MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 08 Juni 2019 10:24
Besok, Puncak Arus Balik

Waspada Potensi Cuaca Buruk

MULAI RAMAI: Penumpang mulai ramai di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor pasca Idulfitri, Jumat (7/6). PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – H+3 Idulfitri 1440 H/2019 M, arus balik di Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor sudah mulai mengalami peningkatakan, bahkan peningkatan itu sudah terjadi sejak Kamis (5/6) lalu.

Kepala Pos Pelabuhan Kayan II Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tanjung Selor, Muhammad Zain mengatakan, sejak Kamis pelabuhan yang melayani trayek Tanjung Selor-Tarakan, Tanjung Selor-Bunyu dan Tanjung Selor-Nuukan memang sudah mengalami peningkatan. “Jika dibandingkan tahun 2018, arus belik mengalami peningkatan sebesar 10 persen,” ungkap Zain kepada Radar Kaltara, Jumat (7/6).

Diprediksi, puncak arus balik akan terjadi pada H+4 hingga H+5, karena bertepatan dengan masuknya Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Jadi kita perkirakan Sabtu sampai Minggu itu arus balik akan mengalami peningkatan,” bebernya.

Untuk pengamanan sendiri, petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Dishub Bulungan, Polres Bulungan dan TNI akan terus stand by mengamankan arus balik. “Pengamanan tidak ada yang berbeda saat arus mudik, arus balik ini pengamanan akan terus dilakukan, pengasawan juga akan tetap diperketat,” bebernya.

Dijelaskan, jumlah penumpang arus balik yang melalui Pelabuhan Kayan II itu merupakan penumpang dari beberapa daerah di Kaltara. Namun, untuk jumlah penumpang yang paling banyak dari Kota Tarakan. Sebab, para pemudik tujuan Tanjung Selor melalui Pelabuhan Kayan II umumnya armada speedboat dari Tarakan. Sedangkan dari daerah lain Seperti Nunukan pada Minggu hanya dilayani satu armada sesuai jadwal yang ada.

“Kalau dari daerah (Nunukan, Red) satu speedboat langsung Tanjung Selor. Itu tidak bisa menampung semua penumpang dari Nunukan ke Tanjung Selor jadi harus lewat Tarakan,” jelasnya.

Menurutnya yang menjadi perhatian arus balik saat ini tak jauh berbeda dengan arus mudik sebelumnya. Mulai kelengkapan seperti life jacket dan kapasitas speedboat harus dilaksanakan. “Penumpang harus menggunakan pelampung. Dan motoris jangan mengangkut melampaui kapasitas,” tegasnya.

Sementara, Kasat Lantas Polres Bulungan, AKP Syahril Bajeng menjelaskan, untuk arus balik melalui jalur darat diperkirakan pada Sabtu dan Minggu. Di mana, jalur Bulungan-Berau bakal dipadati pemudik. “Sementara dari pantauan di lapangan dua hari terakhir lancar. Alhamdulillah tidak ada hambatan. Dan kalau arus balik Ahad,” katanya.

Kemudian, Minggu ini selain pemudik dari wilayah Kaltim. Jalur Bulungan-Berau juga bakal dipadati para warga yang menghabiskan libur Idulfitri 1440 Hijiriah bersama keluarga dengan mengunjungi lokasi wisata di Berau.

Sedangkan untuk jalur Bulungan-Kabupaten Tana Tidung (KTT) dan Bulungan-Malinau diperkirakan tidak terjadi lonjakan kendaraan yang melalui jalur tersebut. “Kalau untuk jalur lainnya masih normal seperti biasa,” jelasnya.

Terpisah, Forcester Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas III Tanjung Harapan, Magdalena Sidauruk menjelaskan, berdasarkan pantauan kondisi atmosfer terkini, terdapat indikasi fase basah dari aktivitas gelombang atmosfer Madden Jullian Oscillation (MJO) yang dapat disertai dengan perlambatan angin, pembentukan pusaran dan belokan angin di Aceh, Sumut, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi,  Kalteng, Kaltim, Kaltara, Sulteng, Sulbar, Malut, Maluku, Papua Barat dan Papua yang dapat berdampak pada peningkatan kondisi cuaca signifikan di beberapa wilayah di Indonesia.

“Diprakirakan pada periode tanggal 6-10 Juni 2019 potensi terjadi hujan lebat dapat terjadi di beberapa daerah,” ujarnya.

Adapun wilayah yang akan terjadi hujan di antaranya, Kaltara, Kaltim hingga Aceh. Hal itu tentu harus diwaspadai. Khususnya kepada masyarakat yang akan balik mudik lebaran 2019.

Terkait dengan aktivitas kemaritiman, diprakirakan ketinggian gelombang akan mengalami peningkatan hingga 2,5 meter di beberapa wilayah seperti Samudra Hindia Barat Aceh hingga Samudra Hindia Selatan NTT, Perairan Selatan Banten dan Perairan Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur. “Untuk laut Kaltara masih terpantau aman 0,25-0,5 meter, tapi masyarakat diimbau untuk selalu waspada,” pungkasnya. (*/jai/akz/eza)

 


BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 11:06

Satu Peserta Gugur Seleksi Administrasi

TANJUNG SELOR – Satu dari 28 peserta yang mengikuti seleksi…

Rabu, 19 Juni 2019 11:03

Direksi BUMD Minim Peminat

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali membuka…

Rabu, 19 Juni 2019 11:00

DPRD Khawatir Tidak Diperhatikan Pusat

TANJUNG SELOR – Penolakan penyerahan Taman Kaltara Abadi (TKA) dari…

Rabu, 19 Juni 2019 10:57

BAGUS NIH..!! Mau Nikah, Wajib Tanam Pohon

TANJUNG SELOR – Kantor Wilayah Kementerian Agama  Kalimantan Utara (Kaltara)…

Rabu, 19 Juni 2019 10:52

Kecamatan Klaim Harga Sesuai HET

DISPERINDAGKOP dan UMKM Bulungan mengklam harga   liquified petroleum gas (LPG)…

Rabu, 19 Juni 2019 10:50

DPRD: Aksi Protes Warga Sesuai Fakta

TANJUNG SELOR – Kondisi jalan Tanjung Palas menuju jembatan Desa…

Selasa, 18 Juni 2019 12:15

Tidak Direspons, Warga Ancam Golput

TANJUNG SELOR – Warga Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah…

Selasa, 18 Juni 2019 12:11

Gubernur Instruksikan Beri 'Surat Cinta'

TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto…

Selasa, 18 Juni 2019 12:10

Kapasitas Hanya Ratusan, Dihuni Ribuan Warga Binaan

TANJUNG SELOR – Sejak Januari, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan sudan…

Selasa, 18 Juni 2019 12:09

Jadikan Valentino Rossi Ikon di Spanduk Imbauan

Siapa yang tak mengenal Valentino Rossi. Ya, nyaris seluruh pecinta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*