MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 12 Juli 2019 11:25
Rumpon Nelayan Malaysia Diamankan
DIAMANKAN:Sejumlah rumpon yang diduga milik nelayan Malaysia diamankan petugas PSDKP Tarakan. PSDKP TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Sebanyak 5 unit alat bantu tangkap ikan berjenis rumpon berhasil diamankan oleh petugas Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tarakan. Diduga rumpon tersebut merupakan milik nelayan Malaysia.

Plt Direktur Jenderal PSDKP Agus Suherman mengungkapkan, 5 rumpon ilegal tersebut diamankan di sekitar perairan Ambalat, yang merupakan perbatasan Indonesia dan Malaysia pada Rabu (10/7) lalu. “Kami menduga ini milik nelayan Malaysia yang sering masuk di perairan Ambalat,” kata Agus.

Ditambahkannya, rumpon tersebut diamankan setelah pihaknya melakukan patroli rutin di perairan Ambalat dengan menggunakan Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu 07  yang dinakhodai Kapten Jendri Erwin Mamahit. Pihaknya mengamankan rumpon tersebut lantaran didapati memasang di perairan Indonesia tanpa izin.

“Kami menduga memang ini milik nelayan Malaysia karena dilihat dari ciri-cirinya dan memiliki nama yang bukan rumpon nelayan kita,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun PSDKP Tarakan Akhmadon mengungkapkan, rumpon ini dipasang guna meningkatkan hasil tangkapan. Namun rumpon tersebut dinilai sangat merugikan nelayan Indonesia, lantaran ikan akan berkumpul di area rumpon dan kemudian ditangkap oleh nelayan Malaysia. “Kami sudah amankan rumpon itu ke PSDKP Tarakan,” ungkapnya.

Dari hasil penyelidikan PSKDP Tarakan, didapati ciri-ciri rumpon tersebut bukan milik nelayan Indonesia. Pihaknya juga sudah memastikan rumpon tersebut dipasang di perairan Indonesia, berdasarkan titik koordinat. “Dari bulan Januari sampai Juli ini kami sudah amankan 81 rumpon ilegal,” jelasnya.

Dari 81 rumpon itu, tidak hanya milik nelayan Malaysia, namun 5 rumpon tersebut merupakan milik nelayan Filipina. Pihaknya mengamankan rumpon tersebut lantaran sudah melanggar Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 26/Permen-KP/2014 tentang Rumpon. “Jadi setiap orang yang melakukan pemasangan rumpon di wilayah pengelolaan perikanan (WPP-RI) wajib memiliki surat izin pemasangan rumpon (SIPR),” tegasnya. (zar/lim)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 10:32

Dikalungkan Bunga Oleh Polisi Cilik

TARAKAN - Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito…

Kamis, 18 Juli 2019 10:31

Minim Akses, Penanganan Lantung Tak Dilakukan

TARAKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengharapkan adanya penanganan terhadap…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Tampilkan Seragam Kebanggaan Ekstrakurikuler

TARAKAN – Sudah siapkah Anda dengan pawai pembangunan, yang dilaksanakan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Enam Ekor Ikan Napoleon Gagal Diselundupkan

TARAKAN - Selama Mei hingga Juli tahun ini, Balai Karantina…

Kamis, 18 Juli 2019 10:29

Disnaker Target Seribu Lapangan Pekerjaan

TARAKAN - Munculnya informasi terkait formasi pekerjaan yang dibutuhkan dalam…

Kamis, 18 Juli 2019 10:08

Pesta Sabu dengan Teman Wanitanya, ED Diciduk Polisi

TARAKAN – Anggota Satreskoba Polres Tarakan menangkap seorang pria berinisial…

Kamis, 18 Juli 2019 10:08

JPU: Terdakwa Bantah Keterangan Saksi BNNK

TARAKAN – Sidang perkara narkotika atas terdakwa kasus sabu yang…

Kamis, 18 Juli 2019 10:06

Wujudkan Swasembada Pangan, Gandeng Poktan

TARAKAN – Sebagai upaya mewujudkan swasembada pangan di Bumi Paguntaka,…

Kamis, 18 Juli 2019 10:03

Sarankan Penyelenggara Punya Tim Kesehatan Khusus

TARAKAN - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang diselenggarakan pada April…

Kamis, 18 Juli 2019 10:00

Warga Dambakan Jalan Mulus

TARAKAN – Perihal jalan dan drainase tak pernah lepas dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*