MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 27 Juni 2019 10:37
Dua Warga Tarakan Diringkus BNN

Sabu 5 Kg Diamankan, Pelaku Terima Tawaran dari Napi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalimantan Utara (Kaltara) memusnahkan narkotika golongan satu jenis sabu. Jumlahnya, sebanyak 5 kilogram (kg) dari pengungkapan selama Mei 2019.

Barang haram tersebut dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke dalam air kemudian diaduk lalu dibuang ke parit. Narkotika yang dimusnahkan diamankan pada Rabu (15/5) lalu, sekira jam 18.15 WITA. Berawal dari informasi masyarakat, personel BNN Kaltara langsung menuju lokasi yang berada di Jalan Mulawarman, RT 17 nomor 37, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan.

Hasil penyelidikan dan penggeledahan ditemukan tiga bungkus plastik berisi serbuk kristal diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 3.009,55 gram yang disimpan pelaku berinisial AN di dalam lemari.

Berdasarkan keterangan tersangka, ia mendapatkan narkotika dari seseorang yang baru dikenal. Sebelum diamankan, AN ditugaskan mengambil narkotika di daerah Juata, Tarakan dari orang yang tidak dikenal dan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

“Usai pelaku mengambil barang bukti, pelaku kemudian menyimpannya di lemari pakaian di rumahnya,” ucap Plh Kepala BNN Provinsi Kaltara, Deden Andriana kepada Radar Kaltara, Rabu (26/6).

Tak cukup dua pekan, BNN Kaltara kemudian mengamankan sabu pada Jumat (24/5) sekira pukul 01.15 WITA. Pelaku berinisial IL alias Bapak Rehan diamankan di jalan Tanjung Batu, RT 22, Kelurahan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan. Dari tangan pelaku sebanyak tiga bungkus plastik berisi serbuk kristal diduga narkotika jenis sabu ditemukan di dalam kamar pelaku dengan berat 2.031,41 gram.

Kemudian, penyidik BNN melakukan pemeriksaan dan diketahui tersangka mendapatkan narkotika jenis sabu di Pancang Putih atau sekitaran perairan Pulau Bunyu. IL bergerak berdasarkan petunjuk dari napi Kelas II A Tarakan.

“Setelah mendapatkan sabu, barang haram tersebut disimpan di rumah pelaku sembari menunggu perintah. Rencana akan diambil seseorang yang saat ini telah ditetapkan sebagai DPO,” tambahnya.

Pelaku nekat mengikuti perintah napi Kelas II A Tarakan karena diiming-imingi upah sebesar Rp 20 juta. Namun, sialnya IL belum mendapatkan upah yang dijanjikan kini harus mendekam di balik jeruji.

“Tersangka dijanjikan uang untuk mengambil narkotika jenis sabu senilai Rp 20 juta. Tersangka mengambil sabu dari kurir dari Malaysia dan transaksi di Iaut. Kemudian, menyimpannya di dalam rumah tersangka, atas perintah napi Kelas II A Tarakan,” bebernya.

BNN Kaltara masih melakukan pendalaman terhadap pemilik barang haram yang berada di Malaysia. Sebab, saat melakukan transaksi di perairan Bunyu, sabu langsung diserahkan ke IL. Dan antar pelaku dan WNA itu tidak saling mengenal. Selama ini hanya berkomunikasi melalui perantara.

Sejak BNN Kaltara berdiri dengan jumlah personel masih minim, BNN Kaltara tetap memperlihatkan kinerjanya. Terbukti, sabu yang sudah diamankan sebanyak 16 kg. Sedangkan untuk Januari hingga Juni 2019 sekira 6 kg. “Belum ideal, personel berdasarkan DSP sekira 250 orang dan yang ada saat ini sekira 38 orang atau hanya 18 persen,” tambahnya.

Sementara, IL mengaku sejak menerima tawaran dari napi Lapas Kelas II A Tarakan belum ada kesepakatan upah yang bakal ia terima. Hanya saja ada perjanjian akan mendapatkan upah atas kerjanya. Ia juga mengaku mengetahui barang yang diambil di tengah laut merupakan narkotika. “Belum ada nilai (jumlah upah, Red). Memang disuruh simpan di rumah dulu tunggu ada yang ambil,” singkatnya.

Pelaku Tergiur Hasil Penjualan

Totaladaratusan kilogram (kg) narkotika golongan satu jenis sabu yang diamankan Polda dan BNN Kaltara dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini begitu memprihatinkan dan membahayakan masyarakat. Apalagi Kaltara pernah berada masuk lima besar di Indonesia terkait penyalagunaan narkotika.

Gubernur Kaltara, Dr. H. Irianto Lambrie menjelaskan, mengatasi persoalan tersebut tentunya membutuhkan dukungan dari semua pihak, baik TNI/Polri dan masyarakat, serta Pemprov Kaltara. Perlu partisipasi semua pihak guna bersama-sama melakukan pengawasan.

Dengan kondisi Kaltara yang memiliki panjang perbatasan hingga 10 ribu kilometer (km) dengan negara tetangga. Dan dari TNI/Polri yang bertugas telah melakukan pengawasan. Hanya saja, saat ini belum memiliki peralatan yang canggih untuk mendeteksi masuknya barang haram tersebut.

“Berbeda dengan luar negeri seperti Amerika yang memiliki alat canggih. Tetapi masih ada saja yang lolos. Dari Pemprov Kaltara tetap memberikan dukungan dan komitmen Polda Kaltara dan BNN Kaltara,” ucap Irianto usai mengikuti upacara Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Lapangan Agatis, Rabu (26/6).

Menurunya, banyak yang terpengaruh sehingga terlibat dengan barang haram tersebut lantaran iming-iming bayaran. Sebab, berdasarkan informasi, jika di luar Indonesia narkotika jenis sabu di negara produsen harganya begitu murah. Sedangkan di Indonesia dengan harga yang begitu tinggi.

“Sepanjang ini menyangkut mental manusia, baik pengedar dan pengguna masih tergiur dengan hasil penjualan. Sehingga orang nekat dan menghalalkan segala cara memasukkan barang haram tersebut,” tambahnya.

Berada di lima besar se-Indonesia, diketahui pelakuka penyalahgunaan narkotika ini lintas profesi. Bahkan usia pengguna dan pelaku dari orang dewasa hingga remaja. Serta, pelaku juga ada dari kalangan ASN. Mantan Sekprov Kaltim ini menegaskan jika ASN terlibat penyalahgunaan narkotika dipastikan mendapatkan sanksi yang berat.

Daerah yang masuk fokus Polda dan BNN Kaltara terkait jalur masuk narkotika ke Kaltara seperti Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan. Pihaknya menegaskan, kepala daerah memberikan perhatian khusus dan berkoordinasi dengan TNI/Polri. “Jika ditetapkan tersangka diberhentikan sementara hingga berkekuatan hukum tetap. Setelah itu, diberhentikan dengan tidak hormat,” tegasnya.

Sementara, Plh Kepala BNN Provinsi Kaltara, Deden Andriana menyampaikan, nekatnya pelaku terjun ke bisnis haram ini lantaran faktor ekonomi. Namun, jika berani ikut terlibat tentunya sanksi berat juga menanti pelaku.

Keinginan pelaku untuk mendapatkan keuntungan dengan instan sehingga rela menjadi kurir sabu. “Jelas faktor ekonomi. Hanya dengan mengantarkan dapat uang banyak. Nilainya mulai dari Rp 5 juta, Rp 10 juta hingga Rp 20 juta. Jika dibanding kerja sehari-hari?,” bebernya yang bertanya balik.

Ia berharap kerja sama, antara BNN dan semua pihak terkait untuk menekan peredaran narkotika sangat diperlukan. Sebab, saat ini jumlah personel BNN Kaltara belum ideal. Seharusnya, bersadasarkan DSP personel yang dibutuhkan 250 orang. Sedangkan yang ada hanya 38 orang atau hanya 18 persen. “Kerja sama dan sinergi bersama instansi samping seperti TNI, Polri, Imigrasi dan pemerintah daerah kami lakukan,” pungkasnya. (akz/eza)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 10:01

Laura Tolak ke ‘Provinsi’, Siap Dua Periode di Nunukan

TANJUNG SELOR – Beberapa tokoh politik yang namanya diisukan bakal…

Jumat, 19 Juli 2019 09:45

Kapolri: Keamanan Nomor Satu

TANJUNG SELOR – Gedung Mapolda Kaltara yang berada di Jalan…

Jumat, 19 Juli 2019 09:38

Sajikan ‘Ulong Da’a’, Tradisi suku Dayak Dataran Tinggi Borneo

‘Ulong Da’a’ menjadi salah prosesi penyambutan kedatangan Kepala Kepolisian Republik…

Jumat, 19 Juli 2019 09:35

Haji via Filipina Berisiko

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan ibadah haji tahun ini akan segera…

Jumat, 19 Juli 2019 09:33

Oknum Pegawai Dishub KTT Dituntut 8 Tahun Penjara

TANJUNG SELOR - Terdakwa Mardiansyah, Kepala Bidang Perhubungan pada Dinas…

Jumat, 19 Juli 2019 09:30

Warga Antutan Digegerkan Penemuan Mayat

TANJUNG SELOR – Warga Desa Antutan dan Pejalin, Tanjung Palas,…

Jumat, 19 Juli 2019 09:28

Titik Penempatan APK Dievaluasi

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulungan menggelar rapat…

Kamis, 18 Juli 2019 10:34

Sejumlah Kandidat Masih Malu-malu

TANJUNG SELOR – Beberapa nama tokoh politik di Provinsi Kalimantan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:26

Dongkrak PAD, Spanduk dan Reklame Ditertibkan

TANJUNG SELOR – Guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten…

Kamis, 18 Juli 2019 10:25

Badan POM Diupayakan Berdiri di Kaltara

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki garis perbatasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*