MANAGED BY:
SELASA
17 JANUARI
HOME | RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 03 Januari 2017 11:58
Pengelola Pelabuhan Tawau Dinilai Lecehkan Indonesia

Pembelian Karcis Pelabuhan Tawau di Tunon Taka

KEMBALI BERULAH: Karcis masuk ke Pelabuhan Tawau turut dijual di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. DPRD pun menilai persoalan itu sama dengan melecehkan Indonesia. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pengelola Pelabuhan Tawau tampaknya semakin berani menerapkan kebijakan yang dibuatnya. Tak hanya menerapkan di wilayahnya, penarikan retribusi senilai Ringgit Malaysia (RM) 15 atau setara Rp 45 ribu untuk masuk Pelabuhan Tawau tersebut juga diberlakukan di wilayah Pelabuhan Tunon Taka Nunukan yang merupakan wilayah Indonesia.

Ironisnya, yang bertugas melakukan pemungutan karcis buatan Malaysia itu justru Warga Negara Indonesia (WNI) sendiri. Tak hanya tiket kapal, para penumpang tujuan Tawau, Malaysia diwajibkan untuk membayar karcis masuk Pelabuhan Tawau tersebut  sebelum ikut berlayar.

“Iya, memang ada karcisnya dijual di sini (Nunukan, Red.). Orang kapal yang disuruh jual. Mereka juga disuruh sama pengelola pelabuhan di Tawau. Karena, biar bagaimanapun tetap juga beli karcis kalau sudah di Tawau,” ungkap Ruddin, salah seorang mitra kapal yang sempat ditemui media ini kemarin.

Bahkan, lanjutnya, penarikan itu dilakukan secara terang-terangan. Awalnya hanya dilakukan di kapal ketika sedang berlayar. Namun, saat ini mulai berubah. Penarikan juga sudah dimulai di daratan. “Infonya, kalau pemilik kapal tidak lakukan, maka uang pembelian tiket penumpang yang dipotong,” ujarnya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan H. Danni Iskandar mengaku apa yang dilakukan pengelola Pelabuhan Tawau sudah sangat keterlaluan. Sebab, pengutan karcis masuk ke Pelabuhan Tawau yang diterapkan di wilayah Indonesia termasuk pelecahan juga.

“Seharunya, harga karcisnya itu nanti diminta ketika penumpang tiba di Tawau saja. Jangan penumpang masih di Nunukan sudah diminta untuk membayar karcisnya disesuaikan dengan pembelian tiket kapal pula,” kesalnya.

Hal semacam ini sudah dapat dinamakan Pungutan Liar. (Pungli) sebab, tidak ada dasar hukumnya. Jika retribusi itu untuk Pelabuhan Tunon Taka, dalam hal ini PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Cabang Nunukan, tentu disertai dengan dasar hukum. Tidak asal memungut saja. “Kalau inikan sudah keterlaluan. Makanya saya mengajak kepada pemilik kapal itu untuk tegas. Kompak menolak hal semacam itu,” ungkapnya.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 16 Januari 2017 17:24

Ada Apa? Puluhan Ibu-Ibu 'Serbu' DPRD

NUNUKAN - Puluhan Ibu Rumah Tangga (IRT) mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan…

Senin, 16 Januari 2017 16:19

Tegaskan Mutasi Hak Prerogatif Bupati

NUNUKAN – Terkait 28 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan…

Senin, 16 Januari 2017 16:15

Defisit Anggaran Tersisa Rp 15 Miliar

NUNUKAN – Setelah mendapat dana transfer dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI sebesar Rp 28…

Senin, 16 Januari 2017 16:10

Cocokkan Hasil Laporan, Petugas Lapas Diperiksa Dua Jam

NUNUKAN – Setelahmenerima hasilpemeriksaandari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Nunukan,…

Senin, 16 Januari 2017 16:04

Gubernur Bakal Bentuk Perusda Tangani SOA ke Krayan

NUNUKAN – Menanggapi persoalan berakhirnya Subsidi Ongkos Angkut (SOA) penumpang untuk wilayah…

Senin, 16 Januari 2017 16:00

Lakukan Prosesi Tabur Bunga di Perairan Perbatasan

15 Januari dalam kalender TNI AL kerap diperingati sebagai Hari Dharma Samudera, di mana dalam peringatan…

Sabtu, 14 Januari 2017 10:12

Setelah Mutasi, Bupati Baru Bersurat

NUNUKAN – Kontroversi pelaksanaan mutasi terhadap Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan…

Sabtu, 14 Januari 2017 10:11

Lima Sekolah Siap Gelar UBK

NUNUKAN – Lima sekolah di Kabupaten Nunukan siap melaksanakan Ujian Berbasis Komputer (UBK) dalam…

Sabtu, 14 Januari 2017 10:06

Bantah Mainkan Nomor Porsi Haji

NUNUKAN – Keinginan umat Islam di Indonesia, termasuk di Kabupaten Nunukan untuk menunaikan ibadah…

Sabtu, 14 Januari 2017 10:04

Terkendala Izin Pengiriman, Krayan Masih Gelap

NUNUKAN – Pengiriman tiga unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke wilayah Krayan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .