MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 12 Juli 2019 11:22
Pentingnya Proses Penegakan Hukum yang Adil
DISKUSI: Mantan Menkum-HAM Mohammad Andi Mattalatta, S.H, M.H, saat mengikuti kegiatan focus group discussion (FGD) kerja sama Badan Pengkajian MPR RI dengan Fakultas Hukum UBT, Kamis (11/7). JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Proses penegakan hukum dinilai sangat penting sebagai proses terakhir pembangunan hukum yang nanti menjadi penilaian apakah proses penegakan hukum tersebut adil atau tidak.

Hal tersebut disampaikan Mohammad Andi Mattalatta, S.H, M.H. Di mana mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum-HAM) menilai proses penegakan hukum sangat penting. Selain memastikan proses hukum tersebut memberikan keadilan atau tidak, proses hukum tersebut juga menjadi acuan apakah hasilnya mensejahterakan atau tidak.

“Proses penegakan hukum itu merupakan proses terakhir dari pembangunan hukumnya, bagaimana cara hukum itu dibumikan,” ujarnya.

Ada ada lima faktor yang menjadi penilaian proses hukum yang dilaksanakan yakni pertama hukum harus jelas dan adil. kedua sarana dan prasarana yang cukup. Ketiga rakyat paham hokum. Keempat, kepercayaan rakyat terhadap kehidupan hukum dan kelima kepercayaan rakyat terhadap penegakan hukum.

“Hukum harus jelas dan adil, bila tidak jelas memudahkan orang melanggar hukum, sarana dan prasarana yang cukup, artinya suatu daerah harus memiliki institusi penegak hokum. Bisa dibayangkan bila tidak ada institusi penegakan hukum di tempat tersebut bagaimana, rakyat harus paham hokum. Artinya rakyat tidak ada yang tidak paham hukum atau error in juris bila berada di dunia hukum, begitu undang-undang disahkan dianggap sudah tahu hukum, kepercayaan rakyat terhadap proses hukum serta kepercayaan rakyat terhadap penegakan hukum,” ungkapnya.

Pria yang sempat menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR periode 2004-2007 juga menyampaikan bahwa ada empat model kesadaran hukum di Indonesia. Pertama ada yang tidak tahu hokum, tapi percaya dengan penegak hukum, kedua ada yang tahu hukum tapi tidak percaya dengan penegak hukum. Ketiga ada yang tidak tahu hukum dan tidak percaya penegak hukum dan yang terakhir ada yang tahu hukum dan percaya penegak hukum.

“Pertanyaannya Indonesia berada di model kesadaran hukum mana dari keempat ini, saya rasa keempat model kesadaran hukum ini ada semuanya di Indonesia. Berikan contoh di perkotaan pasti tahu hokum, tapi tidak percaya dengan penegak hukum, sementara di pedesaan ada yang tidak tahu hukum tapi percaya dengan penegak hukum,” ujarnya.

Alumni Universitas Hasanuddin ini juga menjelaskan bahwa untuk meningkatkan kesadaran hukum saat ini bisa dilakukan. Pertama melalui pendidikan hukum dengan cara mensosialisasikan dan memberi pemahaman. Kedua bisa dilakukan dengan membangkitkan kepercayaan rakyat terhadap proses pelaksanaan hukum dengan cara para penyelengaranya memberikan teladan yang baik.

“Teladan yang dimaksud tidak lain perilaku penyelanggara hukum, jangan melakukan hal-hal yang melanggar hukum, karena bila hal tersebut terjadi tentu menjadi pemikiran bagi rakyat yang tidak percaya dengan penyelenggara hokum. Di mana melihat penyelenggara hukum yang seharusnya menjadi teladan untuk taat hukum malah melakukan pelanggaran hukum, contohnya penyelenggara hukum melakukan korupsi,” ucapnya.

Selain itu pendapat hukum tajam ke bawah juga menjadi salah satu hal yang perlu diselesaikan oleh penyelengara hokum. Jangan sampai pendapat tersebut menjadi cerminan hukum Indonesia saat ini.

“Yang bagus itu hukum tajam ke mana saja, mau dia kaum elit maupun masyarakat biasa, bila perlu kaum elit ini hukumannya lebih berat karena mereka merupakan orang yang paham akan hukum,” pungkasnya. (jnr/lim)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 10:31

Minim Akses, Penanganan Lantung Tak Dilakukan

TARAKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengharapkan adanya penanganan terhadap…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Tampilkan Seragam Kebanggaan Ekstrakurikuler

TARAKAN – Sudah siapkah Anda dengan pawai pembangunan, yang dilaksanakan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Enam Ekor Ikan Napoleon Gagal Diselundupkan

TARAKAN - Selama Mei hingga Juli tahun ini, Balai Karantina…

Kamis, 18 Juli 2019 10:29

Disnaker Target Seribu Lapangan Pekerjaan

TARAKAN - Munculnya informasi terkait formasi pekerjaan yang dibutuhkan dalam…

Kamis, 18 Juli 2019 10:08

Pesta Sabu dengan Teman Wanitanya, ED Diciduk Polisi

TARAKAN – Anggota Satreskoba Polres Tarakan menangkap seorang pria berinisial…

Kamis, 18 Juli 2019 10:08

JPU: Terdakwa Bantah Keterangan Saksi BNNK

TARAKAN – Sidang perkara narkotika atas terdakwa kasus sabu yang…

Kamis, 18 Juli 2019 10:06

Wujudkan Swasembada Pangan, Gandeng Poktan

TARAKAN – Sebagai upaya mewujudkan swasembada pangan di Bumi Paguntaka,…

Kamis, 18 Juli 2019 10:03

Sarankan Penyelenggara Punya Tim Kesehatan Khusus

TARAKAN - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang diselenggarakan pada April…

Kamis, 18 Juli 2019 10:00

Warga Dambakan Jalan Mulus

TARAKAN – Perihal jalan dan drainase tak pernah lepas dari…

Rabu, 17 Juli 2019 09:25

Sembilan Calon Sekkot Tunggu Pengumuman

TARAKAN - Tahapan seleksi calon sekretaris kota (sekkot) Tarakan telah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*