MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 03 Juni 2019 11:28
Jeruji Besi Tak Jadi Penghalang, Target Khatam di Akhir Ramadan

Warga Binaan Semangat Tadarus Alquran

PERSIAPAN TADARUS: Sejumlah warga binaan mengisi kegiatan Ramadan dengan tadarus Alquran usai salat tarawih berjemaah di Masjid At-Taubah di dalam Lapas Kelas II-A Tarakan. LISAWAN/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Hidup di balik jeruji besi, bukan berarti akhir dari segalanya. Bisa saja memulai hidup yang lebih baik lagi. Hal ini terlihat dari semangat warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan, dalam mengikuti berbagai kegiatan keagamaan selama Ramadan 1440 H/2019.

LISAWAN YOSEPH LOBO

SETIAP hari, selama bulan suci Ramadan suasana di Masjid At-Taubah Lapas Kelas II-A Tarakan dipadati warga binaan. Sekitar seribu warga binaan yang beragama muslim, sangat antusias mengisi kesehariannya dengan kegiatan-kegiatan bernuansa keagamaan.

Mulai dari salat berjemaah, pesantren kilat, salat tarawih berjamaah dan dilanjutkan tadarus Alquran hingga pukul 22.00 WITA.

Salah seorang warga binaan, yang juga merupakan Imam Masjid At Taubah Lapas Kelas II-A Tarakan, Hartono (41) salah satu peserta tadarus Alquran. Ia mengatakan, tadarus dilaksanakan setiap malam, setelah salat tarawih berjemaah.

“Tergantung selesai tarawih jam berapa. Kita tadarus satu jam, dari jam 9 malam sampai jam 10 malam,” katanya.

Sekitar 27 warga binaan yang mengikuti tadarus ini. Bukan sembarang orang. Konon, 27 orang ini merupakan peserta yang dipilih pembina dan sudah mengikuti sidang tim pengamat pemasyarakatan (TPP).

Setiap malam, selama satu jam peserta tadarus Alquran, membaca satu juz secara bergiliran. Lantunan penggalan ayat suci Alquran terdengar merdu dari dalam Masjid At-Taubah ini. Bagaimana tidak, warga binaan ini sudah dibekali mengaji. Ya, sebelum bulan Ramadan tiba, setiap Selasa dan Rabu dijadwalkan mengaji selama satu jam.

“Kami ada guru dari luar, guru tauhid. Sebelum Ramadan dari pukul sembilan sampai pukul 10,” jelasnya.

Tadarus Alquran ini sudah menjadi tradisi warga binaan setiap tahunnya selama bulam Ramadan. Di bulan Ramadan 1440 H ini, ia bersama timnya menargetkan khatam Alquran atau menyelesaikan 30 juz pada 4 Juni mendatang.

“Di Ramadan ke-23 ini, kami sudah 23 juz. Karena satu hari kami baca satu juz. Jadi per orang, kami ambil satu ain secara bergantian. Insyaallah, tanggal 4 kami sudah khatam,” jelasnya.

Di bulan suci Ramadan ini tentu berkumpul bersama keluarga momen yang sangat dinanti warga binaan ini. Di momen bulan Ramadan ini pun suatu kebahagiaan tersendiri baginya dapat mengkhatamkan Alquran.

“Yang penting kami sehat di sini, bisa mengkhatamkan Alquran itu suatu kebahagiaan tersendiri buat kami di sini. Apalagi di bulan suci yang penuh rahmat ini, tentunya ingat keluarga di rumah,” katanya.

Seminggu sebelum Ramadan, agenda-agenda keagamaan sudah disepakati bersama dan disambut baik oleh warga binaan. Kepala Lapas Kelas II-A Tarakan R. B. Danang mengatakan, selama Ramadan ini pun warga binaan antusias mengikuti berlangsungnya kegiatan keagamaan ini.

“Termasuk ibadah berjemaah maupun ibadah yang bersifat kelompok kecil. Kami tidak membatasi mengenai wajib tidaknya, tapi kami serahkan ke anak-anak terkait kegiatan ini,” terang Danang.

Melihat antusias para warga binaan ini, konon menurut imam, ustaz maupun penceramah yang mengisi keagamaan di Lapas Kelas II-A Tarakan ini mengacungkan jempol akan semangat para warga binaan.

“Mereka menyampaikan bahwa di Kota Tarakan, satu-satunya masjid yang jemaahnya konsisten, dari hari pertama hingga sekarang ini di Lapas Tarakan. Hampir 95 persen yang ikut berjemaah di lapangan, karena sisanya merupakan non muslim. Kami ada lomba azan juga, dibuka seluas-luasnya dan ternyata ada 50 orang yang mau ikut,” bebernya.

Nah, lebih uniknya lagi dari warga binaan ini terbentuk masing-masing tim yang memiliki tugas berbeda. Ya, ada tim medis, tim elektrik, tim pengamanan dan tim lainnya.

Konon, seminggu sebelum Ramadan, para warga binaan ini pun melaksanakan geladi mengantisipasi keadaan darurat atau emergency. Seperti padam listrik, tiba-tiba ada warga binaan yang jatuh sakit maupun diguyur hujan. “Jadi kalau tiba-tiba listrik padam, mereka tidak langsung panik atau berhamburan tapi sudah dilatih. Alhamdulillah sampai hari ini semua lancar,” tutupnya. (***/lim)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 11:24

Tabung Gas dan Kompor Diamankan

TARAKAN- Untuk melakukan penyelidikan terhadap penyebab kebakaran yang terjadi di…

Rabu, 19 Juni 2019 11:21

Baju Layak Pakai Diserbu Warga

TAK hanya bantuan makanan, namun bantuan pakaian bekas pun sudah…

Rabu, 19 Juni 2019 11:19

Usai Lebaran, Segini Nih Pendatang yang Tercatat Menetap di Kota Ini

BERDASARKAN data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan, jumlah…

Rabu, 19 Juni 2019 11:13

Ini Cerita-Cerita di Balik Kebakaran di RT 15 Juata Laut

Kisah pilu dialami ratusan korban kebakaran di Juata Laut, Senin…

Rabu, 19 Juni 2019 11:10

Rencana Relokasi ke Tempat Layak

WAKIL Ketua DPRD Tarakan Muddain, S.T, yang hadir di lokasi…

Rabu, 19 Juni 2019 10:28

Drainase Ditumbuhi Tanaman Liar Sebabkan Banjir

TARAKAN - Karena drainase yang kecil serta dipenuhi banyak tanaman…

Rabu, 19 Juni 2019 10:22

Berharap Terbaik, Wali Kota Tanggung Tiket Atlet

TARAKAN – Pelaksanaan kejuaraan dunia yang akan dilaksanakan di Pontianak…

Selasa, 18 Juni 2019 12:26

2,5 Jam, 42 Rumah Ludes

TARAKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan melahap permukiman…

Selasa, 18 Juni 2019 12:24

Tabung Gas Mahal, Disdagkop Malah Bilang Minim Laporan

TARAKAN – Keberadaan LPG 3 kg di Kota Tarakan dikeluhkan…

Selasa, 18 Juni 2019 12:23

WAJIB..!! Ikan dari Malaysia Diwaspadai

TARAKAN - Menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*