MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 14 Juni 2019 14:31
Bangun Kanreg, BKN Pilih Tarakan
JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Pada Kamis (13/6) pagi sekira pukul 10.30 WITA rombongan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia tiba di Kota Tarakan. Kunjungan tersebut atas agenda serah terima penandatanganan perjanjian pinjam pakai aset Pemerintah Kota (Pemkot) sebagai tempat untuk beroperasinya Kantor Regional (Kanreg) BKN.

Hal itu diungkapkan Kepala BKN Bima Haria Wibisana. Ia menerangkan, dipilihnya Tarakan sebagai wilayah kerja regional, tidak terlepas dari tingginya jumlah penduduk Kota Tarakan di wilayah Kalimantan Utara. Sehingga dengan populasi penduduk paling besar, Kota Tarakan dianggap layak mnjadi wilayah regional BKN.

"Yang pertama BKN ditugaskan untuk  menjalankan penetrasi pelayanan manajemen ASN. Sebelumnya hanya ada 14 kantor regional kemudian ditempatkan pada propinsi yang belum ada kantor regionalnya. Sekarang masalahnya kami mencari provinsi yang belum terdapat kantor kami. Kami memilih, yang bisa memberikan dampak paling besar. Karena ini untuk seleksi CPNS, kedua assesment center, yang ketiga untuk pelayanan kepegawaian," ungkapnya.

Persyaratan wilayah kerja regional BKN tidaklah terpaku oleh status daerah. Melainkan, jumlah populasi pada suatu daerah.

Selain karena faktor populasi, Kota Tarakan dianggap memiliki akses  laut dan udara yang cukup mumpuni. Meski merupakan wilayah kepulauan, namun menurut Bima hal itu tidaklah menjadi soal. Akses darat dan laut telah dianggap cukup untuk digunakan sebagai akses utama masyarakat jika nantinya harus mengikuti agenda kepegawaian yang dilaksanakan di Bumi Paguntaka.

"Kami juga mencari tempat yang paling banyak populasinya. Karena di tempat yang sepi populasinya harus menuju ke tempat ramai, otomatis membutuhkan biaya. Misalnya walaupun Kaltara ini ibu kotanya Tanjung Selor, tapi yang ramainya di Tarakan. Jadi kalau ada tes CPNS Kaltara. Pesertanya kan banyak dari Tarakan, kenapa tidak di Tarakan saja. Dengan begitu kan biaya masyarakat Tarakan berpartisipasi bisa berkurang. Selain karena populasi, Tarakan juga memiliki keunggulan akses. Walaupun berbentuk pulau, tapi di sini memiliki jalur udara dan laut yang cukup baik," tuturnya

Ia menjelaskan jika penentuan wilayah regional yang tidak terdapat pada ibu kota, juga terjadi di beberapa provinsi di Indonesia. Seperti Maluku Utara dan Kepulauan Riau. Lanjutnya, meski demikian wilayah kerja tersebut bisa saja berpindah mengikuti perkembangan populasi di suatu wilayah.

"Jadi kantor regional ini tidak terpaku status wilayah tapi berpatok pada populasi terbanyak di sebuah provinsi. Di Maluku Utara juga kantor kami tidak di ibu kotanya. Jadi beberapa provinsi ada beberapa yang tidak di ibu kota. Kalau kantornya cukup bagus. Kami kan punya cukup waktu 2 atau 3 bahkan sampai 5 tahun. Nanti kami lihat lagi, kalau ada tanahnya, lokasi yang strategis mungkin bisa membangun kantor baru, tapi kan di sini lahannya cukup terbatas," urainya.

Di Tarakan, BKN tak akan menempatkan banyak pejabat struktural. Mengingat, saat ini pihaknya belum memiliki gedung sendiri. Meski demikian, ia menjelaskan jika nantinya sistem assesment center sudah dapat diterapkan, maka pihaknya akan melakukan penambahan personel.

"Kalau personel mungkin 1 UPT cukup 6 sampai 10 orang. Kecuali nanti ada assesment center butuh beberapa personel, cukup banyak. Mungkin nanti bisa ditarik dari Makassar, Balikpapan, Manado, Samarinda dan dari kota provinsi lain," tegasnya.

Mengenai kantor sementara, ia menjelaskan jika lokasi kantor BKN berada di Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Pamusian yang tepatnya berada satu komplek dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan.

"Nanti kami simpan pinjam saja. Lokasinya itu di masih di komplek Dinas kesehatan di gedung B yang belum difungsikan secara maksimal. Jadi gedung itu yang kami gunakan untuk kantor regional sementara waktu," pungkasnya.

Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, mengungkapkan Pemkot telah menyerahkan gedung B Dinkes yang berada di Jalan Kusuma Bangsa untuk dijadikan Kantor Kanreg BKN Kaltara. Dipilihnya bangunan yang berstatus pinjam pakai itu tidak terlepas dari letaknya yang dinilai cukup strategis dan memadai.

“Selama ini di sana digunakan sebagai ruang pertemuan. Dan dari beberapa lokasi yang ditinjau mereka lebih sreg di situ. Karena parkir juga luas, sehingga bila ada ujian kompetensi  ASN, calon pejabat struktural tidak repot mencari parkir. Karena yang ada di sana, parkirnya sangat luas,” terangnya.

Lanjutnya, ia menjelaskan jika nantinya BKN akan menggunakan 2 lantai. Untuk lantai 1 akan digunakan untuk ruang komputer dan lantai 2 digunakan untuk perkantoran. Jika biasanya berkoordinasi kepegawaian harus melalui Kanreg VIII, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, termasuk mengurus kenaikan pangkat dan pensiun.

“Karena kantornya sudah ada di Tarakan, apa-apa lebih dekat dan mendekatkan pelayanan. Kami juga lebih menghemat akomodasi dan transportasi, karena tidak harus ke Kalsel untuk mengurus segala hal terkait kepegawaian. Dan ini akan melayani seluruh Kaltara,” imbuhnya.

 

ANJAB TAK SELESAI, TAK KEBAGIAN KUOTA CPNS

Berkaitan dengan aparatur di Tarakan, Wali Kota beberapa waktu lalu juga pernah menyinggung jika tak ada kuota calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini.

Padahal sebanyak 254.173 lowongan dibuka se-nasional. Pemerintah pusat dengan 46.425 lowongan. Merinci untuk PNS sebanyak 23.213 orang. Jumlah tersebut diisi pelamar umum 17.519 formasi dan dari sekolah kedinasan 5.694 orang. Kemudian, untuk PPPK yang diisi dari eks THK-II dan honorer sebanyak 23.212 orang.

Lebih lanjut, untuk CPNS pemerintah daerah lowongannya sebanyak 207.748 formasi. Angka tersebut dengan rincian kebutuhan PNS 62.324 dan untuk PPPK yang diisi dari eks THK-II dan honorer sebanyak 145.424.

Khairul mengaku Pemkot Tarakan tak kebagian kuota dikarenakan belum terselesainya analisis jabatan (anjab). Sehingga dipastikan tidak ada pendaftaran lowongan CPNS. “Wah, saya belum tahu alasan belum dibuat anjab itu, karena saya kan baru beberapa bulan menjabat sebagai kepala daerah. Tapi ini (anjab) kami upayakan selesai sehingga formasi pembukaan lowongan CPNS bisa dilakukan tahun depan,” tuturnya.

Khairul mengungkapkan bahwa penyusunan anjab akan dilaksanakan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2019 ini. Analisis butuh anggaran. 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 10:31

Minim Akses, Penanganan Lantung Tak Dilakukan

TARAKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengharapkan adanya penanganan terhadap…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Tampilkan Seragam Kebanggaan Ekstrakurikuler

TARAKAN – Sudah siapkah Anda dengan pawai pembangunan, yang dilaksanakan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Enam Ekor Ikan Napoleon Gagal Diselundupkan

TARAKAN - Selama Mei hingga Juli tahun ini, Balai Karantina…

Kamis, 18 Juli 2019 10:29

Disnaker Target Seribu Lapangan Pekerjaan

TARAKAN - Munculnya informasi terkait formasi pekerjaan yang dibutuhkan dalam…

Kamis, 18 Juli 2019 10:08

Pesta Sabu dengan Teman Wanitanya, ED Diciduk Polisi

TARAKAN – Anggota Satreskoba Polres Tarakan menangkap seorang pria berinisial…

Kamis, 18 Juli 2019 10:08

JPU: Terdakwa Bantah Keterangan Saksi BNNK

TARAKAN – Sidang perkara narkotika atas terdakwa kasus sabu yang…

Kamis, 18 Juli 2019 10:06

Wujudkan Swasembada Pangan, Gandeng Poktan

TARAKAN – Sebagai upaya mewujudkan swasembada pangan di Bumi Paguntaka,…

Kamis, 18 Juli 2019 10:03

Sarankan Penyelenggara Punya Tim Kesehatan Khusus

TARAKAN - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang diselenggarakan pada April…

Kamis, 18 Juli 2019 10:00

Warga Dambakan Jalan Mulus

TARAKAN – Perihal jalan dan drainase tak pernah lepas dari…

Rabu, 17 Juli 2019 09:25

Sembilan Calon Sekkot Tunggu Pengumuman

TARAKAN - Tahapan seleksi calon sekretaris kota (sekkot) Tarakan telah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*