MANAGED BY:
MINGGU
25 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 03 Januari 2017 11:58
Pengelola Pelabuhan Tawau Dinilai Lecehkan Indonesia

Pembelian Karcis Pelabuhan Tawau di Tunon Taka

KEMBALI BERULAH: Karcis masuk ke Pelabuhan Tawau turut dijual di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. DPRD pun menilai persoalan itu sama dengan melecehkan Indonesia. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pengelola Pelabuhan Tawau tampaknya semakin berani menerapkan kebijakan yang dibuatnya. Tak hanya menerapkan di wilayahnya, penarikan retribusi senilai Ringgit Malaysia (RM) 15 atau setara Rp 45 ribu untuk masuk Pelabuhan Tawau tersebut juga diberlakukan di wilayah Pelabuhan Tunon Taka Nunukan yang merupakan wilayah Indonesia.

Ironisnya, yang bertugas melakukan pemungutan karcis buatan Malaysia itu justru Warga Negara Indonesia (WNI) sendiri. Tak hanya tiket kapal, para penumpang tujuan Tawau, Malaysia diwajibkan untuk membayar karcis masuk Pelabuhan Tawau tersebut  sebelum ikut berlayar.

“Iya, memang ada karcisnya dijual di sini (Nunukan, Red.). Orang kapal yang disuruh jual. Mereka juga disuruh sama pengelola pelabuhan di Tawau. Karena, biar bagaimanapun tetap juga beli karcis kalau sudah di Tawau,” ungkap Ruddin, salah seorang mitra kapal yang sempat ditemui media ini kemarin.

Bahkan, lanjutnya, penarikan itu dilakukan secara terang-terangan. Awalnya hanya dilakukan di kapal ketika sedang berlayar. Namun, saat ini mulai berubah. Penarikan juga sudah dimulai di daratan. “Infonya, kalau pemilik kapal tidak lakukan, maka uang pembelian tiket penumpang yang dipotong,” ujarnya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan H. Danni Iskandar mengaku apa yang dilakukan pengelola Pelabuhan Tawau sudah sangat keterlaluan. Sebab, pengutan karcis masuk ke Pelabuhan Tawau yang diterapkan di wilayah Indonesia termasuk pelecahan juga.

“Seharunya, harga karcisnya itu nanti diminta ketika penumpang tiba di Tawau saja. Jangan penumpang masih di Nunukan sudah diminta untuk membayar karcisnya disesuaikan dengan pembelian tiket kapal pula,” kesalnya.

Hal semacam ini sudah dapat dinamakan Pungutan Liar. (Pungli) sebab, tidak ada dasar hukumnya. Jika retribusi itu untuk Pelabuhan Tunon Taka, dalam hal ini PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Cabang Nunukan, tentu disertai dengan dasar hukum. Tidak asal memungut saja. “Kalau inikan sudah keterlaluan. Makanya saya mengajak kepada pemilik kapal itu untuk tegas. Kompak menolak hal semacam itu,” ungkapnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 24 Juni 2017 20:21

Ratusan Personel Gabungan Amankan Takbiran Keliling

NUNUKAN - Sebanyak 450 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan jalan perayaan takbiran keliling…

Sabtu, 24 Juni 2017 14:32

Gara-Gara Main Korek Api, Bocah 2 Tahun Nyaris Bakar Rumah Mewah Ini

NUNUKAN – Kelalaian orang tua dalam pengawasan anak bisa berujung fatal. Seperti yang terjadi…

Jumat, 23 Juni 2017 10:34

H-3 Lonjakan Penumpang di PLBL Belum Terlihat

NUNUKAN – Penumpang yang melalui Pelabuhan Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung Nunukan…

Jumat, 23 Juni 2017 10:33

Penumpang Kapal Diperiksa Aparat Gabungan

NUNUKAN – Untuk mengantisipasi adanya eksodus teroris dari Marawi, Filipina, tim aparat gabungan…

Kamis, 22 Juni 2017 12:48

Moratorium DOB Berlanjut hingga 2018

NUNUKAN – Moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB) yang masih dilakukan pemerintah membuat sejumlah…

Kamis, 22 Juni 2017 12:47

Penambahan Rombel SMA Ditolak

NUNUKAN - Keputusan adanya penambahan rombongan belajar (rombel) pada Penerimaan Peserta Didik Baru…

Rabu, 21 Juni 2017 11:13

Carut Marut PPDB SMA

NUNUKAN – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) telah…

Rabu, 21 Juni 2017 11:11

Menyambung Hidup, Jadi Pedagang Asongan dan Guru Mengaji

NUNUKAN – Sepekan menjelang Idul Fitri, tim Berkah Ramadan tetap menyalurkan bantuan dengan menyambangi…

Senin, 19 Juni 2017 11:37

Diduga Pungli..!! Tim Intelijen TNI Tangkap Oknum Polisi

NUNUKAN – Tim Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) wilayah Pulau Sebatik yang terdiri dari Satuan…

Senin, 19 Juni 2017 11:32

Barang Penumpang Menumpuk, Bea Cukai Tambah Personel

NUNUKAN – Personel Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .