MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 28 November 2016 11:13
Di Kota Ini, Ribuan Bom Peninggalan Sekutu Masih Terpendam
BOM AKTIF: Ditemukan di Sebengkok saat penggalian proyek penanganan banjir. DOKUMEN/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Bukan menjadi rahasia lagi ribuan bom masih terkubur di berbagai lokasi di Pulau Tarakan. namun perlahan, bom-bom yang terkubur itu satu persatu mulai ditemukan pada saat adanya kegiatan proses penggalian, baik proyek penanganan banjir Tarakan, maupun jaringan gas (jargas) Tarakan.

Bom-bom tersebut diyakini berasal dari sisa saat invasi sekutu yang dipimpin oleh tentara Australia pada tahun kekalahan Kekaisaran Jepang dalam perang dunia (PD) II, 1945 silam. Sebagian besar bom-bom temuan tersebut merupakan bom yang dijatuhkan oleh pihak sekutu (Australia), yang dijatuhkan dari udara oleh pesawat pembom berbaling-baling empat, Liberator. Sementara sisanya berasal dari tembakan kapal perang Angkatan Laut (AL) Sekutu, dan tembakan pertahanan tentara AL dan Angkatan Darat (AD) Jepang.

Berdasarkan penggalian berbagai literatur yang dilakukan oleh Radar Tarakan, diketahui ribuan bom yang selama ini didapat di kedalaman 1,5 hingga 2,5 meter di dalam lapisan tanah Tarakan berasal dari invasi pasukan sekutu yang dipimpin oleh tentara Australia, terutama pada pengeboman dari udara dan laut pada Juni 1945. Bom-bom tersebut tidak meledak, karena mengenai lapisan lunak dan basah dari rawa-rawa di Tarakan, sehingga seiring berjalannya waktu tertimbun oleh lapisan tanah karena berbagai proses, seperti sedimentasi muara sungai, maupun erosi dari gunung dan lain-lain. Diyakini dalam lapisan tanah Tarakan masih tertimbun ribuan bom lain yang dapat meledak sewaktu-waktu.

Dalam skripsi mahasiswa Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Mohamad Yanuar Hafidh yang dipublikasi oleh Digital Library (Digilib) UI tahun 2008, pada halaman 83-90 dijelaskan dalam rencana operasi oleh pihak tentara Sekutu yang diberi nama sandi “Oboe One” untuk merebut Pulau Tarakan, Sekutu bertujuan untuk menguasai jalur suplai minyak Jepang, terutama untuk memutus rantai minyak yang dikirim ke Jepang, dan menguasai bandara militer strategis di Pulau tersebut.

Untuk melaksanakannya, pihak sekutu paling awal melancarkan operasi intelijen dengan menculik beberapa nelayan pribumi Tarakan, untuk memperoleh informasi berharga terkait kedudukan militer Jepang di Tarakan.

“Kegiatan ini dipimpin oleh Kapten David Prentice, dari Service Reconnaissance Department (SRD). Mereka juga mengumpulkan informasi dari pulau seberang (Tanah Merah),” tulis Mohamad.

Berbeda dengan penyerangan awal Jepang yang mencapai 20 ribu serdadu dengan peralatan lengkap. Saat invasi sekutu tersebut, Jepang hanya mengandalkan sekitar 2.200 serdadu AD dan AL dengan peralatan seadanya, sedikit senapan mesin ringan, senjata berat, tanpa tank, tanpa pesawat tempur dan bunker-bunker pertahanan yang menyimpan amunisi tidak terlalu banyak.

Meski begitu AL Jepang beruntung karena mempunyai senjata pertahanan pantai, namun tidak terlalu berfungsi banyak saat pendaratan sekutu, karena pengeboman bertubi-tubi dari sekutu ke arah Pantai Lingkas, dan dari Pulau Sadau.

“Pasukan ini tidak mendapat perlindungan udara. Karena Tarakan yang seharusnya dilindungi oleh Komando Satuan Udara ke-7 AD Jepang tidak tersedia pesawat di kawasan ini,” sambungnya.

Sekutu mengerahkan puluhan pesawat tempur bomber dalam formasi besar dan kecil untuk melumpuhkan kekuatan Jepang di Tarakan. Untuk kedua kalinya,seperti pada 1942 saat upaya bumi hangus oleh Belanda, pada Juni 1945 tersebut, Tarakan menjadi lautan api akibat dijatuhkannya ribuan ton bom sekutu dari udara dan laut.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 18 Juni 2019 12:24

Tabung Gas Mahal, Disdagkop Malah Bilang Minim Laporan

TARAKAN – Keberadaan LPG 3 kg di Kota Tarakan dikeluhkan…

Selasa, 18 Juni 2019 12:23

WAJIB..!! Ikan dari Malaysia Diwaspadai

TARAKAN - Menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017…

Selasa, 18 Juni 2019 12:22

Karya Menembus Ajang Bergengsi Nasional

Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan…

Selasa, 18 Juni 2019 11:51

Tarakan Dapat 55 Titik PJUTS

TARAKAN - Sebanyak 300 unit lampu penerangan jalan umum tenaga…

Selasa, 18 Juni 2019 11:49

Gagal Memerkosa, Pelaku Curi HP

TARAKAN – Personel dari unit Jatanras, Satreskrim Polres Tarakan berhasil…

Selasa, 18 Juni 2019 11:47

Pejalan Kaki Keluhkan Tidak Adanya Trotoar

TARAKAN – Pejalan kaki yang melewati Jalan Dipenogoro mengeluhkan tidak…

Selasa, 18 Juni 2019 11:46

Transaksi Tunai Capai Rp 643,4 Miliar

TARAKAN – Selama Ramadan hingga Idulfitri 1440 H, jumlah transaksi…

Selasa, 18 Juni 2019 11:45

Samsat Keliling Mulai Beroperasi

TARAKAN – Samsat Keliling yang dimiliki Kantor Pelayanan Samsat Induk…

Selasa, 18 Juni 2019 11:44

Pasar Kampung Empat Terkendala Jalan

TARAKAN - Pasar yang berada di Kelurahan Kampung Empat hingga…

Selasa, 18 Juni 2019 11:43

Masyarakat Butuh Penerangan Jalan

TARAKAN - Tidak adanya fasilitas penerangan jalan umum (PJU) di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*