MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 24 Mei 2019 10:37
Dugaan Pencemaran Sungai Tanjung Rumbia Tak Terbukti
NEGATIF: Sungai di Tanjung Rumbia, Tanjung Selor yang sempat diduga tercemar limbah oli tak terbukti setelah hasil uji laboratorium menyatakan negatif. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Hasil uji sampel air sungai yang diduga tercemar limbah oli di Tanjung Rumbia, Tanjung Selor beberapa bulan lalu yang dilakukan di Laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri (Baristand) Samarinda hasilnya negatif atau tak terbukti tercemar.

Hal ini seperti dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hiduo (DLH) Bulungan, Abdul Hafid kepada awak media Radar Kaltara saat dikonfirmasi.

Meski pihaknya mengaku tak bisa menjelaskan secara detail tentang hasil uji laboratorium tersebut. Namun, diyakini bahwa laporan yang diterimanya itu sangat valid. Oleh karenanya, pihaknya meminta kepada seluruh pihak agar tak perlu resah dari isu pencemaran sungai tersebut.

“Tidak hafal persis angka-angkanya. Karena memang di dalamnya juga terdapat banyak angka dari unsur yang ada itu. Tapi, mengenai pencemaran itu tak terbukti,” ungkapnya saat ditemui pasca menghadiri kegiatan Forum Konsultasi Publik Review RPJMD Bulungan Tahun 2016 – 2021 di Gedung Serba Guna Kantor Bupati Bulungan.

Namun, lanjutnya, mengenai pencemaran yang sejatinya laporan itu bukan kali pertama diterima DLH. Pihaknya meminta agar sistem pelaporan ke depan dapat dipercepat. Maksudnya yaitu jika memang kejadiannya hari ini, maka laporan yang disampaikan ke DLH pun harus hari itu juga.

Pasalnya, jika sistem pelaporannya lambat atau dilakukan sepekan pasca kejadian. Maka, bisa saja pencemaran itu hilang lantaran sudah terbawa aliran sungai. Akan tetapi, pihaknya tetap mengapresiasi atas kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar.

“Adanya pencairan di situ yang takutnya bisa membuat pencemaran itu hilang. Itulah mengapa kami sarankan sistem pelaporan yang cepat,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya mengaku permasalahan tumpahan oli di sungai itu merupakan kasus yang lama. Sebab, selama masih ada perahu-perahu yang terkadang menimba air dalam kapal yang terdapat kandungan minyaknya. Maka, selama itu juga tetesan minyak di sungai pasti ada di sungai ini.

“Terkadang masyarakat menduga pencemaran yang ada itu dianggap signifikan. Sehingga mau tidak mau kami harus turun,” ucapnya.

“Padahal, perlu diketahui setiap turun dan mengambul sampel. Maka, setidaknya butuh anggaran sampai Rp 6 juta. Tentu sangat disayangkan bilamana setiap uji sampel ternyata hasilnya negatif. Terkesan uang dibuang-buang begitu saja,” sambungnya.

Ditambah, lebih lanjut, proses untuk mengetahui hasil uji laboratorium itu jelas membutuhkan waktu yang cukup panjang. Sebab, saat sampel di bawa ke Baristand harus terlebih dahulu antre. Ini tak ubahnya pemeriksaan uji sampel yang dilakukan pada dugaan pencemaran yang terakhir ini.

“Kalau di Baristand yang menguji banyak, tidak hanya dari Bulungan, karena seluruh regional Kalimantan Timur (Kaltim) pun menguji di sana. Itulah sebabnya hasil lama keluar seperti yang terakhir ini,” jelasnya.

Sebernarnya, dikatakannya kembali, DLH telah memiliki laboratorium. Hanya saja laboratorium itu belum dapat berfungsi sepenuhnya, karena belum memiliki tenaga ahli. Sementara ini DLH hanya melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau Perjanjian Kerja Sama (PKA) dengan Baristand.

“Kami juga akan jajaki kerja sama dengan Universitas Borneo Tarakan (UBT),” tutupnya.

Sementara, sebelumnya Kepala DLH Kaltara, Edy Suharto yang saat itu mendapat informasi dugaan pencemaran sungai itu juga langsung bergerak cepat menurunkan tim di lapangan secara langsung.

Tak lain, itu mengetahui lebih jauh tentang sumber oli di sungai itu asal mulanya. Tentunya, pihaknya secara tegas melontarkan bahwa mengenai pelaku pencemaran lingkungan akan ditindak tegas. Apalagi, sudah ada dasar hukum yang mengatur masalah itu. Terlebih, kejadian dugaan pencemaran itu bukan yang kali pertama di tempat yang sama. “Ini ada unsur pidananya. Jadi jika terbukti, pelakunya bisa dipidanakan. Kita akan tindak tegas sebagai efek jera,” tegasnya.

Dijelaskannya, penindakan terhadap pelaku pencemaran lingkungan tersebut sudah ditetapkan oleh pemerintah dalam Undang-Undang (UU) nomor 34 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dalam UU ini disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

“Termasuk juga ada kewajiban untuk memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mengendalikan pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup. Mari kita sama-sama menjaga lingkungan agar tetap baik,” pungkasnya. (omg/eza)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 11:03

Direksi BUMD Minim Peminat

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali membuka…

Rabu, 19 Juni 2019 11:00

DPRD Khawatir Tidak Diperhatikan Pusat

TANJUNG SELOR – Penolakan penyerahan Taman Kaltara Abadi (TKA) dari…

Rabu, 19 Juni 2019 10:57

BAGUS NIH..!! Mau Nikah, Wajib Tanam Pohon

TANJUNG SELOR – Kantor Wilayah Kementerian Agama  Kalimantan Utara (Kaltara)…

Rabu, 19 Juni 2019 10:52

Kecamatan Klaim Harga Sesuai HET

DISPERINDAGKOP dan UMKM Bulungan mengklam harga   liquified petroleum gas (LPG)…

Rabu, 19 Juni 2019 10:50

DPRD: Aksi Protes Warga Sesuai Fakta

TANJUNG SELOR – Kondisi jalan Tanjung Palas menuju jembatan Desa…

Selasa, 18 Juni 2019 12:15

Tidak Direspons, Warga Ancam Golput

TANJUNG SELOR – Warga Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah…

Selasa, 18 Juni 2019 12:11

Gubernur Instruksikan Beri 'Surat Cinta'

TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto…

Selasa, 18 Juni 2019 12:10

Kapasitas Hanya Ratusan, Dihuni Ribuan Warga Binaan

TANJUNG SELOR – Sejak Januari, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan sudan…

Selasa, 18 Juni 2019 12:09

Jadikan Valentino Rossi Ikon di Spanduk Imbauan

Siapa yang tak mengenal Valentino Rossi. Ya, nyaris seluruh pecinta…

Selasa, 18 Juni 2019 11:53

KPU Usulkan Rp 35 M untuk Pilbup

TANJUNG SELOR – Menjelang tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*