Target 92 persen pemberian imunisasi kepada anak-anak hingga saat ini oleh Dinas Kesehatan…

Selasa, 23 Januari 2018 12:23

Drainase Tersumbat Pasir dan Sampah

TARAKAN – Pada umumnya permasalahan di setiap lingkungan rukun tetangga (RT) hampir sama. Jika…

Senin, 22 Januari 2018 14:22

Balon-Tim Sukses Harus Melek UU

PERSOALAN biaya kampanye memang rentan mengarah ke arah black campaign. Belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya,…

Senin, 22 Januari 2018 14:19

Arief Jadi Wali Kota Selama 130 Hari

TARAKAN – Sang petahana Sofian Raga yang memutuskan untuk ingin melanjutkan kerjanya, pada Pilwali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .