MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 09 Juli 2019 09:45
Dunia Perhotelan Terancam Goyang
Pengusaha hotel yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restauran Seluruh Indonesia, mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Tarakan, Senin (8/7), untuk menyampaikan aspirasinya.

PROKAL.CO, UNTUK pertama kalinya, pengusaha hotel yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restauran Seluruh Indonesia, mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Tarakan, Senin (8/7), untuk menyampaikan aspirasinya.

Di antara keluhan mereka adalah menurunnya tingkat okupansi hotel di Tarakan yang salah satu penyebabnya diduga karena kurangnya kegiatan berskala nasional di Kalimantan Utara (Kaltara). Ketua PHRI Tarakan, Kipi mengharapkan agar pemerintah daerah dapat mengupayakan kegiatan-kegiatan berskala besar di Tarakan.

“Kami juga minta bantuan dari Pemkot bagaimana bisa fasilitasi supaya mengundang atau membuat acara-acara yang sifatnya bisa menyedot banyak pengunjung ke Tarakan, biar okupansi rate kita bisa terbantu,” keluhnya.

Ia mengakui, hadirnya kegiatan berskala besar di Tarakan sangat memengerahui tingkat okupansi hotel. Salah satu contoh saat menggelar seleksi tilawatir quran (STQ) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) beberapa waktu lalu, berdampak pada tingkat okupansi hotel.

“Itu kan okupansi jadi terbantu. Terus adanya Apeksi kemarin kan sangat terbantu juga. Mungkin acara-acara seperti itu yang kami butuh support dari pemerintah kota,” harapnya.

Kondisi saat ini praktis tidak ada kegiatan berskala besar yang digelar di Tarakan. Kipi mengakui tingkat okupansi hotel ikut menurun. Dampaknya pun berpengaruh pada usaha perhotelan mereka.

Menurut Kipi, pada kondisi tidak ada event berskala besar, tingkat okupansi di setiap hotel hanya mencapai 20 persen. Kondisi tersebut mengancam usaha perhotelan yang bisa gulung tikar karena minimnya pendapatan.

Bahkan, saat ini sudah ada beberapa hotel di Tarakan yang berganti kepemilikan karena tingkat okupansi hotel menurun. Ia menyebut seperti Hotel Shamko yang telah dibeli pemilik Hotel My City, begitu juga dengan Hotel Paradise yang telah berganti kepemilikan.

“Itu juga bukti, okupansinya sangat kecil. Jadi sudah berganti kepemilikan,” bebernya.

Hal itu diperkirakannya bakal berlanjut terhadap hotel-hotel lain apabila pengusaha hotel tidak mampu mengelola dengan baik tingkat huniannya. Adapun dampak dari persaingan tarif, menurutnya, tidak memengaruhi tingkat okupansi hotel.

Sementara itu, selain menyampaikan aspirasi mereka terhadap tingkat okupansi hotel yang menurun, pengusaha hotel juga mengeluhkan minimnya sosialisasi peraturan yang ada. Seperti peraturan tentang penggunaan frekuensi HT.  

“Terakhir masalah penggunaan frekuensi HT. Itu dari provinsi sih. Intinya sih kami meminta bantuan dari Pemerintah Kota Tarakan untuk menjembatani PHRI untuk ke provinsi. Regulasi ranahnya provinsi itu bisa dibantu oleh pemkot,” harapnya.

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan H. Adnan Hasan Galoeng mengatakan, bahwa selama ini Pemkot Tarakan meminta kepada pihak perhotelan agar terus taat pada pembayaran pajak dan retribusi. Untuk itu dalam hal ini menurut Adnan seharusnya Pemkot mengayomi pihak perhotelan. “Mereka juga meminta inovasi dari pemerintah melalui dinas terkait untuk melakukan event yang bisa mendatangkan orang, sehingga okupansi meningkat,” bebernya.

Untuk diketahui, Kota Tarakan memiliki 46 hotel dari seluruh tingkatan. “Satu lagi terkait rumah singgah, itu juga bagian yang menggerus tingkat hunian yang ada di Tarakan karena menawarkan yang lebih murah. Pemerintah juga harus jeli dalam hal ini. Kalau berlarut-larut begini, paling tidak dunia perhotelan bisa gugur satu per satu. Kalau tingkat okupansinya cuma 23 persen, itu sudah sangat tidak layak,” jelasnya.

Nah, jika kemudian terdapat banyak hotel yang tutup, maka akan berdampak pada perekonomian di Kota Tarakan dan menggerus pendapatan daerah serta menambah jumlah pengangguran. Menurut Adnan, seharusnya pemerintah memberikan reward kepada dunia usaha sebab pengusaha hadir mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan PAD di Tarakan.

“Makanya, ini pertama kali dilakukan rapat dengar pendapat dengan pemerintah, dimediasi DPRD, mudah-mudahan ini tidak berhenti sampai di sini, ini akan dilakukan secara berkala untuk mengetahui apa saja yang dialami bidang perhotelan,” jelasnya. (shy/lim)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 10:32

Dikalungkan Bunga Oleh Polisi Cilik

TARAKAN - Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito…

Kamis, 18 Juli 2019 10:31

Minim Akses, Penanganan Lantung Tak Dilakukan

TARAKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengharapkan adanya penanganan terhadap…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Tampilkan Seragam Kebanggaan Ekstrakurikuler

TARAKAN – Sudah siapkah Anda dengan pawai pembangunan, yang dilaksanakan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Enam Ekor Ikan Napoleon Gagal Diselundupkan

TARAKAN - Selama Mei hingga Juli tahun ini, Balai Karantina…

Kamis, 18 Juli 2019 10:29

Disnaker Target Seribu Lapangan Pekerjaan

TARAKAN - Munculnya informasi terkait formasi pekerjaan yang dibutuhkan dalam…

Kamis, 18 Juli 2019 10:08

Pesta Sabu dengan Teman Wanitanya, ED Diciduk Polisi

TARAKAN – Anggota Satreskoba Polres Tarakan menangkap seorang pria berinisial…

Kamis, 18 Juli 2019 10:08

JPU: Terdakwa Bantah Keterangan Saksi BNNK

TARAKAN – Sidang perkara narkotika atas terdakwa kasus sabu yang…

Kamis, 18 Juli 2019 10:06

Wujudkan Swasembada Pangan, Gandeng Poktan

TARAKAN – Sebagai upaya mewujudkan swasembada pangan di Bumi Paguntaka,…

Kamis, 18 Juli 2019 10:03

Sarankan Penyelenggara Punya Tim Kesehatan Khusus

TARAKAN - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang diselenggarakan pada April…

Kamis, 18 Juli 2019 10:00

Warga Dambakan Jalan Mulus

TARAKAN – Perihal jalan dan drainase tak pernah lepas dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*