MANAGED BY:
MINGGU
26 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 03 Januari 2017 11:58
Pengelola Pelabuhan Tawau Dinilai Lecehkan Indonesia

Pembelian Karcis Pelabuhan Tawau di Tunon Taka

KEMBALI BERULAH: Karcis masuk ke Pelabuhan Tawau turut dijual di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. DPRD pun menilai persoalan itu sama dengan melecehkan Indonesia. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pengelola Pelabuhan Tawau tampaknya semakin berani menerapkan kebijakan yang dibuatnya. Tak hanya menerapkan di wilayahnya, penarikan retribusi senilai Ringgit Malaysia (RM) 15 atau setara Rp 45 ribu untuk masuk Pelabuhan Tawau tersebut juga diberlakukan di wilayah Pelabuhan Tunon Taka Nunukan yang merupakan wilayah Indonesia.

Ironisnya, yang bertugas melakukan pemungutan karcis buatan Malaysia itu justru Warga Negara Indonesia (WNI) sendiri. Tak hanya tiket kapal, para penumpang tujuan Tawau, Malaysia diwajibkan untuk membayar karcis masuk Pelabuhan Tawau tersebut  sebelum ikut berlayar.

“Iya, memang ada karcisnya dijual di sini (Nunukan, Red.). Orang kapal yang disuruh jual. Mereka juga disuruh sama pengelola pelabuhan di Tawau. Karena, biar bagaimanapun tetap juga beli karcis kalau sudah di Tawau,” ungkap Ruddin, salah seorang mitra kapal yang sempat ditemui media ini kemarin.

Bahkan, lanjutnya, penarikan itu dilakukan secara terang-terangan. Awalnya hanya dilakukan di kapal ketika sedang berlayar. Namun, saat ini mulai berubah. Penarikan juga sudah dimulai di daratan. “Infonya, kalau pemilik kapal tidak lakukan, maka uang pembelian tiket penumpang yang dipotong,” ujarnya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan H. Danni Iskandar mengaku apa yang dilakukan pengelola Pelabuhan Tawau sudah sangat keterlaluan. Sebab, pengutan karcis masuk ke Pelabuhan Tawau yang diterapkan di wilayah Indonesia termasuk pelecahan juga.

“Seharunya, harga karcisnya itu nanti diminta ketika penumpang tiba di Tawau saja. Jangan penumpang masih di Nunukan sudah diminta untuk membayar karcisnya disesuaikan dengan pembelian tiket kapal pula,” kesalnya.

Hal semacam ini sudah dapat dinamakan Pungutan Liar. (Pungli) sebab, tidak ada dasar hukumnya. Jika retribusi itu untuk Pelabuhan Tunon Taka, dalam hal ini PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Cabang Nunukan, tentu disertai dengan dasar hukum. Tidak asal memungut saja. “Kalau inikan sudah keterlaluan. Makanya saya mengajak kepada pemilik kapal itu untuk tegas. Kompak menolak hal semacam itu,” ungkapnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 25 Februari 2017 09:19

SOA Penumpang Belum Dilelang

NUNUKAN – Subsidi Ongkos Angkut (SOA) penumpang dengan rute Nunukan-Long Bawan, Kecamatan Krayan…

Jumat, 24 Februari 2017 09:38

Kecamatan Buka Posko Pengaduan

NUNUKAN – Wacana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan untuk membangun Pasar Induk Perbatasan…

Jumat, 24 Februari 2017 09:36

Jabatan Sekretaris KPU Masih Kosong

NUNUKAN – Sejak dilakukan mutasi 10 Januari lalu, jabatan sekretaris di Komisi Pemilihan Umum…

Rabu, 22 Februari 2017 20:40

Pasar Terbengkalai, Selisun Bakal Jadi RTH

NUNUKAN – Lokasi pasar rakyat Kelurahan Selisun yang terbengkalai akhirnya dimanfaatkan. Pasar…

Rabu, 22 Februari 2017 20:37

Hasil Pertanian Masyarakat Dijual Murah

NUNUKAN – Para petani di Nunukan harus gigit jari, akibat hasil pertaniannya dijual murah. Sebelumnya,…

Rabu, 22 Februari 2017 20:33

Pekan Depan, Sidang Sabu 5 Kg Hadirkan Hafiz

NUNUKAN – Selesai memeriksa tiga saksi dari kepolisian, Jaksa Penuntut Umum (JPU) kembali akan…

Rabu, 22 Februari 2017 20:30

Prestasi Atlet Terbentur Anggaran

NUNUKAN – Anggaran menjadi salah satu faktor penting di cabang olahraga (Cabor) tertentu. Minimnya…

Rabu, 22 Februari 2017 20:28

Usulkan Penambahan 72 Ribu Tabung LPG 3 Kg

NUNUKAN – Ketersedian Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) yang terbatas, membuat PT.…

Rabu, 22 Februari 2017 20:25

Disdikbud Pastikan Ambil Bagian

EVENT garapan Radar Nunukan yang bertajuk ‘Generasi Bebas Narkoba Run 5K’ terus mendapat…

Rabu, 22 Februari 2017 20:22

Korban Selamat Speedboat Karam Segera Dipulangkan

NUNUKAN – Pasangan Suami Istri (Pasutri) Budiman Muslimin (26) dan Hasmida Masaniaga (24) yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .