MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 25 Juni 2019 09:46
Curah Hujan Tinggi, Jembatan Putus
RUSAK: Jembatan penghubung masyarakat di Jalan Strat Buntu atau sekitar Pasar Baru dengan Jalan Patimura ambruk, akibat diseret air sungai./ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Akibat curah hujan tinggi yang terjadi pada Senin (24/6) dini hari, membuat air sungai meluap dan jembatan masyarakat antara Jalan Strat Buntu, Pasar Baru dengan Jalan Pattimura terputus. Bahkan pipa air ikut terputus.

Salah seorang warga Jalan Strat Buntu, Farul mengatakan, bahwa hujan terjadi sekira pukul 01.00 WITA dan sangat deras. Air sungai tiba-tiba meluap sekira pukul 03.00 WITA. Sehingga masuk ke rumah warga mencapai betis orang dewasa. “Warga sempat panik, karena sudah masuk di lantai rumah. Sedangkan hujan tidak berhenti,” kata Farul.

Jembatan yang putus, karena arus sungai sangat deras. Sedangkan jembatan tersebut sebelumnya telah mengalami kerusakan. Kali ini air sungai meluap ditambah arus sangat kencang, akhirnya jembatan ikut terbawa arus.

Menurutnya, kejadian air sungai naik hingga ke rumah warga bukan pertama kali terjadi. Bahkan tiap kali terjadi hujan deras di hulu sungai, membuat air tak berhenti mengalir. Kondisi sungai pun sangat rendah, sehingga tak dapat menampung air. Menyebabkan naik hingga ke rumah warga.

“Rumah saya masuk air hingga betis orang dewasa. Jadi semua sibuk mengamankan barang yang ada di dalam rumah,” ujarnya.

Lanjut dia, dengan kondisi seperti ini telah dilakukan penanganan sejak dulu. Sungai yang melintasi di sekitar Jalan Strat Buntu hingga Jalan Pasar Baru diperluas atau dilakukan pengerukan kembali. Agar ketika hujan tidak meluap hingga masuk ke rumah warga.

Ia memastikan, jika curah hujan semakin tinggi, maka kembali air sungai naik ke rumah warga. Kondisi yang menyulitkan warga karena terjadi pada malam hari. Sehingga tiap malam harus berjaga-jaga untuk mengamankan seluruh barang yang ada di dalam rumah. “Waktu banjir tidak berlangsung lama, namun tiba-tiba air sungai masuk dalam rumah,” tambahnya.

Terkait Sungai Bolong meluap, Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura langsung memerintahkan untuk dilakukan penanganan segera. Hal tersebut disampaikan, Kabag Humas dan Protokol Setkab Nunukan, Hasan Basri, bahwa Bupati telah meminta untuk dilakukan tindak lanjut dengan cepat.

“Langsung bertindak, instansi terkait langsung terjun ke lapangan. Beberapa titik di bantaran Sungai Bolong dilakukan pembersihan sampah yang hanyut dan menyumbat aliran sungai,” kata Hasan Basri.

Dia menjelaskan, instansi gabungan telah turun membersihkan sumbatan sampah yang menempel di kaki jembatan yang menutup aliran air. Dinas Pemadam Kebakaran dengan mesin yang dimiliki juga tampak melakukan penyedotan genangan air di permukiman warga.

“Selain melakukan tindakan taktis penanganan banjir Sungai Bolong, juga dilakukan tinjauan pada beberapa insfrastruktur yang rusak akibat banjir,” ujarnya.

Terpisah, Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Amin mengatakan,  bahwa banjir yang terjadi pukul 02.00 WITA hingga pukul 05.00 WITA. Disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi yang berlangsung hampir satu malam, pada saat yang bersamaan air laut pasang sehingga alur Sungai Bolong tidak dapat menampung debit air dan meluap ke sebagian rumah warga sekitar Pasar Baru. “Tinggi genangan air bervariasi, mulai dari 10 centimeter (cm) sampai 40 cm,” kata Muhammad Amin.

Lanjut dia, bahwa untuk kejadian banjir, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya beberapa rumah yang terendam banjir. Selain debit air hujan yang cukup tinggi dan air laut pasang, banjir kali ini juga disebabkan daya tampung embung Sei Bolong di Kampung Tator sudah melebihi kapasitas tampung, sehingga pintu air bendungan dibuka oleh PDAM, upaya ini dilakukan agar embung Sei Bolong tidak jebol.

“Penanganan cepat telah kita lakukan, dan apa yang kita dapatkan dalam pantauan ini sudah saya laporkan ke Bupati,” tuturnya. (nal/eza)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 10:28

Tiga Tersangka Pengusaha Kayu ‘Dipulangkan’

NUNUKAN – Tiga tersangka pengusaha kayu N (51), RH (56),…

Kamis, 18 Juli 2019 10:15

Nyaris Lolos di Jalur Legal

NUNUKAN - Imigrasi Kelas II Nunukan terpaksa membatalkan rencana keberangkatakan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:14

Kurir Sabu Tujuan Palu Dibekuk

NUNUKAN – Seorang terduga kurir narkotika golongan satu jenis sabu-sabu…

Kamis, 18 Juli 2019 10:13

Tangkapan Barang Bekas Dilimpahkan ke Bea Cukai

NUNUKAN – Barang bekas yang diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia…

Kamis, 18 Juli 2019 10:12

Kades Terduga Pemilik Ijazah Palsu Digugurkan

NUNUKAN - Seorang calon Kepala Desa (Kades) asal Sebatik berinisial…

Rabu, 17 Juli 2019 09:27

Kayunya Diamankan, Warga Protes, KLHK Jangan Tebang Pilih!

NUNUKAN – Puluhan warga mendatangi Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT)…

Rabu, 17 Juli 2019 09:04

Terbitkan Perda Sampah dan Aktifkan Gotong Royong

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan akan menjalankan sejumlah kegiatan…

Rabu, 17 Juli 2019 09:01

WNI di Perahu Sembako Dibebaskan

NUNUKAN – Dua warga negara Indonesia yang diamankan aparat keamanan…

Rabu, 17 Juli 2019 09:00

Tiga Terduga WNA yang Ditangkap Ternyata WNI

NUNUKAN – Tiga orang yang diduga Warga Negara Asing (WNA)…

Selasa, 16 Juli 2019 09:03

Waspadai Tinggi Gelombang Dua Meter

NUNUKAN – Adanya awan gelap (cumulonimbus) di sejumlah perairan termasuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*