MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 15 Juni 2019 10:55
Melihat Kreativitas Warga Binaan Lapas Kelas II-A Tarakan (Bagian-3)

Hasil Rajutan Dipesan Warga Binaan yang Hendak Bebas

MERAJUT: Warga binaan Lapas Kelas II-A Tarakan fokus merajut benang demi benang membuat tas./LISAWAN/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Memanfaatkan waktu luang, puluhan tas hasil rajutan warga binaan perempuan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan ini menyita perhatian.

 

LISAWAN YOSEPH LOBO

 

KARYA seni rajutan yang dihasilkan oleh warga binaan pun bermacam-macam. Tak hanya tas rajut. Tetapi ada pula dompet kecil, bando, songkok atau peci, tempat korek, topi anak-anak dan lain sebagainya.

Dari benang polyester dengan aneka warna. Mulai dari warna hijau, hitam, merah, putih dan merah muda yang dipadukan pun menghasilkan rajutan yang cantik dengan berwarna-warni.

Sudah tiga tahun, Karma Dewi (44) berada di dalam Lapas Kelas II-A Tarakan. Sejak itu lah ia mulai memainkan tangannya untuk berkarya. Dibandingkan benang wol, merajut dengan benang polyester lebih leluasa membentuk objek yang diinginkannya. “Kalau dulu pakai benang wol, hanya buat taplak meja. Sekarang pakai benang polyester, bisa bikin bando, peci, dompet-dompet kecil,” terangnya.

Setiap harinya ia dan rekannya disibukkan dengan kegiatan merajut ini. Tangannya bergerak perlahan, merajut benang demi benang. Matanya fokus melihat susunan benang. Sesekali pula ia berbincang-bincang dengan rekannya, sembari terus merajut.

20 buah dompet kecil yang dihasilkannya, dihargai Rp 15 ribu per buah. Adapula yang dibanderol kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu loh.

“Kalau tas besar untuk perempuan, ada yang Rp 300 ribu. Tergantung (harganya) dari hitungan benangnya. Kalau tas besar, agak mahal. Tapi dompet-dompet kecil hanya Rp 15 ribu,” bebernya.

Lebih menariknya lagi, banyak pula rekan-rekan di dalam lapas yang tertarik dengan hasil rajutannya. Ada yang yang memiliki benang sendiri, lalu ia yang merajut. Ongkos kerjanya pun ia patok sesuai dengan kemampuan rekannya. Kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu.

“Kadang teman-teman ada yang punya benang sendiri, jadi hanya ongkos bikinnya saja. Ada yang Rp 30 ribu, ada juga yang Rp 25 ribu. Kita lihat juga dari kemampuan teman-teman,” katanya.

Nah, hasil rajutannya ini biasa dipamerkan di Lapas. Apalagi saat ada pengunjung. Selama bulan Ramadan kemarin pun, banyak yang memesan peci untuk salat.

Yang uniknya, setiap ada rekannya yang hendak menghirup udara bebas atau akan meninggalkan Lapas, memesan rajutannya. Seperti salah seorang rekannya, memesan 20 buah dompet kecil, konon untuk akikah anaknya.

“Seperti Ibu Sila kan sudah mau bebas, jadi dia pesan untuk akikah anaknya. Kalau modelnya, tergantung dari pemesan, maunya seperti apa,” katanya.

Tak jarang yang memintanya untuk megajari. Seperti rekannya yang bernama Marlina (28) pun baru menekuni kerajinan tangan rajutan sejak dua bulan lalu.

“Baru belajar, cari kegiatan saja,” kata Marlina.

Nah, banyak pula loh peminat kerajinan tangan rajutan ini. Pemasyarakatan Art (Pasart) Foundation, Muhamad Fauzan Rizki mengatakan, sebanyak 10 warga binaan perempuan yang membidangi rajutan atau menyulam.

Untuk bergabung di dalam Pasart, pembina melihat minat dari warga binaan yang ingin bergabung. Warga binaan ini diberi ruang seluasnya untuk berkarya. Namun tetap saja di dalam pengawasan petugas.

“Umumnya kita open untuk memberikan pelatihan kepada warga binaan yang mau ikut. Kita berikan ruang seluasnya, tapi tetap dalam pengawasan keamanan dan ketertiban melalui agenda sidang tim pengamat pemasyarakatan,” jelas Fauzan.

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 10:32

Dikalungkan Bunga Oleh Polisi Cilik

TARAKAN - Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito…

Kamis, 18 Juli 2019 10:31

Minim Akses, Penanganan Lantung Tak Dilakukan

TARAKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengharapkan adanya penanganan terhadap…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Tampilkan Seragam Kebanggaan Ekstrakurikuler

TARAKAN – Sudah siapkah Anda dengan pawai pembangunan, yang dilaksanakan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Enam Ekor Ikan Napoleon Gagal Diselundupkan

TARAKAN - Selama Mei hingga Juli tahun ini, Balai Karantina…

Kamis, 18 Juli 2019 10:29

Disnaker Target Seribu Lapangan Pekerjaan

TARAKAN - Munculnya informasi terkait formasi pekerjaan yang dibutuhkan dalam…

Kamis, 18 Juli 2019 10:08

Pesta Sabu dengan Teman Wanitanya, ED Diciduk Polisi

TARAKAN – Anggota Satreskoba Polres Tarakan menangkap seorang pria berinisial…

Kamis, 18 Juli 2019 10:08

JPU: Terdakwa Bantah Keterangan Saksi BNNK

TARAKAN – Sidang perkara narkotika atas terdakwa kasus sabu yang…

Kamis, 18 Juli 2019 10:06

Wujudkan Swasembada Pangan, Gandeng Poktan

TARAKAN – Sebagai upaya mewujudkan swasembada pangan di Bumi Paguntaka,…

Kamis, 18 Juli 2019 10:03

Sarankan Penyelenggara Punya Tim Kesehatan Khusus

TARAKAN - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang diselenggarakan pada April…

Kamis, 18 Juli 2019 10:00

Warga Dambakan Jalan Mulus

TARAKAN – Perihal jalan dan drainase tak pernah lepas dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*