MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 13 Juni 2019 14:55
TPA Overload, PLTSa Jadi Solusi

Ground Breaking Dilakukan Bulan Ini

PROKAL.CO, TARAKAN – Sudah melebihikapasitas, kawasan tempat pemrosesan akhir (TPA) yang berada di Jalan Aki Babu membuat pemerintah cemas. Untuk itu, Pemerintah Kota Tarakan memiliki alternatif lain yakni dengan menjadikan lahan di Juata Kerikil sebagai tambahan TPA baru di Kota Tarakan sembari menunggu proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) selesai.

Kepada Radar Tarakan, Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes mengatakan, dirinya telah melakukan tinjauan TPA yang berada di Juata Kerikil. Pada dasarnya, pembangunan TPA baru yang berada di Juata Laut masih memiliki masalah yang harus diselesaikan pihaknya.

“Jadi, tidak mungkin dibiarkan volume sampah yang terus menerus menumpuk,” bebernya.

Sebelumnya, sampah di masyarakat dibagi menjadi dua bagian yakni organik dan nonorganik. Namun saat ini seluruh sampah tidak lagi dipilah, sehingga hal inilah yang membuat TPA cepat menumpuk sebab sulit terurai. Hal inilah yang sedang diperbaiki oleh pemerintah.

Untuk itu, kawasan di Juata Kerikil dijadikan sebagai alternatif TPA jangka pendek sambil menunggu TPA yang berada di Juata Laut dapat terselesaikan permasalahannya. Sebab pada dasarnya TPA Juata Laut memang merupakan tanah masyarakat.

“Ya boleh dibebaskan (lahan TPA di Juata Laut, Red) atau dicarikan alternatif lain. Ini yang sedang kami diskusikan maunya masyarakat (Juata Laut) seperti apa dan dari aspek teknis apakah ini memungkinkan atau tidak opsi yang kami kembangkan. Tapi yang pasti, jangka pendek ini harus diatasi dulu tumpukan sampah,” jelasnya.

Khairul mengungkapkan, kawasan Juata Kerikil dulunya pernah dilakukan pembebasan lahan sekitar 20 hektare saat dalam masa kepemimpinan H. Udin Hianggio sebagai Wali Kota Tarakan. Pembebasan lahan di kawasan Juata Kerikil memang diperuntukkan khusus untuk TPA. Kemudian, pada masa Sofian Raga pembangunan TPA tersebut dipindah ke kawasan Juata Laut. Hal inilah yang kembali ditinjau oleh Khairul sambil menunggu TPA baru yang berada di Juata Laut.

“Kalau sudah clear semua, maka lahan Juata Kerikil akan dimanfaatkan secepatnya. Harus diagregat dulu. Badan jalan sudah ada tapi kalau hujan tidak bisa dilalui oleh kendaraan, makanya perlu pengerasan sedikit supaya truk sampah bisa lewat,” katanya.

Sementara itu, pembangunan TPA Juata Laut diperkirakan Khairul akan selesai tahun 2021, namun hal itu hanya perkiraan saja. Disinggung terkait pembangunan PLTSa, dikatakan Khairul bahwa pembangunan PLTSa akan mulai dilakukan pada 14 Juni 2019 ini di kawasan kunak.

“Kalau PLTSa ada nanti bisa mengurangi volume sampah juga. Mudah-mudahan semua bersinergi, kami buat semua alternatif yang bisa menyelesaikan masalah. Jadi tidak hanya satu fungsi saja,” ujarnya.

Khairul menjelaskan bahwa jika sudah terbangun, PLTSa mampu mengolah berbagai sampah yang mencapai 150 ton sampah per hari. Namun operasional PLTSa baru akan dilakukan pada tahun 2020.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Ekonomi Sekretariat Pemerintah Kota Tarakan, Amir Hamzah mengatakan bahwa secara teknis antara investor dan kontraktor pelaksana sudah melakukan penandatanganan kontrak. Untuk itu, rencana ground breaking PLTSa akan dilakukan dalam pekan ini.

“Rencananya akan diadakan seremoni biar masyarakat tahu ada investasi yang besar dalam bentuk energi, yakni PLTSa. Kalau tidak ada perubahan jadwal, tanggal 20 Juni 2019 ini akan dilakukan ground breaking,” ungkapnya.

Untuk diketahui, dalam tahap ini merupakan proses penimbunan kemudian dipadatkan dan dilakukan peletakan batu pertama. Pelaksanaan ini akan membutuhkan lahan sebesar 20 hektare, sehingga pembangunan PLTSa ini dianggap mampu menyelesaikan keluhan masyarakat terhadap TPA saat ini. Dalam 160 ton sampah per hari, dapat menghasilkan 25 MW.

“Paling cepat 2020 PLTSa sudah bisa difungsikan, jadi kurang lagi satu persoalan di Tarakan. Kalau energi kami sudah tidak ragu lagi, alhamdulillah PLN sudah selesai di level nasional. Tinggal pelaksanaan fisik,” pungkasnya. 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 11:24

Tabung Gas dan Kompor Diamankan

TARAKAN- Untuk melakukan penyelidikan terhadap penyebab kebakaran yang terjadi di…

Rabu, 19 Juni 2019 11:21

Baju Layak Pakai Diserbu Warga

TAK hanya bantuan makanan, namun bantuan pakaian bekas pun sudah…

Rabu, 19 Juni 2019 11:19

Usai Lebaran, Segini Nih Pendatang yang Tercatat Menetap di Kota Ini

BERDASARKAN data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan, jumlah…

Rabu, 19 Juni 2019 11:13

Ini Cerita-Cerita di Balik Kebakaran di RT 15 Juata Laut

Kisah pilu dialami ratusan korban kebakaran di Juata Laut, Senin…

Rabu, 19 Juni 2019 11:10

Rencana Relokasi ke Tempat Layak

WAKIL Ketua DPRD Tarakan Muddain, S.T, yang hadir di lokasi…

Rabu, 19 Juni 2019 10:28

Drainase Ditumbuhi Tanaman Liar Sebabkan Banjir

TARAKAN - Karena drainase yang kecil serta dipenuhi banyak tanaman…

Rabu, 19 Juni 2019 10:22

Berharap Terbaik, Wali Kota Tanggung Tiket Atlet

TARAKAN – Pelaksanaan kejuaraan dunia yang akan dilaksanakan di Pontianak…

Selasa, 18 Juni 2019 12:26

2,5 Jam, 42 Rumah Ludes

TARAKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan melahap permukiman…

Selasa, 18 Juni 2019 12:24

Tabung Gas Mahal, Disdagkop Malah Bilang Minim Laporan

TARAKAN – Keberadaan LPG 3 kg di Kota Tarakan dikeluhkan…

Selasa, 18 Juni 2019 12:23

WAJIB..!! Ikan dari Malaysia Diwaspadai

TARAKAN - Menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*