MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 04 Oktober 2016 10:08
Ingat Anak Saat Menempuh Pendidikan di Amerika Serikat

Hanya dengan Baca Puisi, Wanita Sederhana Ini Buat Dahlan Iskan Menangis

MENANGIS : Pendiri ITCC, Dahlan Iskan meneteskan air mata ketika perwakilan orangtua pelajar yang akan berangkat ke Tiongkok menyampaikan membacakan puisi perpisahan. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, Orangtua siapa yang tak sedih ketika ingin berpisah dengan anaknya, apa lagi dengan jarak antar negara. Orangtua pelajar yang merelakan anaknya pergi ke Tiongkok untuk melanjutkan pendidikan membuat pendiri ITCC, Dahlan Iskan meneteskan air mata ketika puisi perpisahan dibacakan salah seorang orangtua pelajar. Siapakah yang membuat chairman Jawa Pos ini sedih, berikut liputannya.

SABRI

PENDIRI Yayasan Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITCC), Dahlan Iskan sempat meneteskan air mata ketika perwakilan orangtua pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan di Tiongkok menyampaikan testimoni dengan membaca puisi.

Ia adalah Rusmini Hakim. Dia juga menjabat sebagai Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sei Menggaris. Saat momen pelepasan itu, ia menyampaikan testimoni sebagai perwakilan orangtua pelajar. Dalam kondisi seperti saat ini ketika anak ingin berpisah dengan orangtua tentu rasa sedih dan menyentuh perasaan orangtua. Apa lagi jaraknya sangat jauh karena harus belajar sampai ke negeri tirai bambu.

Testimoni yang dibacakan dalam bentuk puisi membuat para tamu undangan tergugah termasuk Dahlan Iskan. Puisi yang berjudul ‘Konspirasi Alam Raya’ dan ditulis dengan tulisan tangan itu membuat Rusmini sendiri dan orangtua pelajar lain harus menahan haru.

“Jika harus diadu, siapa diantara kita yang cintanya lebih besar. Aku yakin dan sangat percaya diri, ia jatuh padaku pandangan pertama,” ujar Rusmini yang membaca puisi di hadapan para prangtua pelajar dan disaksikan Dahlan Iskan yang tak jauh dari posisi berdiri orangtua dari Supri.

“Sementara aku jatuh cinta, bahkan sebelum memandangnya adakah yang lebih menyedihkan dari kepergian tanpa pesan, adakah yang lebih menyesalkan dari perpisahan tanpa lambaian tangan. Adakah jatuh cinta yang sulit atau hati tak siap,” lanjutnya yang membacakan dengan intonasi suara kesedihan.

Lanjut bacaan puisi itu, “aku rela menunggu, aku rela bertahan sampai waktu demi mutiara negeriku. Di tanah harapan kita terpsiahkan ada asah direlung hati ibu. Bahwa cita-cita anakku akan mewujudkan masa depan kita bersama,”

Paragraf selanjutnya puisi yang dibacakan Rusmini, “Ku sapu serpihan hati ibu tuk membuka lembaran yang baru, walau kalian tak bersamaku lagi. Selamat jalan anakku, kalian telah memberikan warna yang indah dalam hidup ibu,” lanjutnya dengan suara terbata sesekali menahan tetesan air mata yang tak dapat dibendung.

“Selamat jalan mutiara-mutiaraku, yakin ibu bahwa asah dan cita kan datang menjelang, selamat jalan anakku, ibu menanti di batas negeri,” akhir dari bacaan puisinya.

Ia juga menyampaikan kepada Dahlan Iskan serta semua jajaran ITCC yang telah menjalankan program beasiswa untuk pelajar yang ada di perbatasan. Sejauh ini kesulitan pelajar di perbatasan untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri telah terjawab dengan program dari ITCC.

Sebagai perwakilan orangtua pelajar, ia mengucapkan banyak terima kasih dengan pihak ITCC yang telah membuka ruang kepada pelajar di perbatasan untuk menuntut ilmu sampai ke Tiongkok. Peluang seperti sangat sulit didapatkan dan tidak semua pelajar bisa menikmati program ini.

Tetesan air mata Dahlan Iskan ketika Rusmini membacakan puisi itu, ia mengingat saat anaknya ingin di sekolahkan di Amerika Serikat dan pertama kali pisah dengan ibunya. Tiap saat Nafsiah Sabri, istri Dahlan Iskan menangis mengingatnya di rantuan.

“Saya meneteskan air mata karena mengingat istri pada waktu dulu, selama enam bulan menangis mengingat anaknya yang pertama kali berpisah,” kata Dahlan Iskan.

Puisi yang dibacakan Rusmini menjadi daya tarik mantan Menteri BUMN ini dan lembaran kertas isi puisi tersebut di simpannya dan akan menjadi sebuah kenangan tersendiri bagi Dahlan Iskan saat hadir di Nunukan dalam acara pelepasan 59 pelajar yang melanjutkan pendidikan di Tiongkok dan Taiwan. (***/eza)


BACA JUGA

Selasa, 18 Desember 2018 14:32

Pesawat Susi Air Tergelincir di Krayan

NUNUKAN – Pesawat Susi Air dengan nomor penerbangan SI-8342 dari…

Selasa, 18 Desember 2018 14:07

Positif Narkoba, Dua ASN Dipecat

NUNUKAN – Terbukti positif menggunakan narkoba, dua Aparatur Sipil Negara…

Selasa, 18 Desember 2018 14:05

Perangi Produk Malaysia dengan Rumah Pangan Kita

NUNUKAN – Ketergantungan warga perbatasan terhadap produk Malaysia masih sangat…

Selasa, 18 Desember 2018 14:04

BPN Belum Ambil Langkah

NUNUKAN - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nunukan, siap melakukan pengukuran…

Senin, 17 Desember 2018 20:54

BREAKING NEWS! Pesawat Susi Air Tergelincir di Krayan

NUNUKAN – Pesawat Susi Air dengan nomor penerbangan SI 8342…

Senin, 17 Desember 2018 12:57

TEGAS..!! Dua Wilayah Outstanding Boundary Problem Milik NKRI

NUNUKAN –  Dua dari 5 titik sengketa sebagai wilayah perbatasan…

Senin, 17 Desember 2018 12:39

Kades Jangan Campuri Pemilu

NUNUKAN –  Proses pemilihan umum (pemilu) 2019 mulai terasa, para…

Senin, 17 Desember 2018 12:37

BMI Harus Waspada Penculikan

NUNUKAN – Konsulat Republik Indonesia (KRI) mengeluarkan surat edaran kepada…

Senin, 17 Desember 2018 12:34

Warga Protes Dikenakan Pajak Restoran

NUNUKAN – Penolakan warga terhadap penarikan pajak restoran 10 persen…

Senin, 17 Desember 2018 11:43

Terjun dari Lantai Dua, Nyawa MS Tak Tertolong

NUNUKAN – Pria berinisial MS (25) nekat lompat dari lantai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .