MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 09 Juli 2019 09:41
Jangan Coba-Coba Pelihara Ikan Berbahaya dan Invasif, Bisa Dipenjara..!!
Arapaima Gigas, salah satu ikan berbahaya dan invasif yang dilarang dipelihara.

PROKAL.CO, TARAKAN – Penindakan tegas dilakukan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Ikan (BKIPM) Tarakan terhadap pemilik ikan yang dianggap berbahaya dan invasif. Sesuai dengan ketentuannya memelihara tanpa memiliki izin akan dikenakan penjara 6 tahun dan denda Rp 1,5 miliar, sementara bila sengaja melepaskan ke sungai akan dikenakan penjara 10 tahun dan denda Rp 2 miliar.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BKIPM Tarakan Umar kepada pewarta, Senin (8/7) bahwa pihaknya menindak tegas terkait kepemilikan ikan tanpa izin sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 14 Tahun 2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya dan Invasif di Perairan Indonesia.

“Tahun lalu sudah kami berikan kesempatan untuk menyerahkan secara sukarela mulai tanggal 1 Juli hingga 31 Juli, bila nanti kami temukan di lapangan masih ada yang memelihara tanpa izin, kami akan melakukan tindakan tegas dengan mengambil paksa ikan yang masuk kategori berbahaya dan invasif,” bebernya.

Dirinya menjelaskan setidaknya ada 152 jenis ikan yang masuk kategori berbahaya dan invasive. Kebanyakan yang dipelihara di antaranya ikan jenis aligator dan ikan arapaima, sehingga kami mengimbau masyarakat Kaltara yang masih memelihara ikan yang masuk kategori berbahaya dan invasif untuk menyerahkannya.

“Tahun lalu kami sudah melakukan pemusnahan sekitar 5 ekor ikan jenis aligator yang diserahkan oleh masyarakat secara sukarela, saya rasa langkah yang dilakukan masyarakat sudah benar, bila tidak menyerahkan tentunya ada sanksi penjara dan denda yang menanti,” ungkapnya.

Sepanjang tahun 2019,  pihaknya belum menemukan masyarakat yang memelihara ikan yang masuk kategori berbahaya dan invasif. “Kalau informasi ada, tapi kami masih melakukan pendalaman terkait kebenarannya, bila benar baru kami lakukan penindakan tegas,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan aturan terkait larangan memelihara ikan jenis berbahaya dan invasif sudah lama diberlakukan. adanya kasus pelepasan ikan arapaima di Sungai Berantas beberapa waktu lalu, membuat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  menginstruksikan untuk mengambil ikan jenis tersebut dari tangan masyarakat.

“Kebanyakan di Indonesia yang dipelihara ikan aligator, arapaima dan piranha, bila ikan-ikan ini sengaja dilepaskan di sungai, secara tidak langsung merusak ekosistem yang ada, mengingat ikan-ikan ini memangsa apa pun,” ungkapnya.

Aligator didatangkan ke Kaltara dari Malaysia. “Kalau tadi lewat bandara, pasti kami ketahui, tapi ikan ini tidak kami dapatkan, saya memperkirakannya dapatnya dari Tawau, Malaysia,” pungkasnya.

 

PULUHAN JENIS IKAN DIPAMERKAN

BKIPM Tarakan dan beberapa komunitas beserta pecinta ikan hias memperkenalkan kepada masyarakat segala jenis ikan yang hidup di habitat seluruh dunia di kantornya di Jalan Mulawarman.

Ketua panitia Syahrani mengatakan, beberapa jenis ikan yang diperkenalkan dalam pemeran tersebut ialah guppyrainbow, neon tetra, zebra danio (ikan zebra), butterfly fish (ikan kupu-kupu), arwana, hiu hias dan lain-lain. Dalam pameran tersebut tidak hanya menampilkan ikan-ikan hias, namun juga membuka bazar para usaha kecil menengah (UKM) untuk memperkenalkan jajaran berbahan ikan dan hasil laut lainnya.

“Dalam rangka bulan bakti Karantina Ikan dan mutu hasil perikanan, jadi kami memperkenalkan ikan-ikan kepada orang-orang dalam kegiatan ini dan juga di sini tidak hanya memamerkan jenis-jenis ikan tapi juga ada beberapa bazar yang menjual produk-produk dari ikan dan hasil prikanan,” ujarnya, kemarin (8/7).

Saat berjalannya acara tersebut, tidak jarang ikan-ikan yang diperkenalkan mengundang kekaguman pengunjung. Mengingat beberapa ikan memang belum pernah terlihat sama sekali di alam liar.

Kegiatan yang dikontribusi komunitas-komunitas dan beberapa pedagang ikan hias tersebut juga menampilkan jenis ikan berbahaya, namun dalam bentuk yang telah diawetkan. Itu semua dilakukan untuk memberi edukasi bagi pengunjung terhadap ikan yang dilarang masuk ke Indonesia.

“Semua jenis ikan, seperti ikan air asin dan air tawar. Ada juga ikan jenis predator awetan hasil tangkapan kami, yang kemudian kami awetkan dan memajangnya untuk pengetahuan masyarakat. Semua totalnya 50 jenis ikan,” tuturnya.

Diketahui, pameran ini merupakan yang ketiga kalinya sejak dilaksanakannya pameran ikan dalam 3 tahun terakhir. Hal tersebut tidak terlepas dari momentum sejak 3 tahun lalu dilaksanakan bersama di seluruh nusantara.

“Pameran ini merupakan yang ketiga kalinya dari 2017, 2018 dan saat ini. Memang diadakan setiap momen bhakti hari ikan, karena momentum ini diperingati di seluruh Indonesia. Jadi, sebagai daerah penghasil perikanan kami tidak boleh ketinggalan dari daerah lainnya,” tuturnya.

Salah satu aquascapers -julukan pecinta aquascape Andi Odang (27) mengungkapkan, tidak hanya ikan, pengunjung juga diajak menikmati sensasi melihat kehidupan bawa air dari akuarium. Ia dengan melihat hasil karya aquascape yang tidak lain menampilkan ilustrasi kehidupan bawa air yang disusun menggunakan bahan alam yang diambil langsung dari habitatnya.

“Di sini tidak memperkenalkan jenis ikan saja, tapi juga kami mencoba memperkenalkan suasa habitat ikan itu di dalam air. Selain itu, kami juga memperkenalkan jenis-jenis tumbuhan air  yang didesain di sebuah akuarian yang bernama aquascape. Semua itu adalah hasil karya teman-teman aquascape Tarakan,” tuturnya.

Meskipun sebagian besar jenis tumbuhan diambil di alam Kota Tarakan, namun beberapa jenis tumbuhan sengaja didatangkan dari luar daerah mengingat tidak semua jenis tumbuhan bisa didapatkan di alam Kota Tarakan.

“Sebagian besar memang didapatkan di sini, biasanya kami mencari di sungai atau di hutan, tapi ada beberapa jenis tumbuhan memang tidak ada dan harus dibeli dari luar seperti java moss, eleocharis parvula, anubias nana. Ketiga tumbuhan ini merupakan jenis rumput tapi bentuknya yang beda,” tuturnya

Feby Pebiola Lubis (32), pengunjung pameran mengaku sangat senang dapat mengunjungi pameran tersebut. Selain karena bisa melihat jenis ikan baru, ia juga dapat melihat keindahan kehidupan bawa air.

“Senang sekali, kegiatan ini sangat bagus karena memperkenalkan masyarakat jenis-jenis ikan dan ekosistemnya di mana saja. Sekaligus memperlihatkan keadaannya langsung dengan ilustrasinya. Dengan ini saya pikir bisa menambah pengetahuan pengunjung,” pungkasnya. (jnr/*/zac/lim)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 10:31

Minim Akses, Penanganan Lantung Tak Dilakukan

TARAKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengharapkan adanya penanganan terhadap…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Tampilkan Seragam Kebanggaan Ekstrakurikuler

TARAKAN – Sudah siapkah Anda dengan pawai pembangunan, yang dilaksanakan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Enam Ekor Ikan Napoleon Gagal Diselundupkan

TARAKAN - Selama Mei hingga Juli tahun ini, Balai Karantina…

Kamis, 18 Juli 2019 10:29

Disnaker Target Seribu Lapangan Pekerjaan

TARAKAN - Munculnya informasi terkait formasi pekerjaan yang dibutuhkan dalam…

Kamis, 18 Juli 2019 10:08

Pesta Sabu dengan Teman Wanitanya, ED Diciduk Polisi

TARAKAN – Anggota Satreskoba Polres Tarakan menangkap seorang pria berinisial…

Kamis, 18 Juli 2019 10:08

JPU: Terdakwa Bantah Keterangan Saksi BNNK

TARAKAN – Sidang perkara narkotika atas terdakwa kasus sabu yang…

Kamis, 18 Juli 2019 10:06

Wujudkan Swasembada Pangan, Gandeng Poktan

TARAKAN – Sebagai upaya mewujudkan swasembada pangan di Bumi Paguntaka,…

Kamis, 18 Juli 2019 10:03

Sarankan Penyelenggara Punya Tim Kesehatan Khusus

TARAKAN - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang diselenggarakan pada April…

Kamis, 18 Juli 2019 10:00

Warga Dambakan Jalan Mulus

TARAKAN – Perihal jalan dan drainase tak pernah lepas dari…

Rabu, 17 Juli 2019 09:25

Sembilan Calon Sekkot Tunggu Pengumuman

TARAKAN - Tahapan seleksi calon sekretaris kota (sekkot) Tarakan telah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*