MANAGED BY:
SELASA
22 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 04 Januari 2017 14:40
Ingin Kemoterapi Tapi Tak Memiliki Biaya

Derita Rosni Penderita Kanker Tulang Stadium 4

MENANGIS: Rosni (17) setiap saat menangis ketika obat pereda nyeri habis. Sambil mengucap istiqfar menahan sakit kanker tulang stadium 4 yang membuat kakinya membengkak, di rumah kontrakan di jalan Pangeran Aji Iskandar Kelurahan Juata Permai, Tarakan. AGOES SUWONDO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Tawa dan senyuman khasnya hilang begitu saja. Terganti dengan tangis setiap ia merasa kesakitan. Juara kelas pun tak lagi ia dapatkan, karena kini ia menjadi urutan terakhir di dalam kelas. Mata sayunya kini seolah redup, karena tiap detik ia kerap kali merintih akibat penyakit yang ia derita. Rosni, remaja berusia 17 tahun ini membutuhkan tangan dermawan yang ikhlas untuk membantunya sembuh dari sakit.

 

Agoes S, Tarakan

 

ENTAH, sudah berapa banyak obat yang ditebusnya untuk diminum. Entah, sudah berapa pengobatan tradisional yang keluarga usahakan. Rosni (17) tetap berurai air mata lantaran sakit teramat sangat yang ia rasakan pada sekujur tulang di tubuhnya. Terutama, di kaki sebelah kanannya yang membengkak dan mulai mengeras. Bukan tanpa usaha, biaya yang sudah dikeluarkan keluarga mulai terkuras habis karena berobat ke sana kemari namun tak mendapatkan buah kesembuhan. Berat badannya pun menyusut drastis, di usia yang masih sangat belia.

Dahulu, Rosni adalah remaja yang sangat aktif di sekolah. Mulai dari kegiatan pramuka hingga paskibra ia ikuti. Tak hanya itu, dari penuturan sang ibu, Rosni adalah anak yang rajin. Ia selalu ringan tangan untuk membantu sang ibu, Cipa (55) yang sudah menjanda. Berjualan gorengan di kampung menjadi satu-satunya keahlian yang dimiliki sang ibu.

Sepulang sekolah, Rosni tak lagi menghiraukan suara cacing perut yang ingin segera diisi oleh makanan, ia selalu mengutamakan tugasnya membantu sang ibu untuk, membeli tepung terigu yang menjadi bahan-bahan utama dagangan ibunya

Asal muasal dari penyakit yang kini ia derita adalah saat si gadis bungsu ini tertabrak oleh sebuah pikap, saat itu Rosni tengah melakukan aktivitas seperti biasa seusai pulang sekolah yaitu membeli bahan-bahan untuk dagangan sang ibu.

Brrrakkkkkkkk.... besi-besi keras depan mobil pikap menghantam tubuh Rosni, membuat lengan kirinya patah, lututnya terhempas keras ke jalan aspal, dagu Rosni yang mungilpun ikut terobek sehingga mengeluarkan darah segar yang tak berhenti. Sesaat setelah ia menyadari luka tubuhnya, Rosni tak peduli ia langsung mengingat barang belanjaannya dan segera mengumpulkan tepung terigu yang berhambur di jalan tanpa menghiraukan sakit akibat tabrakan tersebut.

"Masih dia berfikir akan saya marahi saat itu, sedangkan saya sudah menangis melihat badannya luka-luka," terang sang ibu menceritakan kisah awal sebelum Rosni divonis mengidap kanker tulang.

Beberapa waktu berselang, Rosni pulih dari luka akibat kecelakaan setahun lalu. Hingga tiba saat ibunya mendapati Rosni sering merendam kakinya di air. Cipa, sang ibupun menegur hal tersebut.

"Panas kakiku mak," terang Cipa saat menirukan keluhan si bungsu.

Sejak saat itu, Rosni sering mengeluh pusing dan sakit di sekujur tulangnya. Merendam dan bahkan mengguyur kakinya dengan air dingin tak lagi mampu meredakan sakit. Orang-orang di kampung sempat menyangka jika Rosni terkena guna-guna. Pasalnya, sakit yang dirasakan berpindah-pindah di sekujur tulangnya. Dimulai dari berobat ke tabib kampung tak membuat sakitnya mereda. Hingga tiba saat enam bulan lalu, saat kaki kanan Rosni mulai membengkak hingga menyebabkan ia kesulitan berjalan.

Sang kakak Ratih (25) mulai curiga dengan sakit yang dikeluhkan adik bungsunya. Ia pun membawa Rosni ke RSUD Tarakan untuk diperiksa. Bukan kepalang kagetnya keluarga, saat tahu bahwa Rosni didiagnosa menderita kanker tulang yang sudah masuk stadium 4.

"Hancur hati kami mendengar ini dan sempat kata dokter Rosni bisa saja diamputasi," terang Ratih.

Obat demi obat ditebus untuk diminum, hanya demi meredakan sakit Rosni yang tak kunjung sembuh. Dalam 5 bulan ini Rosni sudah kehilangan separuh berat badannya, hanya menyebut nama Allah SWT dengan air mata bercucuran dan merintih kesakitan yang bisa ia lakukan. Pihak keluarga sudah membawa Rosni ke RSUD Tarakan untuk dirawat.

"Namun karena kata dokter keterbatasan alat, adik kami ini hanya diberi resep obat saja. Kami juga diberi surat rujukan ke rumah sakit di Surabaya. Namun memang kami terkendala dana, sedangkan untuk berangkat ke sana kami sudah kehabisan uang," terang sang kakak yang sehari-hari berjualan gorengan.

Rosni dan keluarganya yang tinggal di rumah kontrakan di jalan Pangeran Aji Iskandar Blok E No.206 di RT.21 Perum PNS kini sangat mengharapkan, bantuan dari dermawan yang sudi membantu biaya keberangkatan bagi adiknya ke Surabaya untuk berobat.

Untung tak bisa diraih, walau keikutsertaan sebagai peserta BPJS sedikit meringankan beban, namun Rosni hanya bisa menelan obat pereda nyeri sambil mengerang sakit dan terus menyebut nama Allah SWT untuk meringankan deritanya.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 21 Mei 2018 21:04

Pemkot Pengin Mengadu ke Kemendagri

TARAKAN - Rencana pengalihan sejumlah aset Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

Senin, 21 Mei 2018 17:43

Terduga Jaringan ISIS Sebut Dirinya Iseng

TANJUNG SELOR – Terduga teroris AS (22) yang beberapa waktu lalu diamankan Densus 88 Antiteror,…

Senin, 21 Mei 2018 12:49

Kadin Bingung Birokrasi Kewenangan di Laut

Beras 2.900 ton dari Vietnam. Begitu temuan aparat Kamis 19 April lalu. Kapal Vietnam Dong Thien Phu…

Senin, 21 Mei 2018 12:45

Hidup dari Pecahan Batu Kerikil

Tidak selamanya kehidupan layak dan dinikmati dengan nyaman. Sennang, nenek berusia 72 tahun di RT 61…

Senin, 21 Mei 2018 12:32

Tak Ada Bom, EF Dipulangkan

PRIA berinisial EF yang sempat membuat heboh Bandara Internasional Juwata Tarakan pada Jumat (18/5),…

Senin, 21 Mei 2018 12:29

Perketat Lingkungan, Poskamling Harus Aktif

TARAKAN – Mengantisipasi tindak kriminal di lingkungan rukun tetangga (RT), masing-masing Ketua…

Senin, 21 Mei 2018 11:16

Waspada Indekos dan Kontrakan

SEJAK penangkapan AS, terduga kelompok ISIS di Karang Anyar, Tarakan Barat, Kamis 17 Mei lalu, Pemerintah…

Senin, 21 Mei 2018 11:11

Pelunasan Tahap Kedua Menunggu Dua CJH

GELOMBANG kedua tahap pelunasan biaya haji kembali dibuka sejak 16 Mei lalu hingga 25 Mei mendatang.…

Senin, 21 Mei 2018 11:08

Jeli dan Perketat TPS

TARAKAN - Penggunaan lilin pada jari kelingking saat pemilihan memang harus dicegah. Pasalnya, jika…

Senin, 21 Mei 2018 11:02

Prioritaskan Dua Item di Musrenbang

TARAKAN – Di lingkungan RT 1, Kelurahan Kampung Enam memprioritaskan dua item dalam usulan Musyawarah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .