MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 24 Juni 2019 12:06
Masalah Lingkungan di Ibu Kota Serius

Satu Orang Wajib Tanam 25 Pohon

DIWAJIBKAN: Menjaga ekosistem alam dan lingkungan, setiap orang sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi diwajibkan menanam pohon sebanyak 25 pokok. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Acap kali terjadi musibah banjir sejak beberapa tahun terakhir di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), bahkan musibah paling parah terjadi tiga tahun lalu atau 2015 lalu.

Hal itu pun menjadi perhatian serius orang nomor satu di provinsi termuda di Indonesia ini yakni Gubernur Kaltara, Dr. H. Irianto Lambrie. Permasalahan banjir tersebut tentu tak lepas dari masalah lingkungan yang daya dukungnya lemah. Misalnya, hutan yang ada mulai gersang, industri tak terkendali dan masih banyak faktor lain.

Oleh karenanya, frekuensi terjadinya musibah banjir semakin lama justru jarak kian dekat. Bahkan, tidak menunggu waktu 20 tahun lagi. Melainkan, dengan waktu 3 tahun yang akan datang, musibah itu bisa datang lagi bilamana tidak segera adanya gerakan perubahan peduli lingkungan. “Untuk itu, saya tekankan bahwa masalah lingkungan ini serius,” tegas Gubernur.

Dikatakannya juga, di Tanjung Selor jika terjadi banjir dan air sampai ke Kantor Gubernur Kaltara ikut tergenang. Maka, dipastikan wilayah lain di ibu kota ini akan tenggelam. Namun, diharapkannya hal itu tak sampai terjadi. “Itulah mengapa penting mengubah cara pola pikir dan pandangan. Mari, bersama menjaga lingkungan sekitar kita,” ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya dalam hal ini juga menyindir mengenai penanganan banjir yang harus melakukan rapat hingga berjam-jam. Kemudian, melakukan pidato ke sana–sini. Pasalnya, hal utama yang terpenting adalah tumbuhkan niat dan kemauan untuk bersama saling menjaga lingkungan.

“Saat ini tak bisa lagi komentar, pidato dan rapat berjam-jam. Karena khawatirnya menjadi tak jelas, tapi bagaimana cara menumbuhan niat dan kemauan dahulu,” katanya.

Di sisi lain, guna mencegah terjadinya musibah banjir. Pihaknya meminta bersama agar dapat menindaklanjuti Instruksi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor INS.1/MENLHK/PDASHL/DAS.1/8/2017. Dalam instruksi itu mengajak masyarakat dan diwajibkan untuk dapat menanam dan memelihara sekurang-kurangnya 25 pohon selama hidup, sejak masa sekolah hingga menikah.

“Artinya, bisa lebih dari itu menanamnya. Tapi, perlu diketahui metode penanamannya ini sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi dan menikah,” jelasnya.

Penanaman pohon setidaknya mengutamakan pada daerah yang memang rawan bencana. Namun, bukan berarti daerah lain tak perlu. “DAS (daerah aliran sungai) yang rawan dapat diprioritaskan,” ajaknya.

Sementara, mengenai musibah banjir ini sebelumnya sempat menjadi kajian. Dan dari hasil kajian Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara pada 2015 menujukkan sejumlah daerah di Kaltara rawan bencana. Tingkatnya mulai dari kategori tinggi hingga rendah.

Hasil kajian tersebut terdiri dari bencana banjir, gelombang ekstrem dan abrasi, kekeringan, cuaca ekstrem, tanah longsor, gempa bumi dan tsunami. Kepala BPBD Kaltara, H. Muhammad Pandi menyampaikan, potensi bencana terjadi di Kaltara merupakan hasil kajian dan parameter. Di mana, setiap daerah memiliki kelas masing-masing. Mulai dari rendah, sedang dan tinggi.

Bencana banjir ada dua daerah yang memiliki kelas tinggi Malinau dan Nunukan. Kemudian, gelombang ekstrem dan abrasi berdasarkan parameter tinggi gelombang, arus, tipologi pantai, tutupan vegetasi dan bentuk garis pantai tiga daerah kelas tinggi. Yakni Bulungan, Nunukan  dan Tarakan.

“BPBD telah melakukan KRB (kajian risiko bencana) Kaltara 2015-2020. Dan hasilnya menunjukan sejumlah daerah berada di tingkat tinggi,” beber Muhammad Pandi.

Lanjutnya, bencana kekeringan, dari hasil kajian hanya Tarakan yang menunjukan kelas sedang. Selebihnya menunjukan kelas tinggi. Kemudian, cuaca ekstrem menunjukan semua daerah kelas rendah. Tanah longsor, Tarakan menunjukkan kelas rendah, kemudian KTT kelas sedang dan selebihnya kelas tinggi.

“Peta bencana yang diprediksikan terjadi hingga 2020 mendatang. Kita melakukan sejumlah antisipasi bencana, baik di lingkup BPBD maupun kepada masyarakat dengan pelatihan Desa Tangguh Bencana,” tambahnya.

Sedangkan, bencana gempa bumi, semua daerah kelas rendah.  Bencana tsunami menujukan lima kabupaten kota kelas rendah. Namun, BPBD Kaltara tetap memperhatikan hal tersebut. Dengan mengusulkan ke pemerintah pusat melalui BNPB agar alat pendeteksi seperti banjir, gempa bumi dan tsunami dapat direalisasikan.

“Alat deteksi bencana sejumlah daerah belum ada di Kaltara. Untuk tsunami tetap diusulkan nantinya dipasang di daerah kepulauan. Seperti, Tarakan, Nunukan, Sebatik. Sedangkan di Bulungan titiknya di Tana Kuning,” bebernya. (omg/eza)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 10:34

Sejumlah Kandidat Masih Malu-malu

TANJUNG SELOR – Beberapa nama tokoh politik di Provinsi Kalimantan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:26

Dongkrak PAD, Spanduk dan Reklame Ditertibkan

TANJUNG SELOR – Guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten…

Kamis, 18 Juli 2019 10:25

Badan POM Diupayakan Berdiri di Kaltara

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki garis perbatasan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:23

Pembangunan Pelabuhan Bunyu Terkendala Lahan

TANJUNG SELOR – Rencana Pemerintah Perovinisi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara)…

Kamis, 18 Juli 2019 10:21

Hasil Verifikasi Dilimpahkan ke TAPD

TANJUNG SELOR – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kalimantan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:20

Pemprov Minta Duit Rp 526 Juta Lebih Itu Segera Dikembalikan

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie meminta…

Kamis, 18 Juli 2019 10:19

Meninggal Dunia, CJH Boleh Diganti Keluarga

Beberapa ketentuan baru yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Agama (Kemenag)…

Kamis, 18 Juli 2019 10:18

Penyaluran Bansos ke Pedalaman Dikawal

TANJUNG SELOR — Pendampingan Satuan Tugas (Satgas) pengamanan Bantuan Sosial…

Kamis, 18 Juli 2019 10:16

Di Celana Bocah Ada Lendir-Lendir Gitu, Si Ibu Langsung Lapor Polisi

TANJUNG SELOR - Ibu dari MC memilih melaporkan pria berinisial…

Kamis, 18 Juli 2019 09:13

Uyau Abeng Lihan Padan Disematkan ke Kapolri

TANJUNG SELOR - Kapolri Jendral Polisi Muhammad Tito Karnavian tiba…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*