MANAGED BY:
SENIN
24 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 27 Mei 2019 09:45
Disaingi Online, Pedagang Lapak Sepi Pembeli
MENURUN: Salah seorang pedagang pakaian di Jalan Jenderal Sudirman masih merasakan sepi pembeli. RIKO / RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG – Memasuki minggu kedua bulan Ramadan, toko pakaian di Kabupaten Tana Tidung (KTT) masih sepi pembeli. Kondisi ini dikeluhkan para pedagang.

Ergi salah seorang pedagang pakaian mengatakan, pengalaman tahun sebelumnya memasuki bulan Ramadan masyarakat sudah mulai mengincar pakaian yang ada di toko untuk  dibeli.

“Tapi tahun ini beda, sudah dua minggu puasa hanya satu dua orang saja yang masuk ke toko, itu pun cuma lihat-lihat, tidak membeli,” ujar Ergi kepada Radar Tarakan, Jumat (24/5).

Pedagang di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Tideng Pale ini memperkirakan penyebab sepi pembeli karena masyarakat lebih memilih belanja lewat toko online yang beberapa tahun sedang digandrungi.

Padahal, menurutnya, barang dagangannya juga dipasok dari Sulawesi dan Jawa yang kualitasnya tak jauh beda dengan yang dijual online.

“Harga pakaian pun tak masih terjangkau, meski diketahui untuk mendatangkan pakaian dari Jawa dan Sulawesi butuh biaya tambahan sampai ke KTT,” jelasnya.

“Tapi tidak tahu apa yang diinginkan pembeli yang jelas kalau soal harga yang kami tawarkan pakaian di sini juga lebih terjangkau oleh pembeli,” sambungnya.

Hanya saja dari beberapa masyarakat protes, jika pakaian yang dijual di KTT lebih mahal dibanding di online.

“Mungkin ini juga menjadi penyebab banyak masyarakat lebih memilih membelanjakan uang mereka lewat toko online, karena menurut mereka lebih murah,” ujarnya.

 Menurutnya, pakaian yang dijual secara online lebih murah karena tidak perlu membayar sewa lapak dan pajak. Sehingga harga jualnya lebih murah. Kondisi ini yang juga membuatnya bersama sejumlah pedagang lain menurunkan harga barang.

 "Meski sudah diturunkan tetap aja masih sepi,"katanya.

Diakuinya promosi yang dilakukan secara online memang sifatnya jauh lebih cepat dan langsung terlihat oleh pembeli, sementara pedagang seperti dirinya hanya menunggu pembeli mendatangi lapaknya.

Ia melihat online lebih banyak positifnya bagi pembeli karena tidak perlu keluar untuk berbelanja dan barang akan langsung diterima di tempat, meski masih ada juga yang tertipu berbelanja online akan tetapi sudah zamannya sekarang serba online.

“Kalau begini terus keadaannya, saya pun bisa ikut-ikutan memasarkan barang dagangan melalui online daripada menunggu terus menerus minimal dengan media sosial yang kita gunakan dapat berfungsi dengan baik, daripada dipakai untuk hal yang tidak penting sebaiknya mengikuti jejak pedagang online lainnya,”ungkapnya. (*/rko/ana)


BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 15:28

Lebih Langsing dengan Berenang

<p>Berenang termasuk olahraga yang menyenangkan. Tetapi kebanyakan orang lebih menganggap olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*