MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 25 Juni 2019 10:00
Aktivitas Pengangkutan Buruh Dihentikan Sementara
“Bagaimana Kami Menafkahi Keluarga”
KONSOLIDASI: Ratusan Buruh adakan pertemuan menanggapi adanya larangan terhadap aktivitas Buruh Pelabuhan Tengkayu I SDF Tarakan, kemarin (24/6)./AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Ratusan buruh Pelabuhan SDF Tarakan protes. Sejak dikeluarkannya aturan larangan aktivitas pengangkutan barang, yang rencananya akan diberlakukan pada 1 Juli mendatang hingga pembangunan dermaga pelabuhan selesai dikerjakan.

Hal itu sontak membuat ratusan buruh yang menggantungkan hidupnya bereaksi. Tak hanya buruh, angkutan roda dua konvensional pun turut terkena imbasnya. Mengingat isi aturan tersebut tidak memperbolehkan adanya kendaraan pribadi dan umum keluar masuk saat pembangunan masih berjalan.

Saat ditemui, Ketua persatuan Buruh Tengkayu I SDF Tarakan, Nanrang mengungkapkan, aturan tersebut sangat tidak berpihak pada masyarakat kecil khususnya buruh yang hanya mengharapkan pendapatan pada pekerjaan yang sudah mereka lakukan selama bertahun-tahun.

"Kami berkumpul di sini untuk membahas nasib kami, karena dikeluarkannya aturan yang melarang aktivitas pengangkut barang. Kami sangat menyayangkan tidak adanya pemberitahuan, sebelum dikeluarkannya aturan itu sehingga kami merasa tidak adanya keadilan pada kebijakan ini," ujarnya, kemarin (24/6).

Ia menerangkan, akibat dikeluarkannya larangan tersebut, hal itu tidak hanya berdampak pada ratusan buruh saja, melainkan juga berdampak pada pekerja ojek konvensional dan mobil rental. Sehingga hal tersebut dianggap tidak mempertimbangkan nasib masyarakat kecil.

"Kami juga ada perwakilan ojek dan rental karena mereka juga tidak bisa menjalankan aktivitasnya di pelabuhan ini nantinya karena aturan tersebut melarang adanya kendaraan pribadi keluar masuk pelabuhan," tuturnya.

 

Meski aturan tersebut dikeluarkan atas kelancaran dan keselamatan pembangunan, namun menurutnya aturan tersebut mematikan mata pencarian masyarakat kecil, terutama para buruh pelabuhan. Sehingga ia beserta ratusan buruh mempertanyakan nasib mereka setelah dilarang beraktivitas tanggal 1 Juli mendatang.

"Kalau aktivitas kami dihentikan siapa yang mau bertanggung jawab untuk menafkahi keluarga kami. Kami juga membutuhkan makan. Kami hanya buruh yang makan dari hasil keringat kami, bukan orang pintar yang menerima gaji bulanan. Memang ada solusi memindahkan kami ke pelabuhan Tengkayu II tapi di sana juga ada ratusan buruh. Tidak mungkin kami ke sana karena jumlah kami tidak sedikit," tukasnya

Ditamabahkan seorang buruh kapal barang Azis (42)  mengungkapkan, jika aktivitas buruh dihentikan secara otomatis kegiatan bongkar muat juga terhenti. Mengingat aktivitas bongkar muat, dilaksanakan 99 persen oleh buruh. Maka akan berdampak pada kebutuhan masyarakat Kaltara.

"Pengelola pelabuhan ini tidak tahu bagaimana perjuangan buruh agar kebutuhan masyarakat di luar Tarakan terpenuhi. Mereka tidak memikirkan bagaimana dampaknya masyarakat di luar Tarakan jika kapal angkut barang tidak beroperasi karena tidak adanya buruh bekerja. Seperti KTT itu penerima pasokan 80 persen sembako dan pakaian dari Tarakan, Malinau 70 persen dan Tanjung selor. Karena daerah di luar Tarakan ini belum punya Bandara dan pelabuhan sendiri jadi harus memesan barang lewat sini. Sebenarnya ini bukan masalah buruh tapi masalah semua masyarakat Kaltara di luar kota Tarakan," terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Laut dan ASDP Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Datuk Iman mengungkapkan, aturan tersebut diberlakukan demi keselamatan para buruh pelabuhan. Selain itu, dengan berkurangnya aktivitas, juga akan mempercepatnya proses pembangunan.  

"Pertimbangannya jika banyaknya aktivitas bongkar muat kapal di pelabuhan, dikhawatirkan masuknya kapal ponton akan terganggu dan berpotensi salah perhitungan manuver. Karena kami tidak ingin adanya insiden dalam bekerja. Sehingga dikeluarkanlah edaran sementara penghentian aktivitas buruh," terangnya.

Ia menjelaskan, besarnya risiko kecelakaan kerja di tengah aktivitas pelabuhan, menimbulkan beban tersendiri. Selain itu, dengan berkurangnya aktivitas di pelabuhan, juga bisa mempercepat pengerjaan pembangunan.

"Kalau nanti banyak kapal terus kapal ponton salah manuver tabrak rumah orang bagaimana, sehingga kami mengeluarkan edaran sementara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan juga memudahkan zona sekitar pelabuhan mudah bersandarnya kapal-kapal besar,” jelasnya.

“Sementara buruh yang berada di Pelabuhan SDF I Tarakan akan dipindahkan ke Pelabuhan Malundung hingga pengerjaan dermaga selesai,” tambahnya. (*/zac/nri)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 10:32

Dikalungkan Bunga Oleh Polisi Cilik

TARAKAN - Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito…

Kamis, 18 Juli 2019 10:31

Minim Akses, Penanganan Lantung Tak Dilakukan

TARAKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengharapkan adanya penanganan terhadap…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Tampilkan Seragam Kebanggaan Ekstrakurikuler

TARAKAN – Sudah siapkah Anda dengan pawai pembangunan, yang dilaksanakan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Enam Ekor Ikan Napoleon Gagal Diselundupkan

TARAKAN - Selama Mei hingga Juli tahun ini, Balai Karantina…

Kamis, 18 Juli 2019 10:29

Disnaker Target Seribu Lapangan Pekerjaan

TARAKAN - Munculnya informasi terkait formasi pekerjaan yang dibutuhkan dalam…

Kamis, 18 Juli 2019 10:08

Pesta Sabu dengan Teman Wanitanya, ED Diciduk Polisi

TARAKAN – Anggota Satreskoba Polres Tarakan menangkap seorang pria berinisial…

Kamis, 18 Juli 2019 10:08

JPU: Terdakwa Bantah Keterangan Saksi BNNK

TARAKAN – Sidang perkara narkotika atas terdakwa kasus sabu yang…

Kamis, 18 Juli 2019 10:06

Wujudkan Swasembada Pangan, Gandeng Poktan

TARAKAN – Sebagai upaya mewujudkan swasembada pangan di Bumi Paguntaka,…

Kamis, 18 Juli 2019 10:03

Sarankan Penyelenggara Punya Tim Kesehatan Khusus

TARAKAN - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang diselenggarakan pada April…

Kamis, 18 Juli 2019 10:00

Warga Dambakan Jalan Mulus

TARAKAN – Perihal jalan dan drainase tak pernah lepas dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*