MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 18 Juni 2019 12:23
WAJIB..!! Ikan dari Malaysia Diwaspadai

Tidak Ada Pengecekan Masuk ke Tarakan

SIDAK: Sejumlah petugas BKIPM Kelas II Tarakan mengambil uji sampel ikan di tiga pasar tradisional. ELIAZAR/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Ikan (BKIPM) Kelas II Tarakan, Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Tarakan dan Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop-UKM) Tarakan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pedagang ikan.

Sidak (17/6), dilakukan di tiga pasar tradisional yaitu Pasar Beringin, Pasar Tenguyun dan Pasar Gusher. Kepala BKIPM Kelas II Tarakan Umar mengungkapkan, sidak tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh pihaknya setiap tahun. Kemudian hasil dari sidak tersebut akan dilaporkan ke presiden melalui Kementerian Sekretaris Negara.

“Jadi kami harus memastikan produk perikanan yang ada di Tarakan ini bahwa aman untuk dikomsumsi. Jadi semua ikan yang ada di pasar tradisional aman untuk dikonsumsi,” ungkapnya.

Diakui Umar, sidak yang dilakukan per triwulan tersebut sangat penting dilakukan mengingat ikan-ikan yang ada di Kota Tarakan kebanyakan rata-rata diambil dari luar daerah. Misalnya dari Sulawesi dan dari luar negeri yaitu Malaysia. Adapun target utama dalam sidak tersebut adalah ikan yang dari luar, khusus dari Malaysia.

“Seperti ikan layang harus menjadi perhatian. Karena di waktu-waktu tertentu ikan layang ini membawa inflasi di daerah ini,” bebernya.

Didapati juga, tambahnya, ikan layang yang dari Malaysia harganya cukup murah apabila dibanding ikan layang yang diambil dari Tolitoli. Perbedaan harganya pun dinilai bisa mencapai dua kali lipat. Tidak hanya itu, sampai saat ini juga pihaknya menganggap ikan yang dari Malaysia masih dikategorikan sebagai ikan ilegal. “Secara perdagangan belum memenuhi standar yang ada. Ikan dari Tawau itu dokumen dari sana ada, tapi secara nasional regulasi di kita belum mengatur terkait hal itu,” jelas Umar. 

Selain itu, para pengimpor ikan yang dari Tawau masih dikategorikan sebagai tradisional. Meski demikian, dirinya menilai harus dilakukan pelaporan ke petugas karantina untuk dikeluarkan dokumen untuk izin masuk. Untuk saat itu, ikan dari Tawau, Malaysia saat ini masuk melalui Sebatik kemudian ke Nunukan dan masuk ke Tarakan.

“Ketika sampai di Beringin, kami tidak bisa pantau ikannya ke mana lagi. Ada yang mengatakan sampai ke Tanjung Selor, sehingga kami tidak tahu distribusinya ke mana. Sementara harus dipastikan ikan yang beredar layak dikonsumsi masyarakat,” tuturnya.

Pihaknya juga melakukan uji 7 bahan berbahaya untuk memastikan ikan layak dikonsumsi masyarakat. Di antaranya, organoleptik, pengujian mikrobiologi (TPC/ALT), coliform, E. colli, salmonella), TVB dan histamin (khusus untuk ikan tongkol, cakalang, layang) dan uji formalin. Nantinya hasil pengujian biasanya baru bisa didapatkan, minimal 2 minggu setelah dikirimkan ke laboratorium yang ada di Surabaya, Jawa Timur.

“Hasilnya akan kami sampaikan sebagai bentuk rekomendasi pemda sebagai pengambil kebijakan,” bebernya.

Untuk rekomendasi sendiri, pihaknya juga akan melakukan pembinaan lanjutan terhadap temuan sampel hasil perikanan, apabila ada yang mengandung bahan berbahaya di atas ambang batas.

Sementara itu, Kepala Loka POM Tarakan Musthofa Anwari mengungkapkan, pihaknya juga akan melakukan pengecekan dari sanitasi pasar tradisonal. “Kami temukan masih agak bau dan kotor (kondisi pasar). Selain itu, hasil perikanan ini kan produk segar dan jangan sampai mengandung bahan berbahaya, seperti formalin dan lain sebagainya,” singkatnya.

 

WASPADA IKAN KERING

Jika Anda gemar mengonsumsi ikan, udang dan cumi, maka Anda perlu bersikap waspada saat hendak membeli. Pasalnya, dalam rangkaian kegiatan sidak yang dilakukan Disdagkop-UKM, terdapat sejumlah ikan, udang dan cumi kering yang tidak disinggahi lalat hingga membuat Disdagkop-UKM curiga bahwa bahan makan mentah tersebut tidak aman untuk dikonsumsi.

Berdasarkan pengamatan Radar Tarakan di Pasar Beringin Kota Tarakan, terdapat salah satu pedagang yang menjual ikan, udang dan cumi kering. Jika dilihat sepintas, tidak ada yang mencurigakan dari penjualan ini, namun ternyata tidak ditemukan satu pun lalat yang hinggap di barang dagangan tersebut.

Melalui hal tersebut,Kepala Disdagkop-UKM Tarakan Tajuddin Tuwo mengatakan bahwa sidak tersebut memang hal yang baik dilakukan guna melindungi hak konsumen.“Konsumen itu harus terlindung dari bahan makanan yang mengandung formalin, makanya secara rutin dilakukan pemeriksaan itu,” bebernya.

Saat bertemu dengan penjual, bahkan Tajuddin sempat menyampaikan kecurigaannya kepada pedagang. “Jadi harus waspada kalau lihat ikan, udang dan cumi kering yang terlihat bersih dan tidak dihinggapi lalat. Bisa jadi sudah dicuci pakai air sabun, makanya mengkilap. Inilah yang kami lirik, dan sempat mengambil sampel untuk memeriksa keamanan,” jelasnya.

Berdasarkan hal tersebut, Tajuddin menyarankan agar setiap masyarakat lebih memilih untuk membeli bahan pangan laut yang dikerumuni lalat.Jika nantinya terdapat pedagang yang menggunakan bahan formalin maupun bahan yang berbahaya ke dalam bahan pangan mentah, akan diinformasikan untuk ditindak bersama Karantina.

“Yang menjual itu belum tentu dia yang buat. Tapi sulplainya itu dari mana? Itu yang harus disampaikan, agar hati-hati jangan sampai barang dagangan mengandung zat berbahaya. Jika merugikan konsumen, pasti ada sanksi,” urainya. (zar/shy/lim)

 


BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 09:44

Ramaikan Pawai Pembangunan

TARAKAN – Pawai pembangunan akan dilaksanakan dalam 31 hari lagi,…

Jumat, 19 Juli 2019 09:42

Tingkatkan Pengawasan dan Ajak Kerja Sama Mitra di Perbatasan

TARAKAN – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus berupaya…

Jumat, 19 Juli 2019 09:41

Dulu Sering Disumpahi, Sekarang Tidur Lebih Nyenyak

Said Usman Assegaf telah terbiasa dengan perannya sebelum menjadi direktur…

Jumat, 19 Juli 2019 09:06

Disdikbud Nilai Tarakan Belum Butuh SMA Baru

TARAKAN - Pembentukan 2 SMP baru oleh Dinas Pendidikan dan…

Jumat, 19 Juli 2019 09:05

Nilai Ada Perusahaan Nakal yang ‘Bebas’

TARAKAN - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalan Himpunan Mahasiswa Islam…

Jumat, 19 Juli 2019 08:40

Harapkan Jalan Semenisasi Dilakukan Peningkatan

TARAKAN - Perlunya peningkatan terhadap jalan semenisasi yang ada di…

Kamis, 18 Juli 2019 10:32

Dikalungkan Bunga Oleh Polisi Cilik

TARAKAN - Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito…

Kamis, 18 Juli 2019 10:31

Minim Akses, Penanganan Lantung Tak Dilakukan

TARAKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengharapkan adanya penanganan terhadap…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Tampilkan Seragam Kebanggaan Ekstrakurikuler

TARAKAN – Sudah siapkah Anda dengan pawai pembangunan, yang dilaksanakan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Enam Ekor Ikan Napoleon Gagal Diselundupkan

TARAKAN - Selama Mei hingga Juli tahun ini, Balai Karantina…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*