MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 08 Juni 2019 10:15
‘Kucing-kucingan’Jual Petasan

Omzet Pedagang Musiman Capai Jutaan Rupiah

PEDAGANG MUSIMAN: Penjual musiman memadati alun-alun Nunukan dan berjualan pistol mainan dan kembang api. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pasca perayaan Idulfitri, sejumlah pedagang musiman mendadak berjualan di alun-alun Nunukan Tengah. Berjualan pistol mainan dan kembang api menjadi satu-satunya daya tarik mereka untuk mendatangkan pembeli dari kalangan anak-anak.

Omzetnya penjualan pun capai Rp 1 juta, jika pembeli ramai datang membeli. Namun keadaan ekonomi yang saat ini sedang lesu, ternyata mempengaruhi penjualan pedagang musiman tersebut. Dengan omzet Rp 1 juta diklaim pedagang belum bisa menutupi modal.

Suyoto, salah seorang pedagang musiman di alun-alun mengaku, omzet yang ia dapatkan lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya. Jika di tahun sebelumnya bisa melebihi modal lebih dari Rp 2 juta, sekarang hanya di bawah Rp 1 juta saja.

“Omzet Rp 1 juta, kalau ramai pembeli. Sekarang pembeli tidak seramai seperti tahun-tahun sebelumnya. Omzet ini belum kembali modalnya. Kita jualan modal Rp 2 juta, omzet Rp 1 juta, masih kurang Rp 1 juta,” keluh Suyoto.

Hadapi keadaan itu, ia pasrah. Lagi pula, barang dagangan yang tidak laku bisa dikembalikan ke toko ia membeli mainan tersebut. Mainan diakui Suyoto berasal dari Surabaya. Harga beragam mulai dari Rp 15 ribu yang paling murah, sampai Rp 75 ribu, harga mainan termahal.

Disinggung mengenai larangan berjualan pistol mainan dan kembang api, Suyono mengaku sudah mendapatkan izin dari aparat. Namun, hanya berupa ungkapan yang memperbolehkan berjualan di alun-alun. Izin tersebut juga gratis, mereka mengaku tidak membayar kepada sang pengizin.

Suyono sendiri mengaku, menjual petasan seperti main ‘kucing-kucingan’ atau disembunyikan. Jika ada permintaan, ia bisa menjualnya. Untuk petasan besar dihargai Rp 100 ribu sampai Rp 120 ribu untuk 1 unit petasan kembang api besar yang meledak di langit.

Suyono berani menjual karena ingin adu nasib ekonominya. Lagipula, ia berjualan hanya lima hari saja, sejak hari pertama lebaran, hingga H+3 lebaran. Ia pun berharap, tidak ada perintah larangan berjualan di Alun-Alun hingga H+3 lebaran.

“Ya, karena kita ini paling jualannya sampai 3 hari saja mas, namanya juga pedagang musiman, di luar hari lebaran barang dagangan kami tidak akan laku, ini karena momen lebaran, anak-anak banyak yang membeli. Semoga saja barang habis terjual,” harap Suyono mengakhiri. (raw/zia)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*