MANAGED BY:
SENIN
17 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 12 Oktober 2016 12:56
Tak Inovatif, Anggaran Terjuan Bebas, Birau Dipastikan Sepi

Hanya Menggelar Acara Sakral dan Biduk Bebandung

BANK DATA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Tahun ini, dapat dipastikan perayaan Pekan Budaya Daerah atau yang akrab disebut Birau dalam rangka memeringati hari jadi Tanjung Selor ke-226 dan Kabupaten Bulungan ke-56 tak berlangsung semeriah dua tahun lalu.

Pesta adat yang kerap diselenggarakan dua tahun sekali ini tetap terlaksana. Hanya saja, perayaannya dilakukan secara sederhana. Sudah menjadi rahasia umum, anggaran menjadi persoalan untuk menyelenggarakan acara miliaran rupiah itu.

Berdasarkan data yang dihimpun Radar Kaltara(Radar Tarakan Group), jika tahun 2014 lalu anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 8 Miliar. Untuk tahun 2016 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan hanya mengalokasikan anggaran Rp 800 juta.

Akibatnya, Bupati Bulungan H.Sudjati bersama wakilnya Ingkong Ala tak menampik jika di masa kepemimpinan meraka perayaan Pekan Budaya Daerah Birau tahun ini tidak semeriah tahun 2014 lalu semasa kepemimpinan bupati sebelumnya H.Budiman Arifin.

Sudjati menjelaska, hal ini berkaitan dengan masalah keterbatasan dana kegiatan akibat adanya rasionalisasi anggaran yang harus dilakukan pihaknya. Jika tidak, dapat mengancam kondisi keuangan daerah.

“Tahun ini hanya ada kegiatan rapat paripurna, ritual, syukuran dan ziarah makam sultan di Tanjung Palas saja yang dilaksanakan pada hari ini (kemarin, Red.). Itu semua dikarenakan masalah anggaran,” ucapnya.

Menurut Sudjati, pihaknya tidak tinggal diam. Caranya, dengan mengupayakan akan menjalin komunikasi kepada pihak-pihak perusahaan yang ada di Bulungan agar dapat memberikan bantuan sehingga hiburan tetap dapat terlaksana.

“Mungkin akan ada upaya kami kepada pihak perusahaan yang ada di Bulungan dalam upaya meramaikan Birau ini. Hiburan semalam atau bagaimana nanti, akan kami coba koordinasi kepada pihak perusahaan yang ada,” sebutnya.

Diakuinya jika sejauh ini pihaknya belum melakukan koordinasi kepada perusahaan tersebut. Namun dirinya tetap berharap kepada perusahaan dapat berkontribusi medukung pelaksanaan Birau.

“Sifatnya hanya sponsor saja dan semoga nanti ada kontribusi lah,” harapnya.

Saat disinggung terkait rencana waktu kapan akan melakukan pembicaraan kepada pihak perusahaan agar dapat berkontribusi, ia mengaku akan berkoordinasi secepatnya.

“Utamanya dalam bulan ini pastinya, kami upayakan hiburan semalam atau dua malam adalah nanti. Tapi tak seramai sebelumnya,” ucapnya pesimis.

Pelaksanaan HUT kota Tanjung Selor ke-56 dan Kabupaten Bulungan yang ke-226 yang jatuh pada tanggal 12 Oktober tidak semeriah seperti tahun-tahun, hal itu merupakan dampak dari defisit anggaran.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan, Syarwani yang coba dimintai pendapatnya terkait gagalnya perayaan Birau seperti dua tahun lalu tak menampik jika ada beberapa pertimbangan dari Pemkab Bulungan khususnya mengenai anggaran.

“Kita melihat kondisi yang ada saat ini, ya artinya kembali kepada kemampuan kita semua,” ujarnya kepada Radar Kaltara, Selasa (11/10).

Menurut politikus Golkar ini, tidak situasi dan kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan untuk tetap memaksakan perayaan secara meriah sementara kondisi memang serba sulit.

Sehingga dirinya menyarankan kepada elemen masyarakat Bulungan dapat memahami kondisi yang seang dihadapi. Tetapi bukan berarti akan meninggalkan amanah dari hari jadi Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan dalam kegiatan sakral.

“Tapi dari apa yang dilaksanakan, sebenarnya Birau ini tidak hanya sebatas di tanggal 12 atau bulan Oktober, bisa saja ada even pemerintah daerah yang dirangkaikan dengan kegiatan pemerintah daerah itu sendiri,” ungkapnya.

Sejauh ini, kata dia, untuk tetap melaksanakan Birau, baik dari Pemkab dan DPRD Bulungan sudah berusaha menghadirkan dengan mengundang seluruh pengusaha yang ada di Bulungan melalui forum Corporate Social Responsibility(CSR).

“Itukan (Forum CSR, Red.) sebenarnya jalan atau solusi yang ditempuh dalam rangka untuk mengatasi beberapa persoalan akibat terjadinya pemotongan anggaran,” sebutnya.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 17 Juni 2019 12:21

Pemkab Diminta Aktif Atasi Persoalan BBM

TANJUNG SELOR – Persoalan pengetap di Tanjung Selor seperti tidak…

Senin, 17 Juni 2019 12:19

Arus Balik Berakhir, Pengawasan Tetap Ditingkatkan

TANJUNG SELOR - Meskipun puncak arus balik melalui Pelabuhan Kayan…

Senin, 17 Juni 2019 12:18

Disdikbud Buka Jalur Repatriasi untuk Anak TKI

TANJUNG SELOR - Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun…

Senin, 17 Juni 2019 12:17

Warga Inisiatif Tarik Iuran, Sehari Terkumpul Rp 3,2 Juta

Per 15 Juni lalu, setiap pengendara yang melintas di Jembatan…

Senin, 17 Juni 2019 12:14

Ombudsman Sarankan Pasang CCTV di Taman

TANJUNG SELOR – Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)…

Senin, 17 Juni 2019 12:13

Tidak Ada Terminal, Penumpang Semrawut

TANJUNG SELOR – Selain belum memiliki kantor, Perusahaan Umum (Perum)…

Senin, 17 Juni 2019 12:11

Kasus Narkoba dan Perlindungan Anak Mendominasi

TANJUNG SELOR - Pemasangan CCTV yang diinisiasi Polres Bulungan dinilai…

Senin, 17 Juni 2019 09:48

Toko Indonesia Akan Diisi Barang SOA

TANJUNG SELOR – Jika sesuai rencana, toko Indonesia yang dibangun…

Senin, 17 Juni 2019 09:46

PARAH..!! Taman Dijadikan Tempat Cipokan

TANJUNG SELOR - Video mesum yang dilakukan sepasang kekasih di…

Senin, 17 Juni 2019 09:43

Duh..!! Tingkat Kedisiplinan ASN Menurun

TANJUNG SELOR – Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Ombudsman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*