MANAGED BY:
MINGGU
21 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 28 November 2016 11:13
Di Kota Ini, Ribuan Bom Peninggalan Sekutu Masih Terpendam
BOM AKTIF: Ditemukan di Sebengkok saat penggalian proyek penanganan banjir. DOKUMEN/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Bukan menjadi rahasia lagi ribuan bom masih terkubur di berbagai lokasi di Pulau Tarakan. namun perlahan, bom-bom yang terkubur itu satu persatu mulai ditemukan pada saat adanya kegiatan proses penggalian, baik proyek penanganan banjir Tarakan, maupun jaringan gas (jargas) Tarakan.

Bom-bom tersebut diyakini berasal dari sisa saat invasi sekutu yang dipimpin oleh tentara Australia pada tahun kekalahan Kekaisaran Jepang dalam perang dunia (PD) II, 1945 silam. Sebagian besar bom-bom temuan tersebut merupakan bom yang dijatuhkan oleh pihak sekutu (Australia), yang dijatuhkan dari udara oleh pesawat pembom berbaling-baling empat, Liberator. Sementara sisanya berasal dari tembakan kapal perang Angkatan Laut (AL) Sekutu, dan tembakan pertahanan tentara AL dan Angkatan Darat (AD) Jepang.

Berdasarkan penggalian berbagai literatur yang dilakukan oleh Radar Tarakan, diketahui ribuan bom yang selama ini didapat di kedalaman 1,5 hingga 2,5 meter di dalam lapisan tanah Tarakan berasal dari invasi pasukan sekutu yang dipimpin oleh tentara Australia, terutama pada pengeboman dari udara dan laut pada Juni 1945. Bom-bom tersebut tidak meledak, karena mengenai lapisan lunak dan basah dari rawa-rawa di Tarakan, sehingga seiring berjalannya waktu tertimbun oleh lapisan tanah karena berbagai proses, seperti sedimentasi muara sungai, maupun erosi dari gunung dan lain-lain. Diyakini dalam lapisan tanah Tarakan masih tertimbun ribuan bom lain yang dapat meledak sewaktu-waktu.

Dalam skripsi mahasiswa Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Mohamad Yanuar Hafidh yang dipublikasi oleh Digital Library (Digilib) UI tahun 2008, pada halaman 83-90 dijelaskan dalam rencana operasi oleh pihak tentara Sekutu yang diberi nama sandi “Oboe One” untuk merebut Pulau Tarakan, Sekutu bertujuan untuk menguasai jalur suplai minyak Jepang, terutama untuk memutus rantai minyak yang dikirim ke Jepang, dan menguasai bandara militer strategis di Pulau tersebut.

Untuk melaksanakannya, pihak sekutu paling awal melancarkan operasi intelijen dengan menculik beberapa nelayan pribumi Tarakan, untuk memperoleh informasi berharga terkait kedudukan militer Jepang di Tarakan.

“Kegiatan ini dipimpin oleh Kapten David Prentice, dari Service Reconnaissance Department (SRD). Mereka juga mengumpulkan informasi dari pulau seberang (Tanah Merah),” tulis Mohamad.

Berbeda dengan penyerangan awal Jepang yang mencapai 20 ribu serdadu dengan peralatan lengkap. Saat invasi sekutu tersebut, Jepang hanya mengandalkan sekitar 2.200 serdadu AD dan AL dengan peralatan seadanya, sedikit senapan mesin ringan, senjata berat, tanpa tank, tanpa pesawat tempur dan bunker-bunker pertahanan yang menyimpan amunisi tidak terlalu banyak.

Meski begitu AL Jepang beruntung karena mempunyai senjata pertahanan pantai, namun tidak terlalu berfungsi banyak saat pendaratan sekutu, karena pengeboman bertubi-tubi dari sekutu ke arah Pantai Lingkas, dan dari Pulau Sadau.

“Pasukan ini tidak mendapat perlindungan udara. Karena Tarakan yang seharusnya dilindungi oleh Komando Satuan Udara ke-7 AD Jepang tidak tersedia pesawat di kawasan ini,” sambungnya.

Sekutu mengerahkan puluhan pesawat tempur bomber dalam formasi besar dan kecil untuk melumpuhkan kekuatan Jepang di Tarakan. Untuk kedua kalinya,seperti pada 1942 saat upaya bumi hangus oleh Belanda, pada Juni 1945 tersebut, Tarakan menjadi lautan api akibat dijatuhkannya ribuan ton bom sekutu dari udara dan laut.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 11:02

Empat Partai Kejar-kejaran

TARAKAN – Data Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di Sistem Informasi…

Sabtu, 20 April 2019 11:00

Memperingati Sekaligus Menaikkan Rasa Syukur

TARAKAN – Perayaan Jumat Agung dalam memperingati kematian Tuhan Yesus…

Sabtu, 20 April 2019 10:57

Rencana UNBK pada Tingkatan SD

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan, berencana menerapkan sistem Ujian…

Sabtu, 20 April 2019 10:35

Pergi Mandi, Dua HP Raib

TARAKAN – Kelalaian dari masyarakat akan menjadi kesempatan bagi pelaku…

Sabtu, 20 April 2019 10:33

Berharap Alokasi Anggaran Terealisasi

TARAKAN – Menikmati jalan mulus belum sepenuhnya dirasakan warga RT…

Sabtu, 20 April 2019 10:08

2020, Optimistis Layani e-ID

TARAKAN - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan, optimistis…

Sabtu, 20 April 2019 10:04

UNBK dan USBN Dilaksanakan Bersamaan

TARAKAN - Sebanyak 30 sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan…

Sabtu, 20 April 2019 09:53

Warga Kerap Terganggu Aroma Sampah

TARAKAN - Keberadaan depo sampah yang terletak di area strategis…

Kamis, 18 April 2019 09:49

Di Kaltara, Jokowi-Amin Unggul 20-an Persen

Hasil sejumlah quick count nasional mengunggulkan pasangan calon presiden dan…

Kamis, 18 April 2019 09:47

Ratusan Surat Suara Tertukar

TERTUKARNYA ratusan surat suara terjadi di beberapa tempat pemungutan suara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*