MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 10 Juli 2019 09:37
Kembalikan Duit Pinjaman, Dewan Pendidikan Di-deadline DPRD
PERTEMUAN: Ketua Komisi IV Asnawi Arbain memimpin rapat dengan Dewan Pendidikan Kaltara terkait peminjaman sisa dana hibah yang digunakan Dewan Pendidikan./ASRULLAH/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memberikan deadline kepada Dewan Pendidikan Kaltara untuk mengembalikan sisa dana hibah yang dipinjam sebesar Rp 526.400.000. Keputusan ini dilakukan usai pertemuan antara DPRD Kaltara melalui Komisi IV dengan pihak Dewan Pendidikan.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltara Asnawi Arbain menuturkan, langkah yang dilakukan Dewan Pendidikan Kaltara ini melanggar aturan. Kemudian, sisa dana hibah yang dipinjam harus dikembalikan paling lambat 30 Juli 2019 mendatang. “Tadi (saat pertemuan) disampaikan ada kesalahan. Dana itu harus dikembalikan sepanjang boleh secara hukum,” ucap Asnawi Arbain kepada Radar Kaltara (9/7).

“Dijelaskan, secara normatif sisa anggaran dana hibah per 31 Desember 2018 harus dikembalikan. Dan dari Dewan Pendidikan juga mengakui itu ada kesalahan. Kami memaklumi itu lantaran penggunaan anggaran untuk operasional,” lanjutnya.

Adanya peminjaman sisa dana hibah yang dilakukan Dewan Pendidikan Kaltara membuat DPRD Kaltara memberikan cacatan kepada Pemprov Kaltara, agar dana hibah 2019 tidak dapat dicaikan jika persoalan ini belum selesai. Catatan ini tidak hanya untuk Dewan Pendidikan namun juga bisa berlaku umum.

Sebagai bentuk sanksi. Sebab, kata Asnawi, beasiswa melalui dana hibah yang diperuntukan bagi pelajar dapat dirasakan manfaatnya. Sementara sebelumnya, ada kebijakan mengurangi nilai biasiswa dan menambah jumlah penerima. “Kebijakan juga kita apresiasi sewaktu pertemuan sebelumnya. Tetapi sebaiknya jumlah beasiswa yang diterima dapat membantu adik-adik mahasiswa. Jika Rp 2 juta nilainya kurang dan masih minim. Itu terasa secara langsung,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kaltara Herwansyah menegaskan, penggunaan sisa dana hibah bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan kepentingan operasional Dewan Pendidikan Kaltara. Seperti, penyewaan kantor, pembayaran listrik dan air. “Sudah saya paparkan hari ini di hadapan perserta rapat, bahwa sejak 2016 itu kami mencari dana talangan. Karena kita tahu bahwa dana hibah itu diterima paling cepat Agustus atau September untuk seluruh organisasi,” tanyanya.

Dengan kondisi tersebut ia memutuskan untuk melakukan pinjaman setelah mendapatkan masukan dari sekretaris dan bendahara Dewan Pendidikan. “Walaupun, saat itu secara administrasi kami belum memahami.  Tapi kami lakukan dengan catatan dikembalikan. Kami mendapatkan waktu hingga 30 Juli akan kami upayakan secepatnya kembalikan karena kami juga tidak mau melanggar hukum,” tegasnya.

Ia kembali menegaskan bahwa apa yang dilakukan bukan untuk kepentingan pribadi dan hal ini juga sudah disampaikan ke Pemprov Kaltara maupun DPRD Kaltara. Dan saat ini dana hibah 2019 belum cair. Untuk itu ia berharap ke Pemprov Kaltara segera mencairkan dana hibah. “Saat ini belum ada tanda-tanda mau kami terima (dana hibah). Kami berharap Pemprov Kaltara agar cepat mungkin supaya kami tidak lagi menalangi. Kami memberikan pelayanan kepada masyarakat sementara kami sendiri di dalam kesulitan dana. Minimal balance,” harapnya.

Herwansyah pun berharap masyarakat dapat memahami apa yang dilakukan Dewan Pendidikan Kaltara ini. “Kami memperjuangkan agar hak 15 karyawan terpenuhi, juga bayar listrik dan air, serta penyewaan gedung perkantoran. Jika listrik dan air tidak terbayarkan kemudian sewa kantor tidak diperpanjang, lebih tercoreng Dewan Pendidikan. lalu berkas yang selama tiga tahun kami terima hampir sembilan ribu berkas, tidak ada tempat penyimpanannya,” ungkapnya.

Terkait beredarnya surat peminjaman sementara dan kuitansi yang telah ditandatangani ke publik melalui media sosial, Herwansyah sangat menyayangkan itu terjadi. Sebab, hal itu merupakan konsumsi internal Dewan Pendidikan. Dengan ini pihaknya masih menulusuri terkait apa tujuan dan maksud pelaku memposting ke media sosial. “Motivasinya Apa? Kita masih menyelidiki. Kalau untuk ke jalur hukum kami masih pikir-pikir,” jelasnya. (akz/ash)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 10:26

Dongkrak PAD, Spanduk dan Reklame Ditertibkan

TANJUNG SELOR – Guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten…

Kamis, 18 Juli 2019 10:25

Badan POM Diupayakan Berdiri di Kaltara

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki garis perbatasan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:23

Pembangunan Pelabuhan Bunyu Terkendala Lahan

TANJUNG SELOR – Rencana Pemerintah Perovinisi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara)…

Kamis, 18 Juli 2019 10:21

Hasil Verifikasi Dilimpahkan ke TAPD

TANJUNG SELOR – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kalimantan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:20

Pemprov Minta Duit Rp 526 Juta Lebih Itu Segera Dikembalikan

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie meminta…

Kamis, 18 Juli 2019 10:19

Meninggal Dunia, CJH Boleh Diganti Keluarga

Beberapa ketentuan baru yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Agama (Kemenag)…

Kamis, 18 Juli 2019 10:18

Penyaluran Bansos ke Pedalaman Dikawal

TANJUNG SELOR — Pendampingan Satuan Tugas (Satgas) pengamanan Bantuan Sosial…

Kamis, 18 Juli 2019 10:16

Di Celana Bocah Ada Lendir-Lendir Gitu, Si Ibu Langsung Lapor Polisi

TANJUNG SELOR - Ibu dari MC memilih melaporkan pria berinisial…

Kamis, 18 Juli 2019 09:13

Uyau Abeng Lihan Padan Disematkan ke Kapolri

TANJUNG SELOR - Kapolri Jendral Polisi Muhammad Tito Karnavian tiba…

Rabu, 17 Juli 2019 09:13

Melanggar Perda, Satpol PP Warning PKL

TANJUNG SELOR – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL), yang berjualan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*