MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 03 Januari 2017 11:58
Pengelola Pelabuhan Tawau Dinilai Lecehkan Indonesia

Pembelian Karcis Pelabuhan Tawau di Tunon Taka

KEMBALI BERULAH: Karcis masuk ke Pelabuhan Tawau turut dijual di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. DPRD pun menilai persoalan itu sama dengan melecehkan Indonesia. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pengelola Pelabuhan Tawau tampaknya semakin berani menerapkan kebijakan yang dibuatnya. Tak hanya menerapkan di wilayahnya, penarikan retribusi senilai Ringgit Malaysia (RM) 15 atau setara Rp 45 ribu untuk masuk Pelabuhan Tawau tersebut juga diberlakukan di wilayah Pelabuhan Tunon Taka Nunukan yang merupakan wilayah Indonesia.

Ironisnya, yang bertugas melakukan pemungutan karcis buatan Malaysia itu justru Warga Negara Indonesia (WNI) sendiri. Tak hanya tiket kapal, para penumpang tujuan Tawau, Malaysia diwajibkan untuk membayar karcis masuk Pelabuhan Tawau tersebut  sebelum ikut berlayar.

“Iya, memang ada karcisnya dijual di sini (Nunukan, Red.). Orang kapal yang disuruh jual. Mereka juga disuruh sama pengelola pelabuhan di Tawau. Karena, biar bagaimanapun tetap juga beli karcis kalau sudah di Tawau,” ungkap Ruddin, salah seorang mitra kapal yang sempat ditemui media ini kemarin.

Bahkan, lanjutnya, penarikan itu dilakukan secara terang-terangan. Awalnya hanya dilakukan di kapal ketika sedang berlayar. Namun, saat ini mulai berubah. Penarikan juga sudah dimulai di daratan. “Infonya, kalau pemilik kapal tidak lakukan, maka uang pembelian tiket penumpang yang dipotong,” ujarnya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan H. Danni Iskandar mengaku apa yang dilakukan pengelola Pelabuhan Tawau sudah sangat keterlaluan. Sebab, pengutan karcis masuk ke Pelabuhan Tawau yang diterapkan di wilayah Indonesia termasuk pelecahan juga.

“Seharunya, harga karcisnya itu nanti diminta ketika penumpang tiba di Tawau saja. Jangan penumpang masih di Nunukan sudah diminta untuk membayar karcisnya disesuaikan dengan pembelian tiket kapal pula,” kesalnya.

Hal semacam ini sudah dapat dinamakan Pungutan Liar. (Pungli) sebab, tidak ada dasar hukumnya. Jika retribusi itu untuk Pelabuhan Tunon Taka, dalam hal ini PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Cabang Nunukan, tentu disertai dengan dasar hukum. Tidak asal memungut saja. “Kalau inikan sudah keterlaluan. Makanya saya mengajak kepada pemilik kapal itu untuk tegas. Kompak menolak hal semacam itu,” ungkapnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 18:38

BREAKING NEWS!!! Speedboat Ditabrak, Penumpang Diduga TKI Yang...

NUNUKAN - Kecelakaan lalu lintas perairan kembali memakan korban, Selasa (23/1/2018). Satu unit speedboat …

Selasa, 23 Januari 2018 12:54

Menang PTUN, Tiga Pejabat Dilantik

NUNUKAN – Tiga aparatur sipil negara (ASN) yang memenangkan gugatan terhadap Bupati Nunukan, Hj.…

Selasa, 23 Januari 2018 12:52

AWAS KELUPAAN..ASN Dilarang Komentar di Facebook

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura yang baru saja melantik empat aparatur sipil negara (ASN)…

Selasa, 23 Januari 2018 12:30

Pemanfaatan Air Masih Sebatas Desa Lapri

EMBUNG Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara mulai dapat dimanfaatkan warga. Saat ini sebanyak 170 rumah…

Selasa, 23 Januari 2018 12:09

APBD Lambat, SOA Terdampak

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Penumpang 2018 hingga saat ini belum juga berjalan. Padahal, aktivitas…

Selasa, 23 Januari 2018 12:08

12 Tahun Jembatan Tak Tersentuh Perbaikan

NUNUKAN - Dermaga Inhutani dan Sungai Bolong merupakan dermaga vital bagi petani dan pedagang. Sebab,…

Selasa, 23 Januari 2018 12:06

Aktifkan Pos Kamling, Tempatkan Personel Ronda Malam

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan turun tangan menangani maraknya aksi pencurian akhir-akhir…

Selasa, 23 Januari 2018 11:58

Beras ‘Tetangga’ Makin Langka

MESKIPUN harga beras asal Tawau, Malaysia tak semahal beras dalam negeri, masyarakat Nunukan tetap bertahan…

Senin, 22 Januari 2018 14:13

Rp 250 Miliar untuk PLTMG Mansapa

NUNUKAN – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Kelurahan Mansapa, Kecamatan…

Senin, 22 Januari 2018 14:02

Jangan Curhat di Medsos, Tapi Laporkan!

NUNUKAN – Ada banyak faktor yang melatarbelakangi sejumlah aksi kriminalitas akhir-akhir ini.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .